19. Pindah

Saat menjelang subuh, Angga terbangun dari tidurnya. Ia juga sempat terkejut saat melihat Arisa tidur di pelukannya.

" Kenapa aku bisa memeluk dia? " gumam Angga bingung.

Ia melihat lagi dan ternyata tangannya yang memeluk Arisa, sedangkan Arisa tidak memeluknya.

" Ini pasti karena aku mengira dia adalah sebuah guling " gumam Angga lagi.

Angga memang terbiasa tidur dengan memeluk guling dan di atas tempat tidur Arisa memang tidak ada guling jadi kemungkinan besar ia memeluk tubuh Arisa karena mengira Arisa adalah sebuah guling.

Merasa sesuatu di sampingnya bergerak, Arisa pun perlahan membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan Angga.

" Mas Angga " ucap Arisa melebarkan matanya karena Angga yang sudah terbangun dan ia masih berada di pelukan pria itu.

Arisa langsung menjauhkan dirinya dari Angga dan mendudukkan tubuhnya membelakangi Angga. Ia sangat malu berada di pelukan Angga lagi dan itu di saat mereka berdua sama-sama sadar.

Kemudian Angga mengikuti Arisa untuk mendudukkan tubuhnya.

" Maaf, aku memeluk kamu. Aku terbiasa tidur dengan memeluk guling jadi aku mengira kamu itu sebuah guling " ucap Angga takut jika Arisa marah dan menganggapnya tidak sopan.

" Iya Mas, gak papa " jawab Arisa dengan wajah yang merah.

Arisa hanya bisa menundukkan kepalanya agar Angga tidak bisa melihat wajahnya yang merah itu.

" Lebih baik Mas Angga sekarang bersiap buat sholat subuh. Pasti Bang Reno dan yang lainnya sudah menunggu " ucap Arisa pada Angga karena waktu subuh sudah tiba.

" Iya " jawab Angga.

Angga turun dari tempat tidur dan mengambil pakaian gantinya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian dan mengambil air wudhu.

Setelah Angga keluar dari kamar, Arisa pun segera pergi untuk mandi. Ia akan mandi dengan cepat karena ia tidak ingin membuang banyak waktu. Arisa juga belum membereskan barang-barang miliknya yang ia akan bawa untuk pindah.

Arisa mengambil satu koper besar miliknya dari atas lemari. Arisa hanya memasukkan pakaian barang-barang yang menurutnya penting untuk ia bawa seperti keperluan pribadi serta buku-buku miliknya. Ia juga mengambil satu tas besar untuk memasukkan beberapa barang yang tidak muat di koper.

Ceklek.

Angga membuka pintu kamar Arisa saat Arisa masih memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.

" Apa ada yang perlu aku bantu? " tanya Angga pada Arisa.

" Enggak ada Mas, ini juga sudah mau selesai " jawab Arisa.

Akhirnya Angga pun memilih untuk mengganti pakaiannya dan juga mengemasi barang-barang yang ia bawa ke rumah itu karena mereka akan pindah pada pagi ini.

" Maaf ya Mas, seharusnya aku yang siapkan semua keperluan Mas Angga " ucap Arisa merasa bersalah melihat Angga mengambil pakaian gantinya sendiri.

" Tidak apa-apa. Aku juga masih bisa melakukannya sendiri " jawab Angga lalu pergi ke kamar mandi.

Setelah semuanya selesai, Angga dan Arisa turun dari kamar itu dengan membawa barang-barang yang akan mereka bawa pindah. Angga membantu Arisa untuk mengangkat koper besar milik Arisa.

" Kalian pindah pagi ini? " tanya Siska pada mereka.

" Iya Kak, mumpung belum panas " jawab Arisa.

" Ya sudah kalau gitu, tapi kita harus sarapan sama-sama dulu pagi ini " ucap Reno yang ingin sarapan bersama sebelum mereka pergi.

Angga dan Arisa pun duduk di meja makan bergabung dengan Reno dan Siska serta Nadia.

Arisa mengambilkan makanan untuk Angga seperti Siska yang juga melakukannya pada Reno.

" Mas Angga mau pakai lauk apa? " tanya Arisa pada Angga karena ia belum mengetahui apa yang Angga sukai.

" Terserah kamu saja " jawab Angga.

Arisa pun mengambil beberapa lauk yang menurutnya Angga akan suka. Setelah itu mereka baru memakan sarapan itu dengan tenang.

Setelah selesai sarapan, Angga dan Arisa pun langsung pamit untuk pindah ke rumah yang sudah Angga beli. Mereka akan pergi menggunakan taksi online, padahal Reno sudah menyuruh mereka menggunakan salah satu mobilnya tapi Angga menolaknya. Sedangkan motor Arisa akan diambil oleh anak buah Angga dan dibawa ke rumah yang akan mereka tempati agar Arisa mudah pergi ke kampus nanti.

" Kami pamit dulu, Bang. Saya izin untuk membawa Arisa tinggal bersama saya " ucap Angga pada Reno memasukkan barang-barang mereka di bagasi taksi online.

" Iya Ngga. Kalau kalian butuh apa-apa jangan sungkan untuk minta bantuan Abang " ucap Reno dan Angga pun menganggukan kepalanya.

Arisa memeluk Reno dan Siska juga Nadia sebelum ia pergi. Ia juga memeluk Bu Ijah yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.

" Aku pergi ya " pamit Arisa.

" Assalamualaikum " ucap Angga dan Arisa bersamaan.

" Walaikumsalam " jawab mereka.

Mereka berdua pun masuk ke dalam taksi online itu dan pergi meninggalkan rumah yang sudah menjadi tempat tinggal Arisa lebih dari sepuluh tahun. Arisa memandangi rumah yang semakin tidak terlihat di matanya. Ia merasa cukup berat dan sedih meninggalkan rumah itu.

" Kamu masih bisa sering berkunjung ke sana. Aku tidak akan melarangnya " ucap Angga yang bisa melihat kesedihan Arisa.

Arisa pun hanya menganggukkan kepalanya.

Taksi online itu sudah berhenti di kediaman Keluarga Wicaksono. Angga memang sengaja ke sana terlebih dahulu untuk mengambil beberapa barangnya dan juga untuk berpamitan kepada mereka.

" Ini tempat tinggal aku sebelumnya. Aku harus mengambil beberapa barang-barang milikku " ucap Angga pada Arisa.

Angga mengajak Arisa untuk masuk ke dalam paviliun yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.

" Loh, kalian datang " ucap Teno yang mengira jika Angga akan langsung pergi ke rumahnya.

" Aku ingin mengambil barang-barangku terlebih dahulu " jawab Angga.

Setelah itu Angga masuk ke dalam kamarnya diikuti oleh Arisa di belakangnya.

" Kak " ucap Arisa tersenyum lalu mengikuti Angga.

Mereka masuk ke dalam kamar yang di dominasi dengan warna abu-abu dan putih itu. Benar-benar menggambarkan jika itu adalah kamar seorang pria.

" Kamu duduklah. Aku harus mengemas barang-barangku " pinta Angga pada Arisa.

" Enggak Mas. Aku mau bantuin Mas Angga " tolak Arisa.

Arisa pun membantu Angga memasukkan pakaiannya ke dalam koper, sedangkan Angga mengemas barang-barang yang lain.

Setelah selesai, mereka pun keluar dari kamar Angga.

" Aku pergi, Kak. Kakak baik-baik di sini " pamit Angga pada Teno.

Angga memeluk Teno sebelum pergi. Sama seperti Arisa, sebenarnya Angga juga cukup berat pergi dari tempat itu dan meninggalkan Teno yang sedari kecil sudah bersamanya.

" Iya Ngga " jawab Teno menepuk punggung Angga.

Angga pun melepaskan pelukannya.

" Kakak bolehkan sering berkunjung ke rumah kalian, adik ipar? " tanya Teno pada Arisa.

" Tentu saja boleh, Kak " jawab Arisa tersenyum.

Setelah itu Angga dan Arisa berpamitan pada keluarganya Wicaksono lalu pergi menuju rumah mereka dengan menggunakan mobil milik Angga yang selama ini jarang sekali dipakai karena ia selalu menggunakan mobil milik untuk mengantar Tya. Mobil itu ia beli dari hasil jerih payahnya bekerja sebagai bodyguard selama hampir lima tahun. Memang gaji bekerja di keluarga Wicaksono cukup besar sehingga Angga sudah bisa membeli mobil dan rumah untuk keluarganya.

Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

YAA BISALH, KN TIDUR SATU RANJANG, APALAGI KLO TIDUR KITAKN GK SADAR APA YG KITA BUAT..

2024-04-12

1

Segawon Segoro

Segawon Segoro

bagus sekali jln ceritanya saya suka....

2023-12-14

2

lihat semua
Episodes
1 1. Perkara Bunga Pengantin
2 2. Kepikiran
3 3. Bertemu Lagi
4 4. Ketakutan
5 5. Salah Paham
6 6. Harus Menikah
7 7. Jujur
8 8. Tidak Fokus
9 9. Mungkin Jatuh Cinta
10 10. Keanehan Sikap Angga
11 11. Penyerangan
12 12. Menemui Reno
13 13. Meminta Restu
14 14. Bernapas Lega
15 15. Hari Pernikahan
16 16. Hinaan
17 17. Mengajak Pindah
18 18. Berbagi Tempat Tidur
19 19. Pindah
20 20. Saling Menerima
21 21. Masakan Pertama
22 22. Menghindari Kejaran
23 23. Sangat Khawatir
24 24. Berbagi Cerita
25 25. Izin Pergi
26 26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27 27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28 28. Deep Talk
29 29. Jamaah Pertama
30 30. Bekal dari Istri
31 31. Sesuatu yang Tertinggal
32 32. Tatapan Tajam
33 33. Mungkin Cemburu
34 34. Pergi Kencan
35 35. Melihat Musuh
36 36. Belanja
37 37. Sangat Malu
38 38. Berusaha Menghindar+Visual
39 39. Sebuah Kecupan
40 40. Candu
41 41. Harus Merahasiakannya
42 42. Penculikan
43 43. Mencoba Melawan
44 44. Datang Tepat Waktu
45 45. Merasa Kotor
46 46. Sangat Berharga
47 47. Awal Kebahagiaan
48 48. Sarapan Buatan Angga
49 49. Memperkenalkan Angga
50 50. Sisi Lain Angga
51 51. Menerima dengan Bahagia
52 52. Menyerang Kantor
53 53. Harus Pergi
54 54. Pembunuh Orang Tua Angga
55 55. Masa Lalu
56 56. Ternyata Masih Hidup
57 57. Berkorban
58 58. Meledak
59 59. Memberitahu Arisa
60 60. Hancurnya Arisa
61 61. Membujuk Arisa
62 62. Orang Tua Angga
63 63. Mencoba Kuat
64 64. Bertemu Orang Tua Angga
65 65. Suami yang Baik
66 66. Menemui Arden
67 67. Dinyatakan Tewas
68 68. Pengajian Untuk Angga
69 69. Harus Bangkit
70 70. Kembali ke Rumah
71 71. Memulai Hidup
72 72. Arisa Sakit
73 73. Semakin Parah
74 74. Kembali Mual
75 75. Penguat Cinta
76 76. Lima Tahun
77 77. Menutup Hati
78 78. Pergi Bersama Jodi
79 79. Sudah Bersuami
80 80. Bukan Mimpi
81 81. Penolong Angga
82 82. Melepas Rindu
83 83. Setelah Sekian Lama
84 84. Cerita Arisa
85 85. Pernah Hamil
86 86. Tuan Putri Papa
87 87. Memulai dari Awal
88 88. Berkumpul Lagi
89 89. Usaha
90 90. Pertama dan Terakhir
91 91. Menemui Ardi
92 92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93 93. Hari Pertama Bekerja
94 94. Pengobat Lelah
95 95. Lelah
96 Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97 96. Memaafkan
98 97. Kepergok Mama Mutia
99 98. Kedatangan Antonio dan Celine
100 99. Double Date
101 100. Pusing
102 101. Kabar Gembira
103 102. Sulit Percaya
104 103. Ngidam Pertama
105 104. Mengundurkan Diri
106 105. Rujak Bebek
107 106. Undangan Makan Malam
108 107. Hampir Saja
109 108. Kram
110 109. Setipis Tisu
111 110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112 111. Tidak Mau Ditinggal
113 112. Mawar Merah
114 113. Memasak Bersama
115 114. Baby Kangen Papa
116 115. Kalap
117 116. Makan Siang Plus-Plus
118 117. Hal Wajar
119 118. Sayang Adik Bayi
120 119. Calon Istri Teno
121 120. Teno dan Rini
122 121. Lebih Menggoda
123 122. Lamaran Teno dan Rini
124 123. Tetap Cinta
125 124. Panik Luar Biasa
126 125. Sebentar Lagi
127 126. Bukti Cinta
128 127. Mengadzani Sang Putri
129 128. Angga Versi Sachet
130 129. Menggoda Pengantin Baru
131 130. Dimana Putriku?
132 131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133 132. Jadikan Aku Istrimu
134 133. Kembali dengan Selamat
135 134. Baik-baik Saja
136 135. Suami Jessica
137 136. Tidak Ingin Ada Dendam
138 137. Permintaan Maaf Jessica
139 138. Amara Zulfa Lesmana
140 139. Memanjakan Angga
141 140. Kakak Anjani
142 141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143 Bonus Chapter
144 Bonus Chapter 2
145 Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146 Bonus Chapter 3
147 Bonus Chapter 4
148 Last Bonus Chapter
149 Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150 Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151 Promo Karya Baru : Married With My Ex
152 Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153 Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154 Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155 Promo Karya Baru : My Sugar Baby
Episodes

Updated 155 Episodes

1
1. Perkara Bunga Pengantin
2
2. Kepikiran
3
3. Bertemu Lagi
4
4. Ketakutan
5
5. Salah Paham
6
6. Harus Menikah
7
7. Jujur
8
8. Tidak Fokus
9
9. Mungkin Jatuh Cinta
10
10. Keanehan Sikap Angga
11
11. Penyerangan
12
12. Menemui Reno
13
13. Meminta Restu
14
14. Bernapas Lega
15
15. Hari Pernikahan
16
16. Hinaan
17
17. Mengajak Pindah
18
18. Berbagi Tempat Tidur
19
19. Pindah
20
20. Saling Menerima
21
21. Masakan Pertama
22
22. Menghindari Kejaran
23
23. Sangat Khawatir
24
24. Berbagi Cerita
25
25. Izin Pergi
26
26. Seolah-Olah Tidak Mengenal
27
27. Oleh-Oleh dari Reno dan Siska
28
28. Deep Talk
29
29. Jamaah Pertama
30
30. Bekal dari Istri
31
31. Sesuatu yang Tertinggal
32
32. Tatapan Tajam
33
33. Mungkin Cemburu
34
34. Pergi Kencan
35
35. Melihat Musuh
36
36. Belanja
37
37. Sangat Malu
38
38. Berusaha Menghindar+Visual
39
39. Sebuah Kecupan
40
40. Candu
41
41. Harus Merahasiakannya
42
42. Penculikan
43
43. Mencoba Melawan
44
44. Datang Tepat Waktu
45
45. Merasa Kotor
46
46. Sangat Berharga
47
47. Awal Kebahagiaan
48
48. Sarapan Buatan Angga
49
49. Memperkenalkan Angga
50
50. Sisi Lain Angga
51
51. Menerima dengan Bahagia
52
52. Menyerang Kantor
53
53. Harus Pergi
54
54. Pembunuh Orang Tua Angga
55
55. Masa Lalu
56
56. Ternyata Masih Hidup
57
57. Berkorban
58
58. Meledak
59
59. Memberitahu Arisa
60
60. Hancurnya Arisa
61
61. Membujuk Arisa
62
62. Orang Tua Angga
63
63. Mencoba Kuat
64
64. Bertemu Orang Tua Angga
65
65. Suami yang Baik
66
66. Menemui Arden
67
67. Dinyatakan Tewas
68
68. Pengajian Untuk Angga
69
69. Harus Bangkit
70
70. Kembali ke Rumah
71
71. Memulai Hidup
72
72. Arisa Sakit
73
73. Semakin Parah
74
74. Kembali Mual
75
75. Penguat Cinta
76
76. Lima Tahun
77
77. Menutup Hati
78
78. Pergi Bersama Jodi
79
79. Sudah Bersuami
80
80. Bukan Mimpi
81
81. Penolong Angga
82
82. Melepas Rindu
83
83. Setelah Sekian Lama
84
84. Cerita Arisa
85
85. Pernah Hamil
86
86. Tuan Putri Papa
87
87. Memulai dari Awal
88
88. Berkumpul Lagi
89
89. Usaha
90
90. Pertama dan Terakhir
91
91. Menemui Ardi
92
92. Sekretaris Sekaligus Asisten Pribadi
93
93. Hari Pertama Bekerja
94
94. Pengobat Lelah
95
95. Lelah
96
Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
97
96. Memaafkan
98
97. Kepergok Mama Mutia
99
98. Kedatangan Antonio dan Celine
100
99. Double Date
101
100. Pusing
102
101. Kabar Gembira
103
102. Sulit Percaya
104
103. Ngidam Pertama
105
104. Mengundurkan Diri
106
105. Rujak Bebek
107
106. Undangan Makan Malam
108
107. Hampir Saja
109
108. Kram
110
109. Setipis Tisu
111
110. Tidak Ingin Kalian Terluka
112
111. Tidak Mau Ditinggal
113
112. Mawar Merah
114
113. Memasak Bersama
115
114. Baby Kangen Papa
116
115. Kalap
117
116. Makan Siang Plus-Plus
118
117. Hal Wajar
119
118. Sayang Adik Bayi
120
119. Calon Istri Teno
121
120. Teno dan Rini
122
121. Lebih Menggoda
123
122. Lamaran Teno dan Rini
124
123. Tetap Cinta
125
124. Panik Luar Biasa
126
125. Sebentar Lagi
127
126. Bukti Cinta
128
127. Mengadzani Sang Putri
129
128. Angga Versi Sachet
130
129. Menggoda Pengantin Baru
131
130. Dimana Putriku?
132
131. Penculik Putri Angga dan Arisa
133
132. Jadikan Aku Istrimu
134
133. Kembali dengan Selamat
135
134. Baik-baik Saja
136
135. Suami Jessica
137
136. Tidak Ingin Ada Dendam
138
137. Permintaan Maaf Jessica
139
138. Amara Zulfa Lesmana
140
139. Memanjakan Angga
141
140. Kakak Anjani
142
141. Rumah Masa Depan (TAMAT)
143
Bonus Chapter
144
Bonus Chapter 2
145
Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
146
Bonus Chapter 3
147
Bonus Chapter 4
148
Last Bonus Chapter
149
Setitik Cinta-Promo Karya Baru
150
Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
151
Promo Karya Baru : Married With My Ex
152
Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
153
Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
154
Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
155
Promo Karya Baru : My Sugar Baby

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!