EPS. 8. Ciuman pertama.

Qilin membersihkan rumahnya itu semampunya dulu. Yang terpenting adalah kamar yang akan mereka tempati untuk tidur dulu.

Qilin lebih dulu membersihkan kamar yang di atas, semua prabotan di sana masih lengkap, namun di tutup kain putih, mungkin tujuannya adalah tidak berdebu. Qilin mengganti sprei ranjangnya, dengan sprei yang tersedia di lemari.

Justin juga membantu Qilin membersihkan kamar itu, dia mengangkat kain - kain putih yang menutupi prabotan.

" Qilin, tolong.." Ujar suara Justin yang minta tolong.

" Ha? Justin kamu di mana?"Ujar Ryn kebingungan.

" Di bawah.." Ujar Justin.

Qilin terkejut mendengarnya, lalu dia pun melihat ke kolong dan Justin sedang tersangkut di sana.

" Hahahaha.. " Qilin tertawa melihatnya.

" Qilin..." Ujar Justin merengek.

Justin berada di sisi kiri ranjang, tubuh bagian bawahnya tersangkut di ranjang. Qilin pun berjongkok di depan Justin yang sedang kelojotan berusaha mengeluarkan diri dari kolong.

Justin terlihat seperti anak kecil yang sedang kesulitan dan kesakitan, wajahnya suah merah menahan tangis.

" Kamu sedang apa di kolong?" Tanya Qilin sambil menahan tawa.

" Justin mengambil sesuatu, tapi Justin tersangkut." Ujar Justin.

" Astaga, anak ini.. " Ujar Qilin lalu mengacak rambut Justin.

" Qilin, ****** Justin sakit." Ujar Justin polos.

" Sebentar - sebentar." Ujar Qilin.

Qilin pun mengangkat ranjang itu semampunya, dan Justin bisa keluar dari sana. Justin tampak kesakitan karena tubuh bagian belakangnya terluka akibat goresan ranjang kayu itu.

" Apakah sakit??" Tanya Qilin dan Justin mengangguk.

" Maaf, ya.. aku tidak bermaksud menertawakanmu. Sebentar aku ambil obat dulu di bawah." Ujar Qilin lalu lari ke lantai.

Jangan heran dengan kelakuan Justin, setelah dia hilang ingatan, dia menjadi idiot. Sifat Justin lebih seperti anak anak dari pada pria berusia 27 tahun.

" Kemari, telungkuplah, biaraku obati lukanya." Ujar Qilin.

Justin pun menurut dan telungkup di ranjang, Qilin membuka kaos Justin dan terlihat sudah ada lecet lecet di pinggang Jstin.

" Astaga, jika tersangkut jangan langsung panik dan menarik diri, pinggangmu jadi terluka begini." Ujar Qilin.

" Aw! Qilin, perih." Teriak Justin.

" Maaf - maaf.. " Ujar Qilin.

" Nah.. selesai, jika kamu kesakitan, kamu bisa tidur lebih dulu, aku akan membersihkan kamar di bawah." Ujar Qilin.

" Justin ingin membantu Qilin." Ujar Justin.

" Patuh, ya.. pinggangmu terluka, kamu tidur saja." Ujar Qilin.

" Baiklah, ciuman selamat tidur." Ujar Justin sambil menepuk pipinya.

Qilin kesulitan menelan ludahnya sendiri, dari mana Justin tahu tentang ciuman selamat tidur pikirnya.

" Qilin.." Ujar Justin.

" Dari mana kamu belajar tentang ciuman ciuman begitu??" Ujar Qilin.

" Ini.." Ujar Justin sembari menunjukan buku cerita anak anak.

' Astaga, Qilin.. Otakmu sungguh bermasalah. Justin adalah pria polos..' Batin Qilin merasa malu sendiri.

Akhirnya dengan ragu, Qilin pun mendekatkan wajahnya ke wajah Justin, lalu mengecup pipi Justin. Justin pun tersenyum senang.

" Terimakasih, Qilin." Ujar Justin dengan senyum manis.

" Tidurlah, aku akan turun ke bawah." Ujar Qilin dan langsung berlari pergi meninggalkan Justin.

" DEG! DEG! DEG! " Suara jantung Qilin bergemuruh. Wajah Qilin bahkan sangat merah saat ini.

Bagaimanapun Justin sebenarnya adalah pria dewasa, hanya otaknya saja yang bermasalah. Sementara Qilin, dia sebenarnya gadis polos yang belum tahu tentang asmara.

Dan ciuman tadi, adalah ciuman pertama Qilin.

' Kenapa aku jadi berdebar begini?? Apakah aku sakit jantung? ' Batin Qilin dengan nafas terengah - engah.

Tidak mau berlama lama dengan perasaan anehnya, Qilin pun langsung melanjutkan aktifitasnya dan membersihkan kamarnya di lantai bawah.

Setelah selesai, dia pun merebahkan dirinya di ranjang, dia selesai pada pukul 10 malam namun tidak membuatnya mengantuk.

Qilin masih saja berdebar kerika mengingat ciuman yang dia berikan pada Justin sebelumnya.

' Haiyah Qilin.. Ayo cepat tidur, besok adalah hari pertamamu masuk kerja." Ujar Qilin.

Qilin pun memejamkan matanya, dan perlahan dia pergi ke alam mimpi. Setelah Qilin pulas, tiba tiba pintu kamarnya terbuka. Terlihat Justin yang berdiri di depan pintu dengan wajah serius.

" Qilin.." Gumam Justin dengan nada gemetar.

Justin masuk kedalam kamar Qilin, lalu dia melihat Qilin yang sudah tertidur pulas. Tanpa aba aba, Justin ikut merebahkan dirinya di sisi Qilin, lalu ikut tidur sambil memeluk Qilin.

Ke esokan harinya..

Qilin bangun, dan terkejut ketika mendapati Justin tidur dengan dirinya.

"Justin??? Kenapa aku tidur dengan Justin?" Gumam Qilin.

Qilin memastikan bahwa kamar yang di tidurinya itu adalah kamarnya di lantai bawah, lalu kenapa ada Justin di sana?

Qilin akhirnya bangun dan mulai kembali bersiap sebelum Justin bangun. Karena waktu juga masih terlalu pagi untuk berangkat ke tempat kerja, akhirnya Qilin pun melanjutlan kembali membersihlan rumah itu.

Setelah semua selesai dan bersih, terdengar suara penjual makanan yang lewat di depan rumah. Rupanya itu penjual bubur ayam keliling. Qilin pun membeli bubur itu, untuk sarapannya dengan Justin.

Terlihat Justin yang sudah bangun dan duduk di sofa ruang tengah.

" Kamu sudah bangun? Ini ada bubur ayam." Ujar Qilin.

Namun Justin terlihat duduk diam, Qilin pun merasa aneh dengan Justin.

" Kenapa kamu diam saja? Apakah kamu sakit?" Tanya Qilin, dan Justin menggeleng.

" Lalu?? Apakah ada yang kamu rasakan?" Tanya Qilin.

Justin menatap Qilin begitu serius, sampai Qilin menjadi gugup sendiri.

' Apakah Justin sudsh ingat kembali siapa dirinya??' Batin Qilin.

" Just.."

" Qilin, Justin pipis di celana.." Ujar Justin memotong ucapan Qilin.

DOENG!!

Qilin menjatuhkan dagunya mendengar apa yang Justin katakan.

" Kamu.. apa?? " Tanya Qilin memastikan pendengarannya.

" Pipis di celana. Maaf Qilin, Justin tidak bermaksud pipis di celana, tapi semalam saat Justin tidur ada yang mengetuk - ketuk jendela kamar Justin." Ujar Justin.

' Astaga..' Batin Qilin.

" Tidak apa apa.. Justin tidak sengaja." Ujar Qilin, sambil mengusap kepala Justin.

" Qilin tidak marah??" Ujar Justin, dan Qilin menggeleng.

" Makanlah, Aku akan membersihkan kamarmu." Ujar Qilin, dan Justin mengangguk.

Qilin masuk ke kamar Justin, dan...

' Alamak, berantakan sekali.' Batin Qilin.

Qilin memunguti celana, kain, dan semua yang terkena oleh kerusuhan Justin. Lalu memasukannya ke keranjang baju kotor. Qilin mengganti semuanya dengan yang baru.

" Justin, aku akan bekerja hari ini. Tidak jauh, tapi tetap kamu tidak boleh kemana mana, karwna di luar berbahaya." Ujar Qilin setelah siap untuk berangkat kerja.

" Tapi Justin tidak mau di kamar." Ujar Justin.

" Kamu boleh dimana saja, asal selalu di dalam rumah. Jangan buka pintu untuk siapapun selain aku, oke?" Ujar Qilin.

" Oke.." Ujar Justin.

" Nanti makan siang aku pulang bawa makanan untukmu." Ujar Qilin.

" Janji?" Tanya Justin, dan Qilin mengangguk.

" Aku pergi dulu, ya?" Ujar Qilin.

Akhirnya Qilin pun keluar untuk pergi ke cafe tempatnya bekerja. Dari rumahnya ke cafe tempatnya bekerja tidak begitu jauh, hanya sekitar sepuluh menit berjalan kaki.

Di tempat lain..

Arthur sedang menginstruksikan anak buahnya untuk mencopot semua iklan Justin yang hilang di semua jalanan. Karena Justin sudah jelas masih hidup.

Arthur berasumsi bahwa kemungkinan Justin di culik saat ini, karena dari vodeo cctv, terlihat Justin di buru buru untuk masuk ke dalam taksi.

Sierra khawatir jika Justin akan di siksa atau di sandera oleh gadis berambut perak yang membawa Justin pergi.

" Sepertinya gadis itu mengenal Justin, atau mungkin dia adalah penggemar Justin yang nekat? Beraninya dia mendorong cucuku masuk kedalam taksi dengan paksa. " Ujar Sahara.

" Kita akan melacaknya lagi, sayang nya wajah gadis itu tidak begitu terlihat jelas dari cctv." Ujar Arthur.

" Siapapun dia, aku akan memberi hukuman karena sudah menculik kakak." Ujar Dustin yang saat ini sedang memeluk Sierra.

TO BE CONTINUED..

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

aduh Justin kmu bikin ngakak aja nih 🤣🤣

2025-01-16

0

Nur Bahagia

Nur Bahagia

wkwkwk doi ngompol 🤦‍♀️🤣

2024-09-04

1

Nur Bahagia

Nur Bahagia

aku juga penasaran Lin 😅

2024-09-04

1

lihat semua
Episodes
1 EPS. 1 Prologue.
2 EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3 EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4 EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5 EPS. 5. Simpang jalan.
6 EPS. 6. Kost kostan darurat.
7 EPS. 7. Ayo menikah..
8 EPS. 8. Ciuman pertama.
9 EPS. 9. Janji manis Justin.
10 EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11 EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12 EPS. 12. Mencari Qilin.
13 EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14 EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15 EPS. 15. Justin terjatuh.
16 EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17 EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18 EP. 18. JUSTIN MALU.
19 EPS. 19. Qilin di culik.
20 EPS. 20. Di pisahkan.
21 EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22 EPS. 22. Saling merindukan.
23 EPS. 23. Merelakan.
24 EPS. 24. Mencoba bangkit.
25 EPS. 25. Hari operasi Justin.
26 EPS. 26. Justin Sadar.
27 EPS. 27. Justin pulang.
28 EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29 EPS. 29. Tentang Rena..
30 EPS. 30. Bukan mimpi.
31 EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32 EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33 EPS. 33. Aku calon suaminya.
34 EPS. 34. Rumah Justin.
35 EPS. 35. Cerita Justin.
36 EPS. 36. Resmi berpacaran.
37 EPS. 37. Perlakuan manis.
38 EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39 EPS. 39. Harus jujur.
40 EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41 EPS. 41. Dua saudari.
42 EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43 EPS. 43. VVIP
44 EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45 EPS. 45. CURHAT.
46 EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47 EPS. 47. Melindungi diam diam.
48 EPS. 48. Dia Qilinku.
49 EPS. 49. Sierra berapi - api.
50 EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51 EPS. 51. Pembunuhan..
52 EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53 EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54 EPS. 54. Rena hamil..
55 EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56 EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57 EPS. 57. Terlalu menggoda
58 EPS. 58. Tanggung jawab..
59 EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60 EPS. 60. Qilin di Culik.
61 EPS. 61. Di pulau terpencil..
62 EPS. 62. Melatih diri.
63 EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64 EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65 EPS. 65. Berlatih menembak.
66 EPS. 66. Mencari Qilin.
67 EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68 EPS. 68. Lima Tikus.
69 EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70 EPS. 70. Memburu Qilin.
71 EPS. 71. Mencari Informasi .
72 EPS. 72. Nyaris bertemu.
73 EPS 73. Menjadi buronan
74 EPS. 74. Hati seorang anak.
75 EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76 EPS. 76. Obsesi..
77 EPS. 77. Mengorbankan diri.
78 EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79 EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80 EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81 EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82 EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83 EPS. 83. Salju pertama..
84 EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85 EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86 EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87 EPS 87. Pulang.
88 EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89 EPS. 89. Welcome home Qilin
90 EPS. 90. Ketulangan.
91 EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92 EPS. 92. Hati Dustin.
93 EPS. 93. Siapa Fendy??
94 EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95 EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96 EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97 EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98 EPS. 98. Rena dan Fendy.
99 EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100 EPS. 100. Rena & Fendy.
101 EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102 EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103 EPS. 103. Melepaskan..
104 EPS. 104. Malam terakhir.
105 EPS. 105. WEDDING day 1.
106 EPS. 106. WEDDING day 2.
107 EPS. 107. Malam yang manis.
108 EPS.108. Polosnya Qilin.
109 EPS. 109. Sore yang manis.
110 EPS. 110. Akhirnya..
111 EPS. 111. Bulan penuh madu.
112 EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113 EPS. 113. Kejutan.
114 EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115 EPS. 115. Asinan..
116 EPS. 116. Ponsel pasangan.
117 EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118 EPS. 118. Cerita Sierra.
119 EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120 EPS. 120. Hamil..
121 EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122 EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123 EPS. 123. IAN yang malang.
124 EPS. 124. Bimbang
125 EPS. 125. Enggan berpisah.
126 EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127 EPS 127, PENYUSUPAN
128 EPS. 128. SELAMAT.
129 EPS. 129. LEGA
130 EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131 EPS. 131. Clins.
132 EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133 EPS. 133. Kado Natal.
134 EPS. 134. Malam duka.
135 EPS. 135. Berita heboh.
136 EPS. 136. Rencana.
137 EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138 EPS. 138. Harus segera pergi.
139 EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140 EPS. 140. Di kepung.
141 EPS. 141. Predator dan mangsa.
142 EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143 EPS. 143. Justin kritis.
144 EPS. 144. Duel.
145 EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146 EPS. 146. Menyusun rencana.
147 EPS. 147. Istri Dustin.
148 PENGUMUMAN.
149 EPS. 149. Menangkap Clins.
150 EPS. 150. Jalan terbaik.
151 EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152 EPS. 152. Penjelasan.
153 EPS. 153. 7 Bulan berlalu.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
EPS. 1 Prologue.
2
EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3
EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4
EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5
EPS. 5. Simpang jalan.
6
EPS. 6. Kost kostan darurat.
7
EPS. 7. Ayo menikah..
8
EPS. 8. Ciuman pertama.
9
EPS. 9. Janji manis Justin.
10
EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11
EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12
EPS. 12. Mencari Qilin.
13
EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14
EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15
EPS. 15. Justin terjatuh.
16
EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17
EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18
EP. 18. JUSTIN MALU.
19
EPS. 19. Qilin di culik.
20
EPS. 20. Di pisahkan.
21
EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22
EPS. 22. Saling merindukan.
23
EPS. 23. Merelakan.
24
EPS. 24. Mencoba bangkit.
25
EPS. 25. Hari operasi Justin.
26
EPS. 26. Justin Sadar.
27
EPS. 27. Justin pulang.
28
EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29
EPS. 29. Tentang Rena..
30
EPS. 30. Bukan mimpi.
31
EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32
EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33
EPS. 33. Aku calon suaminya.
34
EPS. 34. Rumah Justin.
35
EPS. 35. Cerita Justin.
36
EPS. 36. Resmi berpacaran.
37
EPS. 37. Perlakuan manis.
38
EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39
EPS. 39. Harus jujur.
40
EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41
EPS. 41. Dua saudari.
42
EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43
EPS. 43. VVIP
44
EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45
EPS. 45. CURHAT.
46
EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47
EPS. 47. Melindungi diam diam.
48
EPS. 48. Dia Qilinku.
49
EPS. 49. Sierra berapi - api.
50
EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51
EPS. 51. Pembunuhan..
52
EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53
EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54
EPS. 54. Rena hamil..
55
EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56
EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57
EPS. 57. Terlalu menggoda
58
EPS. 58. Tanggung jawab..
59
EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60
EPS. 60. Qilin di Culik.
61
EPS. 61. Di pulau terpencil..
62
EPS. 62. Melatih diri.
63
EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64
EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65
EPS. 65. Berlatih menembak.
66
EPS. 66. Mencari Qilin.
67
EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68
EPS. 68. Lima Tikus.
69
EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70
EPS. 70. Memburu Qilin.
71
EPS. 71. Mencari Informasi .
72
EPS. 72. Nyaris bertemu.
73
EPS 73. Menjadi buronan
74
EPS. 74. Hati seorang anak.
75
EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76
EPS. 76. Obsesi..
77
EPS. 77. Mengorbankan diri.
78
EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79
EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80
EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81
EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82
EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83
EPS. 83. Salju pertama..
84
EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85
EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86
EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87
EPS 87. Pulang.
88
EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89
EPS. 89. Welcome home Qilin
90
EPS. 90. Ketulangan.
91
EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92
EPS. 92. Hati Dustin.
93
EPS. 93. Siapa Fendy??
94
EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95
EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96
EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97
EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98
EPS. 98. Rena dan Fendy.
99
EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100
EPS. 100. Rena & Fendy.
101
EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102
EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103
EPS. 103. Melepaskan..
104
EPS. 104. Malam terakhir.
105
EPS. 105. WEDDING day 1.
106
EPS. 106. WEDDING day 2.
107
EPS. 107. Malam yang manis.
108
EPS.108. Polosnya Qilin.
109
EPS. 109. Sore yang manis.
110
EPS. 110. Akhirnya..
111
EPS. 111. Bulan penuh madu.
112
EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113
EPS. 113. Kejutan.
114
EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115
EPS. 115. Asinan..
116
EPS. 116. Ponsel pasangan.
117
EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118
EPS. 118. Cerita Sierra.
119
EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120
EPS. 120. Hamil..
121
EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122
EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123
EPS. 123. IAN yang malang.
124
EPS. 124. Bimbang
125
EPS. 125. Enggan berpisah.
126
EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127
EPS 127, PENYUSUPAN
128
EPS. 128. SELAMAT.
129
EPS. 129. LEGA
130
EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131
EPS. 131. Clins.
132
EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133
EPS. 133. Kado Natal.
134
EPS. 134. Malam duka.
135
EPS. 135. Berita heboh.
136
EPS. 136. Rencana.
137
EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138
EPS. 138. Harus segera pergi.
139
EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140
EPS. 140. Di kepung.
141
EPS. 141. Predator dan mangsa.
142
EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143
EPS. 143. Justin kritis.
144
EPS. 144. Duel.
145
EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146
EPS. 146. Menyusun rencana.
147
EPS. 147. Istri Dustin.
148
PENGUMUMAN.
149
EPS. 149. Menangkap Clins.
150
EPS. 150. Jalan terbaik.
151
EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152
EPS. 152. Penjelasan.
153
EPS. 153. 7 Bulan berlalu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!