Perjalanan menuju kerumah Merah menjadi tidak jauh, hanya dalam loncatan ke tiga mereka sudah berada didekat bukit.
Tiba tiba Kiyai Dandung merasakan adanya sesuatu yang hadir, ia menoleh kebelakang..satu sinar putih sedang mendekat dengan kecepatan maximal.
"Oh jangan kawatir, itu salah satu pengawal saya..mas Lombang' ujar Kiyai Ruso.
"assalamualaikum..maaf saya mengganggu perjalanan.." ucap sosok Lombang yang hadir.
"Mboten nopo nopo ada apa mas?"
"Saya dengar katanya Kiyai Ruso dan tamu sedang kearah sini..perlu saya kabarkan bahwa ini adalah malam bulan purnama kedua, Nanti malam akan ada pertemuan khusus dari para pemimpin setan tanah jawa. Sebaiknya diurungkan untuk kerumah itu karena semuanya akan disana beserta pengawal pengawal mereka"
"Hmm..siapa saja yang akan disana?"
"Sepengetahuan saya, ada Roro Ganggeng utara dan Roro Ganggeng barat mereka para penguasa hutan mulai dari hutan Alas Purwo, Lali Jiwo, Klampis Ireng, terus sampe kehutan Gunung Merapi. Ada juga pewaris tahta kerajaan laut Kidul dan laut utara, pokonya rame apalagi masing masing membawa pengawal" Kata Lombang.
"Sebentar,.dari laut Kidul ada? Maksudnya siapa? Sang ratukah?" Tanya Kiyai Dandung.
"Bukan, ini salah satu anaknya yang tidak disukai Bunda ratu kidul. Dia ini sudah lama bergabung dengan setan iblis, Jadi memang sudah melenceng. Dan memang sudah berkali Kali dia mendapatkan peringatan keras dari Bunda ratu tapi sosok ini seperti batu"
"Baik..kalau begitu kita batalkan perjalanan kali ini, maaf Nuri Kali ini kita batalkan..Saya mau undang semua pasukan Islam yang ada di Indoensia ini dan juga guru saya dari tanah Arab..agar kekuatan kita menjadi sangat kuat" jelas Kiyai Dandung kepada Nuri.
"Ya ndak apa apa, tapi bagaimana kalau kita periksa tempat tahanan orang tua saya?"
"Baik..kita kembali saja dulu dan. Icarq dengan Kiyai Rohmat"
"Ooh..tutup Salam untuk Kiyai Rohmat dari saya" sela Kiyai Ruso.
"Lho njenengan kenal tho?"
"Kenal..beliau pernah membantu memberikan beberapa ijazah kepada saya dan istri"
Kiyai Dandung menganggukan kepala..
"Baik..kita pulang sekarang"
...~...
"Hai!"
"Oh hai juga!"
"Tebak aku ada dimana?"
"Hmm mana ya..pokonya lagi driving soalnya kedengeran suara klakson mobil lain"
"Aku sedang menuju kepantai Ngliyep, mau kasih tau acara kita malam ini batalkan dulu ya"
"Yah..kenapa ko jadi batal?"
"Ini ada anaknya kakakku belom pernah liat lantai Ngliyep, aku mau ajak dia kesana dan mungkin pulangnya malam, besok aja kita ketemuannya..maaf ya"
"Oke..besok pagi aku call ya, ati ati dijalan"
"Oke thanks Dario, bye"
"Bye Mon, sampe besok"
Entah kenapa semenjak Dario berkenalan dengan Monica, pikirannya hanya kepadanya saja..apakah ini yang dinamakan jatuh cinta? Bahkan hari ini ketika mendengar rencana jalan jalan dibatalkan Dario seperti anak ayam kehilangan induknya. Pikirannya resah dan ia menyesal kenapa tidak bisa ketemu Monica Hari ini.
Sudah satu bungkus rokok Gudang Garam dan 2 cangkir kopi ia habiskan, kakeknya juga melihat gelagat yang berbeda dari Dario. Ada apa dengan cucunya, biasanya ia riang dan selalu Ada waktu untuk bercengkrama. 1 minggu belakangan ini Dario sering keluar rumah entah kemana.
"Dario" tiba tiba bisikan Nuri datang dikupingnya.
"Hei Nuri" jawab Dario acuh take acuh.
Nuri kaget mendengar jawaban Dario..kontumben suaranya begitu datar, biasanya apabila dibisiki Dario akan menjawab dengan semangat. Ada apakah?
"Kamu lagi santai atau sedang tidak mau diganggu?"
"Hmm..kenapa Nuri?" jawab Dario sambil melihat kearah Taman dibelakang rumah kakeknya.
"Oh ga kenapa kenapa..hanya mau bilang bahwa tadi aku sempatkan mencari tau siapakah teman wanita barumu"
"Oh kenapa emangnya? Ko sampe ingin tau tentang teman baruku?" suara Dario sedikit meninggi.
Nuri terkejut mendengar itu..
"Apakah kamu tidak ingin tau siapakah teman barumu? Sebab tadi aku sempat mendatangi rumah tempat tinggalnya dan aku rasa kamu harus mengetahui juga"
"Loh ngapain kamu ngecek kerumahnya? Aduuh kenapa tidak minta ijin ke aku dulu? Ko kamu langsung kerumahnya sih??"
"Ooh maafkan aku kalau begitu..mungkin aku salah langkah..ya sudah aku tidak akan kesana lagi"
"Ya, ga usah kesana lagi! Oke aku mau mandi dulu..ingat ya Ga usah cek siapa dia..ini urusanku sendiri" sekarang nada Dario benar benar marah.
Nuri terkejut sekali dengan perubahan drastis dari Dario, ini bukan Dario yang ia kenal. Kenapa jadi begini? apakah dia tidak sadar bahwa teman wanita ini sebetulnya adalah setan? Nuri jadi mual dan benci..ia menarik semua rencana awalnya.
Tanpa pikir panjang Nuri meninggalkan dario. Ia melayang setinggi tingginya kelangit, disana ia berteriak sekerasnya diantara awan yang berserakan...tidak terasa wajahnya basah oleh genangan air mata. Oh ayah dan ibuku kemanakah kalian? Kenapa aku harus mati?? Kenapa orang yang kusayangi menjadi begini?? Salahkah aku mencintai seorang yang masih hidup?? Aku benci! Aku benci sekali!!
...~...
Dalam beberapa hari ini Dario memang sudah berubah, yang ia pikiran menit demi menit hanyalah Monica. Wanita itu seakan membelenggu seluruh jiwa raga Dario.
Seperti anak muda yang sedang dimabuk cinta, berkali kali ia membuka galeri foto diponselnya. Wajah Monicalah yang ia cari dan dengan penuh rasa cinta ia bisa memandang foto itu tanpa henti hentinya.
Ia tidak sadar bahwa malam ini kegiatan Monica jauh dari yang Dario pikiran. Ia ke pantai Ngliyep dalam rangka penjemputan tamu agung, Ni Kri Blorong wakil kerajaan laut selatan untuk menghadiri pertemuan khusus dirumahnya.
Monica hadir ditepi pantai yang ombaknya besar itu didampingi 2 orang wakilnya yang sebenarnya budak budaknya. Orang orang yang dulu mempunyai hutang besar kepadanya, orang orang ini dulunya adalah pejabat teras pemerintah mereka telah melakukan korupsi dan agar tidak ketauan, mereka pinjam dana dari Monica untuk mengembalikan Wang yang telah mereka pakai. Dengan syarat harus menjadi wakil Monica dalam menculik priya priya desa untuk dijadikan tumbal.
Monica kini berdiri dipasir hitam ditepi pantai, kedua matanya terpusat pada titik gelombang yang menjulang tinggi.
Asap hitam berputar putar diatas gelombang air, pelan pelan membentuk wujud yang tinggi. Monica bisa melihat sosok wanita dengan busana gaya Jawa berdiri menggantung diatas ombak.
Meskipun wajahnya cantik namun dibalik kecantikan itu ada aura menyeramkan, ternyata ia tidak mempunyai kaki dari bawah kainnya terlihat badan ular berwarna hitam keemasan meliuk liuk diatas ombak.
Wanita cantik berbadan ular itu seakan menjulur dan berenang menuju ketempat Monica berdiri.
"Selamat datang Ni Kri Blorong.." sambut Monica sambil menundukkan kepalanya diikuti ke 2 wakilnya.
sosok itu mendesis hingga seluruh tubuh berupa ekor ular bergetar diatas pasir. Ia tersenyum memandang Monica.
"inikah permaisuri Karatzi yang sering dibicarakan itu? Cantik sekali..cocok memang"
Ni Kri Blorong menatap tajam kearah Monica dan terbang keatas udara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments