11. Penyerangan

Hari ini, Angga akan untuk mengawal Ardi ke Bandung untuk menemui satu satu rekan bisnis Tuan Gunawan. Ardi mewakili Tuan Gunawan yang belum kembali dari perjalanan bisnis ke luar kota. Kebetulan hari itu juga ia tidak harus mengantarkan Tya pergi kemana pun jadi tugasnya beralih menjadi bodyguard Ardi.

Angga sudah siap berdiri di samping mobil dan tinggal menunggu Ardi keluar dan mereka akan berangkat.

" Kita berangkat sekarang aja Kak, mumpung masih pagi " ucap Ardi yang sudah menghampiri Angga.

" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.

Angga dan Ardi pun masuk ke dalam mobil. Ardi memilih duduk di depan dan di samping Angga yang akan menyetir mobil agar mereka lebih santai karena Ardi sudah menganggap Angga seperti kakaknya sendiri.

Kemudian Angga menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya meninggalkan kediaman Keluarga Wicaksono.

Mereka harus menempuh perjalanan sekitar kurang lebih tiga jam untuk sampai di Bandung dan tepat pada pukul sepuluh pagi, mereka sudah tiba di sebuah perusahaan milik rekan bisnis Tuan Gunawan. Angga ikut masuk ke dalam gedung perusahaan itu untuk menemani Ardi sekaligus menjaga Ardi dari kejahatan-kejahatan tidak terduga. Karena tidak sedikit orang yang ingin menjatuhkan dan mencelakai keluarga Wicaksono termasuk Ardi sebagai pewaris dari kerajaan bisnis Wicaksono Group dan itu semua adalah tugas Angga untuk selalu sigap menjaga dan melindungi mereka.

" Saya akan terus berada di belakang Anda, Tuan Muda " ucap Angga pada Ardi selalu berjaga-jaga.

Ardi pun menganggukkan kepalanya dan membiarkan Angga menjalankan tugasnya untuk menjaga dirinya karena memang itu yang ia butuhkan sekarang.

Pertemuan Ardi dan rekan bisnis Tuan Gunawan itu berjalan dengan lancar dan terjadi kesepakatan diantara mereka. Angga terus berada di belakang Ardi bahkan tidak pernah lebih dari satu meter jaraknya dan Ardi.

" Kita mampir ke masjid dulu sebelum pulang, Kak " ucap Ardi yang melihat sudah pukul dua siang pada pergelangan tangannya.

" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.

Angga dan Ardi masuk ke dalam salah satu masjid di Bandung untuk melaksanakan sholat dzuhur terlebih dahulu karena mereka tidak ingin melewatkannya. Sudah dipastikan jika mereka akan sampai Jakarta kembali saat hampir petang.

" Apa kita langsung kembali ke Jakarta, Tuan Muda? " tanya Angga pada Ardi saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.

" Iya Kak. Aku mau kita sampai Jakarta sebelum malam " jawab Ardi.

Angga menganggukkan kepalanya lalu menyalakan mesin mobil itu dan menjalankannya menuju ke arah Jakarta. Angga fokus menyetir selama perjalanan dan Ardi menyelesaikan semua laporan mengenai pertemuannya tadi.

Perjalanan mereka awalnya berjalan dengan mulus tanpa rintangan tapi tiba-tiba saja ada beberapa buah motor yang mengejar mereka dari belakang.

" Kenapa, Kak? " tanya Ardi pada Angga karena merasa kecepatan mobil yang mereka tumpangi.

" Ada beberapa motor yang mengejar kita, Tuan Muda. Sepertinya mereka ingin menyerang kita " jawab Angga masih fokus menyetir untuk menghindari mereka.

Ardi menoleh ke belakang dan melihat motor-motor itu memang mengejar mereka. Angga dan Ardi tentu sudah bisa menebak jika mereka adalah orang suruhan dari lawan bisnis Tuan Gunawan.

" Kalau gitu ngebut aja, Kak. Kita harus hindari mereka sekarang, apalagi kita cuma berdua " perintah Ardi pada Angga.

" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.

Angga pun menambah lagi kecepatan mobil itu hingga terjadi kejar-kejaran antara mobil mereka dan beberapa motor itu. Hingga pada akhirnya, mereka harus berhenti karena salah satu motor itu berhasil menghadang mobil mereka.

" Hey, keluar kalian " ucap salah satu orang yang mengendarai motor itu.

" Maafkan saya Tuan Muda, saya tidak bisa menghindari mereka " ucap Angga pada Ardi.

Ardi tidak menyalahkan Angga karena kecepatan mereka memang lebih cepat dari mobil itu.

" Tuan Muda tunggu saja, saya yang akan melawan mereka " ucap Angga melepaskan sabuk pengaman di tubuhnya.

" Aku ikut, Kak " ucap Ardi harus membantu Angga.

" Jangan Tuan Muda, ini sangat berbahaya " larang Angga tidak ingin Ardi celaka.

" Lebih baik kita lawan berdua, Kak. Mereka itu lebih dari tiga orang dan Kakak hanya sendiri " ucap Ardi yang tidak mau mendengarkan larangan Angga.

Angga dan Ardi pun langsung keluar dari mobil untuk menghadapi orang-orang itu.

" Siapa kalian? " tanya Angga pada mereka.

" Kalian berdua tidak perlu tahu siapa kami. Yang perlu kalian tau kalau kalian berdua sebentar lagi akan mati di tangan kami " jawab salah satu dari orang itu.

" Serang " perintah orang itu kepada anak buahnya.

Perkelahian pun tidak dapat dihindarkan, mereka yang berjumlah lima orang terus menyerang Angga dan Ardi. Angga cukup kewalahan melawan tiga orang sekaligus dengan ilmu bela diri yang cukup bagus. Hingga akhirnya, Angga bisa melumpuhkan dua orang dari mereka dan tinggal satu lagi. Tapi saat ia hendak menyerang orang itu, Angga melihat Ardi kesulitan melawan dua orang yang menyerangnya. Apalagi salah satu dari mereka hendak mencoba menusuk Ardi dengan pisau.

" Tuan Muda " teriak Angga.

Angga cepat berlari ke arah Ardi dan mencegah orang itu menusuk tubuh majikannya itu.

Sret.

Angga mendorong tubuh Ardi sehingga dan menahan pisau itu dengan kedua tangannya. Darah segar mengalir keluar dari telapak tangan Angga akibat sayatan pisau itu.

" Kak Angga " ucap Ardi panik.

Ardi pun segera menyerang orang itu kembali agar karena Angga terlihat sudah tidak tahan menahan pisau itu. Ardi menendang perut orang itu hingga terjungkal.

" Ssst " desis Angga merasakan perih di telapak tangannya.

Walaupun sangat sakit tapi Angga tidak bisa diam saja, ia pun kembali menyerang orang itu dengan tangan yang terus mengeluarkan darah segar. Hingga orang yang membawa pisau tadi ingin menyerangnya, ia pun langsung menghindar dan akhirnya orang itu menyerang temannya sendiri.

" Akh " pekik orang yang tertusuk.

Akhirnya perkelahian itu terhenti karena salah satu dari orang itu tumpang karena tertusuk di perut oleh temannya sendiri. Mereka langsung pergi dan membawa temannya itu pergi.

" Anda baik-baik saja, Tuan Muda? " tanya Angga memastikan keadaan Ardi.

" Aku baik-baik aja, Kak " jawab Ardi yang memang hanya lebam karena terkena pukulan di beberapa titik.

" Lebih baik sekarang kita ke rumah sakit, Kak Angga harus cepet ditangani " ucap Ardi saat darah terus mengalir dari tangan Angga.

" Tidak perlu, Tuan Muda. Saya akan mengobatinya saat kita sampai di Jakarta " tolak Angga.

Akhirnya Ardi membungkus kedua telapak tangan Angga agar darah itu tidak terus keluar.

" Kalau gitu, biar aku yang menyetir sekarang " ucap Ardi tidak ingin dibantah.

Angga pun menganggukan kepalanya karena memang tangannya tidak bisa digunakan untuk menyetir saat ini.

Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

SIAPA YG MNYERANG MEREKA, APA ORG2 BAYARN SAINGAN BISNIIS

2024-04-12

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Oh Tya menantunya tuan Gunawan, Berarti aku salah paham tadi ya,🙏🏻🙏🏻🙏🏻😁😁

2023-11-12

2

Uwie Yanti

Uwie Yanti

seru br kali ini baca cerita kisah tentang pengawalnya, biasanya novel2 lain banyakan cerita tentang TUAN MUDA😘 good job thor

2023-10-25

2

lihat semua
Episodes
1 1. Perkara Bunga Pengantin
2 2. Kepikiran
3 3. Bertemu Lagi
4 4. Ketakutan
5 5. Salah Paham
6 6. Harus Menikah
7 7. Jujur
8 8. Tidak Fokus
9 9. Mungkin Jatuh Cinta
10 10. Keanehan Sikap Angga
11 11. Penyerangan
12 12. Menemui Reno
13 13. Meminta Restu
14 14. Bernapas Lega
15 15. Hari Pernikahan
16 16. Hinaan
17 17. Mengajak Pindah
18 18. Berbagi Tempat Tidur
19 19. Pindah
20 20. Saling Menerima
21 21. Masakan Pertama
22 22. Menghindari Kejaran
23 23. Sangat Khawatir
24 24. Berbagi Cerita
25 25. Izin Pergi
26 26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27 27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28 28. Deep Talk
29 29. Jamaah Pertama
30 30. Bekal dari Istri
31 31. Sesuatu yang Tertinggal
32 32. Tatapan Tajam
33 33. Mungkin Cemburu
34 34. Pergi Kencan
35 35. Melihat Musuh
36 36. Belanja
37 37. Sangat Malu
38 38. Berusaha Menghindar+Visual
39 39. Sebuah Kecupan
40 40. Candu
41 41. Harus Merahasiakannya
42 42. Penculikan
43 43. Mencoba Melawan
44 44. Datang Tepat Waktu
45 45. Merasa Kotor
46 46. Sangat Berharga
47 47. Awal Kebahagiaan
48 48. Sarapan Buatan Angga
49 49. Memperkenalkan Angga
50 50. Sisi Lain Angga
51 51. Menerima dengan Bahagia
52 52. Menyerang Kantor
53 53. Harus Pergi
54 54. Pembunuh Orang Tua Angga
55 55. Masa Lalu
56 56. Ternyata Masih Hidup
57 57. Berkorban
58 58. Meledak
59 59. Memberitahu Arisa
60 60. Hancurnya Arisa
61 61. Membujuk Arisa
62 62. Orang Tua Angga
63 63. Mencoba Kuat
64 64. Bertemu Orang Tua Angga
65 65. Suami yang Baik
66 66. Menemui Arden
67 67. Dinyatakan Tewas
68 68. Pengajian Untuk Angga
69 69. Harus Bangkit
70 70. Kembali ke Rumah
71 71. Memulai Hidup
72 72. Arisa Sakit
73 73. Semakin Parah
74 74. Kembali Mual
75 75. Penguat Cinta
76 76. Lima Tahun
77 77. Menutup Hati
78 78. Pergi Bersama Jodi
79 79. Sudah Bersuami
80 80. Bukan Mimpi
81 81. Penolong Angga
82 82. Melepas Rindu
83 83. Setelah Sekian Lama
84 84. Cerita Arisa
85 85. Pernah Hamil
86 86. Tuan Putri Papa
87 87. Memulai dari Awal
88 88. Berkumpul Lagi
89 89. Usaha
90 90. Pertama dan Terakhir
91 91. Menemui Ardi
92 92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93 93. Hari Pertama Bekerja
94 94. Pengobat Lelah
95 95. Lelah
96 Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97 96. Memaafkan
98 97. Kepergok Mama Mutia
99 98. Kedatangan Antonio dan Celine
100 99. Double Date
101 100. Pusing
102 101. Kabar Gembira
103 102. Sulit Percaya
104 103. Ngidam Pertama
105 104. Mengundurkan Diri
106 105. Rujak Bebek
107 106. Undangan Makan Malam
108 107. Hampir Saja
109 108. Kram
110 109. Setipis Tisu
111 110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112 111. Tidak Mau Ditinggal
113 112. Mawar Merah
114 113. Memasak Bersama
115 114. Baby Kangen Papa
116 115. Kalap
117 116. Makan Siang Plus-Plus
118 117. Hal Wajar
119 118. Sayang Adik Bayi
120 119. Calon Istri Teno
121 120. Teno dan Rini
122 121. Lebih Menggoda
123 122. Lamaran Teno dan Rini
124 123. Tetap Cinta
125 124. Panik Luar Biasa
126 125. Sebentar Lagi
127 126. Bukti Cinta
128 127. Mengadzani Sang Putri
129 128. Angga Versi Sachet
130 129. Menggoda Pengantin Baru
131 130. Dimana Putriku?
132 131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133 132. Jadikan Aku Istrimu
134 133. Kembali dengan Selamat
135 134. Baik-baik Saja
136 135. Suami Jessica
137 136. Tidak Ingin Ada Dendam
138 137. Permintaan Maaf Jessica
139 138. Amara Zulfa Lesmana
140 139. Memanjakan Angga
141 140. Kakak Anjani
142 141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143 Bonus Chapter
144 Bonus Chapter 2
145 Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146 Bonus Chapter 3
147 Bonus Chapter 4
148 Last Bonus Chapter
149 Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150 Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151 Promo Karya Baru : Married With My Ex
152 Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153 Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154 Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155 Promo Karya Baru : My Sugar Baby
Episodes

Updated 155 Episodes

1
1. Perkara Bunga Pengantin
2
2. Kepikiran
3
3. Bertemu Lagi
4
4. Ketakutan
5
5. Salah Paham
6
6. Harus Menikah
7
7. Jujur
8
8. Tidak Fokus
9
9. Mungkin Jatuh Cinta
10
10. Keanehan Sikap Angga
11
11. Penyerangan
12
12. Menemui Reno
13
13. Meminta Restu
14
14. Bernapas Lega
15
15. Hari Pernikahan
16
16. Hinaan
17
17. Mengajak Pindah
18
18. Berbagi Tempat Tidur
19
19. Pindah
20
20. Saling Menerima
21
21. Masakan Pertama
22
22. Menghindari Kejaran
23
23. Sangat Khawatir
24
24. Berbagi Cerita
25
25. Izin Pergi
26
26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27
27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28
28. Deep Talk
29
29. Jamaah Pertama
30
30. Bekal dari Istri
31
31. Sesuatu yang Tertinggal
32
32. Tatapan Tajam
33
33. Mungkin Cemburu
34
34. Pergi Kencan
35
35. Melihat Musuh
36
36. Belanja
37
37. Sangat Malu
38
38. Berusaha Menghindar+Visual
39
39. Sebuah Kecupan
40
40. Candu
41
41. Harus Merahasiakannya
42
42. Penculikan
43
43. Mencoba Melawan
44
44. Datang Tepat Waktu
45
45. Merasa Kotor
46
46. Sangat Berharga
47
47. Awal Kebahagiaan
48
48. Sarapan Buatan Angga
49
49. Memperkenalkan Angga
50
50. Sisi Lain Angga
51
51. Menerima dengan Bahagia
52
52. Menyerang Kantor
53
53. Harus Pergi
54
54. Pembunuh Orang Tua Angga
55
55. Masa Lalu
56
56. Ternyata Masih Hidup
57
57. Berkorban
58
58. Meledak
59
59. Memberitahu Arisa
60
60. Hancurnya Arisa
61
61. Membujuk Arisa
62
62. Orang Tua Angga
63
63. Mencoba Kuat
64
64. Bertemu Orang Tua Angga
65
65. Suami yang Baik
66
66. Menemui Arden
67
67. Dinyatakan Tewas
68
68. Pengajian Untuk Angga
69
69. Harus Bangkit
70
70. Kembali ke Rumah
71
71. Memulai Hidup
72
72. Arisa Sakit
73
73. Semakin Parah
74
74. Kembali Mual
75
75. Penguat Cinta
76
76. Lima Tahun
77
77. Menutup Hati
78
78. Pergi Bersama Jodi
79
79. Sudah Bersuami
80
80. Bukan Mimpi
81
81. Penolong Angga
82
82. Melepas Rindu
83
83. Setelah Sekian Lama
84
84. Cerita Arisa
85
85. Pernah Hamil
86
86. Tuan Putri Papa
87
87. Memulai dari Awal
88
88. Berkumpul Lagi
89
89. Usaha
90
90. Pertama dan Terakhir
91
91. Menemui Ardi
92
92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93
93. Hari Pertama Bekerja
94
94. Pengobat Lelah
95
95. Lelah
96
Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97
96. Memaafkan
98
97. Kepergok Mama Mutia
99
98. Kedatangan Antonio dan Celine
100
99. Double Date
101
100. Pusing
102
101. Kabar Gembira
103
102. Sulit Percaya
104
103. Ngidam Pertama
105
104. Mengundurkan Diri
106
105. Rujak Bebek
107
106. Undangan Makan Malam
108
107. Hampir Saja
109
108. Kram
110
109. Setipis Tisu
111
110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112
111. Tidak Mau Ditinggal
113
112. Mawar Merah
114
113. Memasak Bersama
115
114. Baby Kangen Papa
116
115. Kalap
117
116. Makan Siang Plus-Plus
118
117. Hal Wajar
119
118. Sayang Adik Bayi
120
119. Calon Istri Teno
121
120. Teno dan Rini
122
121. Lebih Menggoda
123
122. Lamaran Teno dan Rini
124
123. Tetap Cinta
125
124. Panik Luar Biasa
126
125. Sebentar Lagi
127
126. Bukti Cinta
128
127. Mengadzani Sang Putri
129
128. Angga Versi Sachet
130
129. Menggoda Pengantin Baru
131
130. Dimana Putriku?
132
131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133
132. Jadikan Aku Istrimu
134
133. Kembali dengan Selamat
135
134. Baik-baik Saja
136
135. Suami Jessica
137
136. Tidak Ingin Ada Dendam
138
137. Permintaan Maaf Jessica
139
138. Amara Zulfa Lesmana
140
139. Memanjakan Angga
141
140. Kakak Anjani
142
141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143
Bonus Chapter
144
Bonus Chapter 2
145
Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146
Bonus Chapter 3
147
Bonus Chapter 4
148
Last Bonus Chapter
149
Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150
Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151
Promo Karya Baru : Married With My Ex
152
Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153
Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154
Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155
Promo Karya Baru : My Sugar Baby

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!