Setelah kepergian Reno dan Siska, Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi pun mengucapkan selamat kepada Angga dan Arisa lalu disusul Teno serta Ardi dan Tya yang menggendong Aditya, anak mereka.
" Selamat ya, Nak. Semoga kalian selalu bahagia " ucap Nyonya Dewi pada Angga dan Arisa.
" Terima kasih banyak, Nyonya, Tuan " jawab Angga.
" Terima kasih, Nyonya " ucap Arisa yang sepertinya baru pertama kali bertemu dengan Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi.
" Jangan panggil Nyonya, Sayang. Panggil aja Ibu, kamu kan istri dari anak ibu. Angga aja yang bandel panggilnya Nyonya terus " ucap Nyonya Dewi mengusap pundak Arisa.
" Iya Ibu " jawab Arisa tersenyum.
Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi pun pergi lebih dulu dan bergabung dengan Daddy Smith dan Mommy Amelia yang sedang mengobrol.
" Selamat ya, Kak Angga, Arisa " ucap Tya pada Angga dan Arisa.
" Terima kasih, Nona Muda " jawab Angga.
" Terima kasih, Kak " jawab Arisa.
" Jangan lupa Kak, cepat kasih Adit teman. Kasian kan Adit di rumah gak ada temannya " ucap Ardi menggoda Angga.
" Ah iya, Tuan Muda " jawab Angga canggung karena ia mengerti apa maksud Ardi.
Sedangkan Arisa hanya diam karena ia mengira Ardi meminta Angga membawa dirinya ke rumah mereka agar Aditya memiliki teman. Pikiran polos Arisa memang belum sejauh mereka.
Teno memeluk Angga dan mengucapkan selamat pada Angga dan Arisa. Ia merasa bahagia sekaligus kehilangan karena mereka biasanya selalu berdua dan sekarang Angga sudah menikah lalu akan tinggal bersama istrinya.
" Tolong jaga dia ya adik ipar. Angga suka tidak ingat makan kalau gak diingatkan " ucap Teno mengatakan kebiasaan Angga yang selalu mengabaikan waktu makan.
" Iya Kak " jawab Arisa.
" Oh iya, rumahnya juga sudah dapet. Kamu hubungin orangnya aja, nanti kakak kasih nomornya " ucap Teno menepuk pundak Angga.
" Terima kasih, Kak " jawab Angga dan Teno pun menganggukkan kepalanya.
Kemudian Teno pergi untuk mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh tuan rumah.
Terlihat tiga orang yang memaksa mereka menikah menghampiri Angga dan Arisa.
" Selamat ya, lain kali jangan berbuat mesum lagi tempat umum. Itu memalukan " ucap salah satu dari mereka.
Arisa hanya menundukkan kepalanya karena ucapan orang itu.
" Terima kasih sudah datang " ucap Angga ketus.
Ternyata ucapan orang tadi terdengar oleh salah satu tetangga rumah Reno.
" Oh, jadi kamu nikah tiba-tiba karena berbuat mesum, Arisa? " tanya tetangga Reno itu.
" Gak nyangka ya, dulu kakaknya nikah karena berzina sama istrinya yang sekarang. Eh, kamu juga nikah karena berbuat mesum. Bener-bener gak sesuai yang katanya paham agama " lanjut tetangga Reno begitu julid menghina mereka.
Hati Arisa begitu sakit mendengar ucapan tetangga Reno itu tapi mau membela diri pun tidak akan ada yang percaya. Sedangkan Angga sudah sangat geram pada tetangga Reno itu. Tapi belum sempat ia membalas perkataannya, Siska lebih dulu menghampirinya.
" Heh, jangan asal ngomong ya, Bu. Mulut tu jaga buat ngomong yang baik-baik, jangan buat julidin orang doang " ucap Siska tidak terima.
" Emang bener kan? Kamu dulu juga berzina sama Pak Reno sampai akhirnya nikah sama Pak Reno yang duda " ucap tetangga Reno itu tidak merasa bersalah.
" Astaghfirullahalazim Bu, itu semua gak benar " ucap Reno yang mendengar itu saat menyusul Siska.
Semua orang yang ada di sana pun memperhatikan mereka dengan suasana yang tambah memanas.
" Heh, dasar mulut sampah. Awas ya " ucap Siska sangat emosi ingi menyerang tetangga Reno itu tapi Reno menahannya.
" Jangan, Sayang " cegah Reno tidak ingin ada keributan lagi.
Arisa mulai menangis karena merasa semua itu terjadi karena kesalahannya yang membuat Reno dan Siska juga ikut dihina.
" Aku harus kasih dia pelajaran " ucap Siska.
Tapi beberapa detik kemudian, Siska memegangi perutnya dan terlihat sangat kesakitan.
" Mas sakit " desis Siska masih memegangi perutnya.
" Sayang, kamu kenapa? " tanya Reno khawatir.
Arisa pun mengangkat wajahnya saat mendengar suara Siska yang sedang kesakitan.
" Perut aku sakit " jawab Siska.
Semua orang pun menjadi panik melihat itu. Tamu-tamu pun pergi termasuk tetangga julid tadi karena tidak ingin disalahkan sebagai penyebab Siska kesakitan.
" Nak Reno, sebaiknya kamu bawa Siska ke kamar biar Daddy hubungi Dokter Diki " ucap Daddy Smith pada Reno.
" Iya Dad " jawab Reno.
Reno pun langsung mengangkat tubuh Siska dan membawanya ke kamar mereka diikuti oleh Mommy Amelia.
Arisa ingin mengikuti mereka tapi Angga mencegahnya. " Nona Siska butuh istirahat jadi kamu temui dia nanti saja " ucap Angga pada Arisa.
" Tapi Kak Siska gimana? " ucap Arisa khawatir sambil menangis dan ia merasa semakin bersalah.
" Ada Tuan Reno yang akan menjaganya " jawab Angga.
Akhirnya Arisa pun menurut dan akan menemui Siska nanti saat Siska sudah baik-baik saja.
Keluarga Wicaksono serta Teno pamit untuk pulang karena keadaan itu membuat mereka tidak enak tetap berada di sana. Begitu juga dengan Leon dan Yeni yang sudah terlalu lama meninggalkan anak-anak mereka.
" Kami pulang ya. Kamu jaga istri kamu " ucap Nyonya Dewi pada Angga yang melihat Arisa terus menangis.
" Iya Nyonya. Kalian hati-hati di jalan " jawab Angga.
Setelah semua orang pulang, Angga ingin mengajak Arisa untuk beristirahat dan menenangkan dirinya tapi ia tidak tahu dimana letak kamar Arisa.
" Lebih baik sekarang kamu istirahat dan tenangkan diri kamu dulu " ucap Angga berdiri di samping Arisa.
Ia sebenarnya ingin memeluk Arisa untuk menenangkan tapi ia ragu karena sekarang Arisa dalam keadaan sadar dan tidak ketakutan, dan lagi mereka sekarang tidak hanya berdua jadi ia merasa sangat canggung, walaupun tidak ada yang melarang ia melakukan itu.
Arisa menghapus air matanya. " Iya Mas " jawab Arisa.
Kemudian Arisa mengajak Angga untuk pergi ke kamarnya tapi sebelum itu Angga mengambil tas yang berisi pakaian ganti miliknya.
" Ini kamar aku, Mas. Kamu bisa taruh tas kamu di atas meja, nanti aku rapikan di lemari " ucap Arisa pada Angga saat memasuki kamarnya.
Angga pun meletakan tas miliknya di atas meja seperti yang dikatakan Arisa. Lalu ia duduk di samping Arisa yang kembali menangis. Jujur saja, hati Angga sakit melihat itu. Meskipun belum ada cinta untuk Arisa tapi ia tidak ingin melihat Arisa menangis.
" Berhentilah menangis, saya tidak suka melihat kamu menangis " ucap Angga pada Arisa.
" Maaf, Mas " jawab Arisa menghapus air matanya.
" Saya tidak butuh kata maaf dari kamu, yang saya inginkan kamu tidak menangis lagi " ucap Angga agar sang istri berhenti menangis.
" Kamu juga tidak perlu memikirkan omongan orang-orang tidak penting itu karena mereka tidak memberikan keuntungan pada kita " lanjut Angga.
" Aku gak mikirin omongan mereka. Aku cuma merasa bersalah sama Bang Reno dan Kak Siska, gara-gara aku mereka juga dihina " jawab Arisa.
Angga menghela napasnya, ia juga sebenarnya juga merasa bersalah tapi semuanya sudah terjadi.
" Sudahlah, semua ini di luar kehendak kita jadi sebaiknya kita tidak terlalu memikirkannya. Kamu jangan merasa bersalah lagi karena pasti Tuan Reno dan Nona Siska tidak menyukainya " ucap Angga pada Arisa.
Arisa pun menganggukan kepalanya.
Setelah itu mereka pun memutuskan untuk membersihkan diri sebelum akhirnya mereka beristirahat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Duh Teno,Tuh Arisa punya temen kan yg nama Rini,Moga aja berjodoh..😄😄😜
2023-11-12
2
Uwie Yanti
CK.... itu tetangga julid pasti anaknya patah hati DECH klo gak ma Reno ya Arisa....
2023-10-25
2