Sesampainya di Jakarta, Angga langsung pergi ke paviliun belakang karena Ardi yang menyuruhnya. Dokter Diki, dokter keluarga Wicaksono juga akan datang nanti untuk mengobatinya telapak tangannya karena sepertinya kedua telapak tangannya membutuhkan beberapa jahitan.
Angga masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan ia juga harus menahan perih saat air mengenai telapak tangannya.
" Hmm " desis Angga menahan rasa sakitnya saat memakai pakaiannya.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu diketuk ketuk. Angga pun segera keluar dari kamar untuk membukakan pintu itu. Ternyata itu adalah Ardi yang datang bersama Dokter Diki.
" Silahkan masuk, Tuan Muda, Dokter Diki " ucap Angga mempersilahkan mereka untuk masuk.
Angga mengajak mereka untuk duduk di sofa ruang tamu. Dokter Diki langsung meminta untuk melihat luka di telapak tangan Angga.
" Apa ini sudah anda bersihkan? " tanya Dokter Diki pada Angga.
" Sudah Dok, tapi hanya menggunakan air bersih " jawab Angga.
Dokter Diki membuka tas dokternya dan mengeluarkan peralatan dari sana. Dokter Diki membersihkan luka itu dengan alkohol agar tidak terjadi infeksi nantinya. Setelah itu Dokter Diki pun menjahit kedua luka di telapak tangan Angga itu.
" Terima kasih banyak, Dok " ucap Angga setelah selesai.
Setelah itu Dokter Diki pergi bersama Ardi dan Ardi juga menyuruh Angga untuk segera beristirahat.
***
Di hari yang berbeda, Arisa hanya berguling-guling di atas tempat tidur karena sudah dua hari ini dia tidak pergi kemana-mana karena memang tidak ada sesuatu yang mengharuskan dirinya keluar rumah. Ia sebenarnya merasa sanga bosan apalagi Nadia sedang berada di rumah Daddy Smith dan Mommy Amelia.
" Lebih baik aku nonton tv aja deh di luar dari pada bosen " ucap Arisa bangkit dari tempat tidur.
Arisa mengambil hijab instan miliknya lalu keluar dari kamar dan pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi. Tapi baru saja ia sampai di ruang tamu terdengar suara pintu diketuk, Arisa pun langsung pergi untuk membukakan pintu karena Bu Ijah sedang berbelanja di pasar.
Ceklek.
Arisa sangat terkejut saat melihat Reno dan Siska yang pulang tanpa memberitahukannya.
" Assalamualaikum " ucap Reno dan Siska.
" Walaikumsalam " jawab Arisa.
" Loh, Abang sama Kak Siska kok sudah ada di sini? " tanya Arisa pada mereka berdua.
" Iya kami pulang lebih cepet, nanti Abang cerita deh tapi sekarang kita mau istirahat dulu " jawab Reno.
" Pak, tolong bawakan koper itu ke kamar kami ya " ucap Reno pada Pak Rusli yang mengangkat salah satu koper yang ia bawa.
Setelah itu Reno dan Siska pun hendak langsung pergi ke kamar mereka untuk membersihkan diri dan beristirahat.
" Apa aku bilang sekarang aja ya, gak baik kan kalau ditunda? " ucap Arisa dalam hati berniat ingin memberitahu Reno jika Angga ingin menemuinya.
Arisa memang ingin berbicara mengenai ia yang terpaksa menikah bersama dengan Angga nanti pada Reno agar Reno juga percaya jika ia akan menikah bukan karena hal yang dituduhkan.
" Bang, nanti malam Abang ada waktu kan? " tanya Arisa saat Reno dan Siska baru berjalan beberapa langkah.
" Iya, memangnya kenapa? " tanya Reno.
" Ada seseorang yang mau ketemu sama Abang " jawab Arisa.
" Siapa? " tanya Reno karena tidak biasanya ada seseorang yang mau menemuinya tapi lewat Arisa.
" Nanti Abang bakal tau sendiri " jawab Arisa.
Reno pun menganggukan kepalanya dan mengajak Siska pergi ke kamar mereka karena Siska terlihat sudah sangat lelah.
Setelah Reno dan Siska pergi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. Ia akan segera menghubungi Angga dan memberitahukannya jika kakaknya sudah kembali dari Jepang.
Arisa mencari kartu nama yang Angga berikan kepadanya lalu mengambil ponselnya dari atas nakas. Arisa memasukkan nomor ponsel Angga lalu mengirimi Angga pesan.
" Assalamualaikum Mas Angga, ini aku Arisa. Aku cuma mau kasih tau kalau Bang Reno sudah kembali dari Jepang dan aku juga sudah mengatakan kalau Mas Angga mau bertemu malam ini. Apa Mas Angga bisa? " ucap Arisa dalam pesannya.
Pesan itu pun terkirim dan tidak lama kemudian, terdengar suara notifikasi masuk ke dalam ponsel Arisa. Ternyata Angga langsung membalas pesannya.
" Walaikumsalam. Saya akan datang malam ini " jawab Angga singkat dalam pesan itu.
" Terima kasih, Mas " balas Arisa.
Dan setelah itu Arisa meletakkan ponselnya kembali ke atas nakas karena Angga tidak membalas pesannya lagi.
Sementara itu, Angga yang sedang bersantai di ruang tamu terkejut saat mendapatkan pesan dari nomor yang tidak di kenal. Angga memang tidak bekerja hari itu karena Ardi melarangnya dan menyuruhnya untuk beristirahat sampai luka di telapak tangannya itu kering.
" Aku harus siap menemui Tuan Reno malam ini " ucap Angga ketik sudah membaca pesan yang ternyata dari Arisa.
Siap tidak siap memang Angga harus menemui Reno untuk meminta izin untuk menikahi Arisa.
***
Pada malam harinya, Angga sudah siap untuk pergi ke rumah kakak dari Arisa itu. Penampilannya cukup berbeda malam ini karena ia hanya menggunakan kemeja yang ia lipat lengannya dan celana kain tidak terlalu formal seperti biasanya.
" Mau kemana, Ngga? " tanya Teno yang baru saja kembali tadi sore.
" Mau pergi menemui Tuan Reno " jawab Angga jujur.
" Widih, mau minta restu nih ceritanya. Kakak gak diajak nih? " ucap Teno pada Angga.
" Aku akan mengajak Kakak jika aku sudah mendapatkan izin dari Tuan Reno dan saat pernikahan terpaksa kami " jawab Angga.
" Harus itu. Kamu juga harus bicara tentang ini sama Tuan Gunawan dan Tuan Ardi, kita cuma punya mereka yang menganggap kita keluarga. Kamu juga minta bantuan Tuan Gunawan untuk melamar gadis itu nanti karena aku gak bisa " ucap Teno pada Angga.
" Iya Kak " jawab Angga.
" Kalau begitu, aku berangkat dulu " pamit Angga.
" Yoi, Kakak doakan sukses " jawab Teno.
Angga keluar dari gerbang rumah utama dan menunggu taksi online yang tadi ia pesan. Ia sengaja pergi menggunakan taksi online bukan hanya karena dirinya yang tidak bisa menyetir mobil saat ini tapi ia hanya ingin menunjukkan dirinya apa adanya pada keluarga Arisa nanti yang memang tidak memiliki apa-apa.
Tak lama kemudian, taksi online itu pun datang dan Angga langsung masuk ke dalamnya.
Sesampainya di rumah Reno, tiba-tiba saja Angga merasa sangat gugup padahal saat berangkat tadi biasa saja. Angga mengetuk pintu utama setelah tadi berbicara pada Pak Rusli dan mengatakan ingin bertemu dengan Reno.
Pintu utama itu terbuka dan kebetulan yang membuka pintu itu adalah Arisa.
" Mas Angga " ucap Arisa saat melihat Angga.
" Apa sekarang Tuan Reno berada di rumah? " tanya Angga menutupi rasa gugupnya.
" Iya, silahkan masuk Mas " jawab Arisa.
Angga pun masuk ke dalam rumah itu untuk pertama kalinya dan mengikuti Arisa dari belakang.
" Duduk dulu Mas, aku panggil Bang Reno dulu " ucap Arisa meminta Angga untuk duduk dan menunggu sebentar.
Angga pun menganggukkan kepalanya lalu duduk di sofa yang ada di sana.
Beberapa saat kemudian, terlihat Reno berjalan menghampirinya seorang diri. Angga pun langsung berdiri dari duduknya. Rasa gugup yang tadi ia rasakan kini kian bertambah saat bertemu Reno. Bahkan ia saat ini jauh lebih gugup dari pada menghadapi orang-orang yang menyerangnya kemarin.
" Kenapa aku jadi gugup begini? " ucap Angga dalam hati tapi dihadapan Reno ia mencoba untuk tetap terlihat biasa saja.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Uwie Yanti
emang gitu ngga klo mo ketemu calon Abang ipar yg merangkap calon mertua🤣🤣🤣
2023-10-25
2