Pagi ini terasa sangat dingin karena pada subuh tadi hujan melanda kota Jakarta dengan cukup deras. Walaupun seperti itu, Arisa tetap bersiap-siap karena ia harus pergi ke universitas yang ia inginkan untuk kuliah karena ia harus mengantar berkas-berkas yang dibutuhkan. Sekaligus Arisa juga akan mengantar Nadia ke rumah orang tua Siska. Nadia akan tinggal di sana selama kedua orang tuanya bulan madu di Jepang.
Arisa memasukkan berkas-berkas yang harus ia bawa, dompet, serta ponsel ke dalam tas punggung miliknya. Ia juga memasukkan bunga pengantin yang kemarin diberikan oleh pria yang tidak dikenalinya. Ia berharap bisa bertemu dengannya hari ini dan mengembalikan bunga pengantin itu.
Arisa keluar dari kamar dengan membawa tas di punggungnya lalu menuruni tangga dari lantai dua. Di bawah, Nadia sudah siap dengan koper kecilnya dan menunggu Arisa. Sedangkan Abi Umar dan Ummi Fatimah sudah pulang ke pesantren saat mobil pesantren datang menjemput mereka.
" Kamu sudah siap, Nad? " tanya Arisa pada Nadia.
" Sudah, Tante " jawab Nadia.
" Kita pergi naik taksi ya. Tante takut bawa motor habis hujan ini apalagi bawa kamu " ucap Arisa yang sudah memesan taksi online.
" Iya Tante " jawab Nadia.
Tak lama, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah dan itu pasti taksi online yang Arisa pesan.
" Nah, itu pasti taksi onlinenya " ucap Arisa menunjuk taksi yang baru saja datang.
" Bu Ijah, kita berangkat dulu ya " pamit Arisa pada Bu Ijah.
" Iya Non. Non Arisa sama Non Nadia hati-hati di jalan ya " ucap Bu Ijah.
" Siap Bu " jawab Arisa dan Nadia bersamaan.
Arisa dan Nadia pun langsung keluar dari rumah setelah mereka mengucapkan salam dan dijawab oleh Bu Ijah.
Arisa dan Nadia masuk ke dalam taksi online itu dan duduk di kursi penumpang.
" Jalan, Pak " ucap Arisa pada supir taksi online itu setelah duduk dengan nyaman.
" Baik, Mbak " jawab si supir taksi online.
Taksi online itu pun melaju meninggalkan area rumah itu setelah Pak Rusli membukakan gerbang untuk mereka.
Beberapa saat kemudian, Arisa dan Nadia sudah sampai di rumah orang tua Siska. Mereka berdua pun turun tapi sebelum itu Arisa berpesan pada super taksi online untuk menunggunya.
" Pak, tunggu sebentar ya, nanti saya naik lagi " ucap Arisa pada supir taksi online itu.
" Iya Mbak " jawab supir taksi online.
Terlihat di sana Mommy Amelia sudah berdiri di depan pintu utama untuk menyambut mereka.
" Assalamualaikum " ucap Arisa dan Nadia bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab Mommy Amelia tersenyum.
Arisa dan Nadia pun langsung mencium tangan Mommy Amelia.
" Arisa langsung aja ya, Mom. Soalnya harus pergi ke kampus " ucap Arisa pada Mommy Amelia saat Mommy Amelia menyuruhnya untuk masuk.
Kedua orang tuanya Siska meminta Arisa untuk memanggil mereka dengan sebutan Daddy dan Mommy karena mereka sudah menganggap Arisa seperti putri mereka.
" Ya sudah, kalau gitu kamu gitu kamu hati-hati ya " ucap Mommy Amelia.
" Iya Mom " jawab Arisa.
" Nadia pinter-pinter ya di sini. Jangan ngerepotin Oma sama Opa " pesan Arisa pada Nadia.
" Oke Tante " jawab Nadia.
" Kalau gitu Arisa pergi dulu. Assalamualaikum " ucap Arisa.
" Walaikumsalam " jawab Mommy Amelia dan Nadia.
Arisa kembali masuk ke dalam taksi online dan taksi online itu pun langsung pergi menuju kampus Arisa.
Sesampainya di kampus, Arisa turun setelah membayar taksi online itu. Ia langsung masuk ke area kampus dan menuju Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk mengumpulkan berkas-berkas yang ia sudah bawa. Siska mengambil program studi bisnis karena ia ingin membantu sang kakak di perjalanan.
Ternyata di sana juga sudah ada Rini yang satu jurusan juga dengannya. Arisa dan Rini pun menyerahkan berkas-berkas itu bersama dan menyelesaikan beberapa urusan yang harus mereka selesaikan.
Setelah semuanya selesai, Arisa dan Rini langsung keluar dari area Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
" Aku duluan ya, Ris. Ada janji sama Doni soalnya " ucap Rini pada Arisa saat mereka akan berpisah karena Rini akan pergi ke parkiran kampus karena motornya ada di sana.
" Iya sana " jawab Arisa tersenyum menggoda Rini.
Doni adalah kekasih Rini semenjak SMA tapi mereka berbeda sekolah. Hanya Arisa yang tahu itu karena Arisa adalah sahabat satu-satunya Rini. Begitu juga sebaliknya.
" Dadah. Assalamualaikum " ucap Rini pergi meninggalkan Arisa dan melambaikan tangannya.
" Walaikumsalam " jawab Arisa membalas lambaian tangan Rini.
Kemudian Arisa pun pergi keluar area kampus. Ia harus segera pulang karena awan siang itu sudah menghitam dan seperti akan turun hujan lagi. Arisa mencoba untuk mencari taksi atau ojek online tapi tidak ada yang kosong, di sana juga tidak ada angkutan umum yang lewat.
Akhirnya Arisa memutuskan untuk pergi ke halte bis yang lumayan jauh dari kampus karena itu harapan Arisa satu-satunya untuk bisa pulang. Arisa pun berjalan kaki untuk menuju ke sana.
" Aduh, kok gerimis sih " ucap Arisa saat titik air dari langit itu mulai turun mengenai tubuhnya.
Arisa pun mempercepat langkahnya dengan berlari sebelum bertambah deras agar tubuhnya tidak basah kuyup.
Benar saja, saat Arisa baru sampai di halte bis, hujan turun dengan begitu derasnya. Arisa hanya menghela napas panjang karena tidak mungkin ada bis yang datang saat hujan deras begini. Ia harus menunggu hingga hujan reda dan mencari angkutan umum untuk pulang.
" Semoga aja cepet reda hujannya " ucap Arisa lalu duduk di bangku yang ada di sana.
Hingga lima belas menit kemudian, terlihat ada seorang pria berpakaian hitam berlari menuju halte bis dimana Arisa berada. Pria itu mengusap wajahnya yang basah karena air hujan. Awalnya Arisa tidak terlalu peduli dengan pria itu tapi saat melihat wajahnya, Arisa pun langsung berdiri dari duduknya.
" Mas yang kemarin ngasih bunga pengantin ke saya terus pergi kan? " ucap Arisa saat mengenali pria itu yang ternyata Angga.
Angga yang baru saja mengantar Tya kuliah dan ingin kembali tapi malah mobil yang ia bawa mogok saat ia sedang menerjang hujan. Karena tidak mungkin memeriksa mobil dalam keadaan hujan seperti ini, akhirnya Angga pergi ke halte bis agar bisa mendapatkan angkutan umum lalu memanggil montir dari bengkel langganannya.
Angga mengerutkan keningnya lalu menatap wajah gadis yang ada di sampingnya. Angga pun mengingat jika itu adalah gadis kemarin yang ia beri bunga pengantin.
" Iya, saya yang memberikannya karena saya tidak menginginkannya " jawab Angga jujur.
Arisa tersenyum senang mendengar itu karena ia tidak pernah susah-susah mencari pria itu dan sekarang mereka bertemu lagi dengan tidak sengaja.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments