Justin yang selalu di tinggal di rumah itu merasa bosan. Dia ingin sekali keluar untuk menjemput Qilin pulang dari tempat kerjanya.
Tapi karena Qilin selalu berpesan untuk tidak keluar rumah tanpa Qilin, Justin pun tidak berani. Dia begitu patuh pada Qilin, dan tidak mau membuat Qilin sedih atau kecewa.
Justin yang tidak memiliki kegiatan itu pun mencari buku yang dia beli dengan Qilin di toko buku. Qilin membelikan Justin buku buku bacaan anak anak, karena Justin saat ini seperti anak anak.
" Dimana bukunya?" Gumam Justin.
Saat ini dia sedang mencari buku yang dia beli, di kamar Qilin tidak ada, jadi dia mencarinya di kamarnya sendiri.
" Ini dia.. " Gumam Justin.
Justin membuka buku cerita itu, dan membacanya sambil melihat gambar yang tertera di buku cerita itu. Tidak terasa Justin menghabiskan waktunya dengan membaca buku itu dari awal hingga akhir.
" Mereka hidup bahagia bersama, seperti Justin dan Qilin." Gumam Justin.
" Kenapa mereka berciuman di mulut? Bukankah mulut untuk makan??" Gumam Justin, ketika melihat gambar akhir cerita dari cerita yang dia baca memperlihatkan protagonis pria dan protagonis wanita berciuman.
" Klatak!" Suara kunci di buka.
Justin tersenyum, karena dia tahu itu pasti Qilin yang pulang. Justin yang bergerak sembrono itu terpeleset keset lantai dan terjatuh hingga kepalanya membentur lantai dengan keras.
" BRAK!" Suara kepala Justin yang membentur lantai.
" Aw!! " Justin kesakitan.
Terdengar suara Qilin yang memanggil manggil Justin, namun saat ini pandangan Justin buram dan berputar putar.
" Qilin.." Gumam Justin sambil kesakitan.
Dan ada bayangan bayangan yang aneh, muncul di kepala Justin.
" Justin! Justin! Kamu kenapa?" Ujar Qilin khawatir.
" Qilin..." Gumam Justin, dan hilang kesadaran.
" Justin! Ya Tuhan, dia kenapa." Gumam Qilin.
Qilin mengangkat tubuh Justin ke ranjang dan merebahkannya dengan perlahan. Qilin memeriksa apakah ada luka atau tidak di tubuh Justin, tapi tidak di temukan luka.
Qilin pun mengambil minyak aroma therapy dan menempelkannya ke hidung Justin.
" Justin, sadarlah.." Gumam Qilin.
Namun Justin tidak menunjukan tanda sadar, Qilin tidak tahu bahwa Justin jatuh dengan keras di lantai, dan Justin sempat sangat kesakitan sebelum akhirnya hilang kesadaran.
Tiba tiba tubuh Justin berkeringat dingin, dan kening Justin juga berkerut seperti orang yang sedang bermimpi buruk.
" Justin.. " Gumam Qilin.
Qilin berlari mengambil air untuk mengompres Justin, karena tubuh Justin mendadak panas tinggi dan Justin mengigau.
" Mom.. Mommy " Gumam Justin.
Qilin tertegun mendengarnya, Justin menyebut kata mommy.
' Apa dia sedang memimpikan ibunya.. Justin pasti merindukan ibunya.' Batin Qilin.
Tiba tiba air matanya mengalir dengan sendirinya, sambil menangis Qilin mengompres kening Justin dan mengelap keringat Justin.
' Kamu harus siap Qilin..' Batin Qilin.
Siap yang Qilin maksudkan adalah siap kehilangan Justin. Jika saat nanti Justin bangun dan mengingat kembali siapa dirinya, maka Qilin tidak bisa menahan Justin pergi.
Hingga tengah malam, Justin belum sadar juga, Qilin bahkan rela tidak beristirahat sama sekali, walau dia sendiri seharian bekerja.
" Panasnya sudah reda, sukurlah.." Gumam Qilin.
Mata Qilin bahkan sampai bengkak, karena dia menangis selama ia mengompres Justin. Qilin tidak bisa membayangkan jika Justin nanti pergi.
Sejak tadi Qilin berperang dengan perasaan nya sendiri, jika benar dirinya sudah jatuh cinta pada Justin, lalu bagaimana dengan dirinya jika Justin tidak ingat pada dirinya, nanti.
" Lupakan, Qilin.. Lupakan perasaan konyolmu. Kamu bahkan tidak pantas di cintai, kamu hanya orang aneh, kamu gadis aneh." Gumam Qilin, lalu menghapus air matanya.
Qilin mencopot handuk yang menempel di kening Justin, dan saat itu Justin membuka matanya dan bertemu tatap dengan Qilin.
Dan entah mengapa air mata Qilin kembali menetes tanpa permisi, Qilin langsung menghapusnya, dan ia mencoba tersenyum.
" Kamu sadar.. Akhirnya." Gumam Qilin, namun Justin tidak menyahut.
' Apakah dia sudah mendapatkan kembali ingatannya, apa dia tidak mengingat aku?' Batin Qilin.
Justin tidak berkata apa apa, tangannya terulur dan menyentuh wajah Qilin untuk menghapus air mata Qilin.
" Qilin menangis? " Ujar Justin.
Satu kata itu, membuat hati Qilin lega, Qilin langsung berhambur ke pelukan Justin dan menangis tersedu sedu. Justin pun mengusap usap punggung Qilin sambil kebingungan.
" Kamu masih ingat denganku? Kamu tidak melupakan aku?" Ujar Qilin.
" Justin tidak akan lupa dengan Qilin.." Ujar Justin.
' Dia belum mendapatkan ingatannya kembali. ' Batin Qilin.
" Terimakasih.." Ujar Qilin.
Entah apakah Qilin termasuk orang jahat atau apa, dia tidak rela dan tidak siap jika sampai Justin mendadak mendapatkan ingatannya kembali.
Satu bulan bukan satu hari, selama satu bulan itu, Qilin sudah menghabiskan banyak hal dengan Justin. Tawanya, manjanya, kesembronoan Justin, semuanya itu sudah mereka lewatkan selama satu bulan.
Hanya Justin satu satunya alasan dia berlari begitu cepat ketika dia pulang bekerja. Dia menghawatirkan Justin, memikirkan apakah Justin baik baik saja atau tidak, lalu bagaimana jika Justin tiada?
" Maaf Justin ceroboh, Justin jatuh di lantai dan membuat Qilin khawatir." Ujar Justin.
Qilin memeluk Justin sangat erat, begitu juga Justin. Akhirnya mereka tertidur sambil berpelukan hingga pagi pun tiba mereka masih di posisi yang sama, yakni Qilin berada di pelukan Justin.
Justin lebih dulu bangun, dan melihat Qilin yang masih terlelap di pelukannya. Justin mencium kening Qilin, dan memejamkan kembali matanya.
Dan tak lama, Qilin pun terbangun, karena cahaya matahari yang menyilaukan matanya.
" Astaga, aku bangun siang sekali." Gumam Qilin.
Qilin pun melepaskan dirinya dari Justin, dan duduk. Ia melihat jam yang rupanya sudah pukul 10 pagi. Untungnya hari ini hari libur, Qilin pun turun dari ranjang dan mengikat rambutnya secara asal.
Qilin membereskan semua peralatan yang ia gunakan untuk mengompres Justin, lalu membawanya keluar.
Qilin mengambil baju ganti lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, semalam dia tidak mandi karena begitu pulang langsung panik melihat Justin yang tidak sadarkan diri.
Sementara itu, Justin terbangun dan tak menemukan Qilin di pelukannya. Dia pun langsung bangun dan berlari turun ke bawah sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
" Qilin.. " Panggil Justin.
Justin masuk ke dalam kamar Qilin tapi tidak menemukan Qilin di sana.
" Qilin sudah pergi." Gumam Justin. Justin duduk di sofa menghadap jendela seperti peliharaan yang di tinggal tuannya.
Qilin selesai dari kamar madi, dan ia melihat Justin yang sedang duduk dengan menyedihkan menghadap jendela.
' Apa setiap aku pergi bekerja, Justin akan duduk menungguku seperti itu?' Batin Qilin.
Qilin berjalan dan menghampiri Justin yang masih sesekali memijat kepalanya.
" Justin.." Panggil Qilin.
Justin mendongak ke atas, dan melihat Qilin dengan pakaian rumah, Justin tersenyum dan langsung memeluk kaki Qilin.
" Qilin, justin pikir Qilin sudah pergi." Ujar Justin.
Qilin tersenyum, ketakutannya akan ingatan Justin yang kembali, tidak terjadi.
" Aku libur bekerja, ayo duduk di sofa." Ujar Qilin.
Justin bangun, lalu mengekori Qilin dan duduk di sofa. Qilin menempelkan keningnya ke kening Justin untuk memastikan apakah suhu tubuh Justin sungguh sudah normal arau tidak.
Namun Qilin justru kembali terpukau dengan tatapan Justin yang sedalam lautan itu.
' Tidak Qilin, jangan jatuh cinta pada Justin.' Batin Qilin.
Qilin pun menjauhkan kepalanya dan tersenyum karena suhu tubuh Justin sudah normal.
" Kamu sudah sembuh." Ujar Qilin, dan Justin mengangguk.
" Kenapa kamu duduk di sana dan menatap Jendela, tadi?" Tanya Qilin.
" Justin menunggu Qilin pulang. " Ujar Justin polos.
" Justin merindukan Qilin saat Qilin bekerja, dan senang saat Qilin pulang." Ujar Justin polos.
' Dia begitu patuh dan menggemaskan, tapi dia jadi terpenjara di rumah karena aku melarangnya keluar. Aku hanya takut ada orang jahat yang membawanya pergi.' Batin Qilin.
TO BE CONTINUED...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
gak salah jg sih Qilin larang Justin jngn keluar rumah
2025-01-16
0
YNa Msa
Emang Benar Takut di Manfaatkan orang" Jahat
2024-02-03
1
Fiya Diya
episod berapa Justin di temui?
2024-01-14
1