Bab 10 - Mampus Saya, Pak!

"Khadijah!"

Suara orang terjatuh membangunkan Khoirul. Dia tidak benar-benar tidur, entah kenapa. Dia mengetahui Khadijah masuk kamar dan tidur di sofa tapi dia tidak mengatakan apapun. Karena kecupan singkat yang dia lakukan tadi, malah membuat dirinya linglung. Dia baru akan tidur ketika suara Khadijah terdengar gelisah.

Khoirul memburu Khadijah, membawa wanita itu naik ke tempat tidur. Ditepuknya wajah Khadijah tapi tidak ada respon. Khoirul panik, dia memeluk tubuh istrinya dan membawanya turun.

Berat badan yang jelas-jelas tidak seringan itu membuat Khoirul harus melakukan tenaga ekstra.

"PAK, TOLONG SIAPKAN MOBIL!" Teriak Khoirul pada supirnya.

Semua orang yang ada di rumah itu mulai panik. Khoirul tidak segan-segan marah pada mereka yang terlalu lamban melakukan perintahnya. Bik Sani juga ikut terbangun. Wanita paruh baya itu tidak sempat mengumpulkan nyawa dan langsung memburu Khoirul.

Bik Sani membuka pintu mobil, membantu Khoirul menempatkan Khadijah di pangkuannya. Supir melajukan mobil dengan kecepatan sedang namun menyalip beberapa kendaraan. Ketika mereka sampai di UGD, Khoirul berteriak pada perawat untuk segera membawakan brankar.

"Bagaimana, Dok? Apa yang terjadi pada istri saya?" tanya Khoirul pada dokter setelah beberapa saat paramedis menangani istrinya.

"Tidak apa-apa, Pak. Hal ini sering terjadi ketika wanita sedang dalam masa datang bulan. Kami akan memberikan obat pereda nyeri agar kondisinya membaik," jelas dokter.

"Apa perlu menginap, Dok?"

"Tidak perlu, Pak. Setelah pasien sadar, pasien boleh pulang."

"Terimakasih, Dok," ucap Khoirul. Dia memburu Khadijah yang masih terlelap. Dengan sentuhan lembut dia mengusap dahi istrinya. Dia tidak menyangka jika Khadijah separah itu. Harusnya dia tadi lebih perhatian pada istrinya bukannya malah diam. "Maafkan aku, Dijah."

°°°

Tiga puluh menit kemudian, Khadijah membuka matanya. Wanita itu menatap Khoirul dengan bingung, "Saya kenapa, Pak?"

"Pingsan. Gimana? Sudah lebih baik?"

Khadijah berpikir sejenak, perutnya sudah tidak sakit lagi. "Lumayan, Pak."

"Kalau begitu, saya bicara pada dokter dulu. Katanya kamu boleh pulang kalau sudah sadar."

Tidak seperti biasa, Khadijah mencegah suaminya pergi, "Sebentar lagi ya, Pak. Saya masih belum ingin pulang."

"Kenapa?" tanya Khoirul bingung.

"Ingin saja."

Khadijah merasa inilah kesempatannya untuk mangkir dari tugas yang diberikan oleh Khoirul. Dia juga bisa beralasan bahwa dia sakit dan tidak boleh banyak berpikir.

Khoirul seakan tahu apa yang dipikirkan oleh istrinya, "Kamu mau bolos kuliah?"

"Bukannya mau, Pak, tapi kan emang saya sakit. Bapak mau saya pingsan di kampus?"

"Dokter sudah meresepkan obat pereda nyeri, diminum sebelum berangkat ke kampus. Jadi nggak ada alasan kamu pingsan. Nanti saya akan pantau kamu selama di kampus," jelas Khoirul.

Skakmat! Khadijah tidak bisa berkutik. Satu alasan sudah dibabat habis oleh suaminya. Mau tidak mau dia menuruti keinginan Khoirul untuk pulang. Tapi yang namanya Khadijah mana mungkin membiarkan Khoirul tenang. Ada saja yang dia lakukan agar suaminya marah padanya.

Entah itu minta handuk hangat, minta air minum atau makan snack. Khadijah tidak mengindahkan waktu yang sudah menunjukkan pukul dua pagi.

"Kamu mau begadang semalaman? Saya ada rapat jam delapan besok. Kalau saya nggak tidur, saya bisa terlambat datang," keluh Khoirul.

Khadijah menaikkan bahunya, acuh, "Ya sudah tidur saja, Pak. Saya juga sudah mau tidur."

"Awas, jangan macam-macam! Kalau kamu bangunkan saya sebelum subuh, saya akan melakukan segala cara agar kamu diam," ancam Khoirul.

Seketika Khadijah mengkerut, dia ingat kecupan yang tidak terduga tadi. Oh, tidak!

Wanita itu memasang selimut dan menutup mata. Khoirul tersenyum simpul melihat ketakutan Khadijah. Dia sendiri ikut terbang ke alam mimpi bersama istrinya.

°°°

"OH MY GOD!" teriak Khadijah.

Pagi-pagi dia mendapat kejutan yang tidak terduga. Wajahnya dan wajah suaminya terlalu dekat, bahkan salah satu kaki Khoirul ada pada pinggang Khadijah.

Khadijah yang belum siap dengan keadaan itu, mendorong Khoirul ke arah berlawanan. Dia tidak menggunakan tenaga dalam, hanya dorongan kecil pada bagian bawah Khoirul.

Khoirul berteriak pelan sembari menyentuh miliknya yang berharga. Sepasang matanya mendelik pada Khadijah, "Apa yang kamu lakukan pada saya?"

"Seharusnya saya yang bertanya begitu pada bapak. Ngapain bapak peluk-peluk saya?" tantang Khadijah.

"Urusan pelukan bukan hal yang penting di sini. Kamu lihat apa yang telah kamu lakukan? Kalau meleset sedikit saja, kita nggak bisa punya anak. Saya nggak mungkin bisa memuaskan kamu, Dijah. Kalau mau balas dendam harusnya pikir logika dulu," hardik Khoirul. Dia bangkit dengan ringisan pelan.

Beruntung dia masih selamat pagi ini. Kalau tidak, bisa-bisa semua apa yang dia impikan tidak akan pernah terwujud.

Khadijah membuang muka, "Ini masih pagi tapi bapak bahasnya yang bukan-bukan."

"Salah sendiri kamu main kasar. Awas saja nanti di kampus, nggak akan saya beri ampun."

"Bapak ini rese! Saya istri bapak loh. Ingat?"

Khadijah mana mungkin mengalah. Kata kunci yang selalu bisa membuat Khoirul terdiam adalah istri.

"Kamu memang istri saya tapi belum sepenuhnya. Kita belum malam pertama," tantang Khoirul. Dia menyunggingkan senyum penuh kemenangan.

Khadijah pura-pura tidak mendengar, "Saya mau mandi."

°°°

"Dijah, bisa tolong ambilkan handuk?" teriak Khoirul dari dalam kamar mandi.

Khadijah yang sedang menyisir rambutnya menggumam kesal, "Di almari kan ada, Pak. Jangan buat alasan agar saya bisa masuk ke dalam sana ya?"

Kepala pria itu melongok di celah pintu, "Belum dibereskan Bik Sani. Handuk yang kamu pakai kamu taruh di dalam keranjang kotor, nggak ada handuk lagi."

"Sebentar, saya ambil di bawah dulu!"

"Cepat sedikit. Saya sudah terlambat!"

"Iya, Pak Khoirul."

Khadijah meminta handuk pada Bik Sani sembari mengomel panjang lebar. Dia kembali naik, mengetuk pintu kamar mandi, "Ini, Pak."

"Tunggu!"

Tanpa diduga, Khoirul membuka pintu hampir separuh dan menarik Khadijah untuk masuk. Wanita itu menjerit histeris, menutup matanya dengan telapak tangan. Dadanya bergemuruh. Belum pernah dia berada dalam satu ruangan dengan pria apalagi tanpa pakaian lengkap.

"Bapak apa-apaan?" teriaknya kesal.

Khoirul tersenyum manis. Dia ingin sekali mengerjai istrinya, "Buka mata kamu, Dijah. Kita sudah suami istri kenapa kamu malu-malu?"

"Bapak amnesia? Saya sedang masa libur ini. Jangan pikir saya menerima permintaan bapak ya. Bapak emang suami saya, tapi saya nggak mau terjerumus dalam lubang hitam. Dosa!"

Senang sekali melihat reaksi Khadijah yang menurut Khoirul menggemaskan. Pria itu merapikan anak rambut Khadijah yang berantakan, "Oh, begitu? Nggak tertarik? Yakin?"

"Yakin seratus persen."

"Baik," jawab Khoirul enteng.

"Tolong keluarkan saya!"

"Buka mata kamu. Saya sudah berpakaian kok dari tadi," ucap Khoirul.

"Bohong."

"Makanya lihat."

Khadijah ragu. Jangan-jangan dia diusili lagi oleh suaminya. Apa dia langsung keluar saja? Pintu ada di sebelah kirinya, tinggal dibuka saja lalu dia lari. Tanggung amat kalau dia harus mengikuti kemauan Khoirul.

"Balik kanan dulu, Pak!"

"Sudah," jawab Khoirul.

Khadijah meraba pintu, setelah menemukan kenopnya, dia lari terbirit-birit. Khoirul ternganga melihat kelakuan Khadijah. Benar-benar tidak bisa diprediksi.

°°°

Pukul 07.00 ...

Khadijah dan Khoirul siap untuk berangkat ketika ponsel Khadijah berdering.

Khadijah melihat nama yang tertera di sana, Fattan.

"Siapa?"

"Fattan, Pak."

"Jangan terima!" perintah Khoirul.

"Nggak bisa, Pak. Saya selalu penasaran dengan telepon orang."

"Kenapa waktu itu kamu nggak penasaran dengan telepon saya?" cela Khoirul.

"Karena saya tahu bapak mencari saya. Tolong diam sebentar ya, Pak!" Khadijah menerima panggilannya. Dia tidak menyapa Fattan dengan kalimat basa-basi dan to the point dengan tujuan pria itu.

Khadijah membulatkan matanya setelah mendengar ucapan Fattan, "Hah? Di rumahku? Untuk apa?"

Khadijah menutup panggilannya dan mendelik pada Khoirul, "Mampus saya, Pak!"

°°°

Terpopuler

Comments

Tita Puspita Dewi

Tita Puspita Dewi

astaga pak dos, sejauh itu.... 😁😁😁

2023-09-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pak Muka Killer
2 Bab 2 - Apa Kita Perlu Melakukan Malam Pertama?
3 Bab 3 - Saya Kira Bapak Nggak Sadar Diri
4 Bab 4 - Kok Kalian Sama-sama Merah Dahinya?
5 Bab 5 - Kamu Istrinya Pak Khoirul, Dijah?
6 Bab 6 - Bapak Terlalu Kolot!
7 Bab 7 - STOP!
8 Bab 8 - Dijah, Apa Saya Boleh Meminta Hak Saya?
9 Bab 9 - CUP!!!
10 Bab 10 - Mampus Saya, Pak!
11 Bab 11 - Keluar Dari Kelas Saya!
12 Bab 12 - Kabur
13 Bab 13 - Ikut Saya ke Ruangan Saya!
14 Bab 14 - Makan Sendiri, Pak!
15 Bab 15 - One vs One
16 Bab 16 - Cerita Masa Lalu
17 Bab 17 - Aku Nggak Akan Pergi!
18 Bab 18 - Hanya Oke?
19 Bab 19 - Aku Sudah Nggak Perawan!
20 Bab 20 - Awas Ya, Kamu!
21 Bab 21 - Panggil Sayang, Dulu!
22 Bab 22 - Siapa Nama Suami Kamu?
23 Bab 23 - Bapak Berdarah
24 Bab 24 - Bapak Suka Gajah?
25 Bab 25 - Masuk Kamar Kata Saya!
26 Bab 26 - Terserah Apa Yang Mau Kamu Lakukan
27 Bab 27 - Khadijah Sudah Menikah?
28 Bab 28 - Karena Saya Malu, Pak
29 Bab 29 - Oh, Tidak!
30 Bab 30 - Tangisan Menyebalkan
31 Bab 31 - Terpaksa
32 Bab 32 - Oh, Bapak Mengusir Saya?
33 Bab 33 - Dasar Nenek Lampir
34 Bab 34 - Mantan Toxic
35 Bab 35 - Insiden Berkali-kali
36 Bab 36 - Positif
37 Bab 37 - Hoek Hoek Hoek!
38 Bab 38 - Mereka Tahu
39 Bab 39 - Tapi Hamil Anak Saya
40 Bab 40 - Suami Kamu The Best, Dijah
41 Bab 41 - Bagiku Kehidupanku Jauh Lebih Penting
42 Bab 42 - Tragedi Lipstik Lumer
43 Bab 43 - Buletin Sialan!
44 Bab 44 - Keputusan Final
45 Bab 45 - Tekanan Batin
46 Bab 46 - Aku Benar-benar Nggak Tahan Lagi!
47 Bab 47 - Rencana Pindah
48 Bab 48 - Mulut Marwah
49 Bab 49 - Bikin Rusuh
50 Bab 50 - Bukannya Itu Kinan?
51 Bab 51 - Kalau Sedikit Sentuhan Nggak Masalah kan?
52 Bab 52 - Cobalah! Kamu Pasti Akan Suka
53 Bab 53 - Kenapa Kamu Nggak Cari Pria Lain Saja
54 Bab 54 - Apa Yang Bapak Lakukan Di sini?
55 Bab 55 - Semua Ini Salah Kamu
56 Bab 56 - Kabur!
57 Bab 57 - Pelacakan
58 Bab 58 - Yuk, Kita Progam Lagi, Sayang
59 Bab 59 - Salah Sangka
60 Bab 60 END - Karina Senja Putri Khoirul
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1 - Pak Muka Killer
2
Bab 2 - Apa Kita Perlu Melakukan Malam Pertama?
3
Bab 3 - Saya Kira Bapak Nggak Sadar Diri
4
Bab 4 - Kok Kalian Sama-sama Merah Dahinya?
5
Bab 5 - Kamu Istrinya Pak Khoirul, Dijah?
6
Bab 6 - Bapak Terlalu Kolot!
7
Bab 7 - STOP!
8
Bab 8 - Dijah, Apa Saya Boleh Meminta Hak Saya?
9
Bab 9 - CUP!!!
10
Bab 10 - Mampus Saya, Pak!
11
Bab 11 - Keluar Dari Kelas Saya!
12
Bab 12 - Kabur
13
Bab 13 - Ikut Saya ke Ruangan Saya!
14
Bab 14 - Makan Sendiri, Pak!
15
Bab 15 - One vs One
16
Bab 16 - Cerita Masa Lalu
17
Bab 17 - Aku Nggak Akan Pergi!
18
Bab 18 - Hanya Oke?
19
Bab 19 - Aku Sudah Nggak Perawan!
20
Bab 20 - Awas Ya, Kamu!
21
Bab 21 - Panggil Sayang, Dulu!
22
Bab 22 - Siapa Nama Suami Kamu?
23
Bab 23 - Bapak Berdarah
24
Bab 24 - Bapak Suka Gajah?
25
Bab 25 - Masuk Kamar Kata Saya!
26
Bab 26 - Terserah Apa Yang Mau Kamu Lakukan
27
Bab 27 - Khadijah Sudah Menikah?
28
Bab 28 - Karena Saya Malu, Pak
29
Bab 29 - Oh, Tidak!
30
Bab 30 - Tangisan Menyebalkan
31
Bab 31 - Terpaksa
32
Bab 32 - Oh, Bapak Mengusir Saya?
33
Bab 33 - Dasar Nenek Lampir
34
Bab 34 - Mantan Toxic
35
Bab 35 - Insiden Berkali-kali
36
Bab 36 - Positif
37
Bab 37 - Hoek Hoek Hoek!
38
Bab 38 - Mereka Tahu
39
Bab 39 - Tapi Hamil Anak Saya
40
Bab 40 - Suami Kamu The Best, Dijah
41
Bab 41 - Bagiku Kehidupanku Jauh Lebih Penting
42
Bab 42 - Tragedi Lipstik Lumer
43
Bab 43 - Buletin Sialan!
44
Bab 44 - Keputusan Final
45
Bab 45 - Tekanan Batin
46
Bab 46 - Aku Benar-benar Nggak Tahan Lagi!
47
Bab 47 - Rencana Pindah
48
Bab 48 - Mulut Marwah
49
Bab 49 - Bikin Rusuh
50
Bab 50 - Bukannya Itu Kinan?
51
Bab 51 - Kalau Sedikit Sentuhan Nggak Masalah kan?
52
Bab 52 - Cobalah! Kamu Pasti Akan Suka
53
Bab 53 - Kenapa Kamu Nggak Cari Pria Lain Saja
54
Bab 54 - Apa Yang Bapak Lakukan Di sini?
55
Bab 55 - Semua Ini Salah Kamu
56
Bab 56 - Kabur!
57
Bab 57 - Pelacakan
58
Bab 58 - Yuk, Kita Progam Lagi, Sayang
59
Bab 59 - Salah Sangka
60
Bab 60 END - Karina Senja Putri Khoirul

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!