Di dalam kamar, Angga dan Arisa sama-sama begitu canggung karena ini pertama kalinya untuk mereka tidur di tempat tidur yang sama dengan lawan jenis selain keluarga. Arisa hanya sesekali mencuri-curi pandang pada Angga yang sedang duduk di sofa. Begitu juga dengan Angga yang berpura-pura sibuk dengan ponselnya padahal ia juga mencuri pandang pada Arisa di tepi tempat tidur.
" Mau sampai kapan seperti ini? " batin Angga karena sudah tidak tahan dengan suasana canggung itu.
Angga mematikan ponselnya dan meletakkannya di atas meja belajar Arisa.
" Tidurlah, saya akan tidur di sofa jika kamu tidak nyaman saya tidur di tempat tidur kamu " ucap Angga pada Arisa.
Mendengar itu pun Arisa langsung gelagapan, ia merasa sedikit tidak nyaman tapi dia juga tidak tega membiarkan Angga tidur di sofa.
" Bukan seperti itu, aku hanya belum terbiasa aja tidur satu ranjang sama laki-laki " ucap Arisa menundukkan kepalanya.
" Tapi aku mau kok berbagi tempat tidur sama Mas Angga " lanjut Arisa.
Angga pun menganggukan kepalanya.
Setelah itu, Arisa menggantikan pakaiannya dengan piyama tapi ia masih memakai hijab di kepalanya karena merasa malu dengan Angga. Angga pun sudah mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek karena ia tidak membawa piyama di dalam tasnya.
Arisa menaiki tempat tidur terlebih dahulu lalu disusul dengan Angga dari sisi lainnya.
" Terima kasih, sudah mau berbagi tempat tidur dengan saya " ucap Angga setelah mereka cukup lama terdiam.
Arisa pun menganggukan kepalanya.
" Aku boleh minta satu hal gak sama Mas Angga? " ucap Arisa pada Angga.
" Apa? " tanya Angga.
" Jangan terlalu formal kalau ngomong sama aku. Aku ini istri Mas Angga bukan bosnya Mas Angga " ucap Arisa.
" Baiklah, akan saya coba " jawab Angga.
Angga memang selalu menggunakan bahasa formal, hanya pada Teno saja ia tidak seperti itu karena sudah menganggap Teno sebagai kakak kandungnya.
" Hmm, apa kamu tidak ingin melepas hijab itu saat tidur? Aku suami kamu dan berarti aku berhak untuk melihatnya kan? Lepas saja agar kamu lebih nyaman untuk tidur " ucap Angga saat melihat Arisa masih menggunakan hijabnya.
" Iya, Mas Angga berhak melihatnya " jawab Arisa.
Arisa pun membuka hijab yang terpasang di kepalanya hingga memperlihatkan rambut panjang Arisa yang berwarna hitam terurai. Angga bahkan tidak mengedipkan matanya melihat Arisa tidak menggunakan hijab untuk pertama kalinya.
Arisa hanya menundukkan kepalanya merasa sangat malu dihadapan Angga.
" Dia semakin cantik tanpa hijabnya " ucap Angga dalam hati.
Angga pun langsung tersadar dan ia bisa melihat Arisa yang terus menundukkan kepalanya.
" Ehem, tidurlah. Aku tidak akan menyentuhmu malam ini " ucap Angga memecah keheningan diantara mereka.
" Iya Mas " jawab Arisa.
Arisa merebahkan tubuhnya membelakangi Angga karena ia sangat malu jika harus melihat wajah Angga.
" Ya Allah, kenapa aku gugup gini sih " ucap Arisa dalam hati.
Sedangkan Angga yang melihat itu pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Arisa. Ia memiringkan tubuhnya menghadap punggung Arisa yang membelakanginya.
" Aku tidak menyangka sekarang aku sudah memiliki istri dan saat ini tidur satu tempat tidur dengannya " ucap Angga dalam hati.
Angga tidak bisa tidur karena merasa belum mengantuk, begitu juga dengan Arisa yang merasa sangat gugup.
" Kamu belum tidur? " tanya Angga saat melihat Arisa terus bergerak.
" Be-lum Mas " jawab Arisa semakin gugup.
" Kalau kamu tidak bisa tidur karena aku, aku pindah saja dan tidur di sofa " ucap Angga karena tidak ingin Arisa merasa tidak nyaman.
Mendengar itu, Arisa pun langsung membalik tubuhnya. " Enggak Mas, Mas Angga tidur aja di sini. Aku cuma merasa sedikit gugup " ucap Arisa jujur.
Angga tersenyum tipis mendengar itu apalagi ia melihat keringat yang membasahi kening Arisa. Mungkin saja Arisa terlalu gugup sehingga sampai mengeluarkan keringat seperti itu.
" Tenanglah, aku suami kamu kan. Mungkin setelah ini kita akan terus berbagi tempat tidur jadi kamu harus terbiasa mulai sekarang " ucap Angga pada Arisa.
" Iya Mas " jawab Arisa mencoba untuk tenang dan tidak gugup lagi.
" Sekarang tidurlah " ucap Angga.
Arisa menganggukkan kepalanya lalu mulai memejamkan matanya.
Tidak butuh waktu lama terdengar suara napas yang beraturan yang menandakan jika Arisa sudah tertidur.
" Meski awalnya aku terpaksa dan tidak ingin menikah, tapi baru satu hari kita menikah aku merasa menikah tidak seburuk itu. Apalagi aku mendapatkan istri seperti dirimu yang aku yakini perempuan baik " ucap Angga pelan memandangi wajah cantik Arisa yang sudah tertidur dengan pulas.
Setelah itu, Angga pun menyusul Arisa pergi ke alam mimpi dengan posisi yang berhadapan.
***
Arisa merasa tidurnya sangat nyenyak dan ia membuka matanya dengan perlahan. Tapi sedetik kemudian ia membulatkan matanya saat melihat Angga yang sedang tertidur pulas di hadapannya. Arisa menutup mulutnya agar tidak berteriak dan membangunkan orang-orang rumah.
" Astaghfirullahalazim. Kenapa aku bisa lupa kalau aku sama Mas Angga sudah menikah kemarin? " gumam Arisa yang baru mengingatnya.
Arisa melihat jam dinding yang baru menunjukkan pukul dua dini hari. Arisa memang terbiasa bangun pada jam itu untuk sholat tahajud. Karena sudah terbiasa, walaupun tidak akan melakukan sholat tahajud ia pun akan tetap terbangun.
Kemudian Arisa ingin mendudukkan tubuhnya tapi ia merasa ada sesuatu yang menindih perutnya. Arisa menundukkan kepalanya dan ia melihat tangan Angga yang sedang memeluknya.
Deg deg deg.
Demi apapun jantung Arisa sudah berdisko saat ini. Ia sangat gugup saat dipeluk seseorang walaupun itu suaminya sendiri. Arisa mencoba untuk menyingkirkan tangan Angga pelan-pelan agar tidak mengganggu tidurnya. Tapi tiba-tiba saja Angga malah semakin mengeratkan pelukan itu hingga Arisa menempel pada dada bidang Angga.
" Emm " gumam Angga dalam tidurnya.
" Aduh, gimana ini? " batin Arisa panik.
Arisa berusaha lagi untuk melepaskan pelukan Angga tetapi Angga semakin memeluknya dengan erat.
" Gak papa kan kalau dipeluk suami sendiri, tapi jantung aku ini gimana " gumam Arisa.
Arisa pun mencoba mengendalikan dirinya karena melepaskan diri dari Angga pun tidak bisa, yang ada malah Angga akan terbangun nantinya. Hingga lama-kelamaan Arisa pun mengantuk kembali dan tidur dalam pelukan Angga. Pelukan yang menurutnya memberikan perlindungan dan kenyamanan selain pelukan dari ayah dan kakaknya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
GMNA MAU DISENTUH, SI RISA LGI HAID...
2024-04-12
1
Qaisaa Nazarudin
Istri yg baik tentu nya untuk suami yg baik pula, Kamu lelaki yg baik, bertanggung jawab,dan setia..Tentu lah juga mendapatkan istri yg baik dan keturunan yg baik juga seperti Arisa..
2023-11-12
2
Uwie Yanti
mau donk dipeluk mas Angga yg gagah... 🤣🤣🤣🤣
2023-10-25
2