Ni Kri Blorong melangkah masuk kedalam rumah tua bercat merah..matanya melirik kekiri dan kekanan memperhatikan ornamen dan hiasan hiasan dinding diruang tamu.
Didepan ukiran naga dengan design pahatan 3d Ni Kri Blorong berhenti, ia memandang ukiran itu dengan penuh ketelitian.
"Siapakah yang membuat ini?" tanyanya kepada Monica.
"Itu dibuat Kira kira sepuluh tahun yang lalu oleh kawan lord Karatzi. Kalau tidak salah namanya Xavier Colobus, ia warga negara Italia" jawab Monica sambil tersenyum.
"Hmmmm..Saya kenal Xavier, taukah kamu Bahwa Xavier sebetulnya bukan dari golongan manusia?"
"Lho, yang saya tau dia seorang pemahat dari Italia bahkan waktu berada disini saya ingat ia bersama istri dan anak laki lakinya"
"Hehe..dia adalah dari bangsa naga..wujud aslinya ya seperti ini dan ini adalah ukiran ayahnya, Yang mulia Dogma Colobus penguasa pantai Cala Marilou di Italia, sedangkan Xavier sendiri jabatannya adalah pangeran"
"Wow! Lalu istri dan anaknya?"
"Istrinya adalah anak pertama raja Links, seekor naga putih penguasa pantai Amalfi..memang perkawinan mereka seratus tahun yang lalu merupakan perkawinan yang termeriah sepanjang sejarah..aku diundang dan datang bersama ibu Ratu Kidul sebagai penguasa lautan nusantara"
Monica terkejut mendengar cerita itu, terdengar lidahnya berdecak kagum.
"Apakah aku yang pertama hadir disini?"
"Ya betul yang pertama, tapi sebentar lagi para penguasa hutan akan datang..Mari kita keruang pertemuan" ucap Monica sambil mempersilahkan ular berwujud manusia itu bergerak maju kembali. Wanita ular itu meliukan tubuhnya dengan gemulai.
Selang setengah jam kemudian ketika sedang berbincang dengan wanita ular itu Monica tiba tiba menoleh kearah jendela. Nampak pohon pohon besar dihalaman depan bergerak seakan ada hujan topan seluruh dedaunan berguguran ketanah.
"Itu pasti Roro Ganggeng utara dan barat, sebentar Ni saya jemput dulu ya"
Sepeninggal Monica keluar ruangan, wanita ular itu melengoskan wajahnya. Ia sebenarnya kurang suka dengan Monica. Dulu sebelum lord Karatzi mengambil Monica sebagai permaisuri sebetulnya ia berharap agar ia dipinang lord Karatzi tapi entah kenapa justru Monicalah yang beruntung.
Hmm..Anak baru lahir kemarin sore tapi gayanya sombong, padahal kalau dia manusia biasanya seharusnya panggil dirinya dengan gelar Raden Ayu tapi gara gara ia dinikahi lord Karatzi wanita itu memanggil dirinya dengan 'Ni'
Cuih! Ia meludah kelantai.
...~...
Setelah kedua Roro Ganggeng datang dan masuk kerumah merah itu hadir juga sekitar 10 pengawal kerajaan hutan hutan di nusantara, Ada yang berwujud seperti orang hutan dan ada juga yang berwujud ular yang sangat besar.
Ahirnya menjelang sore hari semua peserta telah tiba dan duduk dikursi masing masing. Monica mengambil tempat diujung meja panjang persegi empat.
Tepat jam 6 sore, pintu terbuka dan disana berdiri dengan gagah sosok Alexir. Ia memandang kearah meja menatap satu persatu yang hadir. Sayap yang tadi terbentang kini telah terlipat.
Karena tubuhnya yang tinggi besar, Ia masuk dengan menundukkan kepalanya.
"Yang kami agungkan lord Karatzi telah datang!" ucapnya dengan lantang.
Dari balik pintu muncul sosok berwarna hitam legam, wajahnya tampan Namun kulit wajahnya berwarna abu Abu. Kedua matanya berwarna biru, rambutnya panjang tergerai sebahu. Dikeningnya mencuat 2 buah tanduk.
Ketika berjalan, suara telapak kakinya semacam suara kuda yang sedang berjalan. keteplak ketepluk..rupanya kedua kakinya tidak seperti kaki manusia, lebih kepada kaki seekor kambing.
Ia memandang kesemua yang hadir dan tersenyum ketika melihat Monica diujung sana.
Dengan segala gayanya Karatzi Mukai duduk dikursi kebesarannya diujung meja.
Karatzi mendehem dan tersenyum..
"Hai teman temanku semua yang hadir disini, terima kasih! Aku beritahukan bahwa sebentar lagi kita akan mengadakan penyerangan besar besaran dan kita akan mulai dari bumi Indonesia ini!"
Semua yang hadir memandang lurus kearah Karatzi. Ni Kri Blorong yang pertama angkat suara.
"Maafkan saya, kanda Karatzi..apabila itu yang dikehendaki mungkin saya harus bicarakan dulu dengan kanjeng ratu..maafkan saya" ujar Ni Kri Blorong sambil menundukkan kepalanya.
Tiba tiba Karatzi berdiri, ia memukuli meja dengan kepalan tangannya.
"Ni Blorong! Kita sudah tidak punya waktu lagi! Kamu akan ikut perang atau tidak? Katakan sekarang! Aku tidak butuh ratumu! Dari awal ratumu sudah menolak bergabung dengan diriku kenapa sekarang kita harus meminta ijinnnya?!" teriaknya penuh amarah.
Ni Blorong bergetar tubuhnya ketakutan, ia tau konsekwensi ya apabila Karatzi murka. Dulu temannya Ni Kusuma Dewi hangus terbakar setengah badannya karena terlena amukan Karatzi. Bahkan sampai sekarang separuh tubuh Ni Kusuma masih terlihat warna hitam, beruntung sang Ratu cepat menolongnya,kalau tidak niscaya Ni Kusuma tewas sia sia.
"Baik..Baik Karatzi, Saya akan ikut perang dan tidak akan laporkan apa apa kepada Ratu" terdengar suara Ni Blorong bergetar ketakutan.
"Baik! Siapa lagi yang tidak bersedih??!" Tanya Karatzi sambil menatap wajah para tamu satu persatu.
"Oke! Permaisuriku Monica saat ini sedang menjalin hubungan dengan seorang priya, ia adalah seorang detektip kepolisian..kita akan menyerang pos pos kepolisian dengan bantuan orang ini! Aku minta Roro Ganggeng utara dan barat membawa pasukan kalian dan mulai membakar seluruh kantor polisi. Serangan akan kita lakukan lusa setelah jam 6!"
"Baik Karatzi, kami siap!" balas Roro Ganggeng barat dengan sigap.
"Setelah semua kantor polisi terbakar, kita akan tinggalkan sobelan baju tentara dibeberapa pojok agar mereka berpikir tentaralah yang melakukan..haha! kita akan liat polisi dan tentara saling tuduh dan berahir dengan pertempuran diantara mereka. Itu yang kita kehendaki!"
"Bagus Karatzi, apa rencana yang mulia untuk diriku??" tanya Kondiring selaku penguasa hutan Klampis Ireng.
"Kawanku Kondiring! Tugasmu cukup istimewa, kamu dan Alexir akan ke pondok Al Yutbi sebuah markas kaum wahabi didekat daerah tumpang, di Malang"
"Oh tau saya dan disana banyak santrinya juga" ujar Kondiring.
"Ya betul, Kondiring dan Alexir kalian berubah jadi santri, kalian culik salah satu santri dan bunuh mayatnya taro dihalaman depan dekat mesjid. Kalian teriak keras keras bilang dari warga NU. Setelah itu lari dan menghilang"
"Wah wah sebuah rencana yang hebat! Baik kami akan laksanakan!" sambung Alexir.
"Biarkan mereka saling sedang dan bunuh! Itu yang kita hendak..tapi awas jangan sampai tertangkap kalau terjepit langsung menghilang tapi jangan keliatan orang waktu kalian menghilang..mengerti? Tugas kalian agar menjadi kisruh saja"
"Baik!" lanjut Alexir.
"Sekarang juga pergi, pantai keadaan dulu baru kalian bergerak"
Kondiring mendekat ke Alexir, keduanya mulai mengambang seperti layaknya pesawat helikopter. Sedetik kemudian keduanya terbang dengan cepat meninggalkan ruang pertemuan itu.
"Untuk kamu Ni Blorong aku berikan tugas khusus..yaitu besok kamu call Kapolda minta ketemuan..bikin agar dia langsung mau, setelah itu bunuh dia dan tinggalkan kain ini" Karatzi memberikan sehelai saputangan dari kain loreng seperti kepunyaan TNI.
"Saya terima perintah dan akan dilaksanakan besok"
...~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments