Sudah hampir lima kali Pak Narto mencoba menghubungi Dario, tapi anehnya selalu di reject. Ada apa dengan Dario? Melihat gelagat kurang Bagus, Besok ia berencana mau main kerumahnya Dario. Jangan jangan ia sedang sakit pikir Pak Narto.
Begitu juga dengan Sugik teman barunya Dario. Ia sedang sangat kebingungan, masalahnya semua pekerjaannya seperti susah. Dan anehnya sudah beberapa kali ketika malam tiba pintu rumahnya seperti diketuk ketuk orang dan ketika ia membuka pintu tidak ada siapa siapa diluar..istrinyapun sekarang mendadak jatuh sakit. Seluruh tubuh istrinya menjadi kaku, ia sudah kehabisan wang untuk berobat kedokter. Mungkin apabila ia curhat ke Dario teman polisinya itu ada bantuan masukan apa yang bisa ia lakukan.
Mereka tidak sadar bahwa saat itu Dario sedang dalam dunia lain, dunia yang penuh dengan percintaan.
"Dario, kapan kamu mau main kerumahku?" Tanya Monica dengan mesranya.
"Oh kapan saja boleh, hari inipun boleh..hehe, aku justru ingin main kerumahmu dari kemarin" jawab Dario dengan semangat apalagi Monica kini sudah berani memegang dan meremas tangan Dario.
"seneng aku mendengarkan kamu mau main ketempatku, nanti aku kenalkan ayahku"
"Wah terima kasih Monica"
"Kalau kamu sudah bosan,mending kita pergi dari sini..lagian itu liat diatas sana langit jadi mendung, kayanya mau ujan"
"Oke ayuk kita Jalan sekarang,jauhkah rumahmu?"
"Ya ga jauh juga, tapi aku takutnya macet apalagi kalau sudah hujan pasti pada ngawur bawa kendaraan"
...~...
Ditempat dan ruang yang berbeda, Syeh Muso dan Nuri ahirnya mendekati kesebuah tempat yang nampaknya seperti sebuah perkampungan.
Beberapa bangunan berdiri dengan rapih berjejer satu dan lainnya, agak berbeda dengan tempat dimana mereka muncul tadi. Disini terlihat peradaban manusia dan kehidupan yang ramai penduduk.
keempat sosok yang menjemput mendaratkan kendaraan disebuah bangunan yang cukup besar dengan halaman yang lebar. Didepan halaman terparkir rapih beberapa kendaraan seperti bentuk sajadah, semuanya terparkir dengan Cara yang mengambang diudara.
Mereka mengikuti keempat sosok itu memasuki rumah, dengan satu tangan salah satu dari keempat orang itu mendorong sebuah pintu gerbang yang terjulang tinggi. Pintu masuk itu seperti terbuat dari bahan besi atau baja yang terlihat kokoh.
Nuri kagum melihat bentuk dalam rumah itu yang sangat luas padahal dari luar hanya rumah biasa tapi ketika masuk seakan masuk kedalam ruang yang berlipat lipat. Lantainya bukan dari marmer nampaknya seperti terbuat dari tanah namun sangat bersih dan mengkilap. Lampu lampu damar yang diterangi obor menyala disetiap pojok ruangan. Bau dupa menyerbak disekeliling ruangan.
Diujung ruangan nampak seorang tua dan seorang wanita berdiri dari duduknya, mereka mengatubkan kedua tangan didada. Itulah mbah Wersigeni dan mbok Tsumargi. Dua pemimpin desa.
"Luk salam Kiyai Syeh Muso, selamat datang didunia kami" gema suara mbah Wersigeni seakan menggema keseluruh ruangan menandakan kekuatan magis yang luar biasa.
"Salamualaikum para sahabatku..aku hadir setelah seribu tahun lamanya aku berada didunia baru" jawab Syeh Muso.
Nuri dan Syeh Muso dipersilahkan duduk disebuah kursi besar disamping mbah Wersigeni.
Secara detail Syeh Muso menceritakan kenapa mereka hadir, dari ancaman dahsyat kelompok lord Karatzi dan ahirnya memperkenalkan Nuri sebagai penerus generasi mbah Wersigeni.
Namun mbah Wersigeni kaget dan sedih ketika mendengar cerita hal ihwal Nuri.
"Oh nduk..kasihkan sekali, mbah akan turun kebumi kesana membantu kalian..semoga bencana tidak akan berlarut larut. Dan kamu nduk akan mbah usahakan agar bisa lepas dan pulang kealam yang seharusnya dimana kamu harus pulang" ucap mbah Wersigeni sambil mengusap usap kepala Nuri.
"Dan untuk Kiyai Syeh Muso, ini memang saatnya kita turun bergandengan tangan menghancurkan mereka..kasian bumi nusantara yang telah kami bangun dengan baik hanya dihancurkan dalam satu malam. Aku memegang rahasia keluarga setan itu, sosok anak setan bernama Ruciman dari kelompok Batu Merah itu Sama gilanya dengan ayahnya dulu"
"Ruciman yang nama aslinya adalah Abdullah bin Ruchimahn adalah sosok setan jahanam yang dahulu kala pernah diusir para wali Allah dari muka bumi Mesir. Ya aku kenal dengannya..hmm Jadi ini anaknya ya" sela Syeh Muso memotong pembicaraan mbah Wersigeni.
"Nah..itulah dia, anda tau sendiri latar belakang keluarga sial itu..memang benar sekali bahwa mereka ini sangat berbahaya, adik kandungnya Ruciman yang bernama Syaidahtul adalah setan perempuran yang sudah lebih awal dimusnahkan para wali setelah Nabi besar umat Islam, baginda Muhammad wafat" lanjut mbah Wersigeni sambil mengusap janggutnya yang putih dan panjang.
"Jadi saya sendiri datang beserta beberapa anak murid saya dari tanah Arabia dan murid saya di pulau Jawa ini sendiri adalah Kiyai Dandung yang mempunyai beratus santrinya, kita akan melakukan penyerangan dalam waktu dekat ketika panjenengan sudah siap untuk memimpin penyerangan akbar ini"
"Kalau begitu kita berangkat sekarang dan jangan ditunda lagi" ucap mbah Wersigeni, ia berdiri dan mengambil tangan kanan istrinya. Keduanya berdiri tegak seraya memanggil 2 wakilnya.
"Kalian jaga tempat ini sampai kami kembali, siapkan air 2 bejana, satu untuk diriku dan satu lagi untuk simbok..apabila kalian melihat 2 bejana itu bergejolak dengan keras langsung tuangkan semua air ketanah..karena itu berarti kami dalam keadaan sangat bahaya dan setelah itu kalian masuk kealam manusia jemput kami..mengerti?"
"Sandika mbah.." ujar ke 2 wakilnya serentak.
Simbah dan simbok langsung menuju kedepan rumah dan naik keatas sebuah sajadah. Dalam waktu yang sangat singkat rombongan ghoib itu melesat masuk keruang hampa menuju kedunia kini.
...~...
"Kiyai Dandung, kami telah tiba bersama para kepala suku Wajak" ucap Syeh Muso dalam bisikannya kepada Kiyai Dandung yang sedang menatap tajam kearah langit.
"Njjih Syeh, kami siap menyambut mereka" jawab Kiyai Dandung.
Empat titik cahaya putih muncul dari balik awan dan bagaikan meteor mereka terjun bebas masuk ke jagat raya.
Semua yang hadir dibelakang rumah Kiyai Rohmat membungkukkan tubuh mereka memberi salam hormat ketika keempat cahaya putih itu mewujudkan tubuh asli mereka.
Ini adalah pengalaman pertama bagi Kiyai Rohmat bertemu tatap muka dengan para warga suku Wajak yang diperkirakan hidup pada 1000 tahun yang lampu. Ia kagum atas ilmu Syeh Muso yang bisa menghadirkan mereka.
"assalamualaikum selamat datang didunia kami, silahkan..silahkan" ucap Kiyai Rohmat sambil tersenyum.
Mbah Wersigenipun tersenyum, satu persatu ia memberikan salamnya..ia menatap dengan penuh rasa kagum atas pasukan Jin dari Kiyai Dandung.
Kiyai Rohmat kemudian duduk bersila diatas sebuah tikar diikuti oleh seluruh pasukan Jin Muslim duduk menghadap kepada dua sosok ghoib yang sangat mencengangkan itu.
"Maaf, Benda yang anda naiki tadi mirip dengan sajadah kami tapi saya melihat ada beberapa tombol disana" ujar Kiyai Rohmat.
"Oh apakah demikian? Sajadah didunia Kiyai dipakai untuk apa?" Tanya mbah Wersigeni.
"Sajadah adalah alat kami ketika kami bersembahyang, sebentar..Ngatijo tolong ambilkan sebuah sajadah"
Ngatijo langsung berdiri dan berlalu..
"lho ko mirip sekali ya, bedanya adalah sajadah terbuat dari kain sedangkan alat kami ini dari bahan tembaga" ujar mbah Wersigeni sambil mengelus elus bludru sajadah yang diserahkan dengan penuh hormat oleh Ngatijo.
"Setelah semua ini selesai,kami akan mengundang Kiyai Rohmat kealam kami, disana banyak barang yang Kiyai belum pernah lihat diatas bumi ini, pasti Kiyai menyukainya"
"Terima kasih sebelumnya, monggo silahkan santai dulu.." jawab Kiyai Rohmat.
"Santai itu apa Kiyai?"
"Istirahat maksud kulo"
Mbah Wersigenipun menganggut anggukan kepala dan tersenyum.
...~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments