Saat menjelang subuh, Angga terbangun dari tidurnya. Ia juga sempat terkejut saat melihat Arisa tidur di pelukannya.
" Kenapa aku bisa memeluk dia? " gumam Angga bingung.
Ia melihat lagi dan ternyata tangannya yang memeluk Arisa, sedangkan Arisa tidak memeluknya.
" Ini pasti karena aku mengira dia adalah sebuah guling " gumam Angga lagi.
Angga memang terbiasa tidur dengan memeluk guling dan di atas tempat tidur Arisa memang tidak ada guling jadi kemungkinan besar ia memeluk tubuh Arisa karena mengira Arisa adalah sebuah guling.
Merasa sesuatu di sampingnya bergerak, Arisa pun perlahan membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan Angga.
" Mas Angga " ucap Arisa melebarkan matanya karena Angga yang sudah terbangun dan ia masih berada di pelukan pria itu.
Arisa langsung menjauhkan dirinya dari Angga dan mendudukkan tubuhnya membelakangi Angga. Ia sangat malu berada di pelukan Angga lagi dan itu di saat mereka berdua sama-sama sadar.
Kemudian Angga mengikuti Arisa untuk mendudukkan tubuhnya.
" Maaf, aku memeluk kamu. Aku terbiasa tidur dengan memeluk guling jadi aku mengira kamu itu sebuah guling " ucap Angga takut jika Arisa marah dan menganggapnya tidak sopan.
" Iya Mas, gak papa " jawab Arisa dengan wajah yang merah.
Arisa hanya bisa menundukkan kepalanya agar Angga tidak bisa melihat wajahnya yang merah itu.
" Lebih baik Mas Angga sekarang bersiap buat sholat subuh. Pasti Bang Reno dan yang lainnya sudah menunggu " ucap Arisa pada Angga karena waktu subuh sudah tiba.
" Iya " jawab Angga.
Angga turun dari tempat tidur dan mengambil pakaian gantinya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian dan mengambil air wudhu.
Setelah Angga keluar dari kamar, Arisa pun segera pergi untuk mandi. Ia akan mandi dengan cepat karena ia tidak ingin membuang banyak waktu. Arisa juga belum membereskan barang-barang miliknya yang ia akan bawa untuk pindah.
Arisa mengambil satu koper besar miliknya dari atas lemari. Arisa hanya memasukkan pakaian barang-barang yang menurutnya penting untuk ia bawa seperti keperluan pribadi serta buku-buku miliknya. Ia juga mengambil satu tas besar untuk memasukkan beberapa barang yang tidak muat di koper.
Ceklek.
Angga membuka pintu kamar Arisa saat Arisa masih memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.
" Apa ada yang perlu aku bantu? " tanya Angga pada Arisa.
" Enggak ada Mas, ini juga sudah mau selesai " jawab Arisa.
Akhirnya Angga pun memilih untuk mengganti pakaiannya dan juga mengemasi barang-barang yang ia bawa ke rumah itu karena mereka akan pindah pada pagi ini.
" Maaf ya Mas, seharusnya aku yang siapkan semua keperluan Mas Angga " ucap Arisa merasa bersalah melihat Angga mengambil pakaian gantinya sendiri.
" Tidak apa-apa. Aku juga masih bisa melakukannya sendiri " jawab Angga lalu pergi ke kamar mandi.
Setelah semuanya selesai, Angga dan Arisa turun dari kamar itu dengan membawa barang-barang yang akan mereka bawa pindah. Angga membantu Arisa untuk mengangkat koper besar milik Arisa.
" Kalian pindah pagi ini? " tanya Siska pada mereka.
" Iya Kak, mumpung belum panas " jawab Arisa.
" Ya sudah kalau gitu, tapi kita harus sarapan sama-sama dulu pagi ini " ucap Reno yang ingin sarapan bersama sebelum mereka pergi.
Angga dan Arisa pun duduk di meja makan bergabung dengan Reno dan Siska serta Nadia.
Arisa mengambilkan makanan untuk Angga seperti Siska yang juga melakukannya pada Reno.
" Mas Angga mau pakai lauk apa? " tanya Arisa pada Angga karena ia belum mengetahui apa yang Angga sukai.
" Terserah kamu saja " jawab Angga.
Arisa pun mengambil beberapa lauk yang menurutnya Angga akan suka. Setelah itu mereka baru memakan sarapan itu dengan tenang.
Setelah selesai sarapan, Angga dan Arisa pun langsung pamit untuk pindah ke rumah yang sudah Angga beli. Mereka akan pergi menggunakan taksi online, padahal Reno sudah menyuruh mereka menggunakan salah satu mobilnya tapi Angga menolaknya. Sedangkan motor Arisa akan diambil oleh anak buah Angga dan dibawa ke rumah yang akan mereka tempati agar Arisa mudah pergi ke kampus nanti.
" Kami pamit dulu, Bang. Saya izin untuk membawa Arisa tinggal bersama saya " ucap Angga pada Reno memasukkan barang-barang mereka di bagasi taksi online.
" Iya Ngga. Kalau kalian butuh apa-apa jangan sungkan untuk minta bantuan Abang " ucap Reno dan Angga pun menganggukan kepalanya.
Arisa memeluk Reno dan Siska juga Nadia sebelum ia pergi. Ia juga memeluk Bu Ijah yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.
" Aku pergi ya " pamit Arisa.
" Assalamualaikum " ucap Angga dan Arisa bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Mereka berdua pun masuk ke dalam taksi online itu dan pergi meninggalkan rumah yang sudah menjadi tempat tinggal Arisa lebih dari sepuluh tahun. Arisa memandangi rumah yang semakin tidak terlihat di matanya. Ia merasa cukup berat dan sedih meninggalkan rumah itu.
" Kamu masih bisa sering berkunjung ke sana. Aku tidak akan melarangnya " ucap Angga yang bisa melihat kesedihan Arisa.
Arisa pun hanya menganggukkan kepalanya.
Taksi online itu sudah berhenti di kediaman Keluarga Wicaksono. Angga memang sengaja ke sana terlebih dahulu untuk mengambil beberapa barangnya dan juga untuk berpamitan kepada mereka.
" Ini tempat tinggal aku sebelumnya. Aku harus mengambil beberapa barang-barang milikku " ucap Angga pada Arisa.
Angga mengajak Arisa untuk masuk ke dalam paviliun yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.
" Loh, kalian datang " ucap Teno yang mengira jika Angga akan langsung pergi ke rumahnya.
" Aku ingin mengambil barang-barangku terlebih dahulu " jawab Angga.
Setelah itu Angga masuk ke dalam kamarnya diikuti oleh Arisa di belakangnya.
" Kak " ucap Arisa tersenyum lalu mengikuti Angga.
Mereka masuk ke dalam kamar yang di dominasi dengan warna abu-abu dan putih itu. Benar-benar menggambarkan jika itu adalah kamar seorang pria.
" Kamu duduklah. Aku harus mengemas barang-barangku " pinta Angga pada Arisa.
" Enggak Mas. Aku mau bantuin Mas Angga " tolak Arisa.
Arisa pun membantu Angga memasukkan pakaiannya ke dalam koper, sedangkan Angga mengemas barang-barang yang lain.
Setelah selesai, mereka pun keluar dari kamar Angga.
" Aku pergi, Kak. Kakak baik-baik di sini " pamit Angga pada Teno.
Angga memeluk Teno sebelum pergi. Sama seperti Arisa, sebenarnya Angga juga cukup berat pergi dari tempat itu dan meninggalkan Teno yang sedari kecil sudah bersamanya.
" Iya Ngga " jawab Teno menepuk punggung Angga.
Angga pun melepaskan pelukannya.
" Kakak bolehkan sering berkunjung ke rumah kalian, adik ipar? " tanya Teno pada Arisa.
" Tentu saja boleh, Kak " jawab Arisa tersenyum.
Setelah itu Angga dan Arisa berpamitan pada keluarganya Wicaksono lalu pergi menuju rumah mereka dengan menggunakan mobil milik Angga yang selama ini jarang sekali dipakai karena ia selalu menggunakan mobil milik untuk mengantar Tya. Mobil itu ia beli dari hasil jerih payahnya bekerja sebagai bodyguard selama hampir lima tahun. Memang gaji bekerja di keluarga Wicaksono cukup besar sehingga Angga sudah bisa membeli mobil dan rumah untuk keluarganya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
YAA BISALH, KN TIDUR SATU RANJANG, APALAGI KLO TIDUR KITAKN GK SADAR APA YG KITA BUAT..
2024-04-12
1
Segawon Segoro
bagus sekali jln ceritanya saya suka....
2023-12-14
2