Hari ini, Angga akan untuk mengawal Ardi ke Bandung untuk menemui satu satu rekan bisnis Tuan Gunawan. Ardi mewakili Tuan Gunawan yang belum kembali dari perjalanan bisnis ke luar kota. Kebetulan hari itu juga ia tidak harus mengantarkan Tya pergi kemana pun jadi tugasnya beralih menjadi bodyguard Ardi.
Angga sudah siap berdiri di samping mobil dan tinggal menunggu Ardi keluar dan mereka akan berangkat.
" Kita berangkat sekarang aja Kak, mumpung masih pagi " ucap Ardi yang sudah menghampiri Angga.
" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.
Angga dan Ardi pun masuk ke dalam mobil. Ardi memilih duduk di depan dan di samping Angga yang akan menyetir mobil agar mereka lebih santai karena Ardi sudah menganggap Angga seperti kakaknya sendiri.
Kemudian Angga menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya meninggalkan kediaman Keluarga Wicaksono.
Mereka harus menempuh perjalanan sekitar kurang lebih tiga jam untuk sampai di Bandung dan tepat pada pukul sepuluh pagi, mereka sudah tiba di sebuah perusahaan milik rekan bisnis Tuan Gunawan. Angga ikut masuk ke dalam gedung perusahaan itu untuk menemani Ardi sekaligus menjaga Ardi dari kejahatan-kejahatan tidak terduga. Karena tidak sedikit orang yang ingin menjatuhkan dan mencelakai keluarga Wicaksono termasuk Ardi sebagai pewaris dari kerajaan bisnis Wicaksono Group dan itu semua adalah tugas Angga untuk selalu sigap menjaga dan melindungi mereka.
" Saya akan terus berada di belakang Anda, Tuan Muda " ucap Angga pada Ardi selalu berjaga-jaga.
Ardi pun menganggukkan kepalanya dan membiarkan Angga menjalankan tugasnya untuk menjaga dirinya karena memang itu yang ia butuhkan sekarang.
Pertemuan Ardi dan rekan bisnis Tuan Gunawan itu berjalan dengan lancar dan terjadi kesepakatan diantara mereka. Angga terus berada di belakang Ardi bahkan tidak pernah lebih dari satu meter jaraknya dan Ardi.
" Kita mampir ke masjid dulu sebelum pulang, Kak " ucap Ardi yang melihat sudah pukul dua siang pada pergelangan tangannya.
" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.
Angga dan Ardi masuk ke dalam salah satu masjid di Bandung untuk melaksanakan sholat dzuhur terlebih dahulu karena mereka tidak ingin melewatkannya. Sudah dipastikan jika mereka akan sampai Jakarta kembali saat hampir petang.
" Apa kita langsung kembali ke Jakarta, Tuan Muda? " tanya Angga pada Ardi saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
" Iya Kak. Aku mau kita sampai Jakarta sebelum malam " jawab Ardi.
Angga menganggukkan kepalanya lalu menyalakan mesin mobil itu dan menjalankannya menuju ke arah Jakarta. Angga fokus menyetir selama perjalanan dan Ardi menyelesaikan semua laporan mengenai pertemuannya tadi.
Perjalanan mereka awalnya berjalan dengan mulus tanpa rintangan tapi tiba-tiba saja ada beberapa buah motor yang mengejar mereka dari belakang.
" Kenapa, Kak? " tanya Ardi pada Angga karena merasa kecepatan mobil yang mereka tumpangi.
" Ada beberapa motor yang mengejar kita, Tuan Muda. Sepertinya mereka ingin menyerang kita " jawab Angga masih fokus menyetir untuk menghindari mereka.
Ardi menoleh ke belakang dan melihat motor-motor itu memang mengejar mereka. Angga dan Ardi tentu sudah bisa menebak jika mereka adalah orang suruhan dari lawan bisnis Tuan Gunawan.
" Kalau gitu ngebut aja, Kak. Kita harus hindari mereka sekarang, apalagi kita cuma berdua " perintah Ardi pada Angga.
" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.
Angga pun menambah lagi kecepatan mobil itu hingga terjadi kejar-kejaran antara mobil mereka dan beberapa motor itu. Hingga pada akhirnya, mereka harus berhenti karena salah satu motor itu berhasil menghadang mobil mereka.
" Hey, keluar kalian " ucap salah satu orang yang mengendarai motor itu.
" Maafkan saya Tuan Muda, saya tidak bisa menghindari mereka " ucap Angga pada Ardi.
Ardi tidak menyalahkan Angga karena kecepatan mereka memang lebih cepat dari mobil itu.
" Tuan Muda tunggu saja, saya yang akan melawan mereka " ucap Angga melepaskan sabuk pengaman di tubuhnya.
" Aku ikut, Kak " ucap Ardi harus membantu Angga.
" Jangan Tuan Muda, ini sangat berbahaya " larang Angga tidak ingin Ardi celaka.
" Lebih baik kita lawan berdua, Kak. Mereka itu lebih dari tiga orang dan Kakak hanya sendiri " ucap Ardi yang tidak mau mendengarkan larangan Angga.
Angga dan Ardi pun langsung keluar dari mobil untuk menghadapi orang-orang itu.
" Siapa kalian? " tanya Angga pada mereka.
" Kalian berdua tidak perlu tahu siapa kami. Yang perlu kalian tau kalau kalian berdua sebentar lagi akan mati di tangan kami " jawab salah satu dari orang itu.
" Serang " perintah orang itu kepada anak buahnya.
Perkelahian pun tidak dapat dihindarkan, mereka yang berjumlah lima orang terus menyerang Angga dan Ardi. Angga cukup kewalahan melawan tiga orang sekaligus dengan ilmu bela diri yang cukup bagus. Hingga akhirnya, Angga bisa melumpuhkan dua orang dari mereka dan tinggal satu lagi. Tapi saat ia hendak menyerang orang itu, Angga melihat Ardi kesulitan melawan dua orang yang menyerangnya. Apalagi salah satu dari mereka hendak mencoba menusuk Ardi dengan pisau.
" Tuan Muda " teriak Angga.
Angga cepat berlari ke arah Ardi dan mencegah orang itu menusuk tubuh majikannya itu.
Sret.
Angga mendorong tubuh Ardi sehingga dan menahan pisau itu dengan kedua tangannya. Darah segar mengalir keluar dari telapak tangan Angga akibat sayatan pisau itu.
" Kak Angga " ucap Ardi panik.
Ardi pun segera menyerang orang itu kembali agar karena Angga terlihat sudah tidak tahan menahan pisau itu. Ardi menendang perut orang itu hingga terjungkal.
" Ssst " desis Angga merasakan perih di telapak tangannya.
Walaupun sangat sakit tapi Angga tidak bisa diam saja, ia pun kembali menyerang orang itu dengan tangan yang terus mengeluarkan darah segar. Hingga orang yang membawa pisau tadi ingin menyerangnya, ia pun langsung menghindar dan akhirnya orang itu menyerang temannya sendiri.
" Akh " pekik orang yang tertusuk.
Akhirnya perkelahian itu terhenti karena salah satu dari orang itu tumpang karena tertusuk di perut oleh temannya sendiri. Mereka langsung pergi dan membawa temannya itu pergi.
" Anda baik-baik saja, Tuan Muda? " tanya Angga memastikan keadaan Ardi.
" Aku baik-baik aja, Kak " jawab Ardi yang memang hanya lebam karena terkena pukulan di beberapa titik.
" Lebih baik sekarang kita ke rumah sakit, Kak Angga harus cepet ditangani " ucap Ardi saat darah terus mengalir dari tangan Angga.
" Tidak perlu, Tuan Muda. Saya akan mengobatinya saat kita sampai di Jakarta " tolak Angga.
Akhirnya Ardi membungkus kedua telapak tangan Angga agar darah itu tidak terus keluar.
" Kalau gitu, biar aku yang menyetir sekarang " ucap Ardi tidak ingin dibantah.
Angga pun menganggukan kepalanya karena memang tangannya tidak bisa digunakan untuk menyetir saat ini.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
SIAPA YG MNYERANG MEREKA, APA ORG2 BAYARN SAINGAN BISNIIS
2024-04-12
1
Qaisaa Nazarudin
Oh Tya menantunya tuan Gunawan, Berarti aku salah paham tadi ya,🙏🏻🙏🏻🙏🏻😁😁
2023-11-12
2
Uwie Yanti
seru br kali ini baca cerita kisah tentang pengawalnya, biasanya novel2 lain banyakan cerita tentang TUAN MUDA😘 good job thor
2023-10-25
2