Kiyai Rohmat ketika sedang khususnya wirid tergugah dengan hadirnya aura sosok Nuri yang sedang berdiri jauh didekat pintu masuk kamar tidurnya. Kiyai Rohmat melirik kepada sosok yang sedang berdiri tidak berani masuk kekamar.
"Hai arwah yang Baik masuklah, jangan dipintu saja" ucapnya kalem.
"Maafkan saya mbah Yayi sudah mengganggu panjenengan"
"Ndak apa apa monggo" Kiyai Rohmat menggeser duduknya agar Nuri bisa duduk dihadapannya.
Langsung saja setelah Nuri duduk bersila dengan rapih menceritakan apa yang sedang terjadi dan apa yang ia liat terdahulu dan sekaligus memohon bantuan Kiyai Rohmat akan hal berbahaya tersebut yang sedang mengancam dunia.
"Nuri, ketahuilah bahwa sosok yang kamu sebutkan itu hanyalah Salah satu dari sekian banyak bentuk setan yang ada didunia, mereka bukanlah sang iblis aslinya..mungkin keturunannya tapi belumlah dedengkot atau iblis yang paling asli..mereka hanyalah kaum Jin yang mungkin paling jahat yang diutus sang iblis untuk menghancurkan dunia ini"
Nuri mendengarkan dengan penuh keseriusan..
"Mereka ini tadinya berada diruang hampa udara diatas dunia, ketika mereka mendengar bisikan bisikan para malaikat merekapun langsung mentransportasikan diri mereka masuk kealam Dunia dan mukailah mengklaim bahwa mereka ini iblis yang sesungguhnya..tapi jangan Salah..mereka hanyalah para Jin lain tidak, Maka sesungguhnya sangat mudah bagi kita manusia untuk menghancurkannya"
Nuri tambah mendekatkan dirinya kepada Kiyai Rohmat agar dapat mendengar lebih jelas..
"Kita hidup didunia ini, Alhamdulillah dikarnuiai agama dan tuntunan yaitu Islam..dan lewat kanjeng Nabi besar kita Muhammad shallallahu allihi wasalam kita diajarkan bahwa mereka sebetulnya lebih rendah dari manusia. Oleh karenanya kita wajib membasmi mereka asalkan kita bersih dan ikhlas. Kamu yang hadir didepan Saya ini bentuknya sekarang bukanlah manusia karena kamu telah wafat, karena karunia Allah kamu masih bersama kita dan Alhamdulillah nya kamu disini berada dalam rangka memuntahkan mereka..setelah mereka musnah paling tidak sosok sosok Jin jahat ini hancur maka tugasmu atau keberadaanmu akan selesai didunia ini dan Insya Allah kamu akan pulang kealammu disana"
Nuri mendengarkan itu menundukkan kepalanya,ia kini sadar kenapa selama ini ia masih berada didunia.
"begitu juga dengan kedua orang tuamu, insya Allah setelah semua berahir merekapun akan pulang dengan baik Baik, oleh karenanya kita harus bersama sama kesana menyelamatkan kedua orang tua agar mereka bisa lepas tapi pertemuan kalian nanti tidak akan lama..pertama mereka harus lepas dulu dan setelah kamu hancurkan sarang mereka kamupun akan pulang..begitu ya nduk"
"Njjih Yayi..terima kasih sebelumnya"
"Kesinilah lebih dekat, aku akan bacakan beberapa surat dikeningmu.."
Nuri mendekat dan Kiyai Rohmat membacakan beberapa ayat suci dan diyiupkan kekening Nuri. Udara sejuk serasa terbang dan masuk kepalanya. Ia terdiam merasakannya tiba tiba ia hilang ingatan dan jatuh tergeletak kebelakang.
Kiyai Rohmat kemudian memanggil beberapa temannya yang berwujud Jin,tapi mereka adalah para Kiyai Jin Muslim.
Ketika Nuri tidak sadarkan diri itu hadir 3 Kiyai Jin Islam.
"Sahabatku semua, sebentar lagi kita akan berperang melawan para Jin jahat yang mengatakan mereka adalah para iblis, Maka sudah saatnya aku dan kalian menghancurkan mereka dan lemparkan kealam hampa udara lagi dan simpan mereka disana untuk tidak masuk kembali kedunia merusak tatanan manusia"
"Njjih kami siap kapan saja..Saya juga sudah mendengar bahwa ada satu sosok Jin bernama Karatzi yang sudah sangat lama menguasai tanah Jawa ini..mereka sebenarnya adalah Jin yang dilaknat Allah..Sudah saatnya mereka hancur lebur"
...~...
Dario meletakkan ransel kecil dan disebuah Kursi dekat jendela. Setelah membuka menu makanan dan memesan beberapa kueh dan kopi Dario memandang kearah Jalan Raya.
Tidak berapa lama lewat seorang wanita muda ia berjalan disamping meja Dario, saking wanginya parfum yang dikenalkan Dario menoleh sebentar.
Ia kaget sesuatu terjatuh dari saku celana wanita itu, dengan cepat Dario memungut dari lantai dan mengejar.
"Mba! Maaf ini tadi jatuh" Kata Dario, ia kaget ketika wanita itu menoleh kearahnya. Wajahnya yang sangat cantik dan senyumnya yang menawan.
"Eh ya ampun, makasih mas..hehe saking laper mau order makanan ga perhatikan barang jatuh"
"Iya memang bau makanan buat kita jadi lupa" ucap Dario sambil menyerahkan sapu tangan yang terjatuh.
wanita itu kembali berjalan kearah konter Kasir, Dario menatap dari belakang. Hmm cantik sekali, pikirnya.
beberapa saat kemudian wanita muda itu kembali melewati meja Dario, tidak lupa ia tersenyum.
"Mari mas.." ucapnya dengan suara merdu.
"Monggo mba"
Dario memperhatikan gerakan gemulai dari wanita itu melalui pantulan kaca jendela didepannya. Hingga ia duduk kembali dimejanya Dario terus memperhatikan.
Saat itu cafe masih sepi pengunjungnya, Dario perhatikan hanya ada dia dan wanita yang duduk diujung sana.
Tidak lama sang waiter melewati tempat duduknya membawa sebuah piring dengan beberapa kueh.
Dario berdiri didepan waiter dan menanyakan apakah piring itu untuk wanita yang duduk dipojok.
"Oh Iya pak, kenapa ya?"
"Sst biar aku yang bawain ya,.hehe it's a surprise buat dia"
"ya ampun bapak, ya boleh pak" ucap sang waiter sambil tersenyum geli.
Dario menerima piring itu dan berjalan kearah meja sang wanita.
Wanita itu terperanjat dengan kedatangan Dario membawa piring kueh seolah olah waiter. Ia tersenyum bahkan tertawa geli melihatnya.
"Wow! Waiter baru ya.."
"Silahkan mba kuehnya..Ada lagi yang bisa Saya bantu?" ucap Dario sambil tersenyum.
"Kenapa kamu tidak ambil tas rangselmu dan duduk disini?"
"Oh bolehkah? sebentar Saya tanyakan bis Saya dulu ya"
"Tidak usah..Saya sudah minta ijin tadi ko hihihi"
Dario meletakkan piring dan berlari kecil kemejanya untuk mengambil tas rangselnya.
"Maaf..nama saya Dario"
"Hmm keren namanya..Saya Monica, silahkan duduk mas"
Dario menarik Kursi disamping Monica, beberapa waiters yang melihat kelakuan Dario saling tertawa. Mereka pikir hebat juga ini cowok..
"Kamu tinggal disini? diMalang?" Tanya Dario.
"ya tapi tidak dikotanya, ini kebetulan lagi ada acara saja, aku tinggal dikampung mas"
"Oh sama aku juga dikampung,.Jadi 2 orang Kampung ketemuan dikota ya"
"Ko namanya Dario Kaya nama orang itali?"
"lha kamu namanya Monica, padahal dari desa ya Kan?"
"Oh Iya ya hehe..mas cobain combronya yuk"
"Kamu makan aja,aku lagi tungguin jagung bakar sama kopi..monggo lho mba"
"Panggil aku Monica aja jangan pake mba, perasaan Jadi tua dipanggil mba"
"Oke Monica, kamu panggil aku Dario jangan pake mas ya hehe"
Mereka berdua saling cengkrama, keliatannya Dario menemukan pasangan ngobrol yang asik. Rupanya ia ingin melupakan semua permasalahan yang ada dan ga ada salahnya berkenalan dengan wanita cantik ini.
...~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments