7. Jujur

Arisa memasuki rumah ketika mobil yang Angga kendarai sudah tidak terlihat lagi. Ternyata Bu Ijah belum tidur dan sedang duduk di sofa ruang tamu. Sepertinya Bu Ijah khawatir dan menunggu Arisa pulang.

" Assalamualaikum " ucap Arisa memasuki ruang tamu.

Bu Ijah pun langsung berdiri saat mendengar suara salam dari Arisa.

" Walaikumsalam " jawab Bu Ijah.

Terlihat sekali dari wajahnya jika Bu Ijah merasa sangat lega saat melihat Arisa sudah pulang.

" Non Arisa dari mana aja? Kenapa malam sekali pulangnya? " tanya Bu Ijah khawatir.

Bu Ijah memang sudah menganggap Reno dan Arisa seperti anak kandungnya sendiri sehingga ia juga merasa sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada mereka. Apalagi tadi hujan deras disertai petir sehingga membuat Bu Ijah begitu khawatir pada Arisa. Bu Ijah juga mengetahui ketakutan Arisa pada petir.

" Maaf ya, Bu. Tadi kan hujan jadi aku neduh dulu dan baru pulang " ucap Arisa yang merasa bersalah karena sudah membuat Bu Ijah sangat khawatir.

" Ya sudah, yang penting Non Arisa baik-baik aja dan pulang dengan aman " jawab Bu Ijah.

Arisa pun menganggukan kepalanya.

" Arisa ke kamar dulu, Bu. Bu Ijah langsung istirahat dan gak usah siapin makanan buat Arisa. Arisa gak makan malam ini " ucap Arisa pada Bu Ijah.

Ia tidak tega jika Bu Ijah menyiapkan makan malam untuk dirinya di tengah malam seperti ini dan juga ia memang tidak memiliki nafsu makan karena masalah yang baru saja ia alami.

" Baik, Non. Non Arisa juga langsung istirahat ya " ucap Bu Ijah.

" Iya Bu " jawab Arisa.

Bu Ijah pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan meninggalkan Arisa sendiri.

Kemudian Arisa menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya. Ia benar-benar sangat lelah hari ini dan ingin cepat beristirahat. Arisa meletakkan tasnya di atas meja belajarnya. Ia meraih handuk yang tadi pagi sempat ia pakai lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

***

Di tempat yang berbeda, Angga baru saja sampai di kediaman Keluarga Wicaksono. Angga pun langsung menuju paviliun yang menjadi tempat tinggalnya dan Teno. Angga memasuki paviliun itu dan melihat Teno yang ternyata belum tidur dan asik menonton acara sepak bola di televisi.

Angga melempar jas miliknya lalu duduk di sebelah Teno. Ia menutup kedua matanya dan memikirkan semua yang baru saja ia alami. Ia benar-benar tidak menyangka akan terjebak dalam situasi seperti ini.

Teno melirik adik angkatnya itu yang sepertinya sangat lelah dan tidak baik-baik saja. Apalagi dia baru pulang tengah malam seperti ini dan sedang tidak ada tugas dari Tuan Gunawan maupun Ardi.

" Kamu kenapa, Ngga? Ada masalah? Kenapa juga kamu baru pulang tengah malam seperti ini? " tanya Teno mengerutkan keningnya.

" Tidak apa-apa, Kak " jawab Angga tanpa membuka matanya.

Mendengar jawaban Angga, Teno malah semakin curiga dan penasaran apa yang terjadi dengan Angga.

" Jangan bohong, hampir seumur hidup kamu itu sama Kakak. Jadi Kakak tau kalau kamu itu lagi ada masalah sekarang " ucap Teno yang memang sudah memahami bagaimana Angga.

" Sekarang jujur sama Kakak, kamu ada masalah apa? Dan kenapa baru pulang padahal kamu gak dapat tugas dari Tuan Gunawan maupun Tuan Muda Ardi " lanjut Teno pada Angga.

Angga membuka mata lalu menghela napasnya. Ia memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari Teno dan ia pun memutuskan untuk jujur pada Teno tentang apa yang sedang ia alami.

" Aku akan menikah, Kak " ucap Angga jujur pada Teno.

Teno tentu saja sangat terkejut mendengar itu. Kekasih saja tidak punya tapi tiba-tiba berkata akan menikah. Jangankan kekasih, Teno bahkan sering melihat Angga sangat risih jika berdekatan dengan seorang wanita.

" Jangan bercanda deh, Ngga. Masa kamu tiba-tiba akan menikah " ucap Teno yang masih belum percaya dengan apa yang Angga katakan.

Angga pun mendengus kesal karena Teno menganggapnya bercanda tentang masalah sebesar ini.

" Aku tidak bercanda Kak, aku benar-benar akan menikah " ucap Angga agar Teno percaya.

" Hah? Gimana bisa? Kamu pacar aja gak punya " ucap Teno dengan wajah yang masih sangat terkejut.

Angga menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya pelan-pelan sebelum ia bercerita tentang kejadian yang tadi dia alami.

" Tadi aku bertemu dengan gadis yang aku beri bunga pengantin kemarin..... " Angga pun menceritakan semuanya pada Teno tanpa ada yang dikurangi dan ditambah sedikit pun. Tentang pertemuannya dengan Arisa di halte bisa, Arisa yang ingin mengembalikan bunga pengantin, Arisa yang ketakutan lalu memeluk dan juga mereka yang dipaksa menikah karena kesalahpahaman yang terjadi karena ia dan Arisa tidur berpelukan di dalam mobil.

" Karena itu aku harus menikahi gadis itu dalam waktu dua minggu. Aku tidak memiliki pilihan lain Kak, apalagi nama baik Keluarga Wicaksono akan dipertaruhkan jika aku sama gadis itu dibawa ke kantor polisi karena berbuat mesum " ucap Angga frustasi.

Teno hanya menatap Angga dengan tatapan tidak percaya. Sebenarnya ia kasihan mendengar cerita Angga tapi ia juga masih sangat terkejut.

" Kalau itu memang keputusan kamu dan cewek itu ya kakak cuma bisa dukung. Semoga cewek itu memang jodoh kamu walaupun dengan cara seperti itu " ucap Teno setelah bisa mengendalikan dirinya.

" Iya Kak " jawab Angga mengusap wajahnya kasar.

Ada perasaan sedikit lega setelah membagi masalahnya pada Teno. Ia hanya berharap keputusan yang ia ambil ini untuk menikahi Arisa adalah hal yang benar.

" Kakak sebenarnya sedih sih karena kamu dulu yang nikah tapi ya gak papa " ucap Teno yang sudah ingin menikah tapi tanda-tanda jodohnya belum terlihat.

" Sabar Kak, mungkin sebentar lagi jodoh Kakak akan datang " ucap Angga menepuk pundak Teno.

Teno pun hanya menganggukkan kepalanya.

" Terus kamu tau siapa cewek itu? " tanya Teno pada Angga.

Angga menganggukkan kepalanya. " Namanya Arisa, dia adalah adik kandung dari Tuan Reno " jawab Angga.

Baru saja selesai keterkejutannya dengan Angga yang tiba-tiba akan menikah, sekarang Teno kembali terkejut karena ucapan Angga yang mengatakan jika gadis yang akan dinikahinya adalah adik kandung dari rekan bisnis Tuan Gunawan yang tentunya ia juga kenal.

" Ini serius, Ngga? " tanya Teno memastikan.

" Memang wajahku terlihat seperti sedang bercanda? " ucap Angga karena Teno selalu menganggapnya sedang bercanda dan tidak serius.

" Enggak sih " jawab Teno karena memang wajah Angga sangat serius.

Mereka pun hanya diam dengan pikiran masing-masing. Angga yang memikirkan bagaimana cara ia berbicara pada Reno untuk menikahi Arisa. Sedangkan Teno mencoba untuk mempercayai ucapan Angga yang sulit untuk ia percaya.

Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

Terpopuler

Comments

Uwie Yanti

Uwie Yanti

teno si Arisa punya sohib lho namanya Rini, kali aja nanti JD jodoh kamu🤭

2023-10-25

4

lihat semua
Episodes
1 1. Perkara Bunga Pengantin
2 2. Kepikiran
3 3. Bertemu Lagi
4 4. Ketakutan
5 5. Salah Paham
6 6. Harus Menikah
7 7. Jujur
8 8. Tidak Fokus
9 9. Mungkin Jatuh Cinta
10 10. Keanehan Sikap Angga
11 11. Penyerangan
12 12. Menemui Reno
13 13. Meminta Restu
14 14. Bernapas Lega
15 15. Hari Pernikahan
16 16. Hinaan
17 17. Mengajak Pindah
18 18. Berbagi Tempat Tidur
19 19. Pindah
20 20. Saling Menerima
21 21. Masakan Pertama
22 22. Menghindari Kejaran
23 23. Sangat Khawatir
24 24. Berbagi Cerita
25 25. Izin Pergi
26 26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27 27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28 28. Deep Talk
29 29. Jamaah Pertama
30 30. Bekal dari Istri
31 31. Sesuatu yang Tertinggal
32 32. Tatapan Tajam
33 33. Mungkin Cemburu
34 34. Pergi Kencan
35 35. Melihat Musuh
36 36. Belanja
37 37. Sangat Malu
38 38. Berusaha Menghindar+Visual
39 39. Sebuah Kecupan
40 40. Candu
41 41. Harus Merahasiakannya
42 42. Penculikan
43 43. Mencoba Melawan
44 44. Datang Tepat Waktu
45 45. Merasa Kotor
46 46. Sangat Berharga
47 47. Awal Kebahagiaan
48 48. Sarapan Buatan Angga
49 49. Memperkenalkan Angga
50 50. Sisi Lain Angga
51 51. Menerima dengan Bahagia
52 52. Menyerang Kantor
53 53. Harus Pergi
54 54. Pembunuh Orang Tua Angga
55 55. Masa Lalu
56 56. Ternyata Masih Hidup
57 57. Berkorban
58 58. Meledak
59 59. Memberitahu Arisa
60 60. Hancurnya Arisa
61 61. Membujuk Arisa
62 62. Orang Tua Angga
63 63. Mencoba Kuat
64 64. Bertemu Orang Tua Angga
65 65. Suami yang Baik
66 66. Menemui Arden
67 67. Dinyatakan Tewas
68 68. Pengajian Untuk Angga
69 69. Harus Bangkit
70 70. Kembali ke Rumah
71 71. Memulai Hidup
72 72. Arisa Sakit
73 73. Semakin Parah
74 74. Kembali Mual
75 75. Penguat Cinta
76 76. Lima Tahun
77 77. Menutup Hati
78 78. Pergi Bersama Jodi
79 79. Sudah Bersuami
80 80. Bukan Mimpi
81 81. Penolong Angga
82 82. Melepas Rindu
83 83. Setelah Sekian Lama
84 84. Cerita Arisa
85 85. Pernah Hamil
86 86. Tuan Putri Papa
87 87. Memulai dari Awal
88 88. Berkumpul Lagi
89 89. Usaha
90 90. Pertama dan Terakhir
91 91. Menemui Ardi
92 92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93 93. Hari Pertama Bekerja
94 94. Pengobat Lelah
95 95. Lelah
96 Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97 96. Memaafkan
98 97. Kepergok Mama Mutia
99 98. Kedatangan Antonio dan Celine
100 99. Double Date
101 100. Pusing
102 101. Kabar Gembira
103 102. Sulit Percaya
104 103. Ngidam Pertama
105 104. Mengundurkan Diri
106 105. Rujak Bebek
107 106. Undangan Makan Malam
108 107. Hampir Saja
109 108. Kram
110 109. Setipis Tisu
111 110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112 111. Tidak Mau Ditinggal
113 112. Mawar Merah
114 113. Memasak Bersama
115 114. Baby Kangen Papa
116 115. Kalap
117 116. Makan Siang Plus-Plus
118 117. Hal Wajar
119 118. Sayang Adik Bayi
120 119. Calon Istri Teno
121 120. Teno dan Rini
122 121. Lebih Menggoda
123 122. Lamaran Teno dan Rini
124 123. Tetap Cinta
125 124. Panik Luar Biasa
126 125. Sebentar Lagi
127 126. Bukti Cinta
128 127. Mengadzani Sang Putri
129 128. Angga Versi Sachet
130 129. Menggoda Pengantin Baru
131 130. Dimana Putriku?
132 131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133 132. Jadikan Aku Istrimu
134 133. Kembali dengan Selamat
135 134. Baik-baik Saja
136 135. Suami Jessica
137 136. Tidak Ingin Ada Dendam
138 137. Permintaan Maaf Jessica
139 138. Amara Zulfa Lesmana
140 139. Memanjakan Angga
141 140. Kakak Anjani
142 141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143 Bonus Chapter
144 Bonus Chapter 2
145 Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146 Bonus Chapter 3
147 Bonus Chapter 4
148 Last Bonus Chapter
149 Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150 Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151 Promo Karya Baru : Married With My Ex
152 Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153 Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154 Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155 Promo Karya Baru : My Sugar Baby
Episodes

Updated 155 Episodes

1
1. Perkara Bunga Pengantin
2
2. Kepikiran
3
3. Bertemu Lagi
4
4. Ketakutan
5
5. Salah Paham
6
6. Harus Menikah
7
7. Jujur
8
8. Tidak Fokus
9
9. Mungkin Jatuh Cinta
10
10. Keanehan Sikap Angga
11
11. Penyerangan
12
12. Menemui Reno
13
13. Meminta Restu
14
14. Bernapas Lega
15
15. Hari Pernikahan
16
16. Hinaan
17
17. Mengajak Pindah
18
18. Berbagi Tempat Tidur
19
19. Pindah
20
20. Saling Menerima
21
21. Masakan Pertama
22
22. Menghindari Kejaran
23
23. Sangat Khawatir
24
24. Berbagi Cerita
25
25. Izin Pergi
26
26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27
27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28
28. Deep Talk
29
29. Jamaah Pertama
30
30. Bekal dari Istri
31
31. Sesuatu yang Tertinggal
32
32. Tatapan Tajam
33
33. Mungkin Cemburu
34
34. Pergi Kencan
35
35. Melihat Musuh
36
36. Belanja
37
37. Sangat Malu
38
38. Berusaha Menghindar+Visual
39
39. Sebuah Kecupan
40
40. Candu
41
41. Harus Merahasiakannya
42
42. Penculikan
43
43. Mencoba Melawan
44
44. Datang Tepat Waktu
45
45. Merasa Kotor
46
46. Sangat Berharga
47
47. Awal Kebahagiaan
48
48. Sarapan Buatan Angga
49
49. Memperkenalkan Angga
50
50. Sisi Lain Angga
51
51. Menerima dengan Bahagia
52
52. Menyerang Kantor
53
53. Harus Pergi
54
54. Pembunuh Orang Tua Angga
55
55. Masa Lalu
56
56. Ternyata Masih Hidup
57
57. Berkorban
58
58. Meledak
59
59. Memberitahu Arisa
60
60. Hancurnya Arisa
61
61. Membujuk Arisa
62
62. Orang Tua Angga
63
63. Mencoba Kuat
64
64. Bertemu Orang Tua Angga
65
65. Suami yang Baik
66
66. Menemui Arden
67
67. Dinyatakan Tewas
68
68. Pengajian Untuk Angga
69
69. Harus Bangkit
70
70. Kembali ke Rumah
71
71. Memulai Hidup
72
72. Arisa Sakit
73
73. Semakin Parah
74
74. Kembali Mual
75
75. Penguat Cinta
76
76. Lima Tahun
77
77. Menutup Hati
78
78. Pergi Bersama Jodi
79
79. Sudah Bersuami
80
80. Bukan Mimpi
81
81. Penolong Angga
82
82. Melepas Rindu
83
83. Setelah Sekian Lama
84
84. Cerita Arisa
85
85. Pernah Hamil
86
86. Tuan Putri Papa
87
87. Memulai dari Awal
88
88. Berkumpul Lagi
89
89. Usaha
90
90. Pertama dan Terakhir
91
91. Menemui Ardi
92
92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93
93. Hari Pertama Bekerja
94
94. Pengobat Lelah
95
95. Lelah
96
Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97
96. Memaafkan
98
97. Kepergok Mama Mutia
99
98. Kedatangan Antonio dan Celine
100
99. Double Date
101
100. Pusing
102
101. Kabar Gembira
103
102. Sulit Percaya
104
103. Ngidam Pertama
105
104. Mengundurkan Diri
106
105. Rujak Bebek
107
106. Undangan Makan Malam
108
107. Hampir Saja
109
108. Kram
110
109. Setipis Tisu
111
110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112
111. Tidak Mau Ditinggal
113
112. Mawar Merah
114
113. Memasak Bersama
115
114. Baby Kangen Papa
116
115. Kalap
117
116. Makan Siang Plus-Plus
118
117. Hal Wajar
119
118. Sayang Adik Bayi
120
119. Calon Istri Teno
121
120. Teno dan Rini
122
121. Lebih Menggoda
123
122. Lamaran Teno dan Rini
124
123. Tetap Cinta
125
124. Panik Luar Biasa
126
125. Sebentar Lagi
127
126. Bukti Cinta
128
127. Mengadzani Sang Putri
129
128. Angga Versi Sachet
130
129. Menggoda Pengantin Baru
131
130. Dimana Putriku?
132
131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133
132. Jadikan Aku Istrimu
134
133. Kembali dengan Selamat
135
134. Baik-baik Saja
136
135. Suami Jessica
137
136. Tidak Ingin Ada Dendam
138
137. Permintaan Maaf Jessica
139
138. Amara Zulfa Lesmana
140
139. Memanjakan Angga
141
140. Kakak Anjani
142
141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143
Bonus Chapter
144
Bonus Chapter 2
145
Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146
Bonus Chapter 3
147
Bonus Chapter 4
148
Last Bonus Chapter
149
Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150
Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151
Promo Karya Baru : Married With My Ex
152
Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153
Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154
Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155
Promo Karya Baru : My Sugar Baby

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!