17. Mengajak Pindah

Angga dan Arisa keluar dari kamar setelah melaksanakan sholat dzuhur, tapi hanya Angga karena Arisa sedang berhalangan. Mereka melihat rumah sudah kembali lagi dan dekorasi untuk akad nikah mereka juga sudah disingkirkan. Arisa mengajak Angga ke ruang makan untuk makan siang. Perut mereka juga sangat lapar karena tadi pagi mereka tidak sempat untuk sarapan.

" Bang Reno sama Kak Siska belum keluar Bu? " tanya Arisa pada Bu Ijah yang ada di sana.

" Belum, Non " jawab Bu Ijah.

" Kalau Daddy Smith dan Mommy Amelia? " tanya Arisa karena tidak melihat keberadaan kedua orang tua kakak iparnya itu.

" Mereka baru saja pulang, Non " jawab Bu Ijah.

Setelah itu Bu Ijah izin untuk mengantarkan makan siang untuk Pak Rusli di depan.

" Duduk, Mas " ucap Arisa pada Angga.

Angga pun duduk di salah satu kursi yang ada di sana.

Tak lama kemudian, Nadia datang ke meja makan tapi hanya sendirian.

" Loh, kok cuma Tante sama Om. Ayah sama Bunda mana? " tanya Nadia tidak melihat kedua orang tuanya.

" Ayah sama bunda kamu masih di kamar Sayang. Kita tunggu sebentar ya " jawab Arisa.

Nadia pun menganggukkan kepalanya.

" Apa Kak Siska masih sakit ya? Ya Allah, semoga Kak Siska gak kenapa-napa " ucap Arisa dalam hati sangat khawatir.

Lima menit mereka menunggu tetapi Reno dan Siska tidak keluar juga dari kamar mereka.

" Kita makan siang duluan aja. Mungkin Bang Reno sama Kak Siska masih istirahat " ucap Arisa merasa tidak enak pada Angga karena membuatnya menunggu.

Arisa ingin mengambil makanan untuk dirinya tetapi kalah cepat dengan Arisa yang sudah mengambilkan makanan untuk dirinya.

" Biar aku aja, Mas " ucap Arisa menyendokkan nasi ke dalam piring.

" Kamu tidak perlu seperti itu. Saya bisa melakukannya sendiri " ucap Angga yang tidak pernah dilayani sebelumnya.

" Gak papa, Mas. Ini salah satu tugas aku sebagai istri " jawab Arisa tersenyum.

" Om Angga gak usah malu karena ada Nadia di sini. Bunda juga selalu ambilkan makanan buat Ayah " ucap Nadia yang mengira jika Angga malu.

Arisa pun tersenyum mendengar ucapan dari Nadia. Sedangkan Angga hanya diam karena ia bingung ingin meresponnya seperti apa.

" Nadia mau Tante ambilkan atau ambil sendiri? " tanya Arisa pada Nadia.

" Ambil sendiri aja, Tante " jawab Nadia.

Setelah mengambil makanan masing-masing, mereka pun mulai makan bersama dengan tenang karena tidak ada yang buka suara diantara mereka. Nadia pun juga diam menikmati makanannya.

Tak lama kemudian, Reno keluar dari kamarnya menuju meja makan tapi hanya seorang diri.

" Kok Abang sendiri? Kak Siska mana? " tanya Arisa pada Reno.

" Dek Siska di kamar. Abang keluar juga buat ambil makan siang buat kami " jawab Reno.

Mendengar itu Arisa pun semakin khawatir dan mengira jika Siska tidak baik-baik saja.

" Kak Siska kenapa? Kak Siska baik-baik aja kan? " tanya Arisa panik.

" Gak papa kok, kamu gak perlu khawatir " jawab Reno.

" Dek Siska cuma butuh banyak istirahat aja karena Dek Siska lagi hamil " ucap Reno kemudian.

Arisa merasa sangat terkejut mendengar itu, begitu juga dengan Angga.

" Kak Siska hamil? " tanya Arisa memastikan.

Reno tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

" Nadia bakal jadi Kakak, Tante " ucap Nadia yang sudah mengetahuinya.

" Alhamdulillah " ucap Arisa tersenyum bahagia.

" Selamat ya, Bang. Aku seneng banget denger Kak Siska lagi hamil " ucap Arisa.

" Terima kasih ya, Ris " jawab Reno.

Angga pun turut bahagia mendengar berita itu karena ia juga sempat khawatir melihat Siska yang kesakitan.

" Selamat atas kehamilan Nona Siska " ucap Angga pada Reno.

" Terima kasih ya, Ngga " jawab Reno.

Angga pun menganggukan kepalanya.

" Kalau gitu, biar aku siapin makanan buat Abang sama Kak Siska " ucap Arisa berdiri dari duduknya untuk mengambilkan makanan untuk Reno dan Siska.

" Makan aja, kamu gak perlu sungkan. Anggap aja rumah ini seperti rumah kamu sendiri, karena kamu juga anggota keluarga ini sekarang " ucap Reno pada Angga karena Angga memang terlihat canggung.

" Iya " ucap Angga tersenyum canggung.

Arisa memberikan sebuah nampan berisi makanan dan air putih kepada Reno.

" Ini Bang " ucap Arisa pada Reno.

Reno pun menerima nampan itu. " Makasih ya, Abang ke kamar dulu. Kalian lanjutin aja makannya " ucap Reno sebelum kembali ke kamarnya.

Setelah itu, mereka pun melanjutkan untuk makan siang yang memang belum habis.

" Nadia ke kamar dulu ya, Tante, Om " ucap Nadia setelah selesai makan siang.

" Iya Nad " jawab Arisa.

Nadia pun pergi ke kamarnya meninggalkan Angga dan Arisa.

" Kamu ke kamar duluan aja, Mas. Aku mau bantu Bu Ijah beresin ini dulu " ucap Arisa pada Angga.

Angga pun menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamar Arisa di lantai atas.

Kemudian mengangkat semua piring dan memindahkan ke wastafel untuk dicuci Bu Ijah. Sedangkan ia akan mengelap meja makan setelah selesai.

Beberapa saat kemudian, Arisa menyusul Angga ke kamar setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Arisa memasuki kamar dan melihat Angga sedang memainkan ponselnya. Angga langsung mengantongi ponselnya saat melihat Arisa.

" Duduklah, ada sesuatu yang ingin saya bicara kepada kamu " pinta Angga agar Arisa duduk di sampingnya.

Arisa menurut dan duduk di sampingnya Arisa walau sedikit berjarak karena ia belum terbiasa berdekatan dengan seorang pria.

" Ada apa, Mas? " tanya Arisa pada Angga.

" Saya ingin kita pindah besok. Saya sudah membeli sebuah rumah walaupun tidak terlalu besar tapi cukup untuk kita berdua. Saya tinggal ingin kita tinggal di sini dan menumpang pada Tuan Reno, walaupun Tuan Reno tidak keberatan tapi saya yang merasa tidak nyaman. Saya juga tidak mungkin membawa kamu untuk tinggal di tempat tinggal saya sebelumnya, karena di sana ada kakak angkat saya " ucap Angga pada Arisa.

" Aku akan ikut kemanapun Mas Angga pergi karena Mas Angga suami aku sekarang " jawab Arisa tersenyum.

Sebenarnya Arisa merasa berat untuk pergi dari rumah itu dan tinggal terpisah dengan Reno dan Nadia, tapi ia sadar status sebagai seorang istri yang harus ikut kemanapun suaminya pergi.

***

Pada malam harinya, Angga dan Arisa akan berbicara pada Reno dan meminta izin untuk pindah. Mereka sedang berada di ruang keluarga sekarang dan juga ada Siska di sana.

" Selamat ya Kak, atas kehamilan Kakak " ucap Arisa memeluk Siska.

" Terima kasih ya, Arisa " jawab Siska membalas pelukan Arisa.

Setelah itu, Angga pun ingin segera menyampaikan niatnya untuk membawa Arisa pindah ke rumah yang sudah menjadi milik mereka.

" Tuan, ada yang ingin saya bicarakan pada Anda dan Nona Siska " ucap Angga pada Reno.

" Jangan panggil Tuan lagi, mulai sekarang panggil Abang sama seperti Arisa " ucap Reno.

" Tapi Tuan... " ucapan Angga terpotong oleh Siska.

" Gak ada tapi-tapian, Kak. Jangan panggil aku Nona juga, panggil aku Siska aja " potong Siska.

" Benar yang dikatakan Dek Siska " tambah Reno.

Angga sebenarnya merasa tidak enak dan tidak karena statusnya yang hanya seorang bodyguard dari teman mereka.

" Baik, Bang " jawab Angga akhirnya.

" Terus apa yang mau kamu bicarakan sama Abang? " tanya Reno pada Angga kembali ke topik awal.

Angga melirik ke arah Arisa dan Arisa menganggukkan kepalanya.

" Saya ingin membawa Arisa pindah ke rumah yang sudah saya siapkan untuk tempat tinggal kami. Saya ingin meminta izin pada Bang Reno " ucap Angga menyampaikan tujuannya.

" Abang sebenarnya ingin kalian tinggal di sini tapi kalau itu sudah keputusan kalian berdua Abang cuma bisa mengizinkan. Abang cuma minta kalian sering-sering main ke sini " jawab Reno dengan berat hati.

" Abang tenang aja, aku akan sering ke sini. Apalagi Kak Siska lagi hamil jadi Arisa bakal sering tengok calon ponakan aku " ucap Arisa tersenyum.

" Harus dong itu " ucap Siska.

Mereka pun tertawa mendengar ucapan ibu hamil itu.

" Oh iya, apa kalian gak mau adain resepsi? " tanya Siska pada Angga dan Arisa.

Arisa hanya melirik Angga karena mereka tidak pernah membicarakan ini sebelumnya.

" Bukannya saya tidak ingin tapi keadaannya sekarang tidak memungkinkan. Saya baru saja mendapatkan penyerangan dan salah satu orang yang berkelahi dengan saya ada yang tewas. Kemungkinan besar mereka akan membalas dendam dan saya tidak ingin mereka juga mengincar Arisa. Jadi saya tidak ingin mengadakan resepsi dulu untuk saat ini dan saya ingin merahasiakan pernikahan kami. Saya tidak ingin Arisa berada dalam bahaya karena mereka tahu jika Arisa istri saya " jawab Angga yang memikirkan keselamatan Arisa karena orang-orang itu pasti akan membalas dendam.

" Abang setuju. Biar untuk saat ini lakukan saja semua yang menurut kami baik untuk melindungi Arisa dan juga diri kamu. Kita juga tidak akan menyebarkan tentang pernikahan kalian dan beruntung juga yang hadir hanya orang-orang terdekat kita tadi " ucap Reno setuju dengan keputusan Angga.

Setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena hari sudah semakin malam.

Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

lagi ngadon adek buat kamu 😜😜

2023-11-12

2

lihat semua
Episodes
1 1. Perkara Bunga Pengantin
2 2. Kepikiran
3 3. Bertemu Lagi
4 4. Ketakutan
5 5. Salah Paham
6 6. Harus Menikah
7 7. Jujur
8 8. Tidak Fokus
9 9. Mungkin Jatuh Cinta
10 10. Keanehan Sikap Angga
11 11. Penyerangan
12 12. Menemui Reno
13 13. Meminta Restu
14 14. Bernapas Lega
15 15. Hari Pernikahan
16 16. Hinaan
17 17. Mengajak Pindah
18 18. Berbagi Tempat Tidur
19 19. Pindah
20 20. Saling Menerima
21 21. Masakan Pertama
22 22. Menghindari Kejaran
23 23. Sangat Khawatir
24 24. Berbagi Cerita
25 25. Izin Pergi
26 26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27 27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28 28. Deep Talk
29 29. Jamaah Pertama
30 30. Bekal dari Istri
31 31. Sesuatu yang Tertinggal
32 32. Tatapan Tajam
33 33. Mungkin Cemburu
34 34. Pergi Kencan
35 35. Melihat Musuh
36 36. Belanja
37 37. Sangat Malu
38 38. Berusaha Menghindar+Visual
39 39. Sebuah Kecupan
40 40. Candu
41 41. Harus Merahasiakannya
42 42. Penculikan
43 43. Mencoba Melawan
44 44. Datang Tepat Waktu
45 45. Merasa Kotor
46 46. Sangat Berharga
47 47. Awal Kebahagiaan
48 48. Sarapan Buatan Angga
49 49. Memperkenalkan Angga
50 50. Sisi Lain Angga
51 51. Menerima dengan Bahagia
52 52. Menyerang Kantor
53 53. Harus Pergi
54 54. Pembunuh Orang Tua Angga
55 55. Masa Lalu
56 56. Ternyata Masih Hidup
57 57. Berkorban
58 58. Meledak
59 59. Memberitahu Arisa
60 60. Hancurnya Arisa
61 61. Membujuk Arisa
62 62. Orang Tua Angga
63 63. Mencoba Kuat
64 64. Bertemu Orang Tua Angga
65 65. Suami yang Baik
66 66. Menemui Arden
67 67. Dinyatakan Tewas
68 68. Pengajian Untuk Angga
69 69. Harus Bangkit
70 70. Kembali ke Rumah
71 71. Memulai Hidup
72 72. Arisa Sakit
73 73. Semakin Parah
74 74. Kembali Mual
75 75. Penguat Cinta
76 76. Lima Tahun
77 77. Menutup Hati
78 78. Pergi Bersama Jodi
79 79. Sudah Bersuami
80 80. Bukan Mimpi
81 81. Penolong Angga
82 82. Melepas Rindu
83 83. Setelah Sekian Lama
84 84. Cerita Arisa
85 85. Pernah Hamil
86 86. Tuan Putri Papa
87 87. Memulai dari Awal
88 88. Berkumpul Lagi
89 89. Usaha
90 90. Pertama dan Terakhir
91 91. Menemui Ardi
92 92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93 93. Hari Pertama Bekerja
94 94. Pengobat Lelah
95 95. Lelah
96 Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97 96. Memaafkan
98 97. Kepergok Mama Mutia
99 98. Kedatangan Antonio dan Celine
100 99. Double Date
101 100. Pusing
102 101. Kabar Gembira
103 102. Sulit Percaya
104 103. Ngidam Pertama
105 104. Mengundurkan Diri
106 105. Rujak Bebek
107 106. Undangan Makan Malam
108 107. Hampir Saja
109 108. Kram
110 109. Setipis Tisu
111 110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112 111. Tidak Mau Ditinggal
113 112. Mawar Merah
114 113. Memasak Bersama
115 114. Baby Kangen Papa
116 115. Kalap
117 116. Makan Siang Plus-Plus
118 117. Hal Wajar
119 118. Sayang Adik Bayi
120 119. Calon Istri Teno
121 120. Teno dan Rini
122 121. Lebih Menggoda
123 122. Lamaran Teno dan Rini
124 123. Tetap Cinta
125 124. Panik Luar Biasa
126 125. Sebentar Lagi
127 126. Bukti Cinta
128 127. Mengadzani Sang Putri
129 128. Angga Versi Sachet
130 129. Menggoda Pengantin Baru
131 130. Dimana Putriku?
132 131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133 132. Jadikan Aku Istrimu
134 133. Kembali dengan Selamat
135 134. Baik-baik Saja
136 135. Suami Jessica
137 136. Tidak Ingin Ada Dendam
138 137. Permintaan Maaf Jessica
139 138. Amara Zulfa Lesmana
140 139. Memanjakan Angga
141 140. Kakak Anjani
142 141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143 Bonus Chapter
144 Bonus Chapter 2
145 Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146 Bonus Chapter 3
147 Bonus Chapter 4
148 Last Bonus Chapter
149 Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150 Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151 Promo Karya Baru : Married With My Ex
152 Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153 Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154 Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155 Promo Karya Baru : My Sugar Baby
Episodes

Updated 155 Episodes

1
1. Perkara Bunga Pengantin
2
2. Kepikiran
3
3. Bertemu Lagi
4
4. Ketakutan
5
5. Salah Paham
6
6. Harus Menikah
7
7. Jujur
8
8. Tidak Fokus
9
9. Mungkin Jatuh Cinta
10
10. Keanehan Sikap Angga
11
11. Penyerangan
12
12. Menemui Reno
13
13. Meminta Restu
14
14. Bernapas Lega
15
15. Hari Pernikahan
16
16. Hinaan
17
17. Mengajak Pindah
18
18. Berbagi Tempat Tidur
19
19. Pindah
20
20. Saling Menerima
21
21. Masakan Pertama
22
22. Menghindari Kejaran
23
23. Sangat Khawatir
24
24. Berbagi Cerita
25
25. Izin Pergi
26
26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27
27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28
28. Deep Talk
29
29. Jamaah Pertama
30
30. Bekal dari Istri
31
31. Sesuatu yang Tertinggal
32
32. Tatapan Tajam
33
33. Mungkin Cemburu
34
34. Pergi Kencan
35
35. Melihat Musuh
36
36. Belanja
37
37. Sangat Malu
38
38. Berusaha Menghindar+Visual
39
39. Sebuah Kecupan
40
40. Candu
41
41. Harus Merahasiakannya
42
42. Penculikan
43
43. Mencoba Melawan
44
44. Datang Tepat Waktu
45
45. Merasa Kotor
46
46. Sangat Berharga
47
47. Awal Kebahagiaan
48
48. Sarapan Buatan Angga
49
49. Memperkenalkan Angga
50
50. Sisi Lain Angga
51
51. Menerima dengan Bahagia
52
52. Menyerang Kantor
53
53. Harus Pergi
54
54. Pembunuh Orang Tua Angga
55
55. Masa Lalu
56
56. Ternyata Masih Hidup
57
57. Berkorban
58
58. Meledak
59
59. Memberitahu Arisa
60
60. Hancurnya Arisa
61
61. Membujuk Arisa
62
62. Orang Tua Angga
63
63. Mencoba Kuat
64
64. Bertemu Orang Tua Angga
65
65. Suami yang Baik
66
66. Menemui Arden
67
67. Dinyatakan Tewas
68
68. Pengajian Untuk Angga
69
69. Harus Bangkit
70
70. Kembali ke Rumah
71
71. Memulai Hidup
72
72. Arisa Sakit
73
73. Semakin Parah
74
74. Kembali Mual
75
75. Penguat Cinta
76
76. Lima Tahun
77
77. Menutup Hati
78
78. Pergi Bersama Jodi
79
79. Sudah Bersuami
80
80. Bukan Mimpi
81
81. Penolong Angga
82
82. Melepas Rindu
83
83. Setelah Sekian Lama
84
84. Cerita Arisa
85
85. Pernah Hamil
86
86. Tuan Putri Papa
87
87. Memulai dari Awal
88
88. Berkumpul Lagi
89
89. Usaha
90
90. Pertama dan Terakhir
91
91. Menemui Ardi
92
92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93
93. Hari Pertama Bekerja
94
94. Pengobat Lelah
95
95. Lelah
96
Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97
96. Memaafkan
98
97. Kepergok Mama Mutia
99
98. Kedatangan Antonio dan Celine
100
99. Double Date
101
100. Pusing
102
101. Kabar Gembira
103
102. Sulit Percaya
104
103. Ngidam Pertama
105
104. Mengundurkan Diri
106
105. Rujak Bebek
107
106. Undangan Makan Malam
108
107. Hampir Saja
109
108. Kram
110
109. Setipis Tisu
111
110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112
111. Tidak Mau Ditinggal
113
112. Mawar Merah
114
113. Memasak Bersama
115
114. Baby Kangen Papa
116
115. Kalap
117
116. Makan Siang Plus-Plus
118
117. Hal Wajar
119
118. Sayang Adik Bayi
120
119. Calon Istri Teno
121
120. Teno dan Rini
122
121. Lebih Menggoda
123
122. Lamaran Teno dan Rini
124
123. Tetap Cinta
125
124. Panik Luar Biasa
126
125. Sebentar Lagi
127
126. Bukti Cinta
128
127. Mengadzani Sang Putri
129
128. Angga Versi Sachet
130
129. Menggoda Pengantin Baru
131
130. Dimana Putriku?
132
131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133
132. Jadikan Aku Istrimu
134
133. Kembali dengan Selamat
135
134. Baik-baik Saja
136
135. Suami Jessica
137
136. Tidak Ingin Ada Dendam
138
137. Permintaan Maaf Jessica
139
138. Amara Zulfa Lesmana
140
139. Memanjakan Angga
141
140. Kakak Anjani
142
141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143
Bonus Chapter
144
Bonus Chapter 2
145
Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146
Bonus Chapter 3
147
Bonus Chapter 4
148
Last Bonus Chapter
149
Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150
Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151
Promo Karya Baru : Married With My Ex
152
Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153
Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154
Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155
Promo Karya Baru : My Sugar Baby

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!