Angga dan Arisa keluar dari kamar setelah melaksanakan sholat dzuhur, tapi hanya Angga karena Arisa sedang berhalangan. Mereka melihat rumah sudah kembali lagi dan dekorasi untuk akad nikah mereka juga sudah disingkirkan. Arisa mengajak Angga ke ruang makan untuk makan siang. Perut mereka juga sangat lapar karena tadi pagi mereka tidak sempat untuk sarapan.
" Bang Reno sama Kak Siska belum keluar Bu? " tanya Arisa pada Bu Ijah yang ada di sana.
" Belum, Non " jawab Bu Ijah.
" Kalau Daddy Smith dan Mommy Amelia? " tanya Arisa karena tidak melihat keberadaan kedua orang tua kakak iparnya itu.
" Mereka baru saja pulang, Non " jawab Bu Ijah.
Setelah itu Bu Ijah izin untuk mengantarkan makan siang untuk Pak Rusli di depan.
" Duduk, Mas " ucap Arisa pada Angga.
Angga pun duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
Tak lama kemudian, Nadia datang ke meja makan tapi hanya sendirian.
" Loh, kok cuma Tante sama Om. Ayah sama Bunda mana? " tanya Nadia tidak melihat kedua orang tuanya.
" Ayah sama bunda kamu masih di kamar Sayang. Kita tunggu sebentar ya " jawab Arisa.
Nadia pun menganggukkan kepalanya.
" Apa Kak Siska masih sakit ya? Ya Allah, semoga Kak Siska gak kenapa-napa " ucap Arisa dalam hati sangat khawatir.
Lima menit mereka menunggu tetapi Reno dan Siska tidak keluar juga dari kamar mereka.
" Kita makan siang duluan aja. Mungkin Bang Reno sama Kak Siska masih istirahat " ucap Arisa merasa tidak enak pada Angga karena membuatnya menunggu.
Arisa ingin mengambil makanan untuk dirinya tetapi kalah cepat dengan Arisa yang sudah mengambilkan makanan untuk dirinya.
" Biar aku aja, Mas " ucap Arisa menyendokkan nasi ke dalam piring.
" Kamu tidak perlu seperti itu. Saya bisa melakukannya sendiri " ucap Angga yang tidak pernah dilayani sebelumnya.
" Gak papa, Mas. Ini salah satu tugas aku sebagai istri " jawab Arisa tersenyum.
" Om Angga gak usah malu karena ada Nadia di sini. Bunda juga selalu ambilkan makanan buat Ayah " ucap Nadia yang mengira jika Angga malu.
Arisa pun tersenyum mendengar ucapan dari Nadia. Sedangkan Angga hanya diam karena ia bingung ingin meresponnya seperti apa.
" Nadia mau Tante ambilkan atau ambil sendiri? " tanya Arisa pada Nadia.
" Ambil sendiri aja, Tante " jawab Nadia.
Setelah mengambil makanan masing-masing, mereka pun mulai makan bersama dengan tenang karena tidak ada yang buka suara diantara mereka. Nadia pun juga diam menikmati makanannya.
Tak lama kemudian, Reno keluar dari kamarnya menuju meja makan tapi hanya seorang diri.
" Kok Abang sendiri? Kak Siska mana? " tanya Arisa pada Reno.
" Dek Siska di kamar. Abang keluar juga buat ambil makan siang buat kami " jawab Reno.
Mendengar itu Arisa pun semakin khawatir dan mengira jika Siska tidak baik-baik saja.
" Kak Siska kenapa? Kak Siska baik-baik aja kan? " tanya Arisa panik.
" Gak papa kok, kamu gak perlu khawatir " jawab Reno.
" Dek Siska cuma butuh banyak istirahat aja karena Dek Siska lagi hamil " ucap Reno kemudian.
Arisa merasa sangat terkejut mendengar itu, begitu juga dengan Angga.
" Kak Siska hamil? " tanya Arisa memastikan.
Reno tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
" Nadia bakal jadi Kakak, Tante " ucap Nadia yang sudah mengetahuinya.
" Alhamdulillah " ucap Arisa tersenyum bahagia.
" Selamat ya, Bang. Aku seneng banget denger Kak Siska lagi hamil " ucap Arisa.
" Terima kasih ya, Ris " jawab Reno.
Angga pun turut bahagia mendengar berita itu karena ia juga sempat khawatir melihat Siska yang kesakitan.
" Selamat atas kehamilan Nona Siska " ucap Angga pada Reno.
" Terima kasih ya, Ngga " jawab Reno.
Angga pun menganggukan kepalanya.
" Kalau gitu, biar aku siapin makanan buat Abang sama Kak Siska " ucap Arisa berdiri dari duduknya untuk mengambilkan makanan untuk Reno dan Siska.
" Makan aja, kamu gak perlu sungkan. Anggap aja rumah ini seperti rumah kamu sendiri, karena kamu juga anggota keluarga ini sekarang " ucap Reno pada Angga karena Angga memang terlihat canggung.
" Iya " ucap Angga tersenyum canggung.
Arisa memberikan sebuah nampan berisi makanan dan air putih kepada Reno.
" Ini Bang " ucap Arisa pada Reno.
Reno pun menerima nampan itu. " Makasih ya, Abang ke kamar dulu. Kalian lanjutin aja makannya " ucap Reno sebelum kembali ke kamarnya.
Setelah itu, mereka pun melanjutkan untuk makan siang yang memang belum habis.
" Nadia ke kamar dulu ya, Tante, Om " ucap Nadia setelah selesai makan siang.
" Iya Nad " jawab Arisa.
Nadia pun pergi ke kamarnya meninggalkan Angga dan Arisa.
" Kamu ke kamar duluan aja, Mas. Aku mau bantu Bu Ijah beresin ini dulu " ucap Arisa pada Angga.
Angga pun menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamar Arisa di lantai atas.
Kemudian mengangkat semua piring dan memindahkan ke wastafel untuk dicuci Bu Ijah. Sedangkan ia akan mengelap meja makan setelah selesai.
Beberapa saat kemudian, Arisa menyusul Angga ke kamar setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Arisa memasuki kamar dan melihat Angga sedang memainkan ponselnya. Angga langsung mengantongi ponselnya saat melihat Arisa.
" Duduklah, ada sesuatu yang ingin saya bicara kepada kamu " pinta Angga agar Arisa duduk di sampingnya.
Arisa menurut dan duduk di sampingnya Arisa walau sedikit berjarak karena ia belum terbiasa berdekatan dengan seorang pria.
" Ada apa, Mas? " tanya Arisa pada Angga.
" Saya ingin kita pindah besok. Saya sudah membeli sebuah rumah walaupun tidak terlalu besar tapi cukup untuk kita berdua. Saya tinggal ingin kita tinggal di sini dan menumpang pada Tuan Reno, walaupun Tuan Reno tidak keberatan tapi saya yang merasa tidak nyaman. Saya juga tidak mungkin membawa kamu untuk tinggal di tempat tinggal saya sebelumnya, karena di sana ada kakak angkat saya " ucap Angga pada Arisa.
" Aku akan ikut kemanapun Mas Angga pergi karena Mas Angga suami aku sekarang " jawab Arisa tersenyum.
Sebenarnya Arisa merasa berat untuk pergi dari rumah itu dan tinggal terpisah dengan Reno dan Nadia, tapi ia sadar status sebagai seorang istri yang harus ikut kemanapun suaminya pergi.
***
Pada malam harinya, Angga dan Arisa akan berbicara pada Reno dan meminta izin untuk pindah. Mereka sedang berada di ruang keluarga sekarang dan juga ada Siska di sana.
" Selamat ya Kak, atas kehamilan Kakak " ucap Arisa memeluk Siska.
" Terima kasih ya, Arisa " jawab Siska membalas pelukan Arisa.
Setelah itu, Angga pun ingin segera menyampaikan niatnya untuk membawa Arisa pindah ke rumah yang sudah menjadi milik mereka.
" Tuan, ada yang ingin saya bicarakan pada Anda dan Nona Siska " ucap Angga pada Reno.
" Jangan panggil Tuan lagi, mulai sekarang panggil Abang sama seperti Arisa " ucap Reno.
" Tapi Tuan... " ucapan Angga terpotong oleh Siska.
" Gak ada tapi-tapian, Kak. Jangan panggil aku Nona juga, panggil aku Siska aja " potong Siska.
" Benar yang dikatakan Dek Siska " tambah Reno.
Angga sebenarnya merasa tidak enak dan tidak karena statusnya yang hanya seorang bodyguard dari teman mereka.
" Baik, Bang " jawab Angga akhirnya.
" Terus apa yang mau kamu bicarakan sama Abang? " tanya Reno pada Angga kembali ke topik awal.
Angga melirik ke arah Arisa dan Arisa menganggukkan kepalanya.
" Saya ingin membawa Arisa pindah ke rumah yang sudah saya siapkan untuk tempat tinggal kami. Saya ingin meminta izin pada Bang Reno " ucap Angga menyampaikan tujuannya.
" Abang sebenarnya ingin kalian tinggal di sini tapi kalau itu sudah keputusan kalian berdua Abang cuma bisa mengizinkan. Abang cuma minta kalian sering-sering main ke sini " jawab Reno dengan berat hati.
" Abang tenang aja, aku akan sering ke sini. Apalagi Kak Siska lagi hamil jadi Arisa bakal sering tengok calon ponakan aku " ucap Arisa tersenyum.
" Harus dong itu " ucap Siska.
Mereka pun tertawa mendengar ucapan ibu hamil itu.
" Oh iya, apa kalian gak mau adain resepsi? " tanya Siska pada Angga dan Arisa.
Arisa hanya melirik Angga karena mereka tidak pernah membicarakan ini sebelumnya.
" Bukannya saya tidak ingin tapi keadaannya sekarang tidak memungkinkan. Saya baru saja mendapatkan penyerangan dan salah satu orang yang berkelahi dengan saya ada yang tewas. Kemungkinan besar mereka akan membalas dendam dan saya tidak ingin mereka juga mengincar Arisa. Jadi saya tidak ingin mengadakan resepsi dulu untuk saat ini dan saya ingin merahasiakan pernikahan kami. Saya tidak ingin Arisa berada dalam bahaya karena mereka tahu jika Arisa istri saya " jawab Angga yang memikirkan keselamatan Arisa karena orang-orang itu pasti akan membalas dendam.
" Abang setuju. Biar untuk saat ini lakukan saja semua yang menurut kami baik untuk melindungi Arisa dan juga diri kamu. Kita juga tidak akan menyebarkan tentang pernikahan kalian dan beruntung juga yang hadir hanya orang-orang terdekat kita tadi " ucap Reno setuju dengan keputusan Angga.
Setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena hari sudah semakin malam.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
lagi ngadon adek buat kamu 😜😜
2023-11-12
2