Qilin membersihkan rumahnya itu semampunya dulu. Yang terpenting adalah kamar yang akan mereka tempati untuk tidur dulu.
Qilin lebih dulu membersihkan kamar yang di atas, semua prabotan di sana masih lengkap, namun di tutup kain putih, mungkin tujuannya adalah tidak berdebu. Qilin mengganti sprei ranjangnya, dengan sprei yang tersedia di lemari.
Justin juga membantu Qilin membersihkan kamar itu, dia mengangkat kain - kain putih yang menutupi prabotan.
" Qilin, tolong.." Ujar suara Justin yang minta tolong.
" Ha? Justin kamu di mana?"Ujar Ryn kebingungan.
" Di bawah.." Ujar Justin.
Qilin terkejut mendengarnya, lalu dia pun melihat ke kolong dan Justin sedang tersangkut di sana.
" Hahahaha.. " Qilin tertawa melihatnya.
" Qilin..." Ujar Justin merengek.
Justin berada di sisi kiri ranjang, tubuh bagian bawahnya tersangkut di ranjang. Qilin pun berjongkok di depan Justin yang sedang kelojotan berusaha mengeluarkan diri dari kolong.
Justin terlihat seperti anak kecil yang sedang kesulitan dan kesakitan, wajahnya suah merah menahan tangis.
" Kamu sedang apa di kolong?" Tanya Qilin sambil menahan tawa.
" Justin mengambil sesuatu, tapi Justin tersangkut." Ujar Justin.
" Astaga, anak ini.. " Ujar Qilin lalu mengacak rambut Justin.
" Qilin, ****** Justin sakit." Ujar Justin polos.
" Sebentar - sebentar." Ujar Qilin.
Qilin pun mengangkat ranjang itu semampunya, dan Justin bisa keluar dari sana. Justin tampak kesakitan karena tubuh bagian belakangnya terluka akibat goresan ranjang kayu itu.
" Apakah sakit??" Tanya Qilin dan Justin mengangguk.
" Maaf, ya.. aku tidak bermaksud menertawakanmu. Sebentar aku ambil obat dulu di bawah." Ujar Qilin lalu lari ke lantai.
Jangan heran dengan kelakuan Justin, setelah dia hilang ingatan, dia menjadi idiot. Sifat Justin lebih seperti anak anak dari pada pria berusia 27 tahun.
" Kemari, telungkuplah, biaraku obati lukanya." Ujar Qilin.
Justin pun menurut dan telungkup di ranjang, Qilin membuka kaos Justin dan terlihat sudah ada lecet lecet di pinggang Jstin.
" Astaga, jika tersangkut jangan langsung panik dan menarik diri, pinggangmu jadi terluka begini." Ujar Qilin.
" Aw! Qilin, perih." Teriak Justin.
" Maaf - maaf.. " Ujar Qilin.
" Nah.. selesai, jika kamu kesakitan, kamu bisa tidur lebih dulu, aku akan membersihkan kamar di bawah." Ujar Qilin.
" Justin ingin membantu Qilin." Ujar Justin.
" Patuh, ya.. pinggangmu terluka, kamu tidur saja." Ujar Qilin.
" Baiklah, ciuman selamat tidur." Ujar Justin sambil menepuk pipinya.
Qilin kesulitan menelan ludahnya sendiri, dari mana Justin tahu tentang ciuman selamat tidur pikirnya.
" Qilin.." Ujar Justin.
" Dari mana kamu belajar tentang ciuman ciuman begitu??" Ujar Qilin.
" Ini.." Ujar Justin sembari menunjukan buku cerita anak anak.
' Astaga, Qilin.. Otakmu sungguh bermasalah. Justin adalah pria polos..' Batin Qilin merasa malu sendiri.
Akhirnya dengan ragu, Qilin pun mendekatkan wajahnya ke wajah Justin, lalu mengecup pipi Justin. Justin pun tersenyum senang.
" Terimakasih, Qilin." Ujar Justin dengan senyum manis.
" Tidurlah, aku akan turun ke bawah." Ujar Qilin dan langsung berlari pergi meninggalkan Justin.
" DEG! DEG! DEG! " Suara jantung Qilin bergemuruh. Wajah Qilin bahkan sangat merah saat ini.
Bagaimanapun Justin sebenarnya adalah pria dewasa, hanya otaknya saja yang bermasalah. Sementara Qilin, dia sebenarnya gadis polos yang belum tahu tentang asmara.
Dan ciuman tadi, adalah ciuman pertama Qilin.
' Kenapa aku jadi berdebar begini?? Apakah aku sakit jantung? ' Batin Qilin dengan nafas terengah - engah.
Tidak mau berlama lama dengan perasaan anehnya, Qilin pun langsung melanjutkan aktifitasnya dan membersihkan kamarnya di lantai bawah.
Setelah selesai, dia pun merebahkan dirinya di ranjang, dia selesai pada pukul 10 malam namun tidak membuatnya mengantuk.
Qilin masih saja berdebar kerika mengingat ciuman yang dia berikan pada Justin sebelumnya.
' Haiyah Qilin.. Ayo cepat tidur, besok adalah hari pertamamu masuk kerja." Ujar Qilin.
Qilin pun memejamkan matanya, dan perlahan dia pergi ke alam mimpi. Setelah Qilin pulas, tiba tiba pintu kamarnya terbuka. Terlihat Justin yang berdiri di depan pintu dengan wajah serius.
" Qilin.." Gumam Justin dengan nada gemetar.
Justin masuk kedalam kamar Qilin, lalu dia melihat Qilin yang sudah tertidur pulas. Tanpa aba aba, Justin ikut merebahkan dirinya di sisi Qilin, lalu ikut tidur sambil memeluk Qilin.
Ke esokan harinya..
Qilin bangun, dan terkejut ketika mendapati Justin tidur dengan dirinya.
"Justin??? Kenapa aku tidur dengan Justin?" Gumam Qilin.
Qilin memastikan bahwa kamar yang di tidurinya itu adalah kamarnya di lantai bawah, lalu kenapa ada Justin di sana?
Qilin akhirnya bangun dan mulai kembali bersiap sebelum Justin bangun. Karena waktu juga masih terlalu pagi untuk berangkat ke tempat kerja, akhirnya Qilin pun melanjutlan kembali membersihlan rumah itu.
Setelah semua selesai dan bersih, terdengar suara penjual makanan yang lewat di depan rumah. Rupanya itu penjual bubur ayam keliling. Qilin pun membeli bubur itu, untuk sarapannya dengan Justin.
Terlihat Justin yang sudah bangun dan duduk di sofa ruang tengah.
" Kamu sudah bangun? Ini ada bubur ayam." Ujar Qilin.
Namun Justin terlihat duduk diam, Qilin pun merasa aneh dengan Justin.
" Kenapa kamu diam saja? Apakah kamu sakit?" Tanya Qilin, dan Justin menggeleng.
" Lalu?? Apakah ada yang kamu rasakan?" Tanya Qilin.
Justin menatap Qilin begitu serius, sampai Qilin menjadi gugup sendiri.
' Apakah Justin sudsh ingat kembali siapa dirinya??' Batin Qilin.
" Just.."
" Qilin, Justin pipis di celana.." Ujar Justin memotong ucapan Qilin.
DOENG!!
Qilin menjatuhkan dagunya mendengar apa yang Justin katakan.
" Kamu.. apa?? " Tanya Qilin memastikan pendengarannya.
" Pipis di celana. Maaf Qilin, Justin tidak bermaksud pipis di celana, tapi semalam saat Justin tidur ada yang mengetuk - ketuk jendela kamar Justin." Ujar Justin.
' Astaga..' Batin Qilin.
" Tidak apa apa.. Justin tidak sengaja." Ujar Qilin, sambil mengusap kepala Justin.
" Qilin tidak marah??" Ujar Justin, dan Qilin menggeleng.
" Makanlah, Aku akan membersihkan kamarmu." Ujar Qilin, dan Justin mengangguk.
Qilin masuk ke kamar Justin, dan...
' Alamak, berantakan sekali.' Batin Qilin.
Qilin memunguti celana, kain, dan semua yang terkena oleh kerusuhan Justin. Lalu memasukannya ke keranjang baju kotor. Qilin mengganti semuanya dengan yang baru.
" Justin, aku akan bekerja hari ini. Tidak jauh, tapi tetap kamu tidak boleh kemana mana, karwna di luar berbahaya." Ujar Qilin setelah siap untuk berangkat kerja.
" Tapi Justin tidak mau di kamar." Ujar Justin.
" Kamu boleh dimana saja, asal selalu di dalam rumah. Jangan buka pintu untuk siapapun selain aku, oke?" Ujar Qilin.
" Oke.." Ujar Justin.
" Nanti makan siang aku pulang bawa makanan untukmu." Ujar Qilin.
" Janji?" Tanya Justin, dan Qilin mengangguk.
" Aku pergi dulu, ya?" Ujar Qilin.
Akhirnya Qilin pun keluar untuk pergi ke cafe tempatnya bekerja. Dari rumahnya ke cafe tempatnya bekerja tidak begitu jauh, hanya sekitar sepuluh menit berjalan kaki.
Di tempat lain..
Arthur sedang menginstruksikan anak buahnya untuk mencopot semua iklan Justin yang hilang di semua jalanan. Karena Justin sudah jelas masih hidup.
Arthur berasumsi bahwa kemungkinan Justin di culik saat ini, karena dari vodeo cctv, terlihat Justin di buru buru untuk masuk ke dalam taksi.
Sierra khawatir jika Justin akan di siksa atau di sandera oleh gadis berambut perak yang membawa Justin pergi.
" Sepertinya gadis itu mengenal Justin, atau mungkin dia adalah penggemar Justin yang nekat? Beraninya dia mendorong cucuku masuk kedalam taksi dengan paksa. " Ujar Sahara.
" Kita akan melacaknya lagi, sayang nya wajah gadis itu tidak begitu terlihat jelas dari cctv." Ujar Arthur.
" Siapapun dia, aku akan memberi hukuman karena sudah menculik kakak." Ujar Dustin yang saat ini sedang memeluk Sierra.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
aduh Justin kmu bikin ngakak aja nih 🤣🤣
2025-01-16
0
Nur Bahagia
wkwkwk doi ngompol 🤦♀️🤣
2024-09-04
1
Nur Bahagia
aku juga penasaran Lin 😅
2024-09-04
1