15. Hari Pernikahan

Pagi hari ini cuaca terlihat begitu cerah. Angga sudah siap dengan menggunakan setelan jas dengan kemeja putih yang ia punya karena ia memang tidak memiliki persiapan apa-apa untuk pernikahannya. Ia juga sudah menghafalkan kalimat ijab kabul yang akan ia ucapkan saat menjabat tangan Reno nanti. Jujur saja Angga sangat gugup hari ini bahkan jauh lebih gugup dibandingkan kemarin malam.

" Ngga, cepetan. Semuanya sudah siap dan kita berangkat " ucap Teno dari luar kamar memberitahu Angga.

" Iya Kak " jawab Angga.

Angga pun segera keluar dari kamarnya karena tidak ingin membuat mereka lama menunggu dirinya.

Tuan Gunawan dan Nyonya Dewi sudah berada di dalam mobil bersama dengan menantu dan cucunya, mereka akan di supiri oleh Teno. Sedangkan Angga akan bersama Ardi di mobil yang berbeda karena mobil itu juga membawa barang-barang hantaran pernikahan yang disiapkan Nyonya Dewi dan Tya.

" Apa Kakak gugup? " tanya Ardi di tengah perjalanan.

Ardi yang sedang menyetir melirik Angga yang dari tadi terus menyeka keringat di keningnya.

" Sedikit, Tuan Muda " jawab Angga yang tidak sepenuhnya benar karena ia bukan hanya sedikit gugup tapi sangat-sangat gugup.

" Rileks Kak, dibawa santai. Nanti kakak malah lupa kata-kata buat ijab kabul kalau gugup " ucap Ardi berusaha untuk membuat Angga tenang.

" Baik, Tuan Muda " jawab Angga.

Angga menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya pelan-pelan agar ia merasa lebih tenang.

Sesampainya di rumah Reno, mereka disambut oleh Reno dan kedua mertuanya. Sepertinya memang Reno tidak mengundang banyak orang, terlihat hanya ada Tuan Smith dan Nyonya Amelia serta beberapa warga sekitar. Mungkin hanya ada Leon dan Yeni yang juga datang. Angga juga bisa melihat tiga orang yang menyebabkan ia dan Arisa terpaksa menikah juga sudah hadir di sana.

" Mari silahkan masuk " ucap Reno mempersilahkan mereka semua masuk ke dalam rumah.

Mereka di bawa ke sebuah ruangan yang sudah dihias dengan sederhana sebagai tempat akad nikah Angga dan Arisa.

***

Sementara itu, Arisa sedang dirias oleh Siska dan Yeni. Arisa yang meminta agar ia tidak menggunakan jasa make up artist karena memang acara pernikahannya itu sangat sederhana.

" Nah, sudah selesai " ucap Yeni setelah memoleskan lipstik di bibir Arisa.

Arisa terlihat begitu cantik dengan menggunakan gaun putih sederhana yang Siska pesan secara mendadak di butik langganannya. Tapi entah mengapa gaun itu malah terlihat sangat cantik setelah dipakai Arisa.

" Kamu cantik banget, Ris " puji Siska melihat Arisa yang begitu cantik.

" Iya Ris, pasti nanti Kak Angga bakal tergila-gila sama kamu " tambah Yeni.

Arisa pun tersenyum. " Terima kasih Kak Siska, Kak Yeni. Ini semua juga berkat kalian yang hebat make up in aku " jawab Arisa.

Tak lama kemudian, Nadia masuk ke dalam kamar Arisa dan menghampiri mereka.

" Calon suami Tante Arisa sudah datang dan kata Oma acaranya sebentar lagi dimulai " ucap Nadia memberitahu mereka.

Deg deg deg.

Jantung Arisa berdetak lebih cepat dan ia menjadi sangat gugup.

" Ya Allah, semoga semuanya berjalan lancar dan Mas Angga memang jodoh yang dikirim buat aku sampai di surga-Mu " ucap Arisa di dalam hati penuh harap.

Siska dan Yeni yang melihat Arisa gugup pun langsung memeluknya bersamaan.

" Kami tenang ya, semuanya pasti berjalan dengan lancar " ucap Siska agar Arisa merasa lebih tenang.

" Iya Kak " jawab Arisa berusaha untuk tetap tersenyum.

Arisa akan menunggu di dalam kamar bersama Siska dan Yeni hingga Angga selesai mengucapkan ijab kabul atas namanya.

Di lantai bawah, Angga sedang bersiap-siap menjabat tangan Reno untuk mengucapkan kalimat ijab kabul. Keringat dingin terus keluar dari keningnya karena sangat gugup.

" Rileks, Kak " bisik Ardi yang duduk di belakang Angga.

Angga hanya bisa terus menarik napas dan menghembuskan pelan aga lebih rileks.

" Ya Allah, tolong beri hamba ketenangan agar hamba bisa mengucapkan kalimat ijab kabul ini dengan lancar " doa Angga dalam hati.

" Nak Angga sudah siap? " tanya penghulu dari kantor urusan agama.

Tadi malam Ardi sudah mendaftarkan pernikahan Angga dan Arisa ke kantor urusan agama dan karena kekuasaan keluarga Wicaksono sehingga cepat selesai.

" Saya siap " jawab Angga.

Angga pun menjabat tangan Reno yang menjadi wali dari Arisa menggantikan almarhum ayahnya.

" Saudara Angga Lesmana bin almarhum Hari Lesmana, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan adik kandung saya yang bernama Arisa Wijayanto binti almarhum Adi Wijayanto dengan mas kawin logam emas seberat lima gram dibayar tunai " ucap Reno melakukan tugasnya untuk menikahkan Arisa.

" Saya terima nikah dan kawinnya Arisa Wijayanto binti almarhum Adi Wijayanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai " ucap Angga dengan begitu lantang.

" Bagaimana para saksi? " tanya penghulu pada Teno sebagai saksi dari pihak Angga dan Tuan Smith dari pihak Arisa.

" Sah " jawab Teno dan Tuan Smith bersamaan.

" Alhamdulillah " ucap mereka semua merasa lega.

Angga menangkupkan kedua tangannya di wajahnya seraya mengucapkan syukur atas lancarnya ia mengucapkan ijab kabul itu. Bahkan air matanya menetes tanpa bisa ia tahan, hatinya terasa begitu lega sekarang.

Setelah itu, Nyonya Amelia memanggil Arisa untuk turun ke sana untuk bertemu dengan Angga yang sudah menjadi suaminya dan menandatangi surat-surat pernikahan.

Beberapa saat kemudian, Arisa berjalan menuruni tangga dengan diapit oleh Siska dan Yeni. Semua mata tertuju pada Arisa yang terlihat begitu cantik hari itu. Bahkan Angga tidak mengedipkan matanya saat melihat Arisa.

" Dia cantik sekali " ucap Angga dalam hati terpesona dengan kecantikan Arisa.

Hingga Arisa duduk di sampingnya, Angga masih terus memandangi wajah cantik Arisa yang sedang menundukkan wajahnya.

" Sabar Kak, pandanginnya nanti lagi " bisik Ardi karena Angga terus memandangi Arisa.

Angga pun langsung tersadar dan mengalihkan pandangannya.

" Sekarang bacakan doa untuk istri kamu, Nak Angga " ucap penghulu pada Angga.

Kemudian Angga meletakkan tangannya di ubun-ubun Arisa dan membacakan doa kebaikan yang sudah ia hapalkan tadi malam setelah Ardi memberitahukannya. Setelah itu Arisa meraih tangan Angga dan menciumnya sebagai tanda baktinya sebagai seorang istri pada Angga. Walaupun bukan pertama kalinya ia bersentuhan dengan Angga tetapi tetap saja tangannya bergetar. Air matanya bahkan kembali mengalir setelah tadi ia sempat menangis saat Angga berhasil mengucapkan kalimat ijab kabul atas namanya.

Angga mencium kening Arisa untuk pertama kalinya dengan begitu dalam menyalurkan perasaannya yang begitu lega menjadi Arisa sebagai istrinya. Semua orang yang berada di sana sangat terharu melihat itu. Reno bahkan meneteskan air matanya saat melihat adiknya itu sudah menikah.

Setelah itu baru mereka menandatangani beberapa surat-surat pernikahan baru melakukan sesi foto berdua dan bersama keluarga.

" Angga, sekarang Arisa sudah menjadi tanggung jawab kamu jadi mohon tolong jaga dan sayangi dia. Jangan pernah kamu sakiti dia dengan tanganmu dan jika kamu sudah tidak menginginkannya tolong kembalikan dia pada kami " pesan Reno pada Angga.

" Baik Tuan, saya akan menjaga dan menyayangi Arisa segenap hati saya " jawab Angga.

Arisa kembali menangis saat mendengar ucapan dari Reno dan ia pun langsung memeluk kakak laki-lakinya itu.

" Sudah jangan nangis lagi. Ingat kamu sudah jadi seorang istri jadi kamu harus patuhin semua perintah suami kamu jika masih hal baik. Kamu juga harus menjalankan tugas dan kewajiban kamu sebagai istri " ucap Reno menghapus air mata Arisa.

" Iya Bang " jawab Arisa.

Kini Siska yang memeluk Arisa. " Selamat ya, Adiknya Kakak. Kakak selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu dan Kak Angga " ucap Siska mengusap punggung Arisa.

" Terima kasih ya, Kak " jawab Arisa.

" Terima kasih banyak, Nona Siska " ucap Angga pada Siska.

Siska pun menganggukkan kepalanya.

Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

Episodes
1 1. Perkara Bunga Pengantin
2 2. Kepikiran
3 3. Bertemu Lagi
4 4. Ketakutan
5 5. Salah Paham
6 6. Harus Menikah
7 7. Jujur
8 8. Tidak Fokus
9 9. Mungkin Jatuh Cinta
10 10. Keanehan Sikap Angga
11 11. Penyerangan
12 12. Menemui Reno
13 13. Meminta Restu
14 14. Bernapas Lega
15 15. Hari Pernikahan
16 16. Hinaan
17 17. Mengajak Pindah
18 18. Berbagi Tempat Tidur
19 19. Pindah
20 20. Saling Menerima
21 21. Masakan Pertama
22 22. Menghindari Kejaran
23 23. Sangat Khawatir
24 24. Berbagi Cerita
25 25. Izin Pergi
26 26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27 27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28 28. Deep Talk
29 29. Jamaah Pertama
30 30. Bekal dari Istri
31 31. Sesuatu yang Tertinggal
32 32. Tatapan Tajam
33 33. Mungkin Cemburu
34 34. Pergi Kencan
35 35. Melihat Musuh
36 36. Belanja
37 37. Sangat Malu
38 38. Berusaha Menghindar+Visual
39 39. Sebuah Kecupan
40 40. Candu
41 41. Harus Merahasiakannya
42 42. Penculikan
43 43. Mencoba Melawan
44 44. Datang Tepat Waktu
45 45. Merasa Kotor
46 46. Sangat Berharga
47 47. Awal Kebahagiaan
48 48. Sarapan Buatan Angga
49 49. Memperkenalkan Angga
50 50. Sisi Lain Angga
51 51. Menerima dengan Bahagia
52 52. Menyerang Kantor
53 53. Harus Pergi
54 54. Pembunuh Orang Tua Angga
55 55. Masa Lalu
56 56. Ternyata Masih Hidup
57 57. Berkorban
58 58. Meledak
59 59. Memberitahu Arisa
60 60. Hancurnya Arisa
61 61. Membujuk Arisa
62 62. Orang Tua Angga
63 63. Mencoba Kuat
64 64. Bertemu Orang Tua Angga
65 65. Suami yang Baik
66 66. Menemui Arden
67 67. Dinyatakan Tewas
68 68. Pengajian Untuk Angga
69 69. Harus Bangkit
70 70. Kembali ke Rumah
71 71. Memulai Hidup
72 72. Arisa Sakit
73 73. Semakin Parah
74 74. Kembali Mual
75 75. Penguat Cinta
76 76. Lima Tahun
77 77. Menutup Hati
78 78. Pergi Bersama Jodi
79 79. Sudah Bersuami
80 80. Bukan Mimpi
81 81. Penolong Angga
82 82. Melepas Rindu
83 83. Setelah Sekian Lama
84 84. Cerita Arisa
85 85. Pernah Hamil
86 86. Tuan Putri Papa
87 87. Memulai dari Awal
88 88. Berkumpul Lagi
89 89. Usaha
90 90. Pertama dan Terakhir
91 91. Menemui Ardi
92 92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93 93. Hari Pertama Bekerja
94 94. Pengobat Lelah
95 95. Lelah
96 Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97 96. Memaafkan
98 97. Kepergok Mama Mutia
99 98. Kedatangan Antonio dan Celine
100 99. Double Date
101 100. Pusing
102 101. Kabar Gembira
103 102. Sulit Percaya
104 103. Ngidam Pertama
105 104. Mengundurkan Diri
106 105. Rujak Bebek
107 106. Undangan Makan Malam
108 107. Hampir Saja
109 108. Kram
110 109. Setipis Tisu
111 110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112 111. Tidak Mau Ditinggal
113 112. Mawar Merah
114 113. Memasak Bersama
115 114. Baby Kangen Papa
116 115. Kalap
117 116. Makan Siang Plus-Plus
118 117. Hal Wajar
119 118. Sayang Adik Bayi
120 119. Calon Istri Teno
121 120. Teno dan Rini
122 121. Lebih Menggoda
123 122. Lamaran Teno dan Rini
124 123. Tetap Cinta
125 124. Panik Luar Biasa
126 125. Sebentar Lagi
127 126. Bukti Cinta
128 127. Mengadzani Sang Putri
129 128. Angga Versi Sachet
130 129. Menggoda Pengantin Baru
131 130. Dimana Putriku?
132 131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133 132. Jadikan Aku Istrimu
134 133. Kembali dengan Selamat
135 134. Baik-baik Saja
136 135. Suami Jessica
137 136. Tidak Ingin Ada Dendam
138 137. Permintaan Maaf Jessica
139 138. Amara Zulfa Lesmana
140 139. Memanjakan Angga
141 140. Kakak Anjani
142 141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143 Bonus Chapter
144 Bonus Chapter 2
145 Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146 Bonus Chapter 3
147 Bonus Chapter 4
148 Last Bonus Chapter
149 Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150 Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151 Promo Karya Baru : Married With My Ex
152 Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153 Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154 Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155 Promo Karya Baru : My Sugar Baby
Episodes

Updated 155 Episodes

1
1. Perkara Bunga Pengantin
2
2. Kepikiran
3
3. Bertemu Lagi
4
4. Ketakutan
5
5. Salah Paham
6
6. Harus Menikah
7
7. Jujur
8
8. Tidak Fokus
9
9. Mungkin Jatuh Cinta
10
10. Keanehan Sikap Angga
11
11. Penyerangan
12
12. Menemui Reno
13
13. Meminta Restu
14
14. Bernapas Lega
15
15. Hari Pernikahan
16
16. Hinaan
17
17. Mengajak Pindah
18
18. Berbagi Tempat Tidur
19
19. Pindah
20
20. Saling Menerima
21
21. Masakan Pertama
22
22. Menghindari Kejaran
23
23. Sangat Khawatir
24
24. Berbagi Cerita
25
25. Izin Pergi
26
26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27
27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28
28. Deep Talk
29
29. Jamaah Pertama
30
30. Bekal dari Istri
31
31. Sesuatu yang Tertinggal
32
32. Tatapan Tajam
33
33. Mungkin Cemburu
34
34. Pergi Kencan
35
35. Melihat Musuh
36
36. Belanja
37
37. Sangat Malu
38
38. Berusaha Menghindar+Visual
39
39. Sebuah Kecupan
40
40. Candu
41
41. Harus Merahasiakannya
42
42. Penculikan
43
43. Mencoba Melawan
44
44. Datang Tepat Waktu
45
45. Merasa Kotor
46
46. Sangat Berharga
47
47. Awal Kebahagiaan
48
48. Sarapan Buatan Angga
49
49. Memperkenalkan Angga
50
50. Sisi Lain Angga
51
51. Menerima dengan Bahagia
52
52. Menyerang Kantor
53
53. Harus Pergi
54
54. Pembunuh Orang Tua Angga
55
55. Masa Lalu
56
56. Ternyata Masih Hidup
57
57. Berkorban
58
58. Meledak
59
59. Memberitahu Arisa
60
60. Hancurnya Arisa
61
61. Membujuk Arisa
62
62. Orang Tua Angga
63
63. Mencoba Kuat
64
64. Bertemu Orang Tua Angga
65
65. Suami yang Baik
66
66. Menemui Arden
67
67. Dinyatakan Tewas
68
68. Pengajian Untuk Angga
69
69. Harus Bangkit
70
70. Kembali ke Rumah
71
71. Memulai Hidup
72
72. Arisa Sakit
73
73. Semakin Parah
74
74. Kembali Mual
75
75. Penguat Cinta
76
76. Lima Tahun
77
77. Menutup Hati
78
78. Pergi Bersama Jodi
79
79. Sudah Bersuami
80
80. Bukan Mimpi
81
81. Penolong Angga
82
82. Melepas Rindu
83
83. Setelah Sekian Lama
84
84. Cerita Arisa
85
85. Pernah Hamil
86
86. Tuan Putri Papa
87
87. Memulai dari Awal
88
88. Berkumpul Lagi
89
89. Usaha
90
90. Pertama dan Terakhir
91
91. Menemui Ardi
92
92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93
93. Hari Pertama Bekerja
94
94. Pengobat Lelah
95
95. Lelah
96
Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97
96. Memaafkan
98
97. Kepergok Mama Mutia
99
98. Kedatangan Antonio dan Celine
100
99. Double Date
101
100. Pusing
102
101. Kabar Gembira
103
102. Sulit Percaya
104
103. Ngidam Pertama
105
104. Mengundurkan Diri
106
105. Rujak Bebek
107
106. Undangan Makan Malam
108
107. Hampir Saja
109
108. Kram
110
109. Setipis Tisu
111
110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112
111. Tidak Mau Ditinggal
113
112. Mawar Merah
114
113. Memasak Bersama
115
114. Baby Kangen Papa
116
115. Kalap
117
116. Makan Siang Plus-Plus
118
117. Hal Wajar
119
118. Sayang Adik Bayi
120
119. Calon Istri Teno
121
120. Teno dan Rini
122
121. Lebih Menggoda
123
122. Lamaran Teno dan Rini
124
123. Tetap Cinta
125
124. Panik Luar Biasa
126
125. Sebentar Lagi
127
126. Bukti Cinta
128
127. Mengadzani Sang Putri
129
128. Angga Versi Sachet
130
129. Menggoda Pengantin Baru
131
130. Dimana Putriku?
132
131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133
132. Jadikan Aku Istrimu
134
133. Kembali dengan Selamat
135
134. Baik-baik Saja
136
135. Suami Jessica
137
136. Tidak Ingin Ada Dendam
138
137. Permintaan Maaf Jessica
139
138. Amara Zulfa Lesmana
140
139. Memanjakan Angga
141
140. Kakak Anjani
142
141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143
Bonus Chapter
144
Bonus Chapter 2
145
Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146
Bonus Chapter 3
147
Bonus Chapter 4
148
Last Bonus Chapter
149
Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150
Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151
Promo Karya Baru : Married With My Ex
152
Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153
Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154
Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155
Promo Karya Baru : My Sugar Baby

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!