Bab 18 - Hanya Oke?

Tok tok tok!

"Siapa?"

Suara yang semalaman tidak didengar Khadijah akhirnya berdering nyaring di telinga wanita itu. Khadijah memasang kuda-kuda untuk pergi tapi dia ragu. Kenapa dia harus melarikan diri? Kalau dia kabur sama saja dia memperpanjang masalah. Harusnya dia marah pada Khoirul karena tidak pulang semalam.

Meskipun Khoirul marah padanya tapi bukan berarti harus pergi bukan? Khadijah memaksakan kehendaknya bahwa yang dipikirkan itu benar. Padahal dia juga pernah kabur waktu itu.

"Siapa? Kalau tidak penting jangan ganggu!" tandas Khoirul tegas.

Khadijah mendesis pelan, "Sok sibuk." Dia mengambil napas panjang, lalu, "saya, Pak. Raisa."

"Masuk!"

Khadijah terpaksa menggunakan nama sahabatnya untuk mengelabuhi Khoirul. Wanita itu membuka pintu, masuk dengan langkah sangat amat perlahan dan berhenti di balik pintu yang tertutup.

Mendadak kepala Khadijah pusing. Bagaimana tidak pusing kalau seharian dia mencari keberadaan Khoirul? Pria itu malah dengan entengnya sibuk bergulat dengan laptopnya. Sial!

"Raisa kok wajahnya begini? Operasi plastik?" sindir Khoirul.

"Bapak pasti nggak mau terima tamu kalau itu saya kan?"

Khoirul tidak memandang wajah Khadijah. Dia meminta istrinya untuk duduk. Sebongkah kekesalan masih ada di dalam hatinya. Dia tahu apa yang dilakukan wanita itu semalam, apalagi Marwah menghubunginya untuk bertanya dimana dirinya. Tapi Khoirul enggan menjawab.

Keacuhan pria itu berlanjut hingga pagi. Dia sengaja tidak mengajar dan hanya memberikan tugas online untuk menghindari Khadijah. Tapi sore ini, dia harus pergi ke kampus untuk tugas-tugas besok sekaligus mengecek pekerjaan anak-anaknya.

Khoirul tidak menyangka Khadijah akan mendatanginya. Dari mana istrinya tahu kalau dia ada di sana? Mungkinkah Baik Sani? Tapi Khoirul sudah mengatakan untuk tidak menceritakan apapun pada Khadijah. Mungkin orang lain yang melihatnya masuk ke dalam ruangan.

"Ada apa?" tanya Khoirul acuh.

"Bapak nggak mau minta maaf sama saya?"

"Untuk?"

"Untuk? Bapak kan ngilang tadi malam. Emangnya bapak nggak memikirkan perasaan saya?" dengus Khadijah kesal. Jari-jarinya terkepal di bawah sana dengan tatapan menusuk tajam.

Khoirul tersenyum geli penuh ejekan, "Emang kamu memikirkan perasaan saya waktu kamu nggak datang? Sudah berapa kali saya ingatkan kalau kemarin malam kita ada acara makan malam keluarga. Kamu lupa? Atau pura-pura hilang ingatan? Apalagi alasan kamu? Kalau saya bisa meluapkan amarah saya, mungkin seharian tidak akan cukup."

"Jadi bapak mau membentak saya?" tantang Khadijah.

"Nggak. Saya sedang sibuk kalau hanya untuk membentak kamu. Silakan keluar kalau sudah selesai," tukas Khoirul.

"Bapak mengusir saya?" tanya Khadijah sekali lagi. Pendengarannya mungkin salah.

"Kamu nggak dengar? Saya bilang silahkan keluar kalau kamu sudah selesai bicara. Saya sibuk." Kali ini Khoirul menatap tajam pada Khadijah. Kekesalannya tidak semudah itu hilang hanya karena Khadijah datang padanya. Sekali-kali wanita itu perlu diberi pelajaran. Enak saja bersikap acuh padanya yang bahkan selalu bisa mengerti semua kesalahan wanita itu.

Khadijah tidak yakin Khoirul bisa bersikap seperti itu padanya. Harga dirinya tumbang seketika. Khadijah tidak akan mengais maaf dari suaminya. Mereka sama-sama salah!

Awas saja kalau nanti malam tidur di kamar. Aku tendang sampai jatuh, batin Khadijah merencanakan niat buruk.

Khadijah keluar dari ruangan Khoirul. Sementara Khoirul kembali sibuk mengisi daftar nilai. Tapi pikirannya tidak tenang. Dia menghentikan pekerjaannya, memandang daun pintu dengan helaan napas panjang.

Apa istriku ngambek lagi? Batinnya menilai.

Khoirul sudah sempat ingin mengejar Khadijah tapi dia mengurungkan niatnya. Belum juga sepuluh menit, pintu ruangannya terbuka lagi. Khadijah muncul dengan mata berkilat marah.

Tak membutuhkan waktu lama untuk Khadijah sampai di hadapan Khoirul.

"Baik, saya minta maaf," ucapnya enteng.

Khoirul tahu jika Khadijah tidak benar-benar menyesal. Tapi usahanya patut diacungi jempol.

"Oke," jawab Khoirul singkat.

Alis Khadijah saling bertautan, "Hanya oke?"

"Lalu apa?"

"Oke, Dijah, saya memaafkan kamu dan saya minta maaf karena saya membuat kamu cemas. Apa kamu tidur nyenyak semalam? Harusnya bapak membalas begitu," sungut Khadijah.

Seberapa besar kesabaran orang dalam menghadapi masalah? Khoirul yakin tidak ada yang sesabar dirinya dalam menghadapi istrinya.

Dengan senyum dikulum yang sengaja dipermanis, Khoirul mengulangi ucapannya, "Oke, Dijah, saya memaafkan kamu dan saya minta maaf karena saya membuat kamu cemas. Apa kamu tidur nyenyak semalam?"

"Tentu saja. Kenapa saya harus begadang? Saya juga sarapan dengan lahap tadi pagi. Makan siang juga nggak kalah maruknya," jawab Khadijah.

Tuh kan! Yang seperti ini yang membuat Khoirul kesal. Sudah diberi hati malah minta jantung. Nanti diberi jantung minta paru-paru. Kalau bukan Khadijah tidak akan mungkin ada.

"Kamu emang selalu nafsu makan. Kalau begitu sebagai permintaan maaf kamu, bisa tolong bantu saya? Bantu buat ini," tukas Khoirul.

Khadijah melongokkan kepalanya ke arah laptop, "Nggak mau!"

"Saya beri keringan untuk tugas kamu."

"Nilai A."

"B."

"A," tegas Khadijah.

"B plus."

"A, Pak Khoirul."

"B plus, Dijah," ucap Khoirul.

"Ya udah kalau nggak mau," sengit Khadijah. Dia berbalik tapi tidak melangkah.

B plus udah lumayan sih. Kalau A nanti malah pada curiga. Jarang-jarang aku dapat B plus dari dosen killer itu, batin Khadijah.

Lalu dia berbalik lagi, "Oke, B plus ya, Pak."

"Iya."

"Tolong minggir, Pak!" Khadijah mengambil alih kursi kebanggaan Khoirul. Wanita itu melihat pekerjaan Khoirul dan mengangguk yakin pada kemampuannya, "ini sih kecil. Tinggal begini, lalu begitu, selesai."

Kruyuk ... kruyuk!!!

"Suara apa itu?" sindir Khoirul. Dia tersenyum geli, "katanya makan dengan lahap sampai maruk tapi kok ada bunyi-bunyi aneh? Yakin makannya lahap?"

Khadijah mengumpat dalam hati. Kenapa berbunyi disaat yang tidak tepat sih?

"Ya kan ini sudah sore, Pak. Makannya tadi pagi dan siang," elak Khadijah.

"Mau makan apa? Saya bisa keluar sebentar untuk membeli makanan."

"Em, sushi, Pak. Ayam goreng kremes sama jus jeruk ya. Jeruk peras asli."

"Sudah? Kentang goreng ukuran large nggak mau?"

"Kita di sini sampai malam, Pak?"

"Mungkin."

Khadijah berpikir sejenak, "Boleh deh. Jusnya dua kalau begitu."

"Kerjakan yang teliti. Kalau sampai salah, kamu harus ulangi sampai benar," ancam Khoirul.

"Iya, ya, Pak."

Khoirul melipir ke luar sementara Khadijah sibuk menjelajahi dunia perdosenan. Dia tidak ingin menjadi pengajar karena sudah pasti banyak aturan. Dia lebih suka menjadi akuntan yang bekerja di bank negara karena gajinya lebih menjanjikan.

Berselang tiga puluh menit, Khoirul kembali dengan beberapa kantong plastik. Ketika perjalanan pulang dia melihat penjual bakso, alhasil dia juga memesan dua bungkus. Khadijah pasti tidak menyangka dirinya akan berbelanja sebanyak itu.

"Bapak bisa habisin semua ini?" tanya Khadijah bingung.

"Bukan saya tapi kamu. Makan dulu!"

Tidak perlu dua kali perintah, Khadijah sudah menyerbu makanan-makanan itu. Dia sangat tergoda dengan bakso yang kuahnya menggila. Dituangnya bungkusan tersebut ke dalam wadah plastik, lalu menikmatinya dengan lahap. Sushi yang sangat jarang dia nikmati juga turut andil masuk dalam mulutnya.

Khoirul hanya menatap Khadijah dengan senyum dikulumnya. Permasalahan yang teramat panjang akhirnya selesai hanya karena wanita itu berani memprotesnya.

Acara makan malam yang belum terlalu larut itu akhirnya selesai. Khoirul membereskan semuanya dan duduk dengan nyaman di sofa yang tidak terlalu besar itu. Ditepuknya sisi sebelah kanan, meminta dengan halus pada Khadijah untuk mengikuti arahannya.

"Semalam kamu diantar pulang sama siapa?" tanya Khoirul to the point.

Mampus aku, batin Khadijah. Jadi Khoirul tahu?

°°°

Terpopuler

Comments

Tita Puspita Dewi

Tita Puspita Dewi

si dijah kok kayak anak kecil ya pantesam jadi mahasiswa abadi.

2023-09-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pak Muka Killer
2 Bab 2 - Apa Kita Perlu Melakukan Malam Pertama?
3 Bab 3 - Saya Kira Bapak Nggak Sadar Diri
4 Bab 4 - Kok Kalian Sama-sama Merah Dahinya?
5 Bab 5 - Kamu Istrinya Pak Khoirul, Dijah?
6 Bab 6 - Bapak Terlalu Kolot!
7 Bab 7 - STOP!
8 Bab 8 - Dijah, Apa Saya Boleh Meminta Hak Saya?
9 Bab 9 - CUP!!!
10 Bab 10 - Mampus Saya, Pak!
11 Bab 11 - Keluar Dari Kelas Saya!
12 Bab 12 - Kabur
13 Bab 13 - Ikut Saya ke Ruangan Saya!
14 Bab 14 - Makan Sendiri, Pak!
15 Bab 15 - One vs One
16 Bab 16 - Cerita Masa Lalu
17 Bab 17 - Aku Nggak Akan Pergi!
18 Bab 18 - Hanya Oke?
19 Bab 19 - Aku Sudah Nggak Perawan!
20 Bab 20 - Awas Ya, Kamu!
21 Bab 21 - Panggil Sayang, Dulu!
22 Bab 22 - Siapa Nama Suami Kamu?
23 Bab 23 - Bapak Berdarah
24 Bab 24 - Bapak Suka Gajah?
25 Bab 25 - Masuk Kamar Kata Saya!
26 Bab 26 - Terserah Apa Yang Mau Kamu Lakukan
27 Bab 27 - Khadijah Sudah Menikah?
28 Bab 28 - Karena Saya Malu, Pak
29 Bab 29 - Oh, Tidak!
30 Bab 30 - Tangisan Menyebalkan
31 Bab 31 - Terpaksa
32 Bab 32 - Oh, Bapak Mengusir Saya?
33 Bab 33 - Dasar Nenek Lampir
34 Bab 34 - Mantan Toxic
35 Bab 35 - Insiden Berkali-kali
36 Bab 36 - Positif
37 Bab 37 - Hoek Hoek Hoek!
38 Bab 38 - Mereka Tahu
39 Bab 39 - Tapi Hamil Anak Saya
40 Bab 40 - Suami Kamu The Best, Dijah
41 Bab 41 - Bagiku Kehidupanku Jauh Lebih Penting
42 Bab 42 - Tragedi Lipstik Lumer
43 Bab 43 - Buletin Sialan!
44 Bab 44 - Keputusan Final
45 Bab 45 - Tekanan Batin
46 Bab 46 - Aku Benar-benar Nggak Tahan Lagi!
47 Bab 47 - Rencana Pindah
48 Bab 48 - Mulut Marwah
49 Bab 49 - Bikin Rusuh
50 Bab 50 - Bukannya Itu Kinan?
51 Bab 51 - Kalau Sedikit Sentuhan Nggak Masalah kan?
52 Bab 52 - Cobalah! Kamu Pasti Akan Suka
53 Bab 53 - Kenapa Kamu Nggak Cari Pria Lain Saja
54 Bab 54 - Apa Yang Bapak Lakukan Di sini?
55 Bab 55 - Semua Ini Salah Kamu
56 Bab 56 - Kabur!
57 Bab 57 - Pelacakan
58 Bab 58 - Yuk, Kita Progam Lagi, Sayang
59 Bab 59 - Salah Sangka
60 Bab 60 END - Karina Senja Putri Khoirul
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1 - Pak Muka Killer
2
Bab 2 - Apa Kita Perlu Melakukan Malam Pertama?
3
Bab 3 - Saya Kira Bapak Nggak Sadar Diri
4
Bab 4 - Kok Kalian Sama-sama Merah Dahinya?
5
Bab 5 - Kamu Istrinya Pak Khoirul, Dijah?
6
Bab 6 - Bapak Terlalu Kolot!
7
Bab 7 - STOP!
8
Bab 8 - Dijah, Apa Saya Boleh Meminta Hak Saya?
9
Bab 9 - CUP!!!
10
Bab 10 - Mampus Saya, Pak!
11
Bab 11 - Keluar Dari Kelas Saya!
12
Bab 12 - Kabur
13
Bab 13 - Ikut Saya ke Ruangan Saya!
14
Bab 14 - Makan Sendiri, Pak!
15
Bab 15 - One vs One
16
Bab 16 - Cerita Masa Lalu
17
Bab 17 - Aku Nggak Akan Pergi!
18
Bab 18 - Hanya Oke?
19
Bab 19 - Aku Sudah Nggak Perawan!
20
Bab 20 - Awas Ya, Kamu!
21
Bab 21 - Panggil Sayang, Dulu!
22
Bab 22 - Siapa Nama Suami Kamu?
23
Bab 23 - Bapak Berdarah
24
Bab 24 - Bapak Suka Gajah?
25
Bab 25 - Masuk Kamar Kata Saya!
26
Bab 26 - Terserah Apa Yang Mau Kamu Lakukan
27
Bab 27 - Khadijah Sudah Menikah?
28
Bab 28 - Karena Saya Malu, Pak
29
Bab 29 - Oh, Tidak!
30
Bab 30 - Tangisan Menyebalkan
31
Bab 31 - Terpaksa
32
Bab 32 - Oh, Bapak Mengusir Saya?
33
Bab 33 - Dasar Nenek Lampir
34
Bab 34 - Mantan Toxic
35
Bab 35 - Insiden Berkali-kali
36
Bab 36 - Positif
37
Bab 37 - Hoek Hoek Hoek!
38
Bab 38 - Mereka Tahu
39
Bab 39 - Tapi Hamil Anak Saya
40
Bab 40 - Suami Kamu The Best, Dijah
41
Bab 41 - Bagiku Kehidupanku Jauh Lebih Penting
42
Bab 42 - Tragedi Lipstik Lumer
43
Bab 43 - Buletin Sialan!
44
Bab 44 - Keputusan Final
45
Bab 45 - Tekanan Batin
46
Bab 46 - Aku Benar-benar Nggak Tahan Lagi!
47
Bab 47 - Rencana Pindah
48
Bab 48 - Mulut Marwah
49
Bab 49 - Bikin Rusuh
50
Bab 50 - Bukannya Itu Kinan?
51
Bab 51 - Kalau Sedikit Sentuhan Nggak Masalah kan?
52
Bab 52 - Cobalah! Kamu Pasti Akan Suka
53
Bab 53 - Kenapa Kamu Nggak Cari Pria Lain Saja
54
Bab 54 - Apa Yang Bapak Lakukan Di sini?
55
Bab 55 - Semua Ini Salah Kamu
56
Bab 56 - Kabur!
57
Bab 57 - Pelacakan
58
Bab 58 - Yuk, Kita Progam Lagi, Sayang
59
Bab 59 - Salah Sangka
60
Bab 60 END - Karina Senja Putri Khoirul

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!