Kini api berkobar dimana mana, bahkan menjalar turun kedalam ruangan ruangan. Masyarakat dibantu semua anggota polisi yang ada saling bantu memadamkan kobaran api.
"Api terlalu besar! Sudah ada yang telepon pemadam?" Tanya seorang kepala polisi.
"Sudah pak! Atap gedung belakang sudah hangus pak!!" teriak seorang anggota.
"Bawa empat orang barikade pintu belakang, keluarkan semua tahanan dan simpan dipos depan dengan diborgol semua!"
"Siap laksanakan!" teriak sang anggota dan berlari.
Pada saat kehebohan terjadi, Roro ganggeng menempelkan serpihan kain loreng disebuah pohon yang tidak jauh dari pintu belakang.
"Ayok kita kekantor pos lainnya!" teriak Roro ganggeng kepada Ni srintil dan Ni Pulung.
Satu teror telah berjalan kini giliran Ni Kri Blorong. Ular itu meliuk liuk di pinggiran got dan berubah menjadi seorang gadis cantik.
Ni Blorong tau bahwa Kapolda Jawa Timur Ada dikantornya sedang bekerja. Tapi baru saja ia hendak masuk kepekarangan kantor Kapolda ia ingat Pak Nasirun seorang mantan wakapolda yang mempunyai istri simpanan bernama Sinta.
Ni Blorong berniat melakukan kehebohan disana.
"Halo sayang" suara Ni Blorong kini menyerupai Sinta istri simpanan Pak Nasirun.
"Hei..Ada apa? Ko tiba tiba call?" Tanya pak Nasirun kaget,pasalnya ia sedang bersama keluarganya jalan jalan di mall.
"Sayang, barusan rumahku didatangi beberapa maling..aku takut sayang" suara Ni Blorong demikian sedih terdengar.
"Ya ampun! Oke aku kesana sekarang, kunci semua pintu!" bisiknya di telepon.
Ia langsung menoleh kearah istrinya yang sedang memperhatikan sepasang sepatu dietalase Toko sepatu.
"Mah, barusan aku dipanggil pak.kapolda dia minta tolong sesuatu, urgent katanya..mama aku tinggal sama anak anak ya. Ini kartu kresit papa..mama belanja aja semaumu"
"Oya? Oke papa..terus aku gimana?"
"Kayanya agak lama urusannya..mama shopping terserah mau apa, setelah itu langsung pulang ga usah tunggu papa, driver mama pake papa akan naik taxi"
"Oke pap..ati ati ya" istrinya Pak Nasirun memang benar shopping, asalkan dikasih pegangan duit dia tidak akan mengganggu suaminya. Memang dia hobinya pamer, kadang kadang barang yang dibeli tidak berguna, hanya karena keinginan semata saja. Kelemahan itu dipergunakan Nasirun dengan baik.
Dengan langkah cepat ia meninggalkan istrinya dan naik taxi yang parkir didepan mall.
"Pak, kita kejalan Mawar di Kepanjen ya" ucapnya kepada pak supir.
...~...
Sinta sedang menonton acara televisi ketika sebuah ketukan terdengar dipintu rumah. Ia kaget dan bingung siapakah yang datang malam begini? Ketukan itu terdengar kembali, Kali ini agak keras.
"Sebentar!" Siapa ya malam malam gini?
Pintu ia buka, ternyata diluar berdiri seorang wanita. Sinta kaget karena ternyata yang berdiri didepan adalah sosok dirinya! Hampir pingsan ia melihat dirinya berdiri disana sambil tersenyum.
"Halo Sinta" ucap wanita itu dengan suara rendah.
Saking takutnya Sinta berbalik arah dan lari kedalam, tapi sayang wanita itu menangkap rambut dan menjambaknya kebelakang.
Wanita itu masuk menutup pintu dan membekap mulut Sinta. Dengan sekali putar leher Sinta patah. Langsung wanita malang itu mati.
Ni Blorong yang kini sudah menjadi Sinta menggangkat mayat asli Sinta dan membopongnya. Ia masuk kekamar tidur dan menyimpan mayat itu dibawah tempat tidur.
Ni blorong berjalan kearah kaca dinding dan merapihkan pakaian dan rambutnya. Ia mengambil lipstick merah yang ada dimeja dan mengoleskan kebibirnya, tersenyum dan iamembuka mulutnya menjulurkan lidahnya yang panjang sambil mendesis.
...~...
"Stop! Stop disini pak, Ga usah dekat rumah disini saja" ujar Pak Nasirun kepada sang supir taxi.
Setelah membayar, Nasirun berlari kecil sambil mencabut pistol dari balik jaketnya. Ia melihat dari luar suasana lenggang dan aman.
Perlahan lahan handel pintu dibuka,ternyata tidak dikunci.
"Sinta.." ucapnya pelan.
"Hi sayang,.masuk ga apa apa, hanya ada aku" terdengar suara kekasihnya dari ruang televisi.
Ketika Nasirun masuk ia bengong melihat Sinta duduk santai disofa, wanita itu terlihat santai dan tersenyum.
"Ada apa sayang?"
"Aku takut sayang, tadi Ada beberapa orang loncat dari tembok belakang. Aku sempet teriak mereka loncat lagi keluar." ucap Sinta dengan sedikit bergaya ketakutan.
Nasirun mendekat dan duduk disampingnya.
"Ya sudah kalao semua aman, yang penting pintu dan jendela dikunci pasti aman..kamu ko cantik sekali malam ini"
"Masa ya? Hmm biasa saja sayang, kamu cape ya..kita istirahat yuk" ucap Sinta dengan nada genit. Tiba tiba Sinta meletakkan sebelah tangannya dipaha Nasirun.
Sontak darah Nasirun bergejolak, memang sudah seminggu ini dia tidak mampir.
Nasirun langsung bangkit dan menarik tangan Sinta.
"Hmm..kamu tau aja, ayok kita kekamar"
...~...
Setengah jam sudah mereka menghabiskan gejolak birahi, dunia serasa punya mereka berdua.
Tidak lama Nasirun tertidur pulas, suara ngoroknya kencang sekali. Sinta bangkit ia berjalan masuk kekamar mandi.
Tubuh Sinta bergetar, tidak lama kemudian ia telah berubah menjadi sosok aslinya kembali, Ni Kri Blorong.
Ni Blorong keluar dari kamar Mandi, ia meliukan tubuhnya dilantai kemudian menjulur Naik keatas ranjang. Lidahnya bergerak gerak layaknya seekor ular.
Nasirun terbangun ketika merasakan seperti ada beban berat yang menindih dadanya.
Kedua matanya terbelalak ketika melihat sosok Ni Blorong dengan wajah menyeramkan tampil dihadapan wajahnya. Mulut Ni Blorong menganga giginya semua tajam dan terlihat lidahnya yang panjang menjulur keluar, Nasirun Tanah kaget melihat tubuh wanita seram itu berbentuk tubuh ular yang besar dan panjang yang sudah melilitnya dengan kencang.
Ni Blorong langsung menandakan taring taringnya keleher Nasirun dan menggigitnya. Urat Nadi Nasirun langsung putus dan darah mengalir dengan deras. Ia mati dengan dua Mata melotot!
Ni Blorong melepaskan ikatannya dan membopong tubuh Nasirun. Ia terbang membawa mayat Nasirun kearah pekarangan kantor Kapolda.
...~...
Setelah 4 jam ahirnya kobaran api sudah bisa dipadamkan. Namun banyak ruangan yang hancur dan pastinya genteng semua hancur.
"Pak! Kami menemukan ini!" tiba tiba datang seorang anggota polisi membawa sesuatu.
Ajun komisaris Bambang yang sudah berada dilokasi memeriksa beberapa kain loreng.
"Loh ini lorengnya Kodam! Dimana kamu temui ini?"
"Nyantol diranting tanaman deket pintu masuk belakang pak!"
Pada saat yang sama seorang anggota polisi lainnya berlari mendekat.
"Lapor pak! Kami menemui ini didekat tong sampai dibelakang!"
Ajun Komisaris bingung melihat sehelai sapu tangan yang persis kepunyaan anggota TNI"
"Sebentar..coba sini Saya ambil, Saya mau cek ke kepala kodim, kenapa bisa ada disini..kalian jaga para tahanan yang ditangan dipos,ati ati jangan lepas! Mana driver saya? Ini harus segera dipertanyakan!"
"Yayi! Kita terlambat! Lihat semua sudah terbakar!"
"Waah kita terlambat!" ujar Kiyai Dandung.
"Ayok kita langsung ke padepokan di Tumpang, pasti ada kejadian disana, Insya Allah belum terlambat!"
Keduanya terbang dengan cepat melintas awan yang gelap. Perasaan mereka mengatakan perang sebentar lagi berkobar.
...~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments