Hari ke 2, ke 3 dan sampai satu minggu kedepan Dario seperti yang menemukan seorang wanita yang ia dambakan selama ini. Dan didalam karakter dan tubuh Monica itulah Dario menemukan.
Lemah lembut, cerita penuh canda tawa, kadang kadang lucu hingga membuat Dario terpingkel pingkel mendengarkan cerita cerita menarik dari Monica.
Tidak terasa sudah 1 minggu lamanya mereka saling berhubungan, dan kini setiap sore mereka pasti memadu janji untuk mengadakan pertemuan, entah di cafe, restoran atau tempat wisata. Layaknya perangko diamplop, selalu saling tempel.
Diam diam Nuri memperhatikan dari kejauhan, ia sebetulnya ingin datang dan membisikkan sesuatu tapi keinginannya diurungkan. Nuri melihat keadaan Dario yang nampaknya sedang jatuh cinta. Siapakah wanita cantik itu? Ia Jadi penasaran.
"Mon, kamu sekarang bisnisnya apa?" Tanya Dario disatu kesempatan.
"Yah begitulah, aku Kan seorang diri semenjak ditinggal orang tuaku..Jadi aku harus pintar pintar memanage kehidupanku. Kadang aku bisnis jual beli mobil, kadang membantu teman dalam urusan sengjeta tanah dan lain lainnya, kenapa Dario?"
"Oh keren, wanita bisnis ya..yang penting halal ya baguslah"
"Kalau kamu apa Dario? Sepertinya santai tidak Ada kerjaan tapi mapan dalam segala hal"
"Hehe..aku sedang libur panjang, sebetulnya aku diJakarta tapi Minta cuti panjang. Aku di asuransi" ucap Dario berbohong.
"oh Bagus juga..adik dong lagi cuti panjang"
"Sore ini kita nonton film yuk..Ada film bagus diMovimax" ucap Dario.
"let's go Dario, aku juga lagi suntuk" jawab Monica yang tiba tiba memegang telapak tangan Dario.
Perasaan Dario gembira bercampur deg deg an biasanya dia yang duluan mulai memegang tangan tapi kali ini justru Monica yang berinisiatip memegang duluan. Iapun membalas genggaman tangan Monica dengan meremasnya perlahan memberikan respon bahwa ia siap menjadi pendampingnya.
...~...
Nuri memejamkan kedua matanya, ia mulai menelusuri siapakah sebenarnya wanita cantik ini. Jejak kehidupannya ia dalami, Namun tidak satupun ada tersisa gambaran yang bisa terlihat semacam ada benteng penutupnya, bathinnya tidak sanggup menerobos.
Namun justru dengan itu ia tambah penasaran..manusiakah atau hantu?
Nuri mencoba terus, sampai ahirnya dengan perlahan ia berhasil mengetahui dimana rumah kediaman wanita itu. Ternyata rumahnya berada diluar Kota Malang, ia mengikuti langkah yang menarik dirinya kearah lokasi rumah tersebut.
Sampailah Nuri kesebuah tempat yang berbukit, ia kini berdiri didepan halaman sebuah rumah besar tua, halaman itu terlihat tidak terurus,banyak sekali pohon besar besar tumbuh dikiri dan kanan. Jarak antara area rumah itu dengan tetangga cukup jauh seakan siempunya rumah enggan untuk mendekatkan rumahnya dengan warga sekitar situ.
Diujung sana agak kebelakang berdiri sebuah bangunan 3 lantai.
Ia mulai terbang melayang mendekati rumah tua yang bercat merah. Kini ia berdiri didepan pintu besar, aneh rumah ini tercium adanya aura bau dupa yang pekat.
Nuri mulai masuk kedalam, ruang tamunya gelap dengan banyak ornamen menyeramkan dimeja dan ada sebuah pigura naga besar yang diukir ditembok. Bentuknya 3d karena ada pantulan sinar lampu dipojok ruangan yang tertuju ketembok, ukiran naga itu seperti hidup matanya tajam memandang kearah siapapun yang masuk kedalam rumah.
Rumah apa ini? Kenapa seorang wanita cantik mempunyai interior design seperti ini? Nuri berjalan melewati beberapa kamar yang ditutupi hingga sampai kepada sebuah anak tangga yang turun kearah bawah.
Nalurinya mengatakan bahwa ia harus turun kebawah...
ternyata dibawah ada sebuah pintu yang tertutup, Nuri menembus pintu dengan mudah..ia sangat terkejut dan hampir menabrak sebuah lampu diatas meja pojok ruangan ketika dirinya berada didalam.
Menempel kedinding tembok, Nuri melihat ada sosok mayat laki laki berdiri, ia terikat dengan rantai ketembok. Sebuah pipa plastik kecil tertancap kedalam bahu mayat itu, terlihat pipa itu masuk kedalam tembok entah kemana salurannya. Didalam pipa itu Nuri melihat aliran gumpalan darah yang keluar dari tubuh mayat itu.
Matanya beralih kesebuah ranjang dekat mayat itu berdiri, disana juga ada satu mayat utuh berkelamin laki laki juga. Nampaknya mayat itu masih segar, mungkin baru saja meninggal.
Ia tidak mau berlama lama dikamar itu, suasananya mencekam dan mengerikan. Ia terbang melesat keatas dan melewati beberapa kamar. Disetiap kamar ternyata tergeletak satu atau 2 mayat yang juga masih utuh dan segar.
Ia terus bergerak kearah kamar diujung ruangan, Namun firasatnya mengatakan sesuatu telah hadir. Dengan sekali lompat ia telah berada diluar rumah dan bersembunyi dibalik sebuah pohon.
Tidak lama kemudian, gumpalan asap berwarna hitam bergerak terbang dan masuk kedalam pekarangan rumah, Nuri melihat gumpalan asap itu berubah menjadi wujud raksasa mengerikan.
Seluruh tubuhnya berwarna hitam legam, dua tanduk seperti tanduk kambing keluar dari dahinya.
Sosok itu menoleh kekanan dan kiri, ia seakan sedang mencium bau aneh disekitar situ. Wajahnya berubah sinis namun tidak lama kemudian ia masuk kedalam.
Tanpa pikir panjang Nuri terbang meninggalkan rumah terkutuk itu. Ia terbang menjauh sejauh mungkin..ia harus laporkan kepada kiayi Rohmat apa yang ia temukan disana.
Apakah Dario sedang berhubungan dengan sosok yang menjadi pengikut setan? Kenapa dirumah itu ada banyak mayat tergeletak? Dan kenapa ada sosok raksasa yang masuk kedalamnya? Kiyai Rohmat harus segera tau tentang ini. Semoga semuanya belum terlambat.
...~...
"Oh nak Nuri..masuk nak, saya sudah tunggu dari tadi pagi" ucap Kiyai Rohmat.
"Assalamualaikum mbah Yayi, maaf saya satu hari sedang mengecek keberadaan Dario..Ada sesuatu yang harus saya laporkan mbah. Keliatannya sangat menyeramkan disana" jawab Nuri terengah engah.
"Njjih..sabar, yang tenang..coba ceritakan ada apa"
Nuri mulai menceritakan apa yang ia liat, dan juga hubungan siempunya rumah itu dengan Dario.
"Sebentar ya.." Kiyai Rohmat memejamkan matanya.
"Hadir..hadir ya Kiyai" ucapnya perlahan.
Nuri yang duduk menghadap Kiyai Rohmat merasakan adanya semilir angin masuk dari arah belakang.
"Assalamualaikum..." terdengar suara berat dibelakang Nuri, bau harum tercium memenuhi ruangan.
"waalaikumsalam..monggo masuk" ucap Kiyai Rohmat.
Nuri menggeser kekiri ketika disampingnya muncul sosok tinggi, wajahnya putih bersinar ia mengenakan kain putih yang menutupi dadanya.
"Nuri, kenalkan ini Kiyai Dandung, ia Jin Muslim"
Nuri menoleh dan tersenyum, Kiyai Dandung menundukkan kepala tanpa menatap mata Nuri.
"Ki, tolong saya, periksa tempat ini..siapakah yang mempunyai rumah ini dan kenapa banyak mayat disana..hati hati Ada sosok raksasa Kata Nuri"
" Njjih Yayi, saya akan periksa"
"Nuri, kamu Antar Kiyai Dandung kesana ya"
"Baik mbah Yayi akan saya Antar"
Setelah mohon ijin keduanya langsung terbang kearah Malang"
"Hai Nuri, Nanti kamu berada diluar rumah saja, cari pohon biar saya yang masuk kedalam"
"Baik Yayi, terima kasih sebelumnya"
Sebelum masuk kewilayah Malang Kiyai Dandung sempat mengajak Kiyai Ruso satu sosok pemimpin kelompok Jin Muslim di Malang.
"Yayi, kami Mohon ijin masuk kedaerahmu untuk memeriksa sebuah tempat yang katanya dihuni raksasa" ucap Kiyai Dandung.
"Oh ini Kiyai Dandung dari Gunung Gamping? Monggo..ayok saya ikut juga. Kalau tidak salah ini rumah yang belum lama ini dibicarakan para santriku"
Ketiganya langsung berangkat, Nuri merasa sangat bahagia dirinya dijaga dua sosok suci dari kalangan Jin.
...~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments