"Lho ko wajahnya muram ndok..Ada apa?" Tanya Kiyai Rohmat memperhatikan wajah Nuri yang nampak sedih.
Nuri tidak langsung menjawab,ia justru memalingkan wajahnya kearah tembok. Kedua tangannya menutup wajahnya. Terlihat pundak Nuri bergetar.
"Ceritakan kepadaku..mungkin bisa Yayi bantu"
"Entahlah mbah Yayi, sayapun bingung dengan semuanya..Hari ini, setelah aku datangi Dario..nampaknya ia sedang jatuh cinta kepada seorang sosok wanita yang menyeramkan..aku sebetulnya ingin memberitahu bahwa bahaya sedang mengancam dirinya..tapi Dario malah memarahi saya" ucap Nuri dan kembali memandang kelantai dimana dia duduk bersila.
"Bagaimana kamu tau bahwa Dario sedang dalam keadaan bahaya?"
"Saya sudah berhasil menemukan rumah wanita itu, didalamnya sangat mengerikan..aku juga melihat disana terdapat banyak mayat manusia yang tersimpan rapih. Saya melihat ada juga satu sosok mayat yang berdiri terikat dengan rantai ketembok..pokoknya menyeramkan"
"Wah wah..coba mbah Yayi liat juga..didaerah Malang ya?"
"Njjih Yayi"
Kiyai Rohmat memejamkan mata, ia menelusuri jejak rekam perjalanan astral Nuri dan benar apa yang diucapkan Nuri, Kiyai Rohmat terkejut dengan keadaan isi rumah itu..tapi yang lebih menghawatirkan disana juga ada beberapa raksasa dan sepertinya akan ada sebuah pertemuan besar. Para raksasa itu berdiri dengan sikap siaga.
Sebelum terpantau oleh para penjaga itu Kiyai Rohmat langsung kembali ketempatnya.
"Dimana sekarang Kiyai Dandung ?" Tanyanya kepada Nuri.
"Kami sebetulnya akan memeriksa rumah itu bersama satu sosok Jin Muslim, Kiyai Ruso satu sosok Jin dari daerah Malang. Tapi dalam perjalanan ada seorang anak murid Kiyai Ruso yang mencegah kepergian kami, katanya akan dilakukan pertemuan besar dirumah itu, beberapa tokoh setan akan hadir. Segera kami batalkan kesana.."
"Oo..Saya kenal beliau..Kiyai Ruso adalah pemimpin Jin muslim di Malang..ya ya Saya kenal beliau ndok"
"Menurut Kiyai Dandung beliau saat ini sedang menghimpun seluruh pasukan Jin muslim dari seluruh nusantara dan juga akan memanggil gurunya dari tanah Arab"
"Oo ya saya juga tau gurunya beliau,kebetulan waktu saya naik haji bertemu dengannya..Iya memang keadaan ini sangat berbahaya, mereka kini sedang menghimpun seluruh kekuatan untuk berangkat perang"
"Lalu, bagaimana dengan Dario mbah Yayi..kasian, dia tidak sadar bahwa dia dibawah pengaruh wanita ini"
"Ya Yayi tadi sudah melihat, wanita ini sebetulnya permaisurinya setan laknat itu"
"Ya ampun!"
"Coba kita tunggu kedatangan Kiyai Dandung, kita rembukan bagaimana menurut dia..kamu istirahat disini dulu, jangan kemana mana..keselamatanmu juga harus dijaga"
"Njjih Yayi,trima kasih"
...~...
Ring ring! Ponsel Dario memanggil, santai Dario mengangkat..
"Halo pak, Dario disini"
"selamat sore..bagaimana dengan liburanmu di Malang?"
"seneng Pak, Saya bisa istirahat..bagaimana pak?"
"Baguslah..maaf ganggu ya. Ini saya hanya mau bilang bahwa ada beberapa kejadian yang saya terima laporan dari teman teman di Jawa Timur bahwa saat ini adanya kasus kasus aneh disana"
"Oh ya maksudnya gimana?"
"Katanya, kejadian dibeberapa daerah di Malang, adanya beberapa warga yang hilang entah kemana..bahkan sekarang sudah mencapai 10 orang cukup banyak"
" Wah saya sendiri tidak tau..maklum lagi liburan jadi tidak pernah update pak "
"Tempat tinggalmu Pujon Kidul betul?"
"Ya Pak betul,kenapa ya?"
"Lha ini kejadian umumnya deket daerah situ..kalo menurut laporan, mereka umumnya sebelum menghilang pada ambil pinjaman antara 3 sampai 5 juta dan setelah 2 minggu telat pembayaran langsung mereka tidak pulang kerumah dan hilang"
"Wah..Saya tidak dengar tentang itu pak"
"Ya tidak apa apa, Ada satu hal lagi..Kata satu sumber informasi mengatakan bahwa umumnya mereka dapet pinjaman dari seorang wanita..coba kalau ada waktu ikut cari tau ya, santai saja kamu 'kan sedang cuti kalau dengar berita saja laporkan kesaya"
"Baik pak akan saya coba cari tau"
"Oke sip, enjoy cutinya ya"
"Iya terima kasih"
Setelah pembicaraan itu, Dario kembali kepada lamunannya..malam itu ia gelisah, kemanakah gerangan Monica??
...~...
Saat inilah yang ditunggu tunggu Kiyai Rohmat, tepat jam 12 malam ketika ia sedang melakukan wiridan. Salah satu santri paling senior mendatangi kamarnya dengan mengetuk secara halus.
"Assalamualaikum Mbah,..permisi mbah"
"Mualaikumsalam ada apa Somad?"
"Barusan ada yang melempar kerikil kedepan saya, waktu saya periksa ternyata dikebun belakang itu hadir puluhan Jin Muslim mereka mencari mbah Yayi katanya"
"Lho ko mereka datang, kenapa tidak bersama kiyai Dandung? Ya sudah ga apa apa, coba panggil Sukri dan Ngatijo..mereka harus belajar melihat mahluk halus"
"Njjih Yayi ,Saya panggilkan"
Kiyai Rohmat kekamar samping dimana Nuri beristirahat. Kamar itu sebetulnya sebuah gudang yang tidak terpakai namun karena setiap hari dibersihkan santri keadaan dalamnya sangat bersih.
"Nuri, ayok ikut mbah kebelakang"
"Ada apa mbah?" ucap Nuri menghampiri Kiyai Rohmat.
"Sudah hadir puluhan Jin Muslim, kamu sebaiknya tutup kepalanya dengan kain ini. Mereka semua Kiyai" ucap Kiyai Rohmat sambil memberikan kain selendang putih.
Ternyata ketika keduanya tiba dihalaman belakang, disana sudah hadir sekitar 30 sosok Jin dari berbagai tipe. Ada yang wujudnya persis manusia dengan wajahnya yang bersinar membawa tongkat yang berwarna putih dan ada juga yang berwujud seperti manusia tapi kepalanya berbentuk kucing, ia bertubuh tinggi dan besar. Dan lain lainnya dalam bentuk berbeda beda tapi semuanya tokoh dan para Kiyai.
Kiyai Rohmat mengenali satu sosok Jin yang berdiri paling depan.
"Assalamualaikum Kiyai Jufri jauh jauh datang dari bumi Sulawesi..mana Kiyai Dandung? Kenapa tidak ada bersama kalian?" ucap Kiyai Rohmat sambil mengusap jenggotnya.
"Mualaikumsalam dan salam sejahtera mbah Yayi, kami dipanggil Kiyai Dandung untuk berkumpul dirumah mbah Yayi karena ada masalah genting ditanah Jawa. Saya hadir dari Sulawesi bersama 3 pendekar Gunung dan tepi pantai. Dibelakang saya ada banyak Kiyai dari hampir seluruh nusantara siap bergabung"
"Alhamdulillah..tetapi apakah Kiyai Dandung akan bergabung?"
"Ya mbah Yayi, beliau sedang memeriksa penjaga jalur khusus kealam hampa udara sekaligus mengundang guru besar dari tanah Arab..sebentar lagi tiba"
Kiyai Rohmat menganggukan kepalanya dan tersenyum kearah Nuri.
"Nampaknya kita sudah siap Nuri. Oh ya perkenalan ini Nuri, dialah yang pertama kali membawa semua cerita berbahaya ini"
Nuri menundukkan kepala dan memberi salam.
"Silahkan duduk para Kiyai..sambil kita menunggu kedatangan Kiyai Dandung"
Kiyai Rohmat memanggil para wakilnya, meminta mereka menyiapkan makanan dan minuman khusus.
...~...
Selang lima menit kemudian datang angin semilir dan nampak beberapa daun pohon mangga berjatuhan. Kiyai Rohmat menoleh kearah langit, ia berdiri.
"Nuri berdiri mereka telah datang.. Somad, Sukri Ngatijo! Semua berdiri dan ikuti apa yang aku lakukan"
Setelah angin reda, empat cahaya putih turun kebumi, tetapi dari ke empatnya satu sosok paling depan mempunyai aura sinar yang sangat kuat bahkan para Jin Kiyai yang ada disana harus memicingkan mata mereka saking silaunya.
"Monggo..." ucap Kiyai Rohmat sambil melemparkan senyum lebar.
Terahir kali Syeh Muso At tabyah hadir dibumi nusantara pada ahir tahun 1945 ketika bersama sama para Kiyai berjuang melawan penjajah. Setelah itu ia tidak pernah hadir, kini ia datang kembali..berarti ia memandang pertemuan ini sangatlah penting.
"Assalamualaikum Kiyai Rohmat salam hangat dari saya" sinar putih itu kini mewujud dan telah hadir seorang tua bertubuh tinggi besar memakai kain jubah berwarna hijau muda menutupi kain dalam berwarna putih. Wajahnya sangat menyejukkan dan selalu tersenyum.
Semua Kiyai yang hadir menyingkir memberikan ruang bagi Syeh Muso masuk.
...~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments