Udara semakin dingin dan angin juga bertiup semakin kencang sehingga membuat air hujan sekarang masuk ke dalam halte bis itu dan membasahi Angga dan Arisa. Angga yang melihat itu tidak bisa tinggal diam karena mereka akan basah dan tentunya akan kedinginan. Angga pun memutuskan untuk membawa Arisa ke mobil yang tadi ia bawa karena hanya di situ mereka bisa berlindung dari air hujan.
" Anginnya semakin kencang dan tubuh kita akan basah jika terus berada di sini. Sekarang lebih baik kita ke mobil saya untuk berlindung dari air hujan " ucap Angga pada Arisa yang masih dalam pelukannya.
" Kemana pun itu asal jangan tinggalin aku sendiri, aku takut " ucap Arisa yang tidak ingin sampai Angga meninggalkannya sendirian.
" Saya tidak akan meninggalkan kamu saat keadaan kamu seperti ini " jawab Angga agar Arisa tidak takut ditinggal lagi.
Angga melepaskan jas miliknya walaupun cukup susah karena Arisa benar-benar tidak mau melepaskan pelukannya meski hanya sebentar. Angga menjadikan jas miliknya itu sebagai pelindung dari air hujan saat menuju mobilnya.
Kemudian Angga membawa Arisa ke mobilnya yang tidak jauh dari sana. Angga membuka pintu mobil itu dan menyuruh Arisa untuk masuk.
" Gak mau nanti kamu ninggalin aku " ucap Arisa benar-benar takut.
Entah kejadian buruk apa yang membuat Arisa bisa setakut itu.
" Saya tidak akan meninggalkanmu " ucap Angga meyakinkan Arisa.
Akhirnya, Arisa pun mau melepaskan pelukannya pada Angga dan masuk ke dalam mobil. Angga berlari ke memutari mobil lalu masuk melalui pintu yang lain. Angga melempar jas yang sudah basah itu ke kursi penumpang.
Baru saja memastikan duduknya nyaman, Arisa sudah memeluknya kembali. Angga hanya bisa menghela napasnya karena ia lagi-lagi tidak tega melihat Arisa yang ketakutan.
" Apa yang kamu alami sampai kamu setakut ini " batin Angga melihat wajah Arisa.
Tangan Angga terulur menghapus air hujan yang ada di wajah Arisa. Angga sebenarnya sangat tidak nyaman seperti ini apalagi pakaian mereka berdua basah. Angga membuka tiga kancing kemejanya paling atas agar ia merasa sedikit nyaman.
Lama-kelamaan Angga dan Arisa merasa mengantuk karena hujan tidak kunjung berhenti. Akhirnya mereka berdua pun tertidur dengan posisi yang saling berpelukan di dalam mobil.
***
Tidak tahu berapa lama ia tertidur, Angga mulai membuka matanya saat mendengar suara ketukan di pintu mobilnya. Angga membuka pintu mobil itu dengan setelah sadar, bahkan ia juga tidak sadar jika hari sudah malam dan ada orang lain di dalam mobil itu sedang memeluk.
" Kalian berbuat mesum di sini? " ucap seorang bapak-bapak yang mengetuk pintu mobil Angga.
Angga langsung melebar kedua matanya saat mendengar ucapan bapak itu.
" Jangan asal bicara ya, Pak. Saya tidak berbuat mesum " ucap Angga yang tidak terima dikatakan seperti itu oleh bapak itu.
Tak lama kemudian, datang dua orang pria lain karena mendengar teriakan Angga.
" Ada apa ini, Pak? " tanya salah satu pria itu.
" Ini ada dua orang yang berbuat mesum di dalam mobil " jawab bapak itu.
Sebenarnya bapak-bapak itu adalah orang sekitar sana yang sedang lewat dan melihat mobil Angga yang sepertinya sedang mogok. Niat awalnya ingin membantu pemilik mobil itu tapi malah ia menemukan pasangan yang sedang berbuat mesum di dalam mobil itu.
" Hey, saya tidak berbuat mesum " ucap Angga yang masih tidak terima.
Arisa yang mendengar suara teriakan seseorang pun merasa terganggu dan membuka matanya walau tidak sepenuhnya sadar.
" Ada apa ini? " ucap Arisa dengan suara serak tapi tidak bangkit dari pelukan Angga.
Angga pun baru tersadar setelah mendengar suara Arisa. Angga menoleh ke arah Arisa yang masih di dalam pelukannya.
" Astaga, aku lupa kalau ada gadis ini " batin Angga.
Sekarang Angga paham mengapa bapak-bapak itu mengatakan dirinya berbuat mesum di dalam mobil.
" Pak, ini semua tidak seperti yang terlihat. Saya tidak berbuat mesum di sini " ucap Angga mencoba meyakinkan mereka.
" Jangan banyak alasan, coba lihat penampilan kalian. Semua orang yang melihat kalian juga pasti tahu apa yang kalian lakukan " ucap bapak itu yang tidak percaya dengan apa yang Angga katakan.
Arisa yang baru sadar pun langsung melepaskan diri dari pelukan Angga.
" Mas, ada apa ini? " tanya Arisa yang sangat bingung dan tidak bisa berpikir.
" Pak, lebih baik kita bawa ke kantor polisi terdekat dua orang yang berbuat mesum ini " ucap pria yang tadi.
Kini Arisa mengetahui apa yang terjadi setelah mendengar ucapan dari pria itu dan melihat wajah panik Reno.
" Kami tidak berbuat mesum, Pak " ucap Arisa membela diri dari tuduhan itu.
" Jangan mengelak, penampilan kalian sudah menjelaskan semuanya " ucap pria itu.
Arisa melihat penampilannya dan Angga. Ia masih menggunakan pakaian lengkap bahkan hijabnya masih terpasang di kepalanya walaupun sedikit berantakan. Lalu ia menoleh pada Angga yang sedang memasang kembali tiga kancing kemeja yang sempat terbuka dan memperlihatkan dadanya yang bidang. Siapa pun yang melihat mereka sekarang pasti akan mengira hal yang sama.
" Ayo sekarang lebih baik kita bawa ke kantor polisi " ucap mereka.
Mereka menarik paksa Angga dan Arisa untuk keluar dari mobil itu dan akan membawa mereka ke kantor polisi.
" Pak, jangan bawa saya ke kantor polisi, saya tidak berbuat mesum " pinta Arisa memohon.
Arisa sudah menangis karena ia ketakutan dibawa oleh bapak-bapak itu.
" Tolong lepaskan kami, saya bisa menjelaskan apa yang terjadi " bentak Angga menghempaskan tangan kedua pria yang tadi memeganginya hingga sedikit memundurkan langkahnya saking kuatnya Angga.
Angga menarik Arisa untuk berdiri di belakang tubuhnya karena ia tidak rela jika bapak-bapak itu memegang tangan Arisa.
" Mas, aku takut kita dibawa ke kantor polisi " ucap Arisa sambil menangis.
Angga menatap tajam tiga orang yang sudah menuduh mereka berbuat mesum karena salah paham melihat mereka berdua di dalam mobil.
" Dengarkan saya, saya dan gadis ini tidak berbuat mesum. Saya dan dia sama-sama terjebak hujan di halte bis yang tidak jauh dari sini. Mobil saya ini mogok sehingga saya memutuskan untuk berteduh. Saya mengajaknya untuk berteduh di dalam mobil saya karena angin semakin kencang dan saya tidak bisa membiarkan kami terus di sana dan basah " ucap Angga menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.
" Terus kenapa kalian berpelukan di dalam mobil? " tanya bapak itu yang tidak percaya dengan penjelasan Angga.
" Karena dia sangat ketakutan mendengar suara petir yang sangat kencang sehingga memeluk saya agar lebih tenang " jawab Angga jujur.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments