Arisa memasuki rumah ketika mobil yang Angga kendarai sudah tidak terlihat lagi. Ternyata Bu Ijah belum tidur dan sedang duduk di sofa ruang tamu. Sepertinya Bu Ijah khawatir dan menunggu Arisa pulang.
" Assalamualaikum " ucap Arisa memasuki ruang tamu.
Bu Ijah pun langsung berdiri saat mendengar suara salam dari Arisa.
" Walaikumsalam " jawab Bu Ijah.
Terlihat sekali dari wajahnya jika Bu Ijah merasa sangat lega saat melihat Arisa sudah pulang.
" Non Arisa dari mana aja? Kenapa malam sekali pulangnya? " tanya Bu Ijah khawatir.
Bu Ijah memang sudah menganggap Reno dan Arisa seperti anak kandungnya sendiri sehingga ia juga merasa sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada mereka. Apalagi tadi hujan deras disertai petir sehingga membuat Bu Ijah begitu khawatir pada Arisa. Bu Ijah juga mengetahui ketakutan Arisa pada petir.
" Maaf ya, Bu. Tadi kan hujan jadi aku neduh dulu dan baru pulang " ucap Arisa yang merasa bersalah karena sudah membuat Bu Ijah sangat khawatir.
" Ya sudah, yang penting Non Arisa baik-baik aja dan pulang dengan aman " jawab Bu Ijah.
Arisa pun menganggukan kepalanya.
" Arisa ke kamar dulu, Bu. Bu Ijah langsung istirahat dan gak usah siapin makanan buat Arisa. Arisa gak makan malam ini " ucap Arisa pada Bu Ijah.
Ia tidak tega jika Bu Ijah menyiapkan makan malam untuk dirinya di tengah malam seperti ini dan juga ia memang tidak memiliki nafsu makan karena masalah yang baru saja ia alami.
" Baik, Non. Non Arisa juga langsung istirahat ya " ucap Bu Ijah.
" Iya Bu " jawab Arisa.
Bu Ijah pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan meninggalkan Arisa sendiri.
Kemudian Arisa menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya. Ia benar-benar sangat lelah hari ini dan ingin cepat beristirahat. Arisa meletakkan tasnya di atas meja belajarnya. Ia meraih handuk yang tadi pagi sempat ia pakai lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
***
Di tempat yang berbeda, Angga baru saja sampai di kediaman Keluarga Wicaksono. Angga pun langsung menuju paviliun yang menjadi tempat tinggalnya dan Teno. Angga memasuki paviliun itu dan melihat Teno yang ternyata belum tidur dan asik menonton acara sepak bola di televisi.
Angga melempar jas miliknya lalu duduk di sebelah Teno. Ia menutup kedua matanya dan memikirkan semua yang baru saja ia alami. Ia benar-benar tidak menyangka akan terjebak dalam situasi seperti ini.
Teno melirik adik angkatnya itu yang sepertinya sangat lelah dan tidak baik-baik saja. Apalagi dia baru pulang tengah malam seperti ini dan sedang tidak ada tugas dari Tuan Gunawan maupun Ardi.
" Kamu kenapa, Ngga? Ada masalah? Kenapa juga kamu baru pulang tengah malam seperti ini? " tanya Teno mengerutkan keningnya.
" Tidak apa-apa, Kak " jawab Angga tanpa membuka matanya.
Mendengar jawaban Angga, Teno malah semakin curiga dan penasaran apa yang terjadi dengan Angga.
" Jangan bohong, hampir seumur hidup kamu itu sama Kakak. Jadi Kakak tau kalau kamu itu lagi ada masalah sekarang " ucap Teno yang memang sudah memahami bagaimana Angga.
" Sekarang jujur sama Kakak, kamu ada masalah apa? Dan kenapa baru pulang padahal kamu gak dapat tugas dari Tuan Gunawan maupun Tuan Muda Ardi " lanjut Teno pada Angga.
Angga membuka mata lalu menghela napasnya. Ia memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari Teno dan ia pun memutuskan untuk jujur pada Teno tentang apa yang sedang ia alami.
" Aku akan menikah, Kak " ucap Angga jujur pada Teno.
Teno tentu saja sangat terkejut mendengar itu. Kekasih saja tidak punya tapi tiba-tiba berkata akan menikah. Jangankan kekasih, Teno bahkan sering melihat Angga sangat risih jika berdekatan dengan seorang wanita.
" Jangan bercanda deh, Ngga. Masa kamu tiba-tiba akan menikah " ucap Teno yang masih belum percaya dengan apa yang Angga katakan.
Angga pun mendengus kesal karena Teno menganggapnya bercanda tentang masalah sebesar ini.
" Aku tidak bercanda Kak, aku benar-benar akan menikah " ucap Angga agar Teno percaya.
" Hah? Gimana bisa? Kamu pacar aja gak punya " ucap Teno dengan wajah yang masih sangat terkejut.
Angga menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya pelan-pelan sebelum ia bercerita tentang kejadian yang tadi dia alami.
" Tadi aku bertemu dengan gadis yang aku beri bunga pengantin kemarin..... " Angga pun menceritakan semuanya pada Teno tanpa ada yang dikurangi dan ditambah sedikit pun. Tentang pertemuannya dengan Arisa di halte bisa, Arisa yang ingin mengembalikan bunga pengantin, Arisa yang ketakutan lalu memeluk dan juga mereka yang dipaksa menikah karena kesalahpahaman yang terjadi karena ia dan Arisa tidur berpelukan di dalam mobil.
" Karena itu aku harus menikahi gadis itu dalam waktu dua minggu. Aku tidak memiliki pilihan lain Kak, apalagi nama baik Keluarga Wicaksono akan dipertaruhkan jika aku sama gadis itu dibawa ke kantor polisi karena berbuat mesum " ucap Angga frustasi.
Teno hanya menatap Angga dengan tatapan tidak percaya. Sebenarnya ia kasihan mendengar cerita Angga tapi ia juga masih sangat terkejut.
" Kalau itu memang keputusan kamu dan cewek itu ya kakak cuma bisa dukung. Semoga cewek itu memang jodoh kamu walaupun dengan cara seperti itu " ucap Teno setelah bisa mengendalikan dirinya.
" Iya Kak " jawab Angga mengusap wajahnya kasar.
Ada perasaan sedikit lega setelah membagi masalahnya pada Teno. Ia hanya berharap keputusan yang ia ambil ini untuk menikahi Arisa adalah hal yang benar.
" Kakak sebenarnya sedih sih karena kamu dulu yang nikah tapi ya gak papa " ucap Teno yang sudah ingin menikah tapi tanda-tanda jodohnya belum terlihat.
" Sabar Kak, mungkin sebentar lagi jodoh Kakak akan datang " ucap Angga menepuk pundak Teno.
Teno pun hanya menganggukkan kepalanya.
" Terus kamu tau siapa cewek itu? " tanya Teno pada Angga.
Angga menganggukkan kepalanya. " Namanya Arisa, dia adalah adik kandung dari Tuan Reno " jawab Angga.
Baru saja selesai keterkejutannya dengan Angga yang tiba-tiba akan menikah, sekarang Teno kembali terkejut karena ucapan Angga yang mengatakan jika gadis yang akan dinikahinya adalah adik kandung dari rekan bisnis Tuan Gunawan yang tentunya ia juga kenal.
" Ini serius, Ngga? " tanya Teno memastikan.
" Memang wajahku terlihat seperti sedang bercanda? " ucap Angga karena Teno selalu menganggapnya sedang bercanda dan tidak serius.
" Enggak sih " jawab Teno karena memang wajah Angga sangat serius.
Mereka pun hanya diam dengan pikiran masing-masing. Angga yang memikirkan bagaimana cara ia berbicara pada Reno untuk menikahi Arisa. Sedangkan Teno mencoba untuk mempercayai ucapan Angga yang sulit untuk ia percaya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Uwie Yanti
teno si Arisa punya sohib lho namanya Rini, kali aja nanti JD jodoh kamu🤭
2023-10-25
4