Keesokkan harinya, Angga sudah siap dengan pakaian serba hitam karena itu yang selalu ia pakai setiap hari karena itu adalah image dari seorang bodyguard. Pagi ini ia bertugas untuk mengantar Tya pergi ke kampus seperti hari-hari sebelumya. Sekarang ia sedang membuat kopi dan memanggang roti untuk sarapan.
Setelah selesai, Angga langsung menikmati sarapannya di meja makan. Ia hanya sarapan sendiri karena Teno sedang menjalankan tugas untuk mengawal Tuan Gunawan yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota.
" Sebaiknya aku siapkan mobil " ucap Angga mengelap tangannya yang basah karena baru selesai mencuci piring dan gelas yang tadi ia pakai.
Angga langsung pergi ke rumah utama dan menyiapkan mobil yang akan ia gunakan untuk mengantar Tya ke kampus. Mobil yang kemarin ia pakai sudah dibawa ke bengkel oleh montir yang ia hubungi untuk diperiksa agar tidak mogok lagi.
Terlihat Tya keluar dari rumah utama dan sudah siap untuk pergi.
" Mobilnya sudah siap, Kak? " tanya Tya pada Angga yang berdiri di samping mobil.
" Sudah, Nona Muda " jawab Angga sopan.
" Kalau gitu kita berangkat sekarang ya, Kak " ucap Tya berjalan mendekati mobil.
" Baik, Nona Muda " jawab Angga.
Dengan sigap, Angga membukakan pintu mobil untuk Tya dan menutupnya kembali setelah Tya duduk dengan nyaman.
Kemudian Angga masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Angga menyalakan mesin mobil itu dan melajukannya menuju kampus Tya.
Perjalanan yang mereka lalui begitu mulus tapi tiba-tiba saja Angga mengerem mendadak karena hampir menabrak seekor kucing karena kurang fokus. Angga sedang memikirkan Arisa yang tiba-tiba selalu muncul di pikirannya.
" Anda tidak apa-apa, Nona Muda? " tanya Angga pada Tya karena takut istri majikannya itu kenapa-napa karena kelalaiannya.
" Aku gak papa, Kak " jawab Tya di kursi penumpang.
" Saya minta maaf Nona Muda karena kesalahan saya yang tidak fokus, saya hampir menabrak seekor kucing dan membuat Nona Muda dalam bahaya " ucap Angga merasa sangat bersalah karena hampir membuat dirinya dan Tya celaka.
" Gak papa Kak, kan gak sengaja juga " jawab Tya tersenyum.
Tapi Tya merasa heran karena biasanya Angga akan selalu fokus dan hal seperti itu tidak pernah terjadi saat Angga menjadi bodyguardnya.
Angga menyalakan mesin mobil itu kembali dan melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju kampus.
" Kak Angga lagi ada masalah ya? Soalnya gak biasanya banget Kak Angga gak fokus gitu " tanya Tya pada Angga.
" Saya baik-baik saja dan tidak sedang ada masalah, Nona Muda " jawab Angga yang tidak mungkin mengatakan apa masalahnya pada istri majikannya itu.
Tya pun menganggukkan kepalanya dan tidak bertanya lagi karena ia tidak ingin Angga merasa tidak nyaman karena ia terlalu ingin tahu urusannya hidupnya.
Sesampainya di kampus, Angga kembali membukakan pintu mobil untuk Tya.
" Kak Angga bisa pulang atau tunggu di taman kampus. Aku cuma ada satu mata kuliah hari ini " ucap Tya pada Angga setelah turun dari mobil.
" Baik, Nona Muda. Saya akan menunggu Nona Muda sampai selesai " jawab Angga.
Setelah itu, Tya pergi ke kelasnya dan Angga mengikuti Tya untuk memastikan tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada Tya hingga Tya masuk ke dalam kelas. Baru setelah itu, Angga memutuskan untuk menunggu di taman kampus selama Tya kuliah.
Baru saja memasuki area taman kampus, Angga melihat seseorang yang ia kenali sedang memegangi keningnya yang berdarah dan darah yang keluar cukup banyak. Angga pun langsung berlari menghampiri orang itu.
" Ada apa dengan kening kamu? " tanya Angga khawatir karena melihat banyak darah bahkan sampai mengotori hijabnya.
Orang yang tidak lain adalah Arisa pun mendongakkan melihat siapa yang bertanya.
" Mas " ucap Arisa terkejut melihat Angga di sana.
" Jawab saya, kening kamu kenapa? " tanya Angga lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari Arisa.
" Tadi gak sengaja nabrak pohon jadi luka " jawab Arisa masih memegangi keningnya.
Angga tidak habis pikir dengan Arisa yang sampai menabrak pohon hingga keningnya terluka.
" Kamu duduk di sana dan jangan pergi kemana pun sebelum saya kembali " ucap Angga pada Arisa.
Arisa pun menganggukan kepalanya karena ia juga bingung harus bagaimana dengan kening yang berdarah seperti itu.
Angga pergi ke mobil untuk mengambil kotak P3K dan juga air mineral. Sedangkan Arisa duduk di bangku seperti yang Angga perintahkan tadi.
Arisa sebenarnya pergi ke kampus untuk mengambil berkas-berkas yang harus ia isi untuk mendapatkan beasiswa. Setelah selesai, Arisa tanpa sadar pergi ke taman karena ia terus memikirkan dirinya dan Angga hingga akhirnya ia menabrak pohon dan mendapat luka di kening.
Tak lama kemudian, Angga sudah kembali dengan membawa kotak P3K dan sebotol air mineral lalu duduk di sebelah Arisa. Angga membasahi sapu tangan miliknya dengan air mineral untuk membersihkan darah dari luka di keningnya Arisa.
" Kenapa kamu ceroboh sekali sampai terluka seperti ini " ucap Angga sambil membersihkan kening Arisa dengan begitu telaten.
Arisa mengerucutkan bibirnya kesal karena dikatai bodoh oleh Angga. " Kan gak sengaja. Tadi lagi kurang fokus aja jalannya jadi nabrak pohon " jawab Arisa.
" Lain kali fokus jika sedang melakukan sesuatu " ucap Angga masih mengobati luka Arisa.
" Aku gini juga kan karena mikirin kamu " ucap Arisa dalam hati.
Arisa menatap wajah tampan Angga yang sedang fokus mengobati lukanya. Ia sungguh mengagumi sosok tampan ciptaan Tuhan di depannya itu.
" Sudah selesai " ucap Angga yang menyadarkan Arisa.
Arisa pun menunduk malu dan jantungnya juga berdetak lebih cepat karena memandangi wajah tampan Angga.
" Ya Allah, maafin aku. Gak seharusnya aku mandangin Mas Angga sampai sebegitunya dan membiarkan Mas Angga sentuh aku lagi padahal kita bukan muhrim " ucap Arisa dalam hati karena merasa sudah berbuat dosa.
Angga merapikan kotak P3K yang baru saja ia gunakan dan menutupnya kembali.
" Saya harus pergi sekarang karena majikan saya sudah menunggu. Kamu bisa pulang sendiri kan? " tanya Angga karena ia harus mengantar Tya pulang.
" Iya, aku bisa pulang sendiri kok " jawab Arisa yakin.
" Terima kasih ya, Mas Angga sudah obatin luka saya " ucap Arisa pada Angga dengan tulus.
Angga pun menganggukan kepalanya lalu langsung pergi. Ia merasa jantungnya bermasalah setelah mendengar panggilan dari Arisa.
" Sepertinya aku sedang tidak sehat hari ini " ucap Angga tapi dengan senyum tipis di bibirnya.
Entah mengapa bibir ingin terus tersenyum setelah mendengar panggilan yang baru pertama kali diberikan untuknya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
# Jangan bilang Tya kenal sama Arisa..
2023-11-12
2
Qaisaa Nazarudin
Whhat Istri majikan?? Berarti Tya masih kuliah tapi udah menikah? Istrinya pak Gunawan kah? Ku pikir Tya ini putri nya pak Gunawan,, Jgn nilang kalo Tua kenal sama Arisa bff kali ya 😂
2023-11-12
2
Uwie Yanti
ada yg bertalu-talu tp bukan gendang Yo Angga.... jantung aman ngga??? 😆😆😘
2023-10-25
2