10. Keanehan Sikap Angga

Tidak beda halnya Arisa yang memikirkan apa mungkin ia jatuh cinta pada Angga atau tidak, Angga juga terus dibuat tersenyum hanya karena panggilan yang diberikan Arisa kepadanya. Bahkan tanpa sadar, Angga memperlihatkan senyumnya saat sedang menyetir mobil menuju kediaman Keluarga Wicaksono. Tya yang berada di belakang merasa heran karena Angga itu sangat jarang bahkan tidak pernah tersenyum, selalu wajah datarnya yang ia tunjukkan kepada semua orang.

Sesampainya di kediaman Keluarga Wicaksono, Angga turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Tya.

" Silahkan, Nona Muda " ucap Angga setelah pintu itu terbuka.

Tya pun keluar dari mobil. " Terima kasih ya, Kak. Habis ini Kak Angga bisa istirahat karena aku gak pergi lagi setelah ini " ucap Tya pada Angga.

" Baik, Nona Muda " jawab Angga.

Tya beranjak pergi memasuki rumah utama, sedangkan Angga memasukkan mobil itu ke dalam garasi.

Setelah itu, Angga pergi ke paviliun belakang untuk beristirahat. Ia berencana ingin mencuci mobil yang biasa ia pakai setelah mobil itu diantar dari bengkel.

" Sepertinya Kak Teno tidak pulang hari ini " ucap Angga melihat keadaan sepi.

Angga berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Angga membuka kulkas lalu menuang air dingin ke dalam gelas. Angga meminum air dingin itu hingga habis tidak tersisa.

Kemudian Angga duduk di kursi meja makan setelah meletakkan gelas yang sudah kosong itu.

" Kenapa aku terus memikirkan gadis itu " gumam Angga karena Arisa muncul lagi di dalam pikirannya.

Angga tidak pernah merasakan seperti itu pada seorang gadis sebelumnya, Arisa adalah gadis pertama yang membuat jantungnya berdetak lebih kencang.

" Mungkin ini semua karena gadis itu adalah gadis pertama yang aku peluk selain mama dan Nyonya Dewi " ucap Angga menyimpulkan apa yang ia rasakan.

Seingat dirinya, Angga memang tidak pernah memeluk seorang wanita selain ibu kandungnya dan Nyonya Dewi yang merawatnya, tapi itu juga saat ia masih kecil.

Setelah itu, Angga pergi ke kamarnya untuk berganti pakainya. Montir yang memperbaiki mobilnya sudah berada di depan. Angga juga ingin menyibukkan diri mencuci mobil agar Arisa tidak muncul lagi di pikirannya.

Angga keluar dari paviliun dan menghampiri montir itu yang berdiri tidak jauh dari mobilnya.

" Terima kasih, semua biayanya sudah saya transfer " ucap Angga pada montir itu.

" Saya permisi " pamit montir itu setelah bertemu dengan Angga.

Angga pun menganggukan kepalanya.

Angga pergi ke belakang untuk mengambil sabun dan peralatan untuk mencuci mobil. Ia juga menyalakan kran agar air dapat mengalir dari selang. Angga mulai membasahi mobil itu dan menggosoknya pelan menggunakan sebuah kain khusus. Angga mengerjakan itu dengan hati yang senang tanpa beban. Walaupun biasanya juga ia tidak terpaksa tapi rasanya saat itu berbeda. Bahkan terkadang senyum tipis muncul di bibirnya itu.

Itu semua tidak luput dari dua pasang mata yang dari tadi memperhatikannya dari balkon rumah utama.

" Mas coba liat deh, itu Kak Angga senyum-senyum " ucap Tya pada Ardi.

Ardi baru saja pulang dari kantor untuk makan siang menyusul istrinya yang sedang berdiri di balkon.

" Emang kenapa sih kalau Kak Angga senyum. Kamu terpesona sama senyuman Kak Angga? " tanya Ardi pada istrinya itu.

" Enggak lah. Aku cuma heran aja, selalu aku kenal sama dia kan hampir lima tahun tapi aku gak pernah liat dia senyum gitu. Biasanya mukanya itu datar banget, jadi aneh aku ngerasanya " jawab Tya mengatakan apa yang ia rasakan dengan keanehan sikap Angga di matanya.

" Mungkin Kak Angga lagi bahagia, Sayang. Biarin aja lah " ucap Ardi tidak ingin istrinya terlalu memikirkan keanehan sikap Angga walaupun dirinya juga merasa heran setelah mendengar ucapan Tya.

" Tapi tetep aja sikap Kak Angga tu aneh, Mas. Nih tadi pagi ya tumben-tumbenan banget Kak Angga nyetir mobil sampai gak fokus kayak ada masalah gitu dan hampir nabrak kucing lo di jalan untung kucingnya gak ketabrak. Kan gak biasanya banget Kak Angga gitu, Kak Angga tu orangnya selalu fokus sama apa yang dia kerjakan. Terus tadi pas pulang juga lagi nyetir senyum-senyum sendiri lo kayak orang lagi bahagia, aku sampai gak percaya liatnya. Lah, ini lagi cuci mobil juga senyum-senyum sendiri gitu. Aneh banget kan " ucap Tya menceritakan semua keanehan sikap Angga hari itu.

Ardi terdiam karena ia juga merasa aneh dengan itu, apalagi ia mengenal Angga dari kecil dan mereka tumbuh bersama. Tentu saja sikap dan sifat serta kebiasaan Angga ia tahu.

" Aku tanya Kak Angga aja deh nanti " ucap Ardi dalam hati.

" Sudahlah Sayang, gak usah dipikirin. Tapi kamu gak papa kan tadi waktu Kak Angga hampir nabrak kucing di jalan? " tanya Ardi pada Tya.

" Aku gak papa, Mas " jawab Tya.

" Ya sudah kalau gitu mending kita masuk, olahraga siang sebelum makan siang " ucap Ardi menaik-turunkan alisnya.

" Apaan sih, gak mau " tolak Tya yang sudah tahu maksud suaminya itu.

Tidak menerima penolakan Tya, Ardi langsung mengangkat tubuh istrinya seperti karung beras dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka.

***

Pada malam harinya, Angga dikejutkan dengan Ardi yang tiba-tiba datang ke paviliun belakang.

" Ada apa, Tuan Muda? Apa ada masalah? " tanya Angga pada Ardi was-was.

" Enggak Kak, cuma mau ngobrol aja sama Kakak. Lama juga aku gak ke sini " jawab Ardi.

Setelah itu Angga pun mengajak Ardi untuk masuk dan mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu.

" Tya bilang tadi Kak Angga hampir nabrak kucing ya? Kenapa bisa gitu, Kak? Biasanya hal kayak gitu gak pernah terjadi " ucap Ardi pada Angga.

Angga yang mendengar itu pun langsung menundukkan kepalanya merasa bersalah.

" Maafkan kelalaiannya saya Tuan Muda, saya tidak fokus saat menyetir. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan seperti ini lagi " ucap Angga merasa sangat bersalah hampir membuat istri Ardi itu dalam bahaya.

" Lain kali tolong lebih hati-hati lagi Kak, aku mau keselamatan Tya terjamin di tangan Kakak " ucap Ardi.

" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.

Setelah itu Ardi pun menyuruh Angga mendongakkan kepalanya karena tidak ingin melihat Angga yang merasa bersalah lagi.

" Oh iya, Kak Angga lagi ada masalah ya? Kata Tya sikap Kak Angga aneh banget hari ini. Aku juga liat Kak Angga tadi senyum-senyum sendiri pas lagi nyuci mobil " tanya Ardi penasaran.

Deg.

" Jadi Tuan Muda tadi melihatnya? " batin Angga malu karena bertingkah bodoh dan dilihat oleh Ardi.

" Saya baik-baik saja, Tuan Muda " jawab Angga.

Ardi tidak puas dengan jawaban Angga tapi ia tidak bisa memaksa Angga untuk mengatakan apa masalahnya. Padahal Ardi bisa melihat dari wajah Angga jika ada yang disembunyikan oleh pria itu.

" Kalau ada apa-apa atau masalah cerita sama aku, Kak. Siapa tau aku bisa bantu " ucap Ardi menepuk pundak Angga.

" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.

Angga belum mengatakan permasalahan yang sedang ia hadapi pada Ardi sekarang. Ia akan mengatakannya saat ia sudah menemui dan mendapat izin untuk menikahi Arisa dari Reno.

Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

Terpopuler

Comments

Uwie Yanti

Uwie Yanti

biasa org yg br ngetasaain jatuh cinta emang 11 12 lah ma orang gila.... suka senyum2 gak jelas sendirian🤭😘😆😉😂

2023-10-25

3

lihat semua
Episodes
1 1. Perkara Bunga Pengantin
2 2. Kepikiran
3 3. Bertemu Lagi
4 4. Ketakutan
5 5. Salah Paham
6 6. Harus Menikah
7 7. Jujur
8 8. Tidak Fokus
9 9. Mungkin Jatuh Cinta
10 10. Keanehan Sikap Angga
11 11. Penyerangan
12 12. Menemui Reno
13 13. Meminta Restu
14 14. Bernapas Lega
15 15. Hari Pernikahan
16 16. Hinaan
17 17. Mengajak Pindah
18 18. Berbagi Tempat Tidur
19 19. Pindah
20 20. Saling Menerima
21 21. Masakan Pertama
22 22. Menghindari Kejaran
23 23. Sangat Khawatir
24 24. Berbagi Cerita
25 25. Izin Pergi
26 26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27 27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28 28. Deep Talk
29 29. Jamaah Pertama
30 30. Bekal dari Istri
31 31. Sesuatu yang Tertinggal
32 32. Tatapan Tajam
33 33. Mungkin Cemburu
34 34. Pergi Kencan
35 35. Melihat Musuh
36 36. Belanja
37 37. Sangat Malu
38 38. Berusaha Menghindar+Visual
39 39. Sebuah Kecupan
40 40. Candu
41 41. Harus Merahasiakannya
42 42. Penculikan
43 43. Mencoba Melawan
44 44. Datang Tepat Waktu
45 45. Merasa Kotor
46 46. Sangat Berharga
47 47. Awal Kebahagiaan
48 48. Sarapan Buatan Angga
49 49. Memperkenalkan Angga
50 50. Sisi Lain Angga
51 51. Menerima dengan Bahagia
52 52. Menyerang Kantor
53 53. Harus Pergi
54 54. Pembunuh Orang Tua Angga
55 55. Masa Lalu
56 56. Ternyata Masih Hidup
57 57. Berkorban
58 58. Meledak
59 59. Memberitahu Arisa
60 60. Hancurnya Arisa
61 61. Membujuk Arisa
62 62. Orang Tua Angga
63 63. Mencoba Kuat
64 64. Bertemu Orang Tua Angga
65 65. Suami yang Baik
66 66. Menemui Arden
67 67. Dinyatakan Tewas
68 68. Pengajian Untuk Angga
69 69. Harus Bangkit
70 70. Kembali ke Rumah
71 71. Memulai Hidup
72 72. Arisa Sakit
73 73. Semakin Parah
74 74. Kembali Mual
75 75. Penguat Cinta
76 76. Lima Tahun
77 77. Menutup Hati
78 78. Pergi Bersama Jodi
79 79. Sudah Bersuami
80 80. Bukan Mimpi
81 81. Penolong Angga
82 82. Melepas Rindu
83 83. Setelah Sekian Lama
84 84. Cerita Arisa
85 85. Pernah Hamil
86 86. Tuan Putri Papa
87 87. Memulai dari Awal
88 88. Berkumpul Lagi
89 89. Usaha
90 90. Pertama dan Terakhir
91 91. Menemui Ardi
92 92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93 93. Hari Pertama Bekerja
94 94. Pengobat Lelah
95 95. Lelah
96 Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97 96. Memaafkan
98 97. Kepergok Mama Mutia
99 98. Kedatangan Antonio dan Celine
100 99. Double Date
101 100. Pusing
102 101. Kabar Gembira
103 102. Sulit Percaya
104 103. Ngidam Pertama
105 104. Mengundurkan Diri
106 105. Rujak Bebek
107 106. Undangan Makan Malam
108 107. Hampir Saja
109 108. Kram
110 109. Setipis Tisu
111 110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112 111. Tidak Mau Ditinggal
113 112. Mawar Merah
114 113. Memasak Bersama
115 114. Baby Kangen Papa
116 115. Kalap
117 116. Makan Siang Plus-Plus
118 117. Hal Wajar
119 118. Sayang Adik Bayi
120 119. Calon Istri Teno
121 120. Teno dan Rini
122 121. Lebih Menggoda
123 122. Lamaran Teno dan Rini
124 123. Tetap Cinta
125 124. Panik Luar Biasa
126 125. Sebentar Lagi
127 126. Bukti Cinta
128 127. Mengadzani Sang Putri
129 128. Angga Versi Sachet
130 129. Menggoda Pengantin Baru
131 130. Dimana Putriku?
132 131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133 132. Jadikan Aku Istrimu
134 133. Kembali dengan Selamat
135 134. Baik-baik Saja
136 135. Suami Jessica
137 136. Tidak Ingin Ada Dendam
138 137. Permintaan Maaf Jessica
139 138. Amara Zulfa Lesmana
140 139. Memanjakan Angga
141 140. Kakak Anjani
142 141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143 Bonus Chapter
144 Bonus Chapter 2
145 Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146 Bonus Chapter 3
147 Bonus Chapter 4
148 Last Bonus Chapter
149 Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150 Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151 Promo Karya Baru : Married With My Ex
152 Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153 Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154 Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155 Promo Karya Baru : My Sugar Baby
Episodes

Updated 155 Episodes

1
1. Perkara Bunga Pengantin
2
2. Kepikiran
3
3. Bertemu Lagi
4
4. Ketakutan
5
5. Salah Paham
6
6. Harus Menikah
7
7. Jujur
8
8. Tidak Fokus
9
9. Mungkin Jatuh Cinta
10
10. Keanehan Sikap Angga
11
11. Penyerangan
12
12. Menemui Reno
13
13. Meminta Restu
14
14. Bernapas Lega
15
15. Hari Pernikahan
16
16. Hinaan
17
17. Mengajak Pindah
18
18. Berbagi Tempat Tidur
19
19. Pindah
20
20. Saling Menerima
21
21. Masakan Pertama
22
22. Menghindari Kejaran
23
23. Sangat Khawatir
24
24. Berbagi Cerita
25
25. Izin Pergi
26
26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27
27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28
28. Deep Talk
29
29. Jamaah Pertama
30
30. Bekal dari Istri
31
31. Sesuatu yang Tertinggal
32
32. Tatapan Tajam
33
33. Mungkin Cemburu
34
34. Pergi Kencan
35
35. Melihat Musuh
36
36. Belanja
37
37. Sangat Malu
38
38. Berusaha Menghindar+Visual
39
39. Sebuah Kecupan
40
40. Candu
41
41. Harus Merahasiakannya
42
42. Penculikan
43
43. Mencoba Melawan
44
44. Datang Tepat Waktu
45
45. Merasa Kotor
46
46. Sangat Berharga
47
47. Awal Kebahagiaan
48
48. Sarapan Buatan Angga
49
49. Memperkenalkan Angga
50
50. Sisi Lain Angga
51
51. Menerima dengan Bahagia
52
52. Menyerang Kantor
53
53. Harus Pergi
54
54. Pembunuh Orang Tua Angga
55
55. Masa Lalu
56
56. Ternyata Masih Hidup
57
57. Berkorban
58
58. Meledak
59
59. Memberitahu Arisa
60
60. Hancurnya Arisa
61
61. Membujuk Arisa
62
62. Orang Tua Angga
63
63. Mencoba Kuat
64
64. Bertemu Orang Tua Angga
65
65. Suami yang Baik
66
66. Menemui Arden
67
67. Dinyatakan Tewas
68
68. Pengajian Untuk Angga
69
69. Harus Bangkit
70
70. Kembali ke Rumah
71
71. Memulai Hidup
72
72. Arisa Sakit
73
73. Semakin Parah
74
74. Kembali Mual
75
75. Penguat Cinta
76
76. Lima Tahun
77
77. Menutup Hati
78
78. Pergi Bersama Jodi
79
79. Sudah Bersuami
80
80. Bukan Mimpi
81
81. Penolong Angga
82
82. Melepas Rindu
83
83. Setelah Sekian Lama
84
84. Cerita Arisa
85
85. Pernah Hamil
86
86. Tuan Putri Papa
87
87. Memulai dari Awal
88
88. Berkumpul Lagi
89
89. Usaha
90
90. Pertama dan Terakhir
91
91. Menemui Ardi
92
92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93
93. Hari Pertama Bekerja
94
94. Pengobat Lelah
95
95. Lelah
96
Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97
96. Memaafkan
98
97. Kepergok Mama Mutia
99
98. Kedatangan Antonio dan Celine
100
99. Double Date
101
100. Pusing
102
101. Kabar Gembira
103
102. Sulit Percaya
104
103. Ngidam Pertama
105
104. Mengundurkan Diri
106
105. Rujak Bebek
107
106. Undangan Makan Malam
108
107. Hampir Saja
109
108. Kram
110
109. Setipis Tisu
111
110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112
111. Tidak Mau Ditinggal
113
112. Mawar Merah
114
113. Memasak Bersama
115
114. Baby Kangen Papa
116
115. Kalap
117
116. Makan Siang Plus-Plus
118
117. Hal Wajar
119
118. Sayang Adik Bayi
120
119. Calon Istri Teno
121
120. Teno dan Rini
122
121. Lebih Menggoda
123
122. Lamaran Teno dan Rini
124
123. Tetap Cinta
125
124. Panik Luar Biasa
126
125. Sebentar Lagi
127
126. Bukti Cinta
128
127. Mengadzani Sang Putri
129
128. Angga Versi Sachet
130
129. Menggoda Pengantin Baru
131
130. Dimana Putriku?
132
131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133
132. Jadikan Aku Istrimu
134
133. Kembali dengan Selamat
135
134. Baik-baik Saja
136
135. Suami Jessica
137
136. Tidak Ingin Ada Dendam
138
137. Permintaan Maaf Jessica
139
138. Amara Zulfa Lesmana
140
139. Memanjakan Angga
141
140. Kakak Anjani
142
141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143
Bonus Chapter
144
Bonus Chapter 2
145
Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146
Bonus Chapter 3
147
Bonus Chapter 4
148
Last Bonus Chapter
149
Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150
Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151
Promo Karya Baru : Married With My Ex
152
Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153
Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154
Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155
Promo Karya Baru : My Sugar Baby

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!