Tidak beda halnya Arisa yang memikirkan apa mungkin ia jatuh cinta pada Angga atau tidak, Angga juga terus dibuat tersenyum hanya karena panggilan yang diberikan Arisa kepadanya. Bahkan tanpa sadar, Angga memperlihatkan senyumnya saat sedang menyetir mobil menuju kediaman Keluarga Wicaksono. Tya yang berada di belakang merasa heran karena Angga itu sangat jarang bahkan tidak pernah tersenyum, selalu wajah datarnya yang ia tunjukkan kepada semua orang.
Sesampainya di kediaman Keluarga Wicaksono, Angga turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Tya.
" Silahkan, Nona Muda " ucap Angga setelah pintu itu terbuka.
Tya pun keluar dari mobil. " Terima kasih ya, Kak. Habis ini Kak Angga bisa istirahat karena aku gak pergi lagi setelah ini " ucap Tya pada Angga.
" Baik, Nona Muda " jawab Angga.
Tya beranjak pergi memasuki rumah utama, sedangkan Angga memasukkan mobil itu ke dalam garasi.
Setelah itu, Angga pergi ke paviliun belakang untuk beristirahat. Ia berencana ingin mencuci mobil yang biasa ia pakai setelah mobil itu diantar dari bengkel.
" Sepertinya Kak Teno tidak pulang hari ini " ucap Angga melihat keadaan sepi.
Angga berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Angga membuka kulkas lalu menuang air dingin ke dalam gelas. Angga meminum air dingin itu hingga habis tidak tersisa.
Kemudian Angga duduk di kursi meja makan setelah meletakkan gelas yang sudah kosong itu.
" Kenapa aku terus memikirkan gadis itu " gumam Angga karena Arisa muncul lagi di dalam pikirannya.
Angga tidak pernah merasakan seperti itu pada seorang gadis sebelumnya, Arisa adalah gadis pertama yang membuat jantungnya berdetak lebih kencang.
" Mungkin ini semua karena gadis itu adalah gadis pertama yang aku peluk selain mama dan Nyonya Dewi " ucap Angga menyimpulkan apa yang ia rasakan.
Seingat dirinya, Angga memang tidak pernah memeluk seorang wanita selain ibu kandungnya dan Nyonya Dewi yang merawatnya, tapi itu juga saat ia masih kecil.
Setelah itu, Angga pergi ke kamarnya untuk berganti pakainya. Montir yang memperbaiki mobilnya sudah berada di depan. Angga juga ingin menyibukkan diri mencuci mobil agar Arisa tidak muncul lagi di pikirannya.
Angga keluar dari paviliun dan menghampiri montir itu yang berdiri tidak jauh dari mobilnya.
" Terima kasih, semua biayanya sudah saya transfer " ucap Angga pada montir itu.
" Saya permisi " pamit montir itu setelah bertemu dengan Angga.
Angga pun menganggukan kepalanya.
Angga pergi ke belakang untuk mengambil sabun dan peralatan untuk mencuci mobil. Ia juga menyalakan kran agar air dapat mengalir dari selang. Angga mulai membasahi mobil itu dan menggosoknya pelan menggunakan sebuah kain khusus. Angga mengerjakan itu dengan hati yang senang tanpa beban. Walaupun biasanya juga ia tidak terpaksa tapi rasanya saat itu berbeda. Bahkan terkadang senyum tipis muncul di bibirnya itu.
Itu semua tidak luput dari dua pasang mata yang dari tadi memperhatikannya dari balkon rumah utama.
" Mas coba liat deh, itu Kak Angga senyum-senyum " ucap Tya pada Ardi.
Ardi baru saja pulang dari kantor untuk makan siang menyusul istrinya yang sedang berdiri di balkon.
" Emang kenapa sih kalau Kak Angga senyum. Kamu terpesona sama senyuman Kak Angga? " tanya Ardi pada istrinya itu.
" Enggak lah. Aku cuma heran aja, selalu aku kenal sama dia kan hampir lima tahun tapi aku gak pernah liat dia senyum gitu. Biasanya mukanya itu datar banget, jadi aneh aku ngerasanya " jawab Tya mengatakan apa yang ia rasakan dengan keanehan sikap Angga di matanya.
" Mungkin Kak Angga lagi bahagia, Sayang. Biarin aja lah " ucap Ardi tidak ingin istrinya terlalu memikirkan keanehan sikap Angga walaupun dirinya juga merasa heran setelah mendengar ucapan Tya.
" Tapi tetep aja sikap Kak Angga tu aneh, Mas. Nih tadi pagi ya tumben-tumbenan banget Kak Angga nyetir mobil sampai gak fokus kayak ada masalah gitu dan hampir nabrak kucing lo di jalan untung kucingnya gak ketabrak. Kan gak biasanya banget Kak Angga gitu, Kak Angga tu orangnya selalu fokus sama apa yang dia kerjakan. Terus tadi pas pulang juga lagi nyetir senyum-senyum sendiri lo kayak orang lagi bahagia, aku sampai gak percaya liatnya. Lah, ini lagi cuci mobil juga senyum-senyum sendiri gitu. Aneh banget kan " ucap Tya menceritakan semua keanehan sikap Angga hari itu.
Ardi terdiam karena ia juga merasa aneh dengan itu, apalagi ia mengenal Angga dari kecil dan mereka tumbuh bersama. Tentu saja sikap dan sifat serta kebiasaan Angga ia tahu.
" Aku tanya Kak Angga aja deh nanti " ucap Ardi dalam hati.
" Sudahlah Sayang, gak usah dipikirin. Tapi kamu gak papa kan tadi waktu Kak Angga hampir nabrak kucing di jalan? " tanya Ardi pada Tya.
" Aku gak papa, Mas " jawab Tya.
" Ya sudah kalau gitu mending kita masuk, olahraga siang sebelum makan siang " ucap Ardi menaik-turunkan alisnya.
" Apaan sih, gak mau " tolak Tya yang sudah tahu maksud suaminya itu.
Tidak menerima penolakan Tya, Ardi langsung mengangkat tubuh istrinya seperti karung beras dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka.
***
Pada malam harinya, Angga dikejutkan dengan Ardi yang tiba-tiba datang ke paviliun belakang.
" Ada apa, Tuan Muda? Apa ada masalah? " tanya Angga pada Ardi was-was.
" Enggak Kak, cuma mau ngobrol aja sama Kakak. Lama juga aku gak ke sini " jawab Ardi.
Setelah itu Angga pun mengajak Ardi untuk masuk dan mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
" Tya bilang tadi Kak Angga hampir nabrak kucing ya? Kenapa bisa gitu, Kak? Biasanya hal kayak gitu gak pernah terjadi " ucap Ardi pada Angga.
Angga yang mendengar itu pun langsung menundukkan kepalanya merasa bersalah.
" Maafkan kelalaiannya saya Tuan Muda, saya tidak fokus saat menyetir. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan seperti ini lagi " ucap Angga merasa sangat bersalah hampir membuat istri Ardi itu dalam bahaya.
" Lain kali tolong lebih hati-hati lagi Kak, aku mau keselamatan Tya terjamin di tangan Kakak " ucap Ardi.
" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.
Setelah itu Ardi pun menyuruh Angga mendongakkan kepalanya karena tidak ingin melihat Angga yang merasa bersalah lagi.
" Oh iya, Kak Angga lagi ada masalah ya? Kata Tya sikap Kak Angga aneh banget hari ini. Aku juga liat Kak Angga tadi senyum-senyum sendiri pas lagi nyuci mobil " tanya Ardi penasaran.
Deg.
" Jadi Tuan Muda tadi melihatnya? " batin Angga malu karena bertingkah bodoh dan dilihat oleh Ardi.
" Saya baik-baik saja, Tuan Muda " jawab Angga.
Ardi tidak puas dengan jawaban Angga tapi ia tidak bisa memaksa Angga untuk mengatakan apa masalahnya. Padahal Ardi bisa melihat dari wajah Angga jika ada yang disembunyikan oleh pria itu.
" Kalau ada apa-apa atau masalah cerita sama aku, Kak. Siapa tau aku bisa bantu " ucap Ardi menepuk pundak Angga.
" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.
Angga belum mengatakan permasalahan yang sedang ia hadapi pada Ardi sekarang. Ia akan mengatakannya saat ia sudah menemui dan mendapat izin untuk menikahi Arisa dari Reno.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Uwie Yanti
biasa org yg br ngetasaain jatuh cinta emang 11 12 lah ma orang gila.... suka senyum2 gak jelas sendirian🤭😘😆😉😂
2023-10-25
3