Sesampainya di rumah yang Angga beli lewat Teno, Angga dan Arisa turun dari mobil. Rumah itu tidak terlalu jauh dari kediaman keluarga Wicaksono. Hanya butuh waktu sekitar kurang lebih lima belas menit untuk sampai sana. Di sana juga ternyata sudah ada pemilik rumah sebelumnya. Angga pun langsung menghampiri orang itu.
Rumah itu hanya memiliki satu lantai tapi cukup besar jika hanya mereka tinggali berdua. Di rumah itu juga ada halaman yang cukup luas dan cukup untuk menaruh mobil milik Angga.
" Ini kunci dan sertifikat rumah ini " ucap orang itu menyerahkannya pada Angga.
" Terima kasih " jawab Angga menerima itu.
Sebenarnya rumah itu sudah dilihat dan di isi oleh Teno dan anak buahnya. Tapi memang kuncinya diserahkan kembali kepada pemilik sebelumnya.
Angga membuka pintu rumah setelah orang itu pergi. Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.
" Di sini ada dua kamar. Apa kamu ingin kita tinggal di kamar yang terpisah? " tanya Angga pada Arisa.
" Enggak, Mas. Kita kan suami istri dan seharusnya kita tinggal dalam satu kamar " jawab Arisa.
Angga merasa lega mendengar itu karena ia mengira jika Arisa akan meminta kamar yang terpisah dengannya.
" Mas, apa kamu menerima pernikahan kita ini? Apa kamu ada niatan untuk berpisah dari aku setelah ini? " tanya Arisa memberanikan diri untuk menatap Angga.
Angga cukup terkejut dengan pertanyaan Arisa tapi ia akan menjawab sesuai dengan apa yang ia rasakan.
" Aku menerima pernikahan ini dan kami sebagai istriku walaupun ini semua terpaksa dan berawalan dari kesalahpahaman yang menimpa kita. Tidak ada sedikit pun niat aku untuk berpisah dari kamu karena aku hanya ingin menikah satu kali dalam hidupku. Aku juga ingin kita menjalani pernikahan ini dengan sungguh-sungguh " jawab Angga.
" Apa kamu juga menerima pernikahan ini dan aku sebagai suamimu? Apa kamu mau menjalani pernikahan ini bersamaku? " tanya Angga.
Arisa tersenyum. " Iya Mas, aku menerima kamu sebagai suami aku. Sama seperti kamu yang hanya ingin menikah sekali dalam hidup, aku pun begitu. Aku mau menjalani pernikahan ini bersama kamu " jawab Arisa.
Arisa bersyukur karena Angga tidak seperti bayangannya yang akan menyakiti ataupun tidak menganggapnya sebagai istri. Tapi malah Angga mengajaknya untuk tetap menjalani pernikahan itu.
Setelah itu, Angga dan Arisa pergi ke kamar yang akan menjadi kamar mereka berdua. Kamar yang tidak terlalu besar dengan satu tempat tidur dan dua lemari untuk Angga dan Arisa dengan kamar mandi di dalam. Di sana juga ada sofa serta meja kecil serta meja rias untuk Arisa. Arisa melihat halaman rumah yang ditanami beberapa bunga. Kamar itu memang terhubung dengan beranda di samping rumah. Sedangkan Angga sedang mengambil barang-barang mereka dan memasukkannya ke dalam kamar.
" Aku akan bantu kamu untuk merapikan ini semua agar lebih cepat selesai " ucap Angga saat Arisa membuka koper miliknya.
Arisa pun menganggukan kepalanya menerima bantuan Angga agar cepat selesai karena ia harus menyiapkan makan malam untuk mereka.
Tugas mereka pun dibagi, Arisa akan memasukkan pakaian mereka ke dalam lemari dan Angga akan menata barang-barang lainnya. Mereka melakukan itu dengan sangat cekatan, terbukti tidak sampai memakan waktu satu jam mereka sudah selesai dan kamar itu terlihat sangat rapi.
" Ini di taruh dimana ya " gumam Arisa bingung harus meletakkan bunga pengantin yang menyebabkan dirinya mengenal Angga itu.
Entah mengapa tadi pagi ia sangat ingin membawa bunga itu bersamanya.
" Kamu masih menyimpannya? " tanya Angga saat melihat bunga pengantin itu di tangan Arisa.
" Iya Mas. Entah mengapa aku tidak ingin membuangnya " jawab Arisa.
Angga malah merasa memang benar mitos tentang bunga pengantin itu karena belum ada satu minggu, ia langsung menikah dan dengan gadis yang ia berikan bunga pengantin yang ia dapatkan.
" Kalau aku taruh di meja rias aja gimana? " tanya Arisa meminta pendapat Angga.
" Hmm, terserah kamu saja " jawab Angga.
Arisa pun meletakan bunga pengantin itu di atas meja rias dan memang terlihat sangat pas berada di sana.
" Lebih baik kamu mandi sekarang, sebentar lagi dzuhur " ucap Arisa pada Angga.
" Hmm " jawab Angga.
Angga pun menurut karena memang ia juga sudah merasa gerah dan ingin menyegarkan tubuhnya. Angga mengambil sebuah handuk dari dalam lemari lalu masuk ke kamar mandi.
" Aku harus siapkan baju ganti juga kan buat Mas Angga " gumam Arisa saat Angga sudah berada di kamar mandi.
Ia ragu untuk melakukan itu tapi ia sering melihat kakak iparnya menyiapkan semua kebutuhan Reno termasuk menyiapkan pakaian ganti.
Akhirnya Arisa pun memilih untuk mengambilkan pakaian ganti untuk Angga. Arisa mengambil sebuah sarung dan baju koko lalu meletakkannya di atas tempat tidur. Untuk dalaman Angga, Arisa malu untuk mengambilnya. Lagipula tadi Angga juga yang merapikannya sendiri.
" Yang itu biar Mas Angga ambil sendiri aja lah " ucap Arisa dengan wajah yang memerah membayangkan bentuk dari dalaman Angga.
Setelah itu, Arisa pergi ke dapur untuk memasak makan siang. Arisa membuka lemari es untuk melihat apakah ada bahan makanan di sana atau tidak, ternyata di sana sudah lengkap dengan bahan makanan. Mungkin Teno yang telah mengisinya.
Arisa memutuskan untuk memasak sayur asem dengan isian timun dan kacang panjang serta kubis. Ia juga akan menggoreng ayam dan juga membuat sambal. Arisa mulai membumbui ayam itu lalu mendiamkannya agar bumbu itu mereka.
Sebenarnya Arisa tidak terlalu pintar memasak tapi ia sempat belajar memasak makanan rumahan sederhana dari Bu Ijah sebelumnya.
***
Sementara itu, Angga baru selesai dan keluarga dari kamar mandi. Angga yang lupa membawa pakaian ganti pun keluar hanya dengan menggunakan sebuah handuk di pinggangnya. Ia melihat pakaian yang sudah Arisa siapkan di atas tempat tidur.
" Apa ini juga tugas seorang istri? " gumam Angga mengambil pakaian ganti itu.
Angga ingin memakainya tapi ia tidak menemukan pakaian dalam di sana.
" Apa dia tidak menyiapkan pakaian dalam untuk aku juga? " ucap Angga.
Angga tidak tahu saja jika istrinya itu sudah malu hanya dengan membayangkan bentuknya.
Kemudian Angga mengambil pakaian dalam miliknya lalu memakai semuanya hingga lengkap. Angga langsung melaksanakan sholat dzuhur karena suara azan sudah terdengar berkumandang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
LMA2 KRN TRBIASA, PSTI MKIN MAHIR MMASAK, KRN MMANJAKN SUAMI BKN HNY DI RANJANG, TPI JUGA LIDAHNYA, CINTA BKN HNY DRI MATA TURUN KE HATI. TPI BISA DARI LIDAH TURUN KE PERUT... LBH BAIK SRING MMASAK DRUMAH DRIPADA MAKAN DILUAR, APALAGI MKN2AN FASTFOOD ATAU JUNKFOOD ITU TDK SEHAT..
2024-04-12
0
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah,,,🤲🏻🤲🏻🤲🏻 1 dalam 1000 alur novel yg kek gini..👍🏻👍🏻
2023-11-12
2
Erli Ana
lanjut thor
2023-07-05
0