EPS. 13. Apakah jatuh cinta?

Qilin masih berada di klinik, saat ini dokter sedang memeriksa Justin. Bukan memeriksa, lebih tepatnya bertanya tanya kepada Justin apalah Justin ingat sesuatu atau tidak.

Namun Justin sama sekali tidak ingat, dan Justu menjadi sakit kepala karena Dokter menyuruhnya terus berusaha berpikir.

" Dokter, tolong jangan paksa dia lagi." Ujar Qilin dan memeluk Justin yang kesakitan.

" Saya minta maaf, di sini tidak menyediakan rontgen kepala, nona. Saya bukan dokter sepsialis radiologi, anda bisa bawa kakak anda ke rumah sakit besar untuk melakukan rontgen kepala." Ujar Dokter.

" Rumah sakit besar? Apakah tidak ada di puskeskmas atau di klinik saja, dok?" Tanya Qilin.

" Untuk rontgen kepala, tidak tersedia di puskesmas. Mungkin ada beberapa klinik atau puskesmas yang menyediakan, tetapi alangkah lebih baik lagi jika nona bertemu dengan dokter spesialis radiologi untuk mengetahui kondisi kakak anda yang bisa di katakan parah " Ujar Dokter lagi.

Qilin tampak diam, dia tidak memiliki identitas Justin, bagaimana dia akan mendaftar ke rumah sakit besar.

" Baiklah, terimakasih, Dok." Ujar Qilin.

" Ya, nona.. sama sama." Ujar Dokter.

Qilin pun keluar dengan Justin dari ruangan itu. Justin merasa kepalanya berputar putar, karena sejak tadi dokter itu memaksanya untuk mengingat.

" Qilin, kepala Justin sakit." Ujar Justin.

" Ayo kita duduk dulu." Ujar Qilin yang khawatir.

Mereka duduk di taman yang bersebrangan dengan cafe tempat Qilin bekerja, dan tak jauh dari tempat mereka duduk, ada kantin yang menjual berbagai macam jenis makanan.

" Justin, tunggu aku di sini, aku akan belikan kamu makanan." Ujar Qilin dan Justin mengangguk.

Qilin pun berjalan ke kantin, dan membeli makanan yang enak. Qilin pikir mungkin makanan enak bisa membuat hati Justin senang dan mengurangi sakit kepala Justin.

Qilin membeli sop buntut untuk Justin, dan beberapa makanan lainnya seperti kue - kue.

" Qilin, kamu di sini?" Tanya seorang pria pada Qilin.

" Oh, kak barista." Ujar Qilin memanggil pria itu barista.

Pria itu adalah barista yang bekerja di cafe tempat Qilin bekerja juga. Qilin selalu memanggilnya kak Barista, pria itu pun selalu terkekeh kecil jika di panggil Qilin seperti itu.

" Aku punya nama, lho.. kita belum berkenalan, perkenalkan namaku Fandy." Ujar Barista bernama Fandy itu dan mengulurkan tangannya.

" Ohh.. hehe, maaf kak." Ujar Qilin. Qilin pun mengulurkan tangannya.

Namun tak lama, tiba tiba Justin datang dan melepas tangan Qilin dari Fandy, lalu memeluk Qilin. Justin langsung menunjukan tatapan permusuhan pada Fandy.

" Jangan ganggu Qilin." Ujar Justin.

Fandy tersenyum kaku pada Justin, dia pikir Qilin sendirian.

" Aku tidak menggangunya, kami berteman." Ujar Fandy.

" Just.."

" Qilin, ayo pulang." Ujar Justin.

" Ah, sebentar.. makanan kita hampir jadi." Ujar Qilin.

" Kak, pesanan kakak." Ujar penjual sop itu.

" Ya, terimakasih. " Ujar Qilin.

" Kak Baris.. eh, kak Fandy, maaf aku pulang dulu." Ujar Qilin tidsk enak.

Fandy tersenyum, lalu melambaikan tangannya sambil tersenyum manis.

' Rupanya dia sudah punya pacar..' Batin Fandy kecewa.

Qilin menyeberang jalan bersama Justin, lalu mereka kembali ke rumah. Justin tidak melepaskan sama sekali tangan Qilin, bahkan setelah sampai di rumah.

Bahkan.. Justin semakin menjadi, dia bergelayut manja memeluk Qilin dari belakang, dan berjalan kesana kemari mengikuti pergerakan Qilin.

" Justin.. duduklah, kita sudah sampai rumah." Ujar Qilin.

" Justin marah." Ujar Justin, dan Qilin terkekeh mendengarnya.

" Jujur sekali.. Kamu marah??" Tanya Qilin sambil tersenyum.

" Hm." Sahut Justin.

Tapi marahnya Justin justru membuat Qilin merasa lucu, dia justru menjadi begitu menggemaskan. Tubuh besar dan wajah tampan, tapi seperti anak kecil.

" Ayo duduk, kita makan dulu." Ujar Qilin.

Mereka duduk, lalu Qilin menyiapkan sip buntut yang di belinya untuk Justin, hanya untuk Justin.

" Sekarang, ayo makan supnya.. A." Ujar Qikin menyodorkan sup itu pada Justin.

" Tidak mau, Justin marah." Ujar Justin.

Qilin pun terkekeh melihat Justin yang berwajah seperti anak kecil. Qilin pun menaruh sendoknya di mangkuk dan duduk berhadapan dengan Justin.

" Kenapa Justin marah?" Tanya Qilin.

" Justin tidak suka Qilin pegang tangan pria itu, Qilin punya Justin." Ujar Justin.

' Aku di cap sebagai miliknya..' Batin Qilin merasa lucu.

" Dia teman kerjaku, kami hanya berkenalan. " Ujar Qilin memberi pengertian.

" Justin tidak suka." Ujar Justin.

" Baiklah.. maaf karena sudah membuat kamu marah, aku tidak akan dekat dengan pria lain." Ujar Qilin.

Seketika senyum manis terbit dari bibir Justin, tatapan mata Justin pun berbinar.

" Qilin tidak bohong, kan?" Tanya Justin, dan Qilin mengangguk.

Justin langsung memeluk Qilin dengan senang. Mungkin itu naluri tubuh Justin mengutarakan rasa cemburunya, dia bagai kekasih yang tidak mau kekasihnya di dekati pria lain.

" Sekarang, makan.. Ini sudah sore." Ujar Qilin dan Justin mengangguk.

____________________

Satu bulan kemudian..

Qilin dan Justin sudah hidup bersama selama satu bulan, Qilin sama sekali tidak mengeluh karena harus menghidupi Justin. Sebaliknya, dia benar benar bahagia, karena memiliki keluarga yang menyambutnya di rumah.

Justin juga belum menunjukan tanda tanda ingatannya kembali, dia masih sama.. idiot. meski begitu, Qilin tidak pernah memaksa Justin untuk mengingat siapa dirinya, Qilin ingin agar Justin mengingat dengan sendirinya.

" Justin, lukamu sudah sembuh.. hanya bekasnya saja yang masih terlihat." Ujar Qilin, saat ini sedang membantu Justin mengoleskan obat luka di wajah Justin.

" Qilin, apakah Justin tampan?" Tanya Justin tiba tiba.

" Tentu saja tampan."Ujar Qilin.

Justin tersenyum mendengarnya, lalu mengecup pipi Qilin. Qilin terpaku sesaat, lalu kembali tersenyum. Qilin merasa akhir akhir ini hatinya kacau, entah apa sebabnya.

" Kenapa? Qilin tidak suka Justin cium?" Tanya Justin yang sempat melihat keterkejutan Qilin.

" Mana ada, tentu saja suka." Ujar Qilin, sambil tersenyum manis. Justin pun kembali mencium pipi Qilin.

''Aku berangkat kerja dulu, ingat..''

'' Jangan keluar sembarangan, banyak orang jahat di luar.'' Ujar Justin memotong ucapan Qilin.

'' Ya sudah, aku pergi dulu.'' Ujar Qilin.

Qilin keluar dari rumah dan memegangi dadanya, ia merasakan jantungnya berdebar semakin tidak karuan ketika dia berada begitu dekat dengan Justin.

Qilin sampai di cafe, dan sudah ada Rena yang rupanya sudah datang lebih dulu.

'' Qilin.. kamu kenapa? Wajahmu merah, apakah kamu sakit?'' Tanya Rena.

'' Eh, tidak.. aku hanya kepanasan.'' Ujar Qilin.

'' Panas? Rumahmu bahkan ada di belakang cefe ini, tidak begitu jauh.'' Ujar Rena terkekeh.

Tiba tiba calon suami Rena datang, Rena menyambut calon suaminya itu dengan pelukan, lalu calon suami Rena juga mengecup pipi Rena. Mereka berdua tampak sangat bahagia walau hanya membahas sebuah pembahasan yang tidak penting, yaitu Rena lupa melepas helm di kepalanya.

Qilin memperhatikan interaksi mereka, dan entah mengapa Qilin teringat dengan semua sikap dan perhatian manis Justin padanya. Tanpa sadar Qilin tersenyum ketika mengingatnya, ada perasaan yang tidak bisa Qilin deskripsikan, dia tidak tahu apa itu.

'' Qilin, kamu kenapa melamun.'' Ujar Rena yang sudah kembali.

'' Oh, eh.. hehe, aku hanya senang melihat kebersamaanmu dan calon suamimu.'' Ujar Qilin jujur.

'' Ekhem.. sepertinya kamu membayangkan seseorang hingga kamu tersenyum senyum sendiri.'' Ujar Rena, dan Qilin tersenyum mendengarnya.

'' Kamu tersenyum, jadi aku benar, apakah kamu sedang jatuh cinta?'' Tanya Rena. Dan ucapan Rena membuat Qilin terdiam.

' Jatuh cinta? Apakah aku jatuh cinta pada Justin?' Batin Qilin.

Qilin tidak pernah jatuh cinta sebelumnya, jadi dia tidak tahu rasanya jatuh cinta seperti apa. Qilin hanya merasakan jantungnya berdebar tidak menentu di momen momen tertentu saat bersama Justin, dan hatinya juga terasa ada yang tidak beres.

'' Kalian sedang membicarakan apa?'' Tanya Fendy yang masuk.

'' Ekhem! Qilin, apakah dengan Fendy?'' Bisik Rena pada Qilin.

Rena tidak tahu bahwa Qilin tinggal dengan Justin selama ini, karena Rena sendiri sama sekali tidak pernah mampir ke rumah Qilin. Rena hanya sering melihat tatapan penuh kagum dari Fendy untuk Qilin.

'' Renaaa....'' Ujar Qilin ambigu, Rena pun mengira bahwa Qilin menyukai Fendy.

Qilin pergi masuk kedalam dan mengganti bajunya dengan seragam Cafe, dia juga mengenakan apronnya lalu dia menguncir tinggi tinggi rambut peraknya dan menatap dirinya di pantulan kaca.

' Apa aku jatuh cinta pada Justin? Tapi Justin bahkan tidak tahu siapa dirinya.' Batin Qilin.

' Justin juga tidak mungkin mencintai aku.. aku adalah orang aneh. Justin pasti hanya menganggap aku sebagai satu satunya keluarga yang dia miliki. Qilin.. apa yang kamu lakukan..' Batin Qilin lagi.

Tapi memikirkan fakta itu, entah kenapa hatinya merasa sakit. Tanpa sadar Qilin meneteskan air matanya, namun langsung dia usap sebelum ada yang melihatnya.

' Tidak Qilin.. jangan menjadi orang jahat, Justin bahkan tidak ingat keluarganya. Fokuslah untuk membantu Justin agar dia bisa ingat dan bertemu kembali dengan keluarganya, agar dia bisa mendapatkan kembali ingatannya. ' Batin Qilin.

TO BE CONTINUED..

Terpopuler

Comments

Little Fox🦊_wdyrskwt

Little Fox🦊_wdyrskwt

aku mampir jangan lupa mampir juga iya/Determined//Determined//Determined/

2025-03-27

1

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

ternyata Justin bisa merajuk 🤭🤭

2025-01-16

1

YNa Msa

YNa Msa

hahaha yg Lagi Ngerajuk

2024-02-03

1

lihat semua
Episodes
1 EPS. 1 Prologue.
2 EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3 EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4 EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5 EPS. 5. Simpang jalan.
6 EPS. 6. Kost kostan darurat.
7 EPS. 7. Ayo menikah..
8 EPS. 8. Ciuman pertama.
9 EPS. 9. Janji manis Justin.
10 EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11 EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12 EPS. 12. Mencari Qilin.
13 EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14 EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15 EPS. 15. Justin terjatuh.
16 EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17 EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18 EP. 18. JUSTIN MALU.
19 EPS. 19. Qilin di culik.
20 EPS. 20. Di pisahkan.
21 EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22 EPS. 22. Saling merindukan.
23 EPS. 23. Merelakan.
24 EPS. 24. Mencoba bangkit.
25 EPS. 25. Hari operasi Justin.
26 EPS. 26. Justin Sadar.
27 EPS. 27. Justin pulang.
28 EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29 EPS. 29. Tentang Rena..
30 EPS. 30. Bukan mimpi.
31 EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32 EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33 EPS. 33. Aku calon suaminya.
34 EPS. 34. Rumah Justin.
35 EPS. 35. Cerita Justin.
36 EPS. 36. Resmi berpacaran.
37 EPS. 37. Perlakuan manis.
38 EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39 EPS. 39. Harus jujur.
40 EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41 EPS. 41. Dua saudari.
42 EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43 EPS. 43. VVIP
44 EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45 EPS. 45. CURHAT.
46 EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47 EPS. 47. Melindungi diam diam.
48 EPS. 48. Dia Qilinku.
49 EPS. 49. Sierra berapi - api.
50 EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51 EPS. 51. Pembunuhan..
52 EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53 EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54 EPS. 54. Rena hamil..
55 EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56 EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57 EPS. 57. Terlalu menggoda
58 EPS. 58. Tanggung jawab..
59 EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60 EPS. 60. Qilin di Culik.
61 EPS. 61. Di pulau terpencil..
62 EPS. 62. Melatih diri.
63 EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64 EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65 EPS. 65. Berlatih menembak.
66 EPS. 66. Mencari Qilin.
67 EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68 EPS. 68. Lima Tikus.
69 EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70 EPS. 70. Memburu Qilin.
71 EPS. 71. Mencari Informasi .
72 EPS. 72. Nyaris bertemu.
73 EPS 73. Menjadi buronan
74 EPS. 74. Hati seorang anak.
75 EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76 EPS. 76. Obsesi..
77 EPS. 77. Mengorbankan diri.
78 EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79 EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80 EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81 EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82 EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83 EPS. 83. Salju pertama..
84 EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85 EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86 EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87 EPS 87. Pulang.
88 EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89 EPS. 89. Welcome home Qilin
90 EPS. 90. Ketulangan.
91 EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92 EPS. 92. Hati Dustin.
93 EPS. 93. Siapa Fendy??
94 EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95 EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96 EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97 EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98 EPS. 98. Rena dan Fendy.
99 EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100 EPS. 100. Rena & Fendy.
101 EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102 EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103 EPS. 103. Melepaskan..
104 EPS. 104. Malam terakhir.
105 EPS. 105. WEDDING day 1.
106 EPS. 106. WEDDING day 2.
107 EPS. 107. Malam yang manis.
108 EPS.108. Polosnya Qilin.
109 EPS. 109. Sore yang manis.
110 EPS. 110. Akhirnya..
111 EPS. 111. Bulan penuh madu.
112 EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113 EPS. 113. Kejutan.
114 EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115 EPS. 115. Asinan..
116 EPS. 116. Ponsel pasangan.
117 EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118 EPS. 118. Cerita Sierra.
119 EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120 EPS. 120. Hamil..
121 EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122 EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123 EPS. 123. IAN yang malang.
124 EPS. 124. Bimbang
125 EPS. 125. Enggan berpisah.
126 EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127 EPS 127, PENYUSUPAN
128 EPS. 128. SELAMAT.
129 EPS. 129. LEGA
130 EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131 EPS. 131. Clins.
132 EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133 EPS. 133. Kado Natal.
134 EPS. 134. Malam duka.
135 EPS. 135. Berita heboh.
136 EPS. 136. Rencana.
137 EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138 EPS. 138. Harus segera pergi.
139 EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140 EPS. 140. Di kepung.
141 EPS. 141. Predator dan mangsa.
142 EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143 EPS. 143. Justin kritis.
144 EPS. 144. Duel.
145 EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146 EPS. 146. Menyusun rencana.
147 EPS. 147. Istri Dustin.
148 PENGUMUMAN.
149 EPS. 149. Menangkap Clins.
150 EPS. 150. Jalan terbaik.
151 EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152 EPS. 152. Penjelasan.
153 EPS. 153. 7 Bulan berlalu.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
EPS. 1 Prologue.
2
EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3
EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4
EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5
EPS. 5. Simpang jalan.
6
EPS. 6. Kost kostan darurat.
7
EPS. 7. Ayo menikah..
8
EPS. 8. Ciuman pertama.
9
EPS. 9. Janji manis Justin.
10
EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11
EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12
EPS. 12. Mencari Qilin.
13
EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14
EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15
EPS. 15. Justin terjatuh.
16
EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17
EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18
EP. 18. JUSTIN MALU.
19
EPS. 19. Qilin di culik.
20
EPS. 20. Di pisahkan.
21
EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22
EPS. 22. Saling merindukan.
23
EPS. 23. Merelakan.
24
EPS. 24. Mencoba bangkit.
25
EPS. 25. Hari operasi Justin.
26
EPS. 26. Justin Sadar.
27
EPS. 27. Justin pulang.
28
EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29
EPS. 29. Tentang Rena..
30
EPS. 30. Bukan mimpi.
31
EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32
EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33
EPS. 33. Aku calon suaminya.
34
EPS. 34. Rumah Justin.
35
EPS. 35. Cerita Justin.
36
EPS. 36. Resmi berpacaran.
37
EPS. 37. Perlakuan manis.
38
EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39
EPS. 39. Harus jujur.
40
EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41
EPS. 41. Dua saudari.
42
EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43
EPS. 43. VVIP
44
EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45
EPS. 45. CURHAT.
46
EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47
EPS. 47. Melindungi diam diam.
48
EPS. 48. Dia Qilinku.
49
EPS. 49. Sierra berapi - api.
50
EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51
EPS. 51. Pembunuhan..
52
EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53
EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54
EPS. 54. Rena hamil..
55
EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56
EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57
EPS. 57. Terlalu menggoda
58
EPS. 58. Tanggung jawab..
59
EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60
EPS. 60. Qilin di Culik.
61
EPS. 61. Di pulau terpencil..
62
EPS. 62. Melatih diri.
63
EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64
EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65
EPS. 65. Berlatih menembak.
66
EPS. 66. Mencari Qilin.
67
EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68
EPS. 68. Lima Tikus.
69
EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70
EPS. 70. Memburu Qilin.
71
EPS. 71. Mencari Informasi .
72
EPS. 72. Nyaris bertemu.
73
EPS 73. Menjadi buronan
74
EPS. 74. Hati seorang anak.
75
EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76
EPS. 76. Obsesi..
77
EPS. 77. Mengorbankan diri.
78
EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79
EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80
EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81
EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82
EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83
EPS. 83. Salju pertama..
84
EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85
EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86
EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87
EPS 87. Pulang.
88
EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89
EPS. 89. Welcome home Qilin
90
EPS. 90. Ketulangan.
91
EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92
EPS. 92. Hati Dustin.
93
EPS. 93. Siapa Fendy??
94
EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95
EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96
EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97
EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98
EPS. 98. Rena dan Fendy.
99
EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100
EPS. 100. Rena & Fendy.
101
EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102
EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103
EPS. 103. Melepaskan..
104
EPS. 104. Malam terakhir.
105
EPS. 105. WEDDING day 1.
106
EPS. 106. WEDDING day 2.
107
EPS. 107. Malam yang manis.
108
EPS.108. Polosnya Qilin.
109
EPS. 109. Sore yang manis.
110
EPS. 110. Akhirnya..
111
EPS. 111. Bulan penuh madu.
112
EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113
EPS. 113. Kejutan.
114
EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115
EPS. 115. Asinan..
116
EPS. 116. Ponsel pasangan.
117
EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118
EPS. 118. Cerita Sierra.
119
EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120
EPS. 120. Hamil..
121
EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122
EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123
EPS. 123. IAN yang malang.
124
EPS. 124. Bimbang
125
EPS. 125. Enggan berpisah.
126
EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127
EPS 127, PENYUSUPAN
128
EPS. 128. SELAMAT.
129
EPS. 129. LEGA
130
EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131
EPS. 131. Clins.
132
EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133
EPS. 133. Kado Natal.
134
EPS. 134. Malam duka.
135
EPS. 135. Berita heboh.
136
EPS. 136. Rencana.
137
EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138
EPS. 138. Harus segera pergi.
139
EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140
EPS. 140. Di kepung.
141
EPS. 141. Predator dan mangsa.
142
EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143
EPS. 143. Justin kritis.
144
EPS. 144. Duel.
145
EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146
EPS. 146. Menyusun rencana.
147
EPS. 147. Istri Dustin.
148
PENGUMUMAN.
149
EPS. 149. Menangkap Clins.
150
EPS. 150. Jalan terbaik.
151
EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152
EPS. 152. Penjelasan.
153
EPS. 153. 7 Bulan berlalu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!