EPS. 6. Kost kostan darurat.

Qilin dan Justin sudah masuk ke dalam kamar kostan mereka. Kamarnya lumayan besar di bandingkan dengan kamarnya di rumah kecil. Ranjangnya juga berukuran lebih besar, setidaknya bisa untuk tidur dua orang.

" Justin, tidurlah.. kamu pasti lelah." Ujar Qilin pada Justin.

" Qilin tidur." Ujar Justin.

" Aku akan tidur setelah membereskan barang barang." Ujar Qilin seperti kemarin.

Justin pun mengangguk dan merebahkan dirinya di ranjang. Sementara Qilin, dia mengeluarkan sebuah brosur yang ia dapat dari taksi.

' Sepertinya ini brosur rumah, tapi apa uangku cukup untuk beli rumah?' Batin Qilin.

Qilin mengeluarkan amplop besar yang di berikan oleh ibu angkatnya, dan melihat sejumlah uang yang sangat banyak. Qilin mengambil kartu identitasnya dan beberapa surat penting lainnya.

' Setidaknya aku punya KTP untuk mencari pekerjaan nanti. Aku juga harus beli ponsel, untuk mencari rumah.' Batin Qilin.

Qilin menyimpan kembali amplop besarnya itu kedalam tas usangnya, lalu ia pun merebahkan dirinya di sebelah Justin.

" Aku juga harus membawa Justin ke dokter, agar dia ingat siapa dirinya. Keluarganya pasti sedang mencarinya." Gumam Qilin sambil menatap Justin.

" Kenapa keluarganya tidak memasang iklan orang hilang, apa Justin bukan orang sini? Tapi Justin berbicara bahasa lokal dengan sangat fasih." Gumam Qilin.

Qilin tidak tahu saja, sebenarnya di luar sana banyak sekali foto foto Justin yang terpampang di layar besar di pinggir jalan, cuma kebetulan dia tidak melihatnya.

Qilin memejamkan matanya, lalu tertidur. Kali ini dia tidak seperti saat di rumah kecilnya, dia tidur diam di satu tempat. Tapi kini Justin yang tiba tiba terbangun dan memeluk Qilin kedalam dekapannya.

Ke esokan harinya..

Qilin bangun karena mendengar suara berisik dari luar kamarnya. Ketika Qilin bangun, Justin juga bangun dan tatapan mereka bertemu saat ini.

Justin tersenyum manis pada Qilin, tetapi Qilin justru berkedip kedip bingung, memastikan antara itu nyata atau tidak.

Dan setelah beberapa kali Qilin mengedipkan matanya, nyawanya sudah terkumpul dan dia langsung bangun dan lepas dari pelukan Justin.

" Astaga! Maaf Justin aku tidak bermaksud mengambil kesempatan dalam kesempitan." Ujar Qilin langsung bangun.

" Hm???" Justin hanya mengernyit bingung.

' Aduh Qilin, lagi lagi kamu memeluk Justin. ' Batin Qilin merasa bodoh.

" Ekhem! Maaf aku memelukmu." Ujar Qilin merasa bersalah.

" Tidak apa apa, Justin suka peluk." Ujar Justin polos dengan suara bass nya.

' Alamak, ini aku bisa di kategorikan pedof*l atau apa? Aku memeluk pria yang polos begini.' Batin Qilin frustasi.

' Mana wajahnya lugu begitu, Qilin.. kamu sudah melecehkan Justin.' Batin Qilin lagi.

" E-hehehe.. Aku mandi dulu, kamu jangan kemana mana, ya? " Ujar Qilin dan Justin mengangguk.

Qilin mengeluarkan handuk dari kopernya, juga peralatan mandinya, saat ia membuka pintu, baru terlihat jika itu adalah tempat yang ramai dengan pemuda pemudi.

' Oh, ramai juga.' Batin Qilin.

Qilin hanya senyum sambil lewat, lalu dia berjalan lurus ke kamar mandi. Beruntungnya kamar mandi di sana ada beberapa, jadi tidak begitu berdesakan jika ingin mandi.

Setelah selesai, Qilin kembali ke kamar dan melihat Justin yang sedang tanpa baju.

" Kamu kenapa?" Tanya Qilin pada Justin.

" Panas.." Ujar Justin.

" Benar juga, sejak semalam kamu pakai kaos panjang. Sebentar aku carikan kaos yang lebih tipis." Ujar Qilin.

Qilin memberikan kaos polos putih pada Justin, dan Justin memakainya.

" Justin, aku akan pergi mencari makanan, kamu di sini saja, jangan kemana mana, oke?" Ujar Qilin, dan Justin mengangguk sambil tersenyum.

' Dia irit bicara sekali, apa karena otaknya bermasalah?' Batin Qilin.

" Aku pergi dulu, selain aku.. jangan buka pintu jika ada yang datang, oke?" Ujar Qilin.

" Oke." Sahut Justin.

Qilin pun keluar, dan saat dia keluar halaman kost an itu sudah sepi penduduk. Bisa di pastikan mereka semua sudah pergi bekerja.

" Mereka semua pasti sudsh berangkat kerja." Gumam Qilin.

Qilin pun keluar, dan mencari makanan untuk Justin. Qilin mengantre untuk membeli bubur ayam untuk Justin, dan tatapannya saat ini terkunci dengan iklan di papan reklame besar yang tak jauh dari sana.

Di sana bertuliskan informasi tentang kabar orang hilang. Tapi bukan foto Justin yang yang tertera di sana, melainkan seorang gadis. Qilin pun mengalihkan pandangannya dari papan reklame itu ketika akhirnya giliran dirinya.

Dan ketika Qilin mengalihkan pandangannya, barulah muncul foto Justin yang begitu besarnya. Justin menggunakan stelan Jas rapi, dengan wajah tampannya.

" Pak, bubur ayam dua." Ujar Qilin.

" Baik." Sahut sang penjual.

Setelah Qilin membeli bubur, dia juga membeli makanan lainnya, untuk Justin. Dan tak jauh dari sana juga ada klinik umum, Qilin tersenyum melihatnya.

" Aku akan bawa Justin ke sana nanti." Gumam Qilin.

Qilin sampai di mamar kostan nya, dan Justin sedang duduk diam sendirian.

" Aku beli bubur untukmu, kamu suka bubur?" Tanya Qilin.

" Justin suka apa yang Qilin suka." Ujar Justin dengan senyum manisnya.

Dan lagi lagi, Qilin mengusap kepala Justin, entah mengapa Qilin suka dengan rambut Justin yang sangat lembut di pegang itu.

" Justin suka Qilin usap usap kepala Justin." Ujar Justin polos.

" Benarkah? Kalau begitu Qilin akan usap usap kepala Justin setiap hari." Ujar Qilin.

Tiba tiba Justin bangun, lalu memeluk Qilin, Qilin pun membalas pelulan Justin. Saat ini Justin sungguh tidak seperti Justin yang semua orang kenal, dia menjadi begitu polos dan lugu setelah hilang ingatan. Atau kita bisa menyebutnya seperti orang idiot.

' Kasihan dia.. jika aku tinggal sendirian pasti dia kesepian nanti.' Batin Qilin.

" Justin, jika aku akan pergi mencari pekerjaan, apakah kamu tidak apa apa aku tinggal seharian?" Tanya Qilin, setelah melerai pelukannya.

" Tidak apa apa.." Ujar ujar Justin.

" Nanti saat aku pulang, aku akan bawa makanan untukmu. Ini ada buah dan snack, kamu bisa makan ini jika kamu lapar. Aku juga beli beberapa minuman rasa dan air putih untukmu." Ujar Qilin sambil mengeluarkan semua makanan yang ia beli barusan.

" Tapi jangan keluar dari kamar, atau membuka pintu untuk orang lain, itu bahaya." Ujar Qilin.

" Justin tahu." Ujar Justin.

Qilin pun tersenyum, dan akhirnya dia makan bersama bubur yang di belinya itu bersama Justin.

' Anggaplah Justin seperti anak kecil, Qilin.. Dia tidak tahu apa yang dia lakukan.' Batin Qilin.

Setelah makan bubur, Qilin pun akhirnya pergi untuk mencari pekerjaan. Tujuan utama Qilin sebenarnya ingin mencari tempat tinggal yang tidak begitu ramai.

Qilin adalah penyendiri dari dulu, dia yang selalu di kucilkan teman temannya dan di gunjingkan itu memilih untuk selalu sepi dan sendiri. Berada di tempat ramai seperti kost an itu, tidak cocok untuknya.

" Berkati aku, Tuhan." Gumam Qilin, dan pergi dari sana.

Di tempat lain..

Di Bogor, tepatnya di Vila mewah milik keluarga Edward.. Sierra sedang berjalan mondar mandir, dia sedang menunggu kabar tentang perkembangan Justin yang belum juga di temukan.

Arthur dan Malvin berjalan dari luar, dan melihat Sierra yang tampak berlari kearah mereka.

" Jangan lari, sayang." Ujar Arthur.

" Apakah kalian menemukan Justin?" Tanya Sierra, dan Arthur menggeleng.

" Kenapa Justin tidak di temukan dimanapun? Bukankah dia ada di Bogor?" Ujar Sierra kembali emosional.

" Sayang.. tolong sabar, ya. Kita sedang melakukan penyelidikan lagi." Ujar Arthur.

" Kami baru melihat bahwa di halte tempat Justin kemarin, ada cctv. Dan Justin di bawa pergi seorang gadis menggunakan sebuah taksi, jadi kami sedang menyelidiki kemana supir taksi itu sekarang." Ujar Malvin

" Sungguh? Kemana kiranya gadis itu membawa Justin?" Ujar Sierra.

" Kami sedang mencari tahunya, sayang.. Yang penting kita sudah menemukan titik terang." Ujar Arthur, dan Sierra mengangguk.

" Justin.." Gumam Sierra.

TO BE CONTINUED...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

Justin jd gemesin 🤭🤭

2025-01-16

0

Nur Bahagia

Nur Bahagia

kasian justin 🥺

2024-09-04

1

Nur Bahagia

Nur Bahagia

aduhh Thor.. kamu bikin aku gemesss.. ni qilin ga nemu2 iklan orang hilang nya si justin 😅

2024-09-04

1

lihat semua
Episodes
1 EPS. 1 Prologue.
2 EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3 EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4 EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5 EPS. 5. Simpang jalan.
6 EPS. 6. Kost kostan darurat.
7 EPS. 7. Ayo menikah..
8 EPS. 8. Ciuman pertama.
9 EPS. 9. Janji manis Justin.
10 EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11 EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12 EPS. 12. Mencari Qilin.
13 EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14 EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15 EPS. 15. Justin terjatuh.
16 EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17 EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18 EP. 18. JUSTIN MALU.
19 EPS. 19. Qilin di culik.
20 EPS. 20. Di pisahkan.
21 EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22 EPS. 22. Saling merindukan.
23 EPS. 23. Merelakan.
24 EPS. 24. Mencoba bangkit.
25 EPS. 25. Hari operasi Justin.
26 EPS. 26. Justin Sadar.
27 EPS. 27. Justin pulang.
28 EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29 EPS. 29. Tentang Rena..
30 EPS. 30. Bukan mimpi.
31 EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32 EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33 EPS. 33. Aku calon suaminya.
34 EPS. 34. Rumah Justin.
35 EPS. 35. Cerita Justin.
36 EPS. 36. Resmi berpacaran.
37 EPS. 37. Perlakuan manis.
38 EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39 EPS. 39. Harus jujur.
40 EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41 EPS. 41. Dua saudari.
42 EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43 EPS. 43. VVIP
44 EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45 EPS. 45. CURHAT.
46 EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47 EPS. 47. Melindungi diam diam.
48 EPS. 48. Dia Qilinku.
49 EPS. 49. Sierra berapi - api.
50 EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51 EPS. 51. Pembunuhan..
52 EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53 EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54 EPS. 54. Rena hamil..
55 EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56 EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57 EPS. 57. Terlalu menggoda
58 EPS. 58. Tanggung jawab..
59 EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60 EPS. 60. Qilin di Culik.
61 EPS. 61. Di pulau terpencil..
62 EPS. 62. Melatih diri.
63 EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64 EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65 EPS. 65. Berlatih menembak.
66 EPS. 66. Mencari Qilin.
67 EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68 EPS. 68. Lima Tikus.
69 EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70 EPS. 70. Memburu Qilin.
71 EPS. 71. Mencari Informasi .
72 EPS. 72. Nyaris bertemu.
73 EPS 73. Menjadi buronan
74 EPS. 74. Hati seorang anak.
75 EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76 EPS. 76. Obsesi..
77 EPS. 77. Mengorbankan diri.
78 EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79 EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80 EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81 EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82 EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83 EPS. 83. Salju pertama..
84 EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85 EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86 EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87 EPS 87. Pulang.
88 EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89 EPS. 89. Welcome home Qilin
90 EPS. 90. Ketulangan.
91 EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92 EPS. 92. Hati Dustin.
93 EPS. 93. Siapa Fendy??
94 EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95 EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96 EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97 EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98 EPS. 98. Rena dan Fendy.
99 EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100 EPS. 100. Rena & Fendy.
101 EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102 EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103 EPS. 103. Melepaskan..
104 EPS. 104. Malam terakhir.
105 EPS. 105. WEDDING day 1.
106 EPS. 106. WEDDING day 2.
107 EPS. 107. Malam yang manis.
108 EPS.108. Polosnya Qilin.
109 EPS. 109. Sore yang manis.
110 EPS. 110. Akhirnya..
111 EPS. 111. Bulan penuh madu.
112 EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113 EPS. 113. Kejutan.
114 EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115 EPS. 115. Asinan..
116 EPS. 116. Ponsel pasangan.
117 EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118 EPS. 118. Cerita Sierra.
119 EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120 EPS. 120. Hamil..
121 EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122 EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123 EPS. 123. IAN yang malang.
124 EPS. 124. Bimbang
125 EPS. 125. Enggan berpisah.
126 EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127 EPS 127, PENYUSUPAN
128 EPS. 128. SELAMAT.
129 EPS. 129. LEGA
130 EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131 EPS. 131. Clins.
132 EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133 EPS. 133. Kado Natal.
134 EPS. 134. Malam duka.
135 EPS. 135. Berita heboh.
136 EPS. 136. Rencana.
137 EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138 EPS. 138. Harus segera pergi.
139 EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140 EPS. 140. Di kepung.
141 EPS. 141. Predator dan mangsa.
142 EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143 EPS. 143. Justin kritis.
144 EPS. 144. Duel.
145 EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146 EPS. 146. Menyusun rencana.
147 EPS. 147. Istri Dustin.
148 PENGUMUMAN.
149 EPS. 149. Menangkap Clins.
150 EPS. 150. Jalan terbaik.
151 EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152 EPS. 152. Penjelasan.
153 EPS. 153. 7 Bulan berlalu.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
EPS. 1 Prologue.
2
EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3
EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4
EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5
EPS. 5. Simpang jalan.
6
EPS. 6. Kost kostan darurat.
7
EPS. 7. Ayo menikah..
8
EPS. 8. Ciuman pertama.
9
EPS. 9. Janji manis Justin.
10
EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11
EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12
EPS. 12. Mencari Qilin.
13
EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14
EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15
EPS. 15. Justin terjatuh.
16
EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17
EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18
EP. 18. JUSTIN MALU.
19
EPS. 19. Qilin di culik.
20
EPS. 20. Di pisahkan.
21
EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22
EPS. 22. Saling merindukan.
23
EPS. 23. Merelakan.
24
EPS. 24. Mencoba bangkit.
25
EPS. 25. Hari operasi Justin.
26
EPS. 26. Justin Sadar.
27
EPS. 27. Justin pulang.
28
EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29
EPS. 29. Tentang Rena..
30
EPS. 30. Bukan mimpi.
31
EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32
EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33
EPS. 33. Aku calon suaminya.
34
EPS. 34. Rumah Justin.
35
EPS. 35. Cerita Justin.
36
EPS. 36. Resmi berpacaran.
37
EPS. 37. Perlakuan manis.
38
EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39
EPS. 39. Harus jujur.
40
EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41
EPS. 41. Dua saudari.
42
EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43
EPS. 43. VVIP
44
EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45
EPS. 45. CURHAT.
46
EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47
EPS. 47. Melindungi diam diam.
48
EPS. 48. Dia Qilinku.
49
EPS. 49. Sierra berapi - api.
50
EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51
EPS. 51. Pembunuhan..
52
EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53
EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54
EPS. 54. Rena hamil..
55
EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56
EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57
EPS. 57. Terlalu menggoda
58
EPS. 58. Tanggung jawab..
59
EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60
EPS. 60. Qilin di Culik.
61
EPS. 61. Di pulau terpencil..
62
EPS. 62. Melatih diri.
63
EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64
EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65
EPS. 65. Berlatih menembak.
66
EPS. 66. Mencari Qilin.
67
EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68
EPS. 68. Lima Tikus.
69
EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70
EPS. 70. Memburu Qilin.
71
EPS. 71. Mencari Informasi .
72
EPS. 72. Nyaris bertemu.
73
EPS 73. Menjadi buronan
74
EPS. 74. Hati seorang anak.
75
EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76
EPS. 76. Obsesi..
77
EPS. 77. Mengorbankan diri.
78
EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79
EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80
EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81
EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82
EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83
EPS. 83. Salju pertama..
84
EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85
EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86
EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87
EPS 87. Pulang.
88
EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89
EPS. 89. Welcome home Qilin
90
EPS. 90. Ketulangan.
91
EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92
EPS. 92. Hati Dustin.
93
EPS. 93. Siapa Fendy??
94
EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95
EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96
EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97
EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98
EPS. 98. Rena dan Fendy.
99
EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100
EPS. 100. Rena & Fendy.
101
EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102
EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103
EPS. 103. Melepaskan..
104
EPS. 104. Malam terakhir.
105
EPS. 105. WEDDING day 1.
106
EPS. 106. WEDDING day 2.
107
EPS. 107. Malam yang manis.
108
EPS.108. Polosnya Qilin.
109
EPS. 109. Sore yang manis.
110
EPS. 110. Akhirnya..
111
EPS. 111. Bulan penuh madu.
112
EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113
EPS. 113. Kejutan.
114
EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115
EPS. 115. Asinan..
116
EPS. 116. Ponsel pasangan.
117
EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118
EPS. 118. Cerita Sierra.
119
EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120
EPS. 120. Hamil..
121
EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122
EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123
EPS. 123. IAN yang malang.
124
EPS. 124. Bimbang
125
EPS. 125. Enggan berpisah.
126
EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127
EPS 127, PENYUSUPAN
128
EPS. 128. SELAMAT.
129
EPS. 129. LEGA
130
EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131
EPS. 131. Clins.
132
EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133
EPS. 133. Kado Natal.
134
EPS. 134. Malam duka.
135
EPS. 135. Berita heboh.
136
EPS. 136. Rencana.
137
EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138
EPS. 138. Harus segera pergi.
139
EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140
EPS. 140. Di kepung.
141
EPS. 141. Predator dan mangsa.
142
EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143
EPS. 143. Justin kritis.
144
EPS. 144. Duel.
145
EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146
EPS. 146. Menyusun rencana.
147
EPS. 147. Istri Dustin.
148
PENGUMUMAN.
149
EPS. 149. Menangkap Clins.
150
EPS. 150. Jalan terbaik.
151
EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152
EPS. 152. Penjelasan.
153
EPS. 153. 7 Bulan berlalu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!