Arisa segera melepaskan tas dari punggungnya. Ia membuka tas itu dan mengeluarkan bunga pengantin yang kemarin Angga berikan kepadanya lalu langsung ditinggal pergi.
" Ini Mas, aku kembalikan bunganya " ucap Arisa hendak mengembalikan bunga pengantin itu.
Angga pun mengerutkan keningnya bingung. " Kenapa kamu kembalikan kepada saya? " tanya Angga pada Arisa.
" Karena ini bunganya punya, Mas. Mas kasih ke saya tanpa tanya saya mau terima apa enggak. Masnya malah langsung pergi kemarin saat saya mau kembalikan " jawab Arisa menyodorkan kembali bunga itu.
" Saya tidak menginginkannya, untuk kamu saja " ucap Angga datar dengan tangan yang dimasukkan ke dalam kantong celananya.
Arisa sedikit kesal mendengar itu. " Aku juga tidak menginginkannya jadi aku kembalikan " jawab Arisa.
" Saya bilang saya tidak menginginkan bunga itu " jawab Angga karena memang ia tidak menginginkan bunga pengantin itu dari awal.
" Lagian kalau gak mau bunga pengantin ini kenapa pakai ikut rebutan segala sih " gerutu Arisa kesal karena Angga tidak mau menerima saat ia mengembalikan bunga pengantin itu.
Mendengar itu, Angga pun langsung menatap tajam Arisa karena ia memang tidak ikut bahkan tidak tertarik dengan perebutan bunga itu.
" Saya tidak ikut berebut bunga itu kemarin dan jika kamu juga tidak menginginkannya tinggal buang saja " ucap Angga pada Arisa yang terus memaksa ingin mengembalikan bunga itu.
" Mana bisa begitu. Kata teman aku kalau ada orang yang kasih bunga pengantin ke perempuan maka mereka akan berjodoh dan akan segera menyusul menikah. Aku gak mau menikah secepat itu dan itu sama Mas. Lagian aku juga gak kenal sama Mas dan aku juga baru lulus SMA. Impianku masih banyak " ucap Arisa menyampaikan apa yang Rini katakan padanya kemarin.
Angga terdiam dan teringat dengan ucapan Teno yang sama persis seperti apa yang Arisa katakan.
" Apa memang benar ya, itu artinya aku harus menikah dengan gadis yang masih kecil ini " batin Angga sambil melihat Arisa dari atas sampai bawah.
Arisa memang terlihat masih kecil jika harus menikah, bukan saja umur tapi badannya yang mungil dengan tinggi hanya sebatas dada Angga.
Tidak ingin berpikir terlalu jauh, Angga pun segera menepis itu dari pikirannya.
" Itu hanya mitos yang tidak seharusnya dipercayai. Lebih baik buang saja " ucap Angga tetap memberikan solusi itu jika memang mereka berdua tidak menginginkannya.
Arisa hanya mencebikkan bibirnya kesal. Ia sebenarnya bisa saja membuang bunga pengantin itu dari kemarin tapi entah mengapa ia merasa sangat sayang jika harus dibuang. Akhirnya Arisa pun memasukkannya kembali ke dalam tasnya.
Kemudian Arisa berdiri menjauh dari Angga karena pria itu hanya diam melihat hujan yang terus turun. Hanya helaan nafasnya yang bisa Arisa lakukan dan berdoa agar hujan itu cepat reda supaya dirinya bisa cepat pulang.
Mereka berdua pun saling diam seperti orang yang tidak saling mengenal karena memang mereka tidak saling mengenal. Nama dari masing-masing saja mereka tidak tahu. Hingga beberapa kemudian terlihat sebuah cahaya begitu cepat di langit dan disusul oleh suara petir yang begitu keras.
" Aaaaa " pekik Arisa yang terkejut, begitu juga dengan Angga.
Arisa berjongkok dengan menutup kedua telinganya karena ia sedang sangat ketakutan saat ini. Arisa memang sangat takut dengan petir karena saat kecelakaan dulu yang merenggut nyawa kedua orang tuanya itu saat hujan lebat dengan petir yang begitu menakutkan.
" Ayah, Ibu, Bang Reno, Arisa takut " gumam Arisa yang sangat ketakutan, ia bahkan sudah menangis saat ini.
Biasanya jika di rumah ia akan memeluk Reno atau Nadia saat keadaan seperti ini. Tapi sekarang ia sendiri dan tidak tahu harus meminta tolong pada siapa. Ia lupa jika ada orang lain yang juga berada di sana.
Angga yang melihat Arisa sangat ketakutan pun menjadi tidak tega. Ia pun mendekat ke arah Arisa dan berdiri di samping Arisa yang masih berjongkok.
" Hey, kamu tidak apa-apa? " tanya Angga pada Arisa.
" Aku takut, tolong " ucap Arisa dengan begitu pilu.
Angga ikut berjongkok di sisi Arisa. " Tenanglah, petirnya sudah tidak ada " ucap Angga mencoba menenangkan Arisa.
Tapi beberapa detik kemudian, suara petir terdengar lagi bahkan lebih keras.
" Aaa " teriak Arisa semakin takut.
Tanpa sadar Arisa memeluk Angga saking takutnya. Angga tentu saja terkejut karena ini adalah pelukan pertamanya dari seorang wanita di saat ia dewasa.
" Tolong aku, aku takut " pinta Arisa menangis memohon.
" Ada saya di sini, kamu tidak sendiri. Saya akan menjaga kamu " ucap Angga mengusap pelan lengan Arisa agar bisa tenang.
Sepertinya cuaca hari ini memang tidak bisa diajak kompromi. Bukannya berkurang kini malah suara petir terdengar tambah banyak. Arisa semakin takut dan semakin mengeratkan pelukannya pada Angga.
" Astaga, kapan ini akan berhenti. Gadis ini tidak akan melepaskan pelukan ini jika petir tidak berhenti. Dia juga kelihatan sangat ketakutan dan aku tega " batin Angga sambil melihat Arisa yang memejamkan matanya sambil memeluk dirinya.
Angga hanya bisa diam sambil sesekali menenangkan Arisa yang ketakutan setiap mendengar petir. Seperti memiliki kenangan yang begitu buruk dengan petir.
" Petirnya sudah tidak ada. Kamu bisa melepaskan pelukan ini " ucap Angga pada Arisa.
" Gak mau, nanti ada petir lagi " tolak Arisa yang masih sangat ketakutan.
Dan benar saja, suara petir lagi-lagi terdengar dengan begitu kerasnya.
" Kan petirnya masih ada " ucap Arisa pelan.
Angga hanya menghela napasnya panjang.
Entah mengapa ia menjadi nyaman dengan Arisa yang memeluk tubuhnya. Biasanya ia sangat anti disentuh oleh seorang wanita, jangankan dipeluk terkadang bersalaman saja ia enggan. Tapi entah mengapa dengan Arisa ia merasa berbeda.
" Kenapa ini aneh sekali? Aku bahkan sangat nyaman saat dia memelukku seperti ini " batin Angga.
Hampir satu jam mereka di sana tapi hujan tidak juga reda tapi malah semakin deras. Arisa bahkan sudah sangat lelah menangis tapi ia tidak berani membuka matanya atau pun melepaskan pelukannya dari tubuh Angga.
" Ya Allah, tolong hentikan hujan ini. Kasihan gadis ini yang sangat ketakutan " doa Angga dalam hati karena semakin tidak tega melihat Arisa yang masih begitu ketakutan dengan tubuhnya yang sekarang melemah.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Kok Reno??!! Angga kan??
2023-11-12
2
Uwie Yanti
anget Yo Angga dipeluk ma gadis cantik.... 😊😉😘
2023-10-25
2