Angga dan Arisa tidak tahu harus menjelaskan bagaimana mana lagi karena ketiga orang itu tetap saja tidak percaya pada apa yang mereka katakan.
" Tolong percayai kami, kami benar-benar tidak melakukan seperti yang kalian tuduhkan " ucap Arisa menangkupkan kedua tangannya memohon pada mereka.
" Jangan pernah memohon, karena kita tidak bersalah " ucap Angga yang tidak suka Arisa memohon seperti itu.
" Sudahlah, kalian jangan banyak bicara, lebih baik ikut kami ke kantor polisi " ucap bapak itu.
" Jangan Pak, saya mohon " ucap Arisa tidak ingin sampai mereka dibawa ke kantor polisi.
Sedangkan Angga hanya diam memikirkan cara agar mereka bisa terbebas dengan itu semua. Mengecek cctv pun percuma karena tidak akan bisa memperlihatkan apa yang mereka lakukan di dalam mobil.
" Mas, jangan diam aja dong " ucap Arisa pada Angga yang hanya diam.
Angga menurun egonya untuk memohon pada orang-orang itu agar tidak membawa mereka ke kantor polisi. Jika sampai terjadi maka orang lain akan mengetahuinya dan itu tidak baik untuk dirinya maupun majikannya karena bisa saja dijadikan senjata karena orang kepercayaan mereka kepergok berbuat mesum.
" Pak, kami mohon jangan bawa kami ke kantor polisi " ucap Angga pada mereka.
" Baiklah, kami tidak akan membawa kalian ke kantor polisi. Tapi kalian harus segera menikah agar daerah sekitar sini tidak mendapatkan mala petaka akibat perbuatan kalian " ucap bapak itu memberikan pilihan yang sama beratnya pada mereka berdua.
Angga dan Arisa pun sama-sama terkejut dengan ucapan bapak itu yang meminta mereka untuk menikah.
" Kami setuju " ucap dua pria yang lain
" Pak, gak bisa gitu. Saya gak mungkin menikah sama Mas ini karena kami gak saling mengenal " ucap Arisa yang tidak bisa menerima itu.
" Kalian harus tetap menikah agar mala petaka di daerah sini tidak terjadi. Jika tidak kalian akan kami bawa ke kantor polisi " jawab bapak itu.
Arisa sangat bingung saat ini ia tidak ingin menikah dengan kejadian seperti ini dan juga tidak ingin dibawa ke kantor polisi.
" Gimana ini? Bang Reno pasti kecewa banget sama aku " ucap Arisa dalam hati.
" Kami akan menikah " ucap Angga yang membuat Arisa sangat terkejut.
" Mas, gimana kita bisa menikah. Kita gak saling kenal " ucap Arisa menatap Angga tidak percaya.
" Lalu kita harus bagaimana? Kalau kamu mau kita dibawa ke kantor polisi, saya tidak masalah. Kita tidak memiliki pilihan lain " jawab Angga yang berpikir bahwa menikah dengan Arisa adalah keputusan terbaik untuk saat ini.
Ia tidak ingin mempertaruhkan kehormatan keluarga Wicaksono karena dirinya dan membuat keluarga yang sudah begitu baik pada dirinya malu. Sedangkan Arisa sekarang juga berpikir hal yang sama, ia tidak ingin lebih membuat kakaknya merasa malu karena perbuatannya. Sekarang ia hanya perlu menunggu kakaknya pulang dan meyakinkan Reno jika ia tidak melakukan itu dan terpaksa menikah dengan Angga.
" Baik, kalian harus menikah secepat kalau bisa malam ini juga " ucap bapak itu.
" Gak bisa malam ini, Pak. Kakak saya sedang berada di luar negeri dan dia keluarga saya satu-satunya " ucap Arisa yang tidak ingin menikah tanpa kehadiran Reno.
Reno adalah keluarga satu-satunya yang ia punya dan juga sebagai wali untuknya sebagai pengganti ayahnya yang sudah meninggal.
" Kapan kakak kamu kembali? " tanya Angga pada Arisa.
" Kemungkinan minggu depan " jawab Arisa.
Angga mengeluarkan ponselnya dari dalam ponselnya. Beruntung ponselnya masih bisa menyala dan tidak kehabisan baterai.
" Saya bisa minta nomor bapak. Saya akan kabari bapak jika kakak dari gadis ini kembali dari luar negeri dan saya akan menikahi gadis ini. Kalian bisa hadir di pernikahan kami lagi akan kalian percaya " ucap Angga pada mereka.
Bapak itu pun memberikan nomor ponselnya pada Angga.
" Saya akan tunggu jika dalam dua minggu kalian tidak menikah maka saya akan membawa kalian ke polisi " ucap bapak itu pada Angga dan Arisa.
" Baik " jawab Angga.
Setelah itu ketiga orang itu pergi meninggalkan Angga dan Arisa. Arisa menyandarkan tubuhnya di mobil milik Angga. Ia masih tidak percaya dengan apa yang hari ini dia alami.
" Masuklah ke dalam mobil. Saya akan memeriksa mobil ini lalu mengantarkan kamu pulang " ucap Angga pada Arisa.
Arisa menegakkan tubuhnya. " Aku bisa pulang sendiri " jawab Arisa.
" Ini sudah sangat malam, sangat bahaya jika kamu pulang sendiri " ucap Angga tetap ingin mengantar Arisa.
Arisa melihat jam tangan di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan jam sebelas malam. Ia pun membenarkan ucapan Angga jika akan bahaya jika ia pulang sendiri sekarang.
Akhirnya Arisa menurut dan masuk ke dalam mobil Angga dan membiarkan Angga memeriksa mobil itu sendiri.
" Ya Allah, apa aku bisa menjadi istri yang baik jika menikah saat ini " gumam Arisa memikirkan nasibnya kedepannya.
Tiga puluh kemudian Angga sudah masuk ke dalam mobil kembali. Ia mencoba menyalakan mesin mobil itu dan ternyata berhasil.
" Dimana rumah kamu? " tanya Angga memasang sabuk pengaman.
Arisa pun memberitahu alamat rumah kakaknya pada Angga. Angga cukup terkejut saat mendengar alamat itu karena ia pernah pergi ke sana sebelumnya tapi tidak bertemu dengan Arisa.
" Bukankah itu alamat rumah Tuan Reno? " tanya Angga memastikan.
" Iya " jawab Arisa.
" Mas kenal sama Bang Reno? " tanya Arisa.
" Tuan Reno adalah rekan bisnis majikan saya " jawab Angga.
Arisa pun hanya ber-oh ria mendengar jawaban Angga karena memang tidak menutup kemungkinan Angga mengenal Reno karena memang Reno merupakan pengusaha yang cukup sukses.
Kemudian Angga melajukan mobilnya menuju alamat yang diberitahukan oleh Arisa.
" Mas " panggil Arisa pada Angga setelah mereka sama-sama terdiam cukup lama.
" Hmm " jawab Angga masih fokus pada jalanan.
" Aku minta maaf ya gara-gara aku peluk Mas jadi kita harus dipaksa dengan menikah dengan cara seperti ini " ucap Arisa menundukkan kepalanya.
Arisa merasa bersalah karena memang berawal dari kesalahannya yang memeluk Angga dan tidak melepaskannya hingga tadi saat mereka dipergoki oleh orang-orang itu. Sedangkan hanya menghela napasnya melihat Arisa yang merasa bersalah karena biasanya jika gadis lain pasti akan menyalahkannya tapi Arisa justru minta maaf dan merasa bersalah.
" Saya juga salah karena mengajak kamu masuk ke dalam mobil " ucap Angga.
Arisa merasa sedikit lega mendengar itu karena Angga tidak seperti bayangannya dan Angga juga tidak mengambil kesempatan untuk berbuat tidak baik kepadanya. Untuk pelukan itu memang karena ia yang pertama memeluk Angga.
" Tapi apa Mas yakin dengan kita yang harus menikah? " tanya Arisa pada Angga.
" Yakin tidak yakin, kita tidak memiliki pilihan lain. Dan saya juga sudah menyentuh kamu yang sebenarnya tidak boleh saya sentuh jadi saya harus bertanggung jawab.
Angga memang memikirkan itu, ia juga paham tentang agama walaupun pun orang yang terlalu religius. Dari keluarganya saja Angga sudah tahu seperti apa Arisa dan Arisa tidak akan memeluknya jika bukan keadaan terpaksa seperti tadi.
Sesampainya di depan rumah Reno, Arisa hendak turun dari mobil tapi ia mengucapkan terima kasih dulu pada Angga.
" Terima kasih ya, Mas. Hati-hati di jalan " ucap Arisa pada Angga
Angga pun menganggukan kepalanya.
" Tunggu sebentar " cegah Angga saat Arisa membuka pintu mobil itu.
" Kenapa? " tanya Arisa.
" Siapa namamu? " tanya Angga yang memang tidak mengetahui siapa nama gadis yang akan ia nikahi itu.
" Nama aku Arisa " jawab Arisa.
" Saya Angga " ucap Angga mengenalkan dirinya.
Angga mengeluarkan sebuah kartu nama dan memberikannya pada Arisa.
" Ini kartu nama saya. Kamu bisa hubungi saya saat kakak kamu sudah kembali " ucap Angga dan Arisa menganggukkan kepalanya.
Arisa keluar dari mobil itu baru setelah itu Angga menyalakan mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Waahh bisa di lepaskan begitu aja, Biasa di jikahkan dgn wali hakim, Kasus kek gini gak ada sejarah nya bisa di lepaskan begitu aja,, Bisa aja mereka menghilangkan diri kemana saja kan kalo pelaku nya mau.. 👍🏻🤣
2023-11-12
2
Uwie Yanti
dh rencana mau nikah br tanya Nama.... 🤦
2023-10-25
1
George Lovink
Lucu yach....
2023-09-18
0