Pagi hari ini cuaca terlihat begitu cerah. Angga sudah siap dengan menggunakan setelan jas dengan kemeja putih yang ia punya karena ia memang tidak memiliki persiapan apa-apa untuk pernikahannya. Ia juga sudah menghafalkan kalimat ijab kabul yang akan ia ucapkan saat menjabat tangan Reno nanti. Jujur saja Angga sangat gugup hari ini bahkan jauh lebih gugup dibandingkan kemarin malam.
" Ngga, cepetan. Semuanya sudah siap dan kita berangkat " ucap Teno dari luar kamar memberitahu Angga.
" Iya Kak " jawab Angga.
Angga pun segera keluar dari kamarnya karena tidak ingin membuat mereka lama menunggu dirinya.
Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi sudah berada di dalam mobil bersama dengan menantu dan cucunya, mereka akan di supiri oleh Teno. Sedangkan Angga akan bersama Ardi di mobil yang berbeda karena mobil itu juga membawa barang-barang hantaran pernikahan yang disiapkan Nyonya Dewi dan Tya.
" Apa Kakak gugup? " tanya Ardi di tengah perjalanan.
Ardi yang sedang menyetir melirik Angga yang dari tadi terus menyeka keringat di keningnya.
" Sedikit, Tuan Muda " jawab Angga yang tidak sepenuhnya benar karena ia bukan hanya sedikit gugup tapi sangat-sangat gugup.
" Rileks Kak, dibawa santai. Nanti kakak malah lupa kata-kata buat ijab kabul kalau gugup " ucap Ardi berusaha untuk membuat Angga tenang.
" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.
Angga menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya pelan-pelan agar ia merasa lebih tenang.
Sesampainya di rumah Reno, mereka disambut oleh Reno dan kedua mertuanya. Sepertinya memang Reno tidak mengundang banyak orang, terlihat hanya ada Tuan Smith dan Nyonya Amelia serta beberapa warga sekitar. Mungkin hanya ada Leon dan Yeni yang juga datang. Angga juga bisa melihat tiga orang yang menyebabkan ia dan Arisa terpaksa menikah juga sudah hadir di sana.
" Mari silahkan masuk " ucap Reno mempersilahkan mereka semua masuk ke dalam rumah.
Mereka di bawa ke sebuah ruangan yang sudah dihias dengan sederhana sebagai tempat akad nikah Angga dan Arisa.
***
Sementara itu, Arisa sedang dirias oleh Siska dan Yeni. Arisa yang meminta agar ia tidak menggunakan jasa make up artist karena memang acara pernikahannya itu sangat sederhana.
" Nah, sudah selesai " ucap Yeni setelah memoleskan lipstik di bibir Arisa.
Arisa terlihat begitu cantik dengan menggunakan gaun putih sederhana yang Siska pesan secara mendadak di butik langganannya. Tapi entah mengapa gaun itu malah terlihat sangat cantik setelah dipakai Arisa.
" Kamu cantik banget, Ris " puji Siska melihat Arisa yang begitu cantik.
" Iya Ris, pasti nanti Kak Angga bakal tergila-gila sama kamu " tambah Yeni.
Arisa pun tersenyum. " Terima kasih Kak Siska, Kak Yeni. Ini semua juga berkat kalian yang hebat make up in aku " jawab Arisa.
Tak lama kemudian, Nadia masuk ke dalam kamar Arisa dan menghampiri mereka.
" Calon suami Tante Arisa sudah datang dan kata Oma acaranya sebentar lagi dimulai " ucap Nadia memberitahu mereka.
Deg deg deg.
Jantung Arisa berdetak lebih cepat dan ia menjadi sangat gugup.
" Ya Allah, semoga semuanya berjalan lancar dan Mas Angga memang jodoh yang dikirim buat aku sampai di surga-Mu " ucap Arisa di dalam hati penuh harap.
Siska dan Yeni yang melihat Arisa gugup pun langsung memeluknya bersamaan.
" Kami tenang ya, semuanya pasti berjalan dengan lancar " ucap Siska agar Arisa merasa lebih tenang.
" Iya Kak " jawab Arisa berusaha untuk tetap tersenyum.
Arisa akan menunggu di dalam kamar bersama Siska dan Yeni hingga Angga selesai mengucapkan ijab kabul atas namanya.
Di lantai bawah, Angga sedang bersiap-siap menjabat tangan Reno untuk mengucapkan kalimat ijab kabul. Keringat dingin terus keluar dari keningnya karena sangat gugup.
" Rileks, Kak " bisik Ardi yang duduk di belakang Angga.
Angga hanya bisa terus menarik napas dan menghembuskan pelan aga lebih rileks.
" Ya Allah, tolong beri hamba ketenangan agar hamba bisa mengucapkan kalimat ijab kabul ini dengan lancar " doa Angga dalam hati.
" Nak Angga sudah siap? " tanya penghulu dari kantor urusan agama.
Tadi malam Ardi sudah mendaftarkan pernikahan Angga dan Arisa ke kantor urusan agama dan karena kekuasaan keluarga Wicaksono sehingga cepat selesai.
" Saya siap " jawab Angga.
Angga pun menjabat tangan Reno yang menjadi wali dari Arisa menggantikan almarhum ayahnya.
" Saudara Angga Lesmana bin almarhum Hari Lesmana, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan adik kandung saya yang bernama Arisa Wijayanto binti almarhum Adi Wijayanto dengan mas kawin logam emas seberat lima gram dibayar tunai " ucap Reno melakukan tugasnya untuk menikahkan Arisa.
" Saya terima nikah dan kawinnya Arisa Wijayanto binti almarhum Adi Wijayanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai " ucap Angga dengan begitu lantang.
" Bagaimana para saksi? " tanya penghulu pada Teno sebagai saksi dari pihak Angga dan Tuan Smith dari pihak Arisa.
" Sah " jawab Teno dan Tuan Smith bersamaan.
" Alhamdulillah " ucap mereka semua merasa lega.
Angga menangkupkan kedua tangannya di wajahnya seraya mengucapkan syukur atas lancarnya ia mengucapkan ijab kabul itu. Bahkan air matanya menetes tanpa bisa ia tahan, hatinya terasa begitu lega sekarang.
Setelah itu, Nyonya Amelia memanggil Arisa untuk turun ke sana untuk bertemu dengan Angga yang sudah menjadi suaminya dan menandatangi surat-surat pernikahan.
Beberapa saat kemudian, Arisa berjalan menuruni tangga dengan diapit oleh Siska dan Yeni. Semua mata tertuju pada Arisa yang terlihat begitu cantik hari itu. Bahkan Angga tidak mengedipkan matanya saat melihat Arisa.
" Dia cantik sekali " ucap Angga dalam hati terpesona dengan kecantikan Arisa.
Hingga Arisa duduk di sampingnya, Angga masih terus memandangi wajah cantik Arisa yang sedang menundukkan wajahnya.
" Sabar Kak, pandanginnya nanti lagi " bisik Ardi karena Angga terus memandangi Arisa.
Angga pun langsung tersadar dan mengalihkan pandangannya.
" Sekarang bacakan doa untuk istri kamu, Nak Angga " ucap penghulu pada Angga.
Kemudian Angga meletakkan tangannya di ubun-ubun Arisa dan membacakan doa kebaikan yang sudah ia hapalkan tadi malam setelah Ardi memberitahukannya. Setelah itu Arisa meraih tangan Angga dan menciumnya sebagai tanda baktinya sebagai seorang istri pada Angga. Walaupun bukan pertama kalinya ia bersentuhan dengan Angga tetapi tetap saja tangannya bergetar. Air matanya bahkan kembali mengalir setelah tadi ia sempat menangis saat Angga berhasil mengucapkan kalimat ijab kabul atas namanya.
Angga mencium kening Arisa untuk pertama kalinya dengan begitu dalam menyalurkan perasaannya yang begitu lega menjadi Arisa sebagai istrinya. Semua orang yang berada di sana sangat terharu melihat itu. Reno bahkan meneteskan air matanya saat melihat adiknya itu sudah menikah.
Setelah itu baru mereka menandatangani beberapa surat-surat pernikahan baru melakukan sesi foto berdua dan bersama keluarga.
" Angga, sekarang Arisa sudah menjadi tanggung jawab kamu jadi mohon tolong jaga dan sayangi dia. Jangan pernah kamu sakiti dia dengan tanganmu dan jika kamu sudah tidak menginginkannya tolong kembalikan dia pada kami " pesan Reno pada Angga.
" Baik Tuan, saya akan menjaga dan menyayangi Arisa segenap hati saya " jawab Angga.
Arisa kembali menangis saat mendengar ucapan dari Reno dan ia pun langsung memeluk kakak laki-lakinya itu.
" Sudah jangan nangis lagi. Ingat kamu sudah jadi seorang istri jadi kamu harus patuhin semua perintah suami kamu jika masih hal baik. Kamu juga harus menjalankan tugas dan kewajiban kamu sebagai istri " ucap Reno menghapus air mata Arisa.
" Iya Bang " jawab Arisa.
Kini Siska yang memeluk Arisa. " Selamat ya, Adiknya Kakak. Kakak selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu dan Kak Angga " ucap Siska mengusap punggung Arisa.
" Terima kasih ya, Kak " jawab Arisa.
" Terima kasih banyak, Nona Siska " ucap Angga pada Siska.
Siska pun menganggukkan kepalanya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments