"Peperangan besar akan terjadi sebentar lagi, kita akan melihat banyak dari dua belah pihak yang gugur..Alam hitam akan berperang dengan alam putih. Hal demikian sudah ada dibubuhkan pada kitab tua, kekuatan mereka akan berlipat ganda. Kita sebagai generasi terahir harus bisa mencegah mereka, agar dunia yang Indah ini senantiasa terjaga" ia menarik nafas panjang dan menganggukan kepalanya.
"Darimana dan bagaimana syeh tau tentang hal itu" Tanya Kiyai Dandung.
"Aku sudah tau dan sudah melihatnya..Jauh sebelum kau hadir...darah akan mengalir deras baik dari pihak manusia maupun dari kalangan kita..Kita harus yakin bahwa langkah langkah kita ini diridhoi Allah sang Maha pencipta"
"Bukankah mbah Wersigeni sudah mempunyai senjata yang dapat memusnahkan mereka?"
"Mbah Wersigeni memang mempunyai senjata itu..tapi mbah Wersigeni tidak tau bahwa mereka khususnya Karatzi akan membangunkan roh roh tua penjaga pintu neraka dalam memerangi kita"
"Roh roh tua?? Tugas mereka hanyalah sebagai penjaga pintu, lain tidak"
"Itulah kesalahanku..kamu harus tau mana yang bisa berperang Ganda dan mana yang hanya sebagai hamba Allah. Diantara para penjaga pintu itu ada yang mempunyai sambungan darah dengan iblis..aku tidak tau yang mana, mereka sangat bagus dalam menyembunyikan tanda tanda mereka"
"Allah Akbar..semoga Allah selalu membantu kita"
"Allah akan membantu kita..oleh Sebab itu kamu harus yakin,sedikit saja keyakinkanmu luntur disitulah letak kehancuranmu Dandung"
"Hmm..begitu ya Syeh, baik aku akan perhatikan"
"Dandung, coba latih ilmu tembus kebumi sekali lagi agar nanti apabila peperangan dimulai aku yakin mereka akan masuk kedalam tanah..kamu harus bisa menembus lapisan bumi pertama"
Kiyai Dandung menganggukan kepalanya dan ia mulai masuk ketanah seperti yang diminta. rupanya ia hanya bisa tembus Kira kira 50 meter saja, selebihnya ia sudah tidak bisa tembus lagi.
"Pusatkan pikiranmu, dan pegang tanganku..aku akan bawa kamu Kira kira 1000 meter dari inti magnet bumi"
Sekali lagi Kiyai Dandung turun menembus bumi, pada kedalaman 50km tiba tiba Kiyai Dandung bertemu dengan beberapa warga dasar bumi. Tubuh mereka seperti cacing tapi mereka mempunyai sayap, anehnya mata mereka seperti mara manusia dan terlihat hidup.
"Salam damai ya mahluk Allah.." siapa Kiyai Dandung.
"Salam kembali, siapakah anda?"
"Saya datang dari tanah Jawa Timur, saat ini sedang melatih diri saya untuk berhadapan dengan iblis yang akan kita perangi"
"Sudah kuduga, ternyata apa yang kakek saya ceritakan dahulu benar adanya..bahwa dipengunjung tahun ini akan ada peperangan antara yang gelap dan yang terang. Kamipun telah melihat dua dan tiga kali mereka turun kesini"
"Oh mereka sudah kesini? Apa mau mereka?"
"Mereka meminta sebuah ruangan untuk dijadikan markas mereka, kami takut dan serahkan sebuah tempat"
"Boleh kami liat tempat itu?"
"Silahkan..Ada dilipatan tanah kedua dibawah sana tidak jauh dari sini..hati hati mereka taruh seekor ular berwarna hitam didepan gerbang"
Kiyai Dandung langsung menuju kebawah dan benar saja didepan sebuah gua terdapat seekor ular besar sedang melingkar disebuah bongkahan batu.
Dengan sekali hentak ia Naik kembali keatas dan bertemu kembali dengan Syeh Muso.
"Hmm..Jadi mereka sudah membuat markas dibawah sana.."
...~...
"Dario..Nanti malam kamu makan disini ya bersama papaku"
"Boleh, aku bebas ko..asal tidak kemaleman Ga enak sama papamu"
"Papa Nanti malam akan ke Surabaya, Jadi kita bebas" bisik Monica dengan suara manja.
"Wow!" Dario terdengar gembira apalagi ketika Monica mencubit perut Dario sambil mengerdipkan satu matanya. Saat itu Dario berjalan ditaman belakang rumah Monica sambil memeluk pinggang wanita itu.
Dario tidak sadar ada sosok yang memperhatikan dari lantai dua.
Waktu terasa begitu cepat berjalan, ketika Hari sudah mulai sore sekitar jam 5.30 suasana daerah rumah Monica menjadi hening dan sunyi, kegelapan malam perlahan lahan mulai merayap.
"Monica, papa berangkat dulu ke Surabaya..kalian silahkan makan malam" ucap Karatzi yang berperan seakan akan sebagai ayahnya.
"Okay papa selamat Jalan"
Malam itu berbagai macam hidangan telah tersedia diatas meja. Sebetulnya Dario agak bingung, siapa yang memasak dan menyiapkan dimeja? Satupun tidak terlihat pembantu dirumah itu.
Makanan lezat memang tersedia, Ada ayam goreng, ikan Bakar dan nasi panas. Dario sampingkan Rasa curiga tentang pembantu, perutnya memang lapar sekali, dari semenjak ia datang dirumah Monica tidak satupun makanan yang mampir keperutnya.
Dengan lahap ia menyantap daging ayam goreng, anehnya ia tidak ingin makan nasi..yang disantap hanya lauknya saja. Daging ayam itu terasa begitu gurih dan enak sekali.
"Ayo tambah lagi Dario..habiskan" ucap Monica.
Kata Kata Monica bagaikan sebuah perintah dan Dario mengikuti tanpa menolaknya. Padahal ia merasakan perutnya sudah kenyang tapi keinginannya untuk melahap semua makanan dimeja tidak terbendung.
Entah bagaimana ketika ia meneguk Coca cola dingin dari gelas tiba tiba ia merasa sangat ngantuk yang sangat berat. Kedua matanya terasa berat badannya menjadi lemah dan tidak bertenaga. Otaknya saat itu masih bisa berpikir, ia mencoba menegakkan tubuhnya tapi rasanya semua sendi tubuhnya lemas.
"Monica..aku ngantuk sekali" ucap Dario lemas.
"Hmm kamu ngantuk? Ayo kita kekamar tidur..disana kamu bisa istirahat" ucap Monica dengan suara pelan hampir seperti berbisik.
Monica berdiri dan mengangkat tangan Dario. Seperti kerbau yang hidungnya tercucuk iapun berdiri dan mengikuti langkah Monica...
...~...
Malam itu Nuri mencoba untuk masuk kedalam rumah Monica, tapi pas didepan rumah ia tidak masuk. Seakan ada sebuah lapisan dinding ghoib yang membatasinya.
Nuri sudah mencoba lewat jendela, semua pintu masuk sudah dicoba tapi semuanya tertutup.
"Ini bahaya! celaka aku! Aku tidak bisa menembus kedalam!"
Ia langsung terbang kearah padepokan tempat Kiyai Rohmat. Ia harus melaporkan bahwa saat itu sebuah tameng telah dipasang dan Dario terperangkap didalam rumah merah.
"Sudah..kamu jangan kesana lagi, ini berarti mereka sudah melepaskan perisai disekeliling rumah..dan kini, keadaan dikota Malang sedang kacau..kamu disini saja dulu bersama kita" ucap Kiyai Rohmat.
"Bagaimana suasana Kota Yayi?"
"Kacau! Beberapa pos polisi terbakar dan sebuah pesantren juga sedang kacau balau..mereka telah membunuh seorang santri disana"
"Dimana Kiyai Dandung?"
"Kiyai Dandung sedang memeriksa keadaan sekitar kota. Kita harus waspada mereka sedang merencanakan kehancuran diseluruh kota Malang"
...~...
Rasa ngantuk yang menggila kini merasuki Dario, meskipun demikian ia masih bisa berjalan meskipun agak sempoyongan..Ada apa dengan diriku? Pikir Dario.
Tiba tiba ia ingat peringatan yang diberikan Nuri sebelumnya. Dalam keadaan sempoyongan ia meraba pinggangnya, ia baru ingat bahwa Hari ini sengaja ia tidak membawa senjata api.
"kamu istirahat dulu dikamar sayang, aku mau mandi sebentar biar segar ya..santai aja" ucap Monica sambil tersenyum manis. Senyuman iblis...
...~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments