EPS. 10. Terlambat satu langkah.

Qilin sudah berangkat ke cafe tempatnya bekerja. Di cafe itu, Qilin bertugas sebagai pramu saji yang membawa pesanan milik pelanggan.

" Qilin, bagaimana dengan rumahnya? Apakah kamu suka tingga l di sana?" Tanya teman kerja Qilin yang merupakan pemilik rumah itu, Rena.

" Aku suka, Ren. Rumahnya nyaman." Ujar Qilin pada Rena.

" Sukurlah, katakan saja padaku jika kamu butuh sesuatu. Oh, ya.. maaf tv di rumah itu mati, aku belum menggantinya dengan yang baru." Ujar Rena.

" Tidak apa apa, aku juga bukan orang yang suka menonton tv." Ujar Qilin tersenyum.

" Sebenarnya aku ingin bertanya padamu sejak tadi, rambutmu ini.. apakah di warnai?" Tanya Rena.

" Oh, ini.. tidak, aku lahir dengan rambut seperti ini. Aneh, ya?" Ujar Qilin sambil terkekeh.

" Tidak, justru itu sangat indah. Kamu tidak perlu ke salon untuk mewarnai rambutmu, kamu sudah memilikinya." Ujar Rena.

Seumur hidup, baru kali ini Qilin mendengar seseorang memuji rambutnya, biasanya orang orang di tempatnya dulu selalu mengejek Qilin dan mengatai bahwa Qilin seperti nenek nenek.

" Terimakasih." Ujar Qilin tersenyum manis.

" Qilin, kenapa kamu tidak jadi beauty vlogger saja? Kamu sangat cantik, make up apa yang kamu gunakan?" Tanya Rena.

" Aku tidak pakai make up, Ren. Juga, aku tidak sesenggang itu untuk menjadi Beauty flogger. " Ujar Qilin terkekeh.

" Ha! Sungguh? Kamu tidak pakai make up?" Ujar Rena terkejut, dan Qilin mengangguk.

" Wah... Kecantikan dari lahir, baru kali ini aku menemukannya." Ujar Rena terpukau.

" Pesanan untuk meja no delapan dan dua belas." Ujar Barista laki - laki sambil tersenyum manis.

" Oke." Ujar Rena.

Qilin membawa pesanan milik meja no delapan, dan Rena membawa pesanan meja nomor dua belas.

" Americano les sugar? " Ujar Qilin.

" Ya." Sahut pria yang sedang memainkan ponselnya.

Qilin menaruh kopi itu di meja, lalu pergi. Setelah Qilin pergi pria itu meletakan ponselnya dan membuka maskernya.

Dustin, adalah pria yang duduk di meja nomor delapan itu. Dustin melirik sekilas pada Qilin yang sudah pergi, dan akhirnya kembali memainkan ponselnya.

Dustin sedang menunggu Malvin, karena Malvin mendapat info dari bawahannya yang ia sebar untuk mencari keberadaan supir taksi yang membawa Justin.

Dan tak lama Malvin pun sampai di sana. Malvin duduk, dan Dustin langsung menyodorkan kopinya pada Malvin.

" Kopi, paman." Ujar Dustin.

" Bukankah ini kopimu?" Ujar Malvin.

" Yang membawa ini, seorang perempuan." Ujar Dustin, dan Malvin terkekeh mendengarnya.

" Kamu, kakakmu dan daddymu, sama saja." Ujar Malvin.

" Mana ada, aku tidak begitu seperti daddy dan kakak." Ujar Dustin.

" Mengelak saja.. kalau begitu paman minum." Ujar Malvin, dan akhirnya.

" Dimana kost kostan yang paman maksud? Aku tidak menemukannya." Ujar Dustin.

" Sedikit masuk ke dalam gang, kalau begitu ayo kita ke sana. Apakah ini sudah di bayar?" Tanya Malvin.

" Sudah." Ujar Dustin.

" Kalau begitu ayo kita pergi." Ujar Malvin.

Akhirnya keduanya pergi dari sana. Dustin masuk ke dalam mobil Malvin, sementara mobil sportnya di tinggal di depan cafe itu.

Mereka memasuki gang, sambil melihat ke kanan dan kekiri untuk mencari nama kost an yang sedang mereka cari.

" Nah, itu di depan." Ujar Malvin.

" Kakak, akhirnya kita menemukanmu." Ujar Dustin senang.

Keduanya pun turun, dan seperti biasa.. saat siang di kostan itu sepi penghuni.

" Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya penjaga kost.

" Sore pak, saya sedang mencari dua orang yang kemungkinan dua hari lalu menginap di sini. Mereka laki laki dan perempuan, datang tengah malam dengan taksi." Ujar Malvin.

Penjaga kostan itu tentu langsung ingat dengan Qilin dan Justin yang datang tengah malam dengan taksi.

" Mm.. apakah gadis itu berambut putih, dan yang pria.. maaf, autis?" Tanya penjaga kostan.

Malvin dan Dustin pun saling pandang, autis?? Justin adalah pria sempurna yang sehat jasmani dan rohaninya, kenapa jadi di katakan pria autis?

" Apakah pria ini maksud anda?" Tanya Malvin menunjukan foto Justin yang di ambil oleh pria di halte.

" Iya, dia.. dia selalu menempel pada adiknya, dan bertingkah seperti anak kecil." Ujar penjaga kostan.

" Adiknya?? Saya adalah adiknya, dia tidak punya adik lain." Ujar Dustin marah.

" Dustin, tenang.." Ujar Malvin.

" Tapi gadis itu mengatakan bahwa pria itu adalah kakaknya, dan mereka pendatang baru dari Bogor menurut supir taksi yang membawa mereka." Ujar penjaga Kostan.

" Dimana mereka sekarang?" Ujar Dustin.

" Kakak, aku datang menjemputmu, ayo kita pulang." Teriak Dustin.

" Dustin, tenang dulu.." Ujar Malvin.

" Di mana mereka, pak?" Tanya Malvin.

" Mereka sudah pergi kemaein sore, gadis itu mengatakan telah mendapatkan pekerjaan, dan dia akan tinggal di dekat tempat kerjanya." Ujar penjaga Kostan.

" Dimana itu?" Tanya Malvin.

" Saya kurang tahu, pak." Ujar penjGa kostan.

Malvin menghela nafasnya kembali, lagi lagi dia terlambat selangkah.

" Baiklah, terimakasih untuk informasinya, ini untuk bapak." Ujar Malvin sembari memberikan amplop tebal berisi uang.

Penjaga kostan itu pun kebingungan, hingga tidak bisa berkata kata. Sementara Malvin dan Dustin, mereka pergi dari sana.

" Gadis s*alan itu! jika sampai aku menemukannya, aku pastikan aku akan menghukum dia. Beraninya dia menculik kakak." Ujar Dustin.

" Sekarang kita akan lebih sulit menemukan kakakmu, jika menurut penjaga kostan tadi mengatakan bahwa kakakmu autis, kemungkinan kakakmu mengalami hilang ingatan." Ujar Malvin.

"Buktinya dia selamat, dan berada di sekitar kita, tapi dia tidak pulang. Bisa jadi gadis itu adalah yang menyelamatkan kakakmu." Ujar Malvin.

" Tapi kan kita memasang banyak iklan sejak kakak di nyatakan hilang, dan baru hari ini kita mencopot semua iklan kakak. Masa gadis itu tidak melihat sama sekali iklan yang terpampang di jalanan." Ujar Dustin.

" Juga, kita memasang iklan di semua media elektronik, dia bisa melihat kakak saat melihat layar ponselnya. Aku yakin gadis itu menculik kakak, karena dia tahu kakak adalah putra daddy, keluarga Edward." Ujar Dustin lagi.

Malvin pun menjadi semakin bingung, yang di katakan oleh Dustin ada benarnya juga, mereka memasang banyak iklan Justin yang hilang, tidak mungkin gadis itu tidak melihat iklan.

Walau kenyataan nya Qilin memang tidak melihat iklan itu sama sekali. Di tambah lagi, Qilin tidak memiliki ponsel sama sekali, jadi Qilin tidak tahu berita heboh yang sedang viral.

Dustin kembali turun di cafe tempat Qilin bekerja, dan langsung menyalakan mobil sportnya, lalu pergi dari sana. Dustin tidak melihat Qilin yang kebetulan sedang menghadap ke arah luar.

Setelah seharian kerja, akhirnya Qilin selesai, ia sedang bersiap untuk pulang, dan akan di gantikan oleh rekannya yang lain. Jam kerja Qilin adalah pukul 7 pagi sampai 7 malam, dan rekannya akan menggantikannya hingga pagi, karena cafe itu adalah cafe 24 jam.

" Astaga, Justin pasti kelaparan, ini sudah malam." Ujar Qilin panik.

" Kak, aku pulang, ya.." Teriak Qilin pada Barista, Rena sudah lebih dulu pulang di jemput calon suaminya.

" Oke, hati - hati." sahut barista itu sambil tersenyum manis.

Qilin pun berlari, dia panik takut Justin kelaparan. Hingga akhirnya Qilin sampai di rumah dengan nafas terengah engah.

" Jus- justin.." Panggil Qilin, karena Justin tidak terlihat.

" Qilin.." Ujar Justin yang rupanya bersembunyi di balik hordeng.

Qilin tersenyum, ketika melihat Justin baik baik saja.

" Kamu baik - baik saja? sukurlah.." Ujar Qilin.

" Qilin lelah? " Tanya Justin, dan Qilin menggeleng.

" Kamu lapar? Aku beli makanan dulu, ya?" Ujar Qilin, hendak lari.

Namun tangan nya di cekal oleh Justin hingga Qilin berbalik dan menabrak dada Justin.

" Jangan lari, Qilin.. Nanti jatuh." Ujar Justin, sangat dekat dengan wajah Qilin.

" DEG.. DEG.. DEG.. "

TO BE CONTINUED..

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

Dustin jngn salah sangka dulu sama Qilin

2025-01-16

0

Mamath Ziad Malik

Mamath Ziad Malik

kayanya nanti justin bakal kembali ingatannya tapi pura pura masih idiot biar dekat terus sama sirambut peraknya

2024-09-29

1

YNa Msa

YNa Msa

Jangan Salah Sangka dulu Dustin

2024-02-03

0

lihat semua
Episodes
1 EPS. 1 Prologue.
2 EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3 EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4 EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5 EPS. 5. Simpang jalan.
6 EPS. 6. Kost kostan darurat.
7 EPS. 7. Ayo menikah..
8 EPS. 8. Ciuman pertama.
9 EPS. 9. Janji manis Justin.
10 EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11 EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12 EPS. 12. Mencari Qilin.
13 EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14 EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15 EPS. 15. Justin terjatuh.
16 EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17 EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18 EP. 18. JUSTIN MALU.
19 EPS. 19. Qilin di culik.
20 EPS. 20. Di pisahkan.
21 EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22 EPS. 22. Saling merindukan.
23 EPS. 23. Merelakan.
24 EPS. 24. Mencoba bangkit.
25 EPS. 25. Hari operasi Justin.
26 EPS. 26. Justin Sadar.
27 EPS. 27. Justin pulang.
28 EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29 EPS. 29. Tentang Rena..
30 EPS. 30. Bukan mimpi.
31 EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32 EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33 EPS. 33. Aku calon suaminya.
34 EPS. 34. Rumah Justin.
35 EPS. 35. Cerita Justin.
36 EPS. 36. Resmi berpacaran.
37 EPS. 37. Perlakuan manis.
38 EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39 EPS. 39. Harus jujur.
40 EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41 EPS. 41. Dua saudari.
42 EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43 EPS. 43. VVIP
44 EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45 EPS. 45. CURHAT.
46 EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47 EPS. 47. Melindungi diam diam.
48 EPS. 48. Dia Qilinku.
49 EPS. 49. Sierra berapi - api.
50 EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51 EPS. 51. Pembunuhan..
52 EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53 EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54 EPS. 54. Rena hamil..
55 EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56 EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57 EPS. 57. Terlalu menggoda
58 EPS. 58. Tanggung jawab..
59 EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60 EPS. 60. Qilin di Culik.
61 EPS. 61. Di pulau terpencil..
62 EPS. 62. Melatih diri.
63 EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64 EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65 EPS. 65. Berlatih menembak.
66 EPS. 66. Mencari Qilin.
67 EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68 EPS. 68. Lima Tikus.
69 EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70 EPS. 70. Memburu Qilin.
71 EPS. 71. Mencari Informasi .
72 EPS. 72. Nyaris bertemu.
73 EPS 73. Menjadi buronan
74 EPS. 74. Hati seorang anak.
75 EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76 EPS. 76. Obsesi..
77 EPS. 77. Mengorbankan diri.
78 EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79 EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80 EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81 EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82 EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83 EPS. 83. Salju pertama..
84 EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85 EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86 EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87 EPS 87. Pulang.
88 EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89 EPS. 89. Welcome home Qilin
90 EPS. 90. Ketulangan.
91 EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92 EPS. 92. Hati Dustin.
93 EPS. 93. Siapa Fendy??
94 EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95 EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96 EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97 EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98 EPS. 98. Rena dan Fendy.
99 EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100 EPS. 100. Rena & Fendy.
101 EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102 EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103 EPS. 103. Melepaskan..
104 EPS. 104. Malam terakhir.
105 EPS. 105. WEDDING day 1.
106 EPS. 106. WEDDING day 2.
107 EPS. 107. Malam yang manis.
108 EPS.108. Polosnya Qilin.
109 EPS. 109. Sore yang manis.
110 EPS. 110. Akhirnya..
111 EPS. 111. Bulan penuh madu.
112 EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113 EPS. 113. Kejutan.
114 EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115 EPS. 115. Asinan..
116 EPS. 116. Ponsel pasangan.
117 EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118 EPS. 118. Cerita Sierra.
119 EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120 EPS. 120. Hamil..
121 EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122 EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123 EPS. 123. IAN yang malang.
124 EPS. 124. Bimbang
125 EPS. 125. Enggan berpisah.
126 EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127 EPS 127, PENYUSUPAN
128 EPS. 128. SELAMAT.
129 EPS. 129. LEGA
130 EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131 EPS. 131. Clins.
132 EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133 EPS. 133. Kado Natal.
134 EPS. 134. Malam duka.
135 EPS. 135. Berita heboh.
136 EPS. 136. Rencana.
137 EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138 EPS. 138. Harus segera pergi.
139 EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140 EPS. 140. Di kepung.
141 EPS. 141. Predator dan mangsa.
142 EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143 EPS. 143. Justin kritis.
144 EPS. 144. Duel.
145 EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146 EPS. 146. Menyusun rencana.
147 EPS. 147. Istri Dustin.
148 PENGUMUMAN.
149 EPS. 149. Menangkap Clins.
150 EPS. 150. Jalan terbaik.
151 EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152 EPS. 152. Penjelasan.
153 EPS. 153. 7 Bulan berlalu.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
EPS. 1 Prologue.
2
EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.
3
EPS. 3. Mencari pekerjaan.
4
EPS. 4. Memutuskan hubungan.
5
EPS. 5. Simpang jalan.
6
EPS. 6. Kost kostan darurat.
7
EPS. 7. Ayo menikah..
8
EPS. 8. Ciuman pertama.
9
EPS. 9. Janji manis Justin.
10
EPS. 10. Terlambat satu langkah.
11
EPS 11. Jalan ke pasar malam.
12
EPS. 12. Mencari Qilin.
13
EPS. 13. Apakah jatuh cinta?
14
EPS. 14. Masih berusaha mencari Justin.
15
EPS. 15. Justin terjatuh.
16
EPS. 16. Kenapa jatuh cinta harus sesakit ini.
17
EPS. 17. Mengajak Justin jalan - jalan.
18
EP. 18. JUSTIN MALU.
19
EPS. 19. Qilin di culik.
20
EPS. 20. Di pisahkan.
21
EPS. 21. Justin pergi, Qilin sakit.
22
EPS. 22. Saling merindukan.
23
EPS. 23. Merelakan.
24
EPS. 24. Mencoba bangkit.
25
EPS. 25. Hari operasi Justin.
26
EPS. 26. Justin Sadar.
27
EPS. 27. Justin pulang.
28
EPS. 28. Mimpi, Bukan?
29
EPS. 29. Tentang Rena..
30
EPS. 30. Bukan mimpi.
31
EPS. 31. Aku akan melindungi wanitaku.
32
EPS. 32. Menemani Qilin semalaman.
33
EPS. 33. Aku calon suaminya.
34
EPS. 34. Rumah Justin.
35
EPS. 35. Cerita Justin.
36
EPS. 36. Resmi berpacaran.
37
EPS. 37. Perlakuan manis.
38
EPS. 38. Bertemu Sierra dan Arthur.
39
EPS. 39. Harus jujur.
40
EPS. 40. Bagaimana jika hamil?
41
EPS. 41. Dua saudari.
42
EPS. 42. Mencari identitas Qilin
43
EPS. 43. VVIP
44
EPS. 44. Hargai waktumu dengan orang tuamu
45
EPS. 45. CURHAT.
46
EPS. 46. Hal sederhana yang membuat Qilin senang.
47
EPS. 47. Melindungi diam diam.
48
EPS. 48. Dia Qilinku.
49
EPS. 49. Sierra berapi - api.
50
EPS. 50. Mengusap perut Qilin.
51
EPS. 51. Pembunuhan..
52
EPS. 52. Ada apa dengan Dustin?
53
EPS. 53. Ibu kandung Qilin..
54
EPS. 54. Rena hamil..
55
EPS. 55. Meminta pertanggung jawaban Fendy.
56
EPS. 56. Cemburu hingga kehilangan akal.
57
EPS. 57. Terlalu menggoda
58
EPS. 58. Tanggung jawab..
59
EPS. 59. Qin Lian Nehemia ( QILIN)
60
EPS. 60. Qilin di Culik.
61
EPS. 61. Di pulau terpencil..
62
EPS. 62. Melatih diri.
63
EPS. 63. Nyaris mati tenggelam.
64
EPS. 64. Dia atau kamu yang akan mati.
65
EPS. 65. Berlatih menembak.
66
EPS. 66. Mencari Qilin.
67
EPS. 67. Menyerang kediaman Agra Khan.
68
EPS. 68. Lima Tikus.
69
EPS. 69. Perangmu tiba, Qilin..
70
EPS. 70. Memburu Qilin.
71
EPS. 71. Mencari Informasi .
72
EPS. 72. Nyaris bertemu.
73
EPS 73. Menjadi buronan
74
EPS. 74. Hati seorang anak.
75
EPS. 75. Lucio bertemu Justin.
76
EPS. 76. Obsesi..
77
EPS. 77. Mengorbankan diri.
78
EPS. 78. Akhirnya bertemu.
79
EPS. 79. Qilin yang Nakal.
80
EPS. 80. Justin Xander Edward { Lucifer }
81
EPS. 81. Kasih sayang tidak terucap.
82
EPS. 82. Sepayung berdua, lebih romantis.
83
EPS. 83. Salju pertama..
84
EPS. 84. Mengukur Cincin Pernikahan
85
EPS. 85. Memberi Agra kesempatan.
86
EPS. 86. Pengorbanan seorang ibu..
87
EPS 87. Pulang.
88
EPS. 88. Calon istri seorang Justin.
89
EPS. 89. Welcome home Qilin
90
EPS. 90. Ketulangan.
91
EPS. 91. Ada apa dengan Dustin
92
EPS. 92. Hati Dustin.
93
EPS. 93. Siapa Fendy??
94
EPS. 94. Pertemuan dua keluarga besar.
95
EPS. 95. Pertunangan Justin & Qilin
96
EPS. 96. Kemarahan Arthur.
97
EPS. 97. Berbohong demi kebaikan.
98
EPS. 98. Rena dan Fendy.
99
EPS. 99. Rena & Fendy { 2 }
100
EPS. 100. Rena & Fendy.
101
EPS. 101. Tidak boleh lihat.
102
EPS.102. Tubuh tidak bertulang karena di pingit.
103
EPS. 103. Melepaskan..
104
EPS. 104. Malam terakhir.
105
EPS. 105. WEDDING day 1.
106
EPS. 106. WEDDING day 2.
107
EPS. 107. Malam yang manis.
108
EPS.108. Polosnya Qilin.
109
EPS. 109. Sore yang manis.
110
EPS. 110. Akhirnya..
111
EPS. 111. Bulan penuh madu.
112
EPS. 112. Ada yang bahagia, ada yang sedang berjuang dengan luka.
113
EPS. 113. Kejutan.
114
EPS. 114. Bulan madu berakhir.
115
EPS. 115. Asinan..
116
EPS. 116. Ponsel pasangan.
117
EPS. 117. Menjinakan singa (Justin ) yang marah.
118
EPS. 118. Cerita Sierra.
119
EPS. 119. KABAR BAHAGIA.
120
EPS. 120. Hamil..
121
EPS. 121. Justin kekanak- kanakan.
122
EPS. 122. Qilin, ibu hamil yang meresahkan.
123
EPS. 123. IAN yang malang.
124
EPS. 124. Bimbang
125
EPS. 125. Enggan berpisah.
126
EPS. 126. SIERRA punya pria simpanan???
127
EPS 127, PENYUSUPAN
128
EPS. 128. SELAMAT.
129
EPS. 129. LEGA
130
EPS. 130. Merakit pohon ala Justin.
131
EPS. 131. Clins.
132
EPS. 132. Berunding dengan Cio.
133
EPS. 133. Kado Natal.
134
EPS. 134. Malam duka.
135
EPS. 135. Berita heboh.
136
EPS. 136. Rencana.
137
EPS. 137. Di kontrol dari jauh.
138
EPS. 138. Harus segera pergi.
139
EPS. 139. Jangan lupakan hukum TITANES.
140
EPS. 140. Di kepung.
141
EPS. 141. Predator dan mangsa.
142
EPS. 142. Dustin menjadi Justin
143
EPS. 143. Justin kritis.
144
EPS. 144. Duel.
145
EPS. 145. Jangan lupakan asal - usul Sierra.
146
EPS. 146. Menyusun rencana.
147
EPS. 147. Istri Dustin.
148
PENGUMUMAN.
149
EPS. 149. Menangkap Clins.
150
EPS. 150. Jalan terbaik.
151
EPS. 151. BERTEMU KEMBALI.
152
EPS. 152. Penjelasan.
153
EPS. 153. 7 Bulan berlalu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!