Di kediaman Arthur, Arthur dan Sierra sedang duduk diam dengan wajah penuh kebingungan. Malvin sudah menceritakan pada mereka apa yang Malvin temukan di kost kost an yang Malvin datangi sore tadi.
Sierra menjadi semakin khawatir, jika apa yang di sampaikan Malvin itu benar adanya.. maka Justin pasti sedang kesulitan saat ini.
" Kemungkinan besarnya, kakak hilang ingatan." Ujar Dustin.
" Kenapa jadi runyam begini, Justin berada di satu kota yang sama dengan kita, tapi kita sulit mencarinya." Ujar Sierra memijat keningnya.
Tiba tiba Malvin masuk ke dalam dan membawa laptop serta beberapa lembar kertas, dia berjalan dengan tergesa gesa.
" Tuan, saya sudah mendapatkan identitas gadis itu." Ujar Malvin.
Sierra langsung bangun dan mengambil kertas yang ada di tangan Malvin. Sierra melihat foto seorang gadis di kertas itu berikut identitasnya.
" Qilin?? " Ujar Sierra.
" Benar, namanya hanya itu, tidak ada nama belakangnya. "Ujar Malvin.
" Kenapa ada dua identitas?" Tanya Sierra karena ada dua lembar kertas dan di sana tertera tanggal lahir dan alamat yang berbeda.
" Saya sudah menyelidikinya, dia adalah anak adopsi sebuah keluarga di Bogor, tapi belum lama ini dia memperbaharui identitasnya dengan mengatakan bahwa tanggal lahirnya salah." Ujar Malvin.
" Apakah sudah dapat alamatnya?" Tanya Arthur.
" Sudah tuan, di sini." Ujar Malvin sambil memberikan sebuah alamat rumah.
" Besok kita kembali ke bogor." Ujar Arthur, dan Malvin mengangguk.
Di tempat lain..
Di rumah Qilin, saat ini Qilin sedang duduk diam di ruang tengah sendirian. Dia masih memikirkan ucapan Justin sebelumnya.
" Justin ingat masa masa sekolahnya, tapi kenapa dia tidak ingat siapa dirinya dan keluargamya?" Gumam Qilin.
" Aku harus segera membawa Justin ke klinik, supaya Justin bisa di tangani." Gumam Qilin.
Qilin bangun dan naik ke lantai dua, di lantai dua ada kamar Justin dan balkon untuk menjemur pakaian. Qilin masuk kedalam kamar Justin dan melihat Justin yang sudah tidur.
Qilin berjongkok dan menatap wajah Justin yang sedang terlelap itu. Wajah tampan dengan luka yang belum sembuh itu, begitu membuat Qilin tidak tenang akhir akhir ini.
Tiba tiba Justin membuka matanya dan bertemu tatap dengan Qilin.
" Qilin belum tidur?" Tanya Justin, dengan suara seraknya dan Qilin menggeleng.
" Qilin tidak bisa tidur?" Tanya Justin dan Qilin mengangguk.
Justin langsung menggeser dirinya lalu menepuk sisi ranjangnya yang kosong.
" Qilin tidur dengan justin." Ujar Justin.
Dan entah mengapa Qilin bangun dan merebahkan dirinya di samping Justin. Justin langsung mendakap Qilin kedalam pelukannya, dan Qilin merasa nyaman dengan pelukan Justin.
" Tidurlah Qilin." Gumam Justin, dan kembali terlelap.
' Padahal aku yang mengatakan bahwa pria dewasa dan perempuan dewasa tidak boleh tidur bersama, tapi justru aku sendiri yang melanggarnya.' Batin Qilin.
Dan ya.. Pelukan Justin membuat Qilin tertidur dengan nyaman.
Ke esokan harinya..
Sierra, Arthur dan Malvin saat ini mendatangi sebuah rumah di kota bogor. Rumah mewah yang berada di dekat hutan itu tampak sangat mencolok karena warna nya di perbaharui menjadi serba emas.
" Ini rumahnya?" Tanya Sierra.
" Benar, nyonya." Ujar Malvin.
Itu adalah rumah orang ta angkat Qilin.
Jika sebelum Qilin pindah di sana tidak ada penjaga, maka kali ini ada penjaga yang menjaga gerbang itu.
" Cari siapa, tuan?" Tanya penjaga itu.
" Benarkah ini rumah nyonya Desi?" Tanya Malvin.
" Ya, benar." Ujar Penjaga.
" Katakan kepadanya, tuan dan nyonya Edward datang berkunjung." Ujar Malvin.
Penjaga itu pun menganggukan kepalanya, meski sejujurnya dia tidak kenal siapa itu tuan dan nyonya Edward. Penjaga itu menghubungi orang dalam.
" Silahkan masuk, tuan." Ujar penjaga itu, membuka gerbang.
Terlihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian mewah namun mencolok keluar dari rumah itu.
" Astaga, sungguhan nyonya dan tuan Edward." Ujar wanita bernama Desi itu.
" Silahkan, tuan dan nyonya.. silahkan masuk." Ujar Desi.
" Nyonya Desi, maaf mengganggu anda di hari libur ini. Saya datang kemari untuk mencari informasi tentang putri angkat anda." Ujar Sierra berbicara.
DEG..
Desi terkejut, dan senyum yang merekah sebelumnya berangsur hilang.
" Apakah benar ini putri angkat anda, Qilin?" Tanya Sierra.
Desi melihat foto Qilin, dan dia menjadi kian tegang.
" Maaf tuan dan nyonya Edward, jika dia berbuat salah pada kalian. Tapi dia sudah bukan putri angkat saya lagi, saya sudah mencopot status adopsi saya dengannya." Ujar Desi.
" Saya sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan anak itu." Ujar Desi.
Sierra dan Arthur pun menjadi saling pandang.
" Dimana sekarang Qilin tinggal?" Tanya Malvin.
Desi tampak diam, tidak mungkin jika di mengatakan telah membuang Qilin di pinggiran danau. Desi tidak tahu bahwa Qilin pergi ke Jakarta, bukan ke rumah yang sudah dia belikan untuk Qilin.
" Nyonya Desi, Qilin di curigai telah menemukan putra kami, Justin. Yang hilang beberapa hari lalu di hutan sekitar sini. Saya datang untuk menanyakan dimana putra kami Justin berada." Ujar Sierra sambil berkaca kaca.
' Apa!!? Gadis sial itu menemukan putra konglomerat Jakarta? Tapi saat dia masih tinggal di sini, aku tidak melihat siapapun di gubuknya.' Batin Desi.
" Nyonya, saya turut sedih atas hilangnya putra anda, tapi sejujurnya saya tidak tahu dimana Qilin berada. Saya akan cari dia, jika saya bertemu dia, saya akan hubungi anda." Ujar Desi.
" Qilin berada di.."
" Qilin ada di Bogor, saya akan cari dia." Ujar Desi memotong ucapan Malvin.
" Tolong, jika ada kabar tentang Qilin dan Justin, kabari kami.. " Ujar Sierra.
" Pasti nyonya.. pasti." Ujar Desi.
Akhirnya Sierra, Arthur dan Malvin pun pergi dari sana. Kini mereka semakin di buat bingung, untuk apa Qilin membawa Justin bolak balik Jakarta Bogor..
" Kenapa gadis itu tiba tiba pulan ke Bogor lagi??" Ujar Sierra.
" Entahlah, sayang.. kita akan cari tahu." Ujar Arthur.
Sementara itu, Desi yang mendapat info bahwa Qilin menemukan Justin, dia langsung bergegas masuk ke dalam mobilnya, dan pergi dari rumahnya.
" Ke danau." Ujar Desi pada supirnya.
" Baik, nyonya." Ujar sang supir.
Setelah beberapa menit, akhirnya Desi pun sampai di tepian danau. Di sana ada banyak rumah kumuh dan tak layak pakai, Desi berjalan dengan pakaian mencoloknya melewati setiap pemulung dan tunawisma yang menatapnya heran.
" Nyonya, apakah anda dermawan yang akan memberi kami uang.." Ujar seorang wanita tua.
" Jika kau mau uang, bekerja lah! Pengemis menjijikan." Ujar Desi dan berlalu pergi.
Desi berhenti di sebuah rumah kecil berwarna warni yang tampak kumuh, dia kebingungan karena rumah itu masih tergembok dari luar.
Rupanya Desi membelikan Qilin rumah kumuh di tengah tengah tempat tinggal para pemulung.
" Kemana anak s*alan itu pergi?" Gumam Desi.
" Heh! Kemana pemilik rumah ini?" Tanya Desi pada seorang pria yang sedang mengepuli botol plastik.
" Rumah itu tidak berpenghuni." Ujar pria itu.
" Tidak berpenghuni??" Ujar Desi heran.
' Kemana anak itu, aku sudah membelikannya rumah, tapi dia pergi. Pasti dia mencari keluarga tuan muda kaya raya itu, jangan bilang.. dia ke Jakarta.' Batin Desi.
Di tempat lain..
Qilin sedang duduk menunggu antrean, saat ini dia dan Justin berada di sebuah klinik. Sesuai janji Qilin, dia akan membawa Justin ke klinik, di sinilah mereka sekarang.
Seperti biasa, Justin menggunakan topi dan masker untuk menutup wajahnya, dan Justin menggenggam tangan Qilin erat erat.
" Saudara Justin." Panggil petugas.
" Ya." Sahut Qilin.
" Justin, ayo.." Ujar Qilin, dan keduanya pun pergi mengikuti kemana petugas tadi pergi.
" Silahkan." Ujar petugas, dan Qilin mengangguk.
Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan dimana ada seorang dokter laki laki yang sedang duduk.
" Silahkan duduk, apakah ada yang bisa di bantu?" Tanya Dokter ramah.
" Dokter, tolong periksalah kakak saya. Dia mengalami amnesia setelah kecelakaan." Ujar Qilin.
" Amnesia?" Tanya Dokter.
" Ya, dan sepertinya ada masalah dengan otaknya, kakak saya menjadi seperti anak kecil dan bertingkah laku seperti anak kecil." Ujar Qilin.
" Kita bisa melakukan Rontgen atau MRI terlebih dahulu untuk melihat." Ujar Dokter.
TO BE CONTINUED..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Qilin dlm bahaya nih
2025-01-16
0
Fatah Liverpooldlian
ba
2023-10-16
1
Fatah Liverpooldlian
ut
2023-10-16
1