Brojokala.

Sebetulnya ada sesuatu yang Nuri sembunyikan, semenjak kasus diSurabaya dahulu, dimana Nuri banyak membantu Dario dan timnya dalam menumpas kelompok Ratna. Setelah Dario berhasil menumpas secara tidak sengaja, Nuri bertemu dengan satu sosok aneh bernama mbah brojokala.

Seorang raja Jin dari Gunung Kawi yang bernama Brojokala itu jaman dulu kala kerajaannya sempat bertempur dengan kelompok Batu Merah dari golongan setan Ruciman. Banyak kalangan Jin kaumnya terbunuh, termasuk juga istrinya Brojokala, mbok Ruhaina.

Sejak saat itu Brojokala ingin membalas dendam, satu saat entah bagaimana Ruciman menghilang seperti ditelan bumi dan anaknya yang bernama Karatzi sekarang yang menggantikan kedudukan Ruciman.

Brojokala melihat sosok Nuri dan beranggapan lewat tangan Nuri mungkin ia bisa membunuh Karatzi. Oleh karenanya ia memperkenalkan dirinya kepada Nuri.

"Maaf dari bangsat apakah anda?"

"Kami dari bangsat Jin yang bertempat diatas Gunung Kawi, saya adalah raja Jin disana"

Brojokala bercerita panjang lebar tentang dirinya dan kerajaannya.

"Saya ingin membawa kamu ketempat tinggalku, aku ingin kamu melihat bagaimana kami berjuang mempertahankan kehidupan dan wilayah kami"

"Bagaimana bisa? Aku adalah arwah gentayangan yang menunggu diambil kembali oleh yang maha kuasa"

"Aku yang akan membawamu kesana apabila engkau menginginkan, caranya sangat mudah hanya Naik keatas pundakku, Kau bisa terbang ketempatku"

Nuri berpikir ada bagusnya melihat dari dekat kehidupan para Jin, dari dulu ia penasaran tentang keberadaan sosok sosok ini.

Tanpa pikir panjang ia menyetujui dan terbanglah ia bersama Brojokala. Sebuah pengalaman yang tidak bisa ia hilangkan. Dengan sekali angkat tubuh Nuri sudah berada diatas pundak Brojokala yang besar itu. Bulu Bulu lebat dipundaknya serasa hangat dan empuk bagaimana sedang duduk diatas sebuah karpet tebal.

"Nuri, dalam waktu dekat kita akan memasuki alam kekuasanku"

Mata Nuri terbelalak kaget melihat banyaknya bangunan tinggi menjulang tinggi,, dinding dinding disana semuanya terbuat dari kaca, hampir tiada tembok hanya kaca yang berkilauan ketika diterima sinar.

Selain banyaknya mahluk yang berseliweran terbang tanpa alat bantu ia juga melihat ada beberapa kendaraan terbang yang melintas dengan cepat. Nuri takjub melihat semuanya.

Ketika mereka tiba diistana, Nuri dikejutkan dengan pakaian para pengawal Istana yang gemerlapan bagai intan berlian, senjata yang mereka pegang berupa tongkat panjang yang untungnya selalu menyala.

Hari itu Nuri diberikan sebuah cincin yang mana dikatakan oleh Brojokala apabila diinginkan Nuri hanya mengecilkan diujung batu cincin maka pasukan kerajaan Brojokala akan hadir dalam waktu singkat.

Itulah rahasia yang ia pegang hingga kini, sesuai perjanjian dengan Brojokala agar tidak perlu diceritakan kepada Dario atau manusia manapun.

"Saatnya kita melihat kesarang para setan jahanam itu, kamu akan diantar 2 panglima perangku..Amati mereka jangan sampai terlihat, pakailah jubahku ini agar mereka tidak melihatmu" Brojokala berkata sambil memberikan sebuah baju berwarna perak.

Raja Jin itu memanggil 2 panglima perangnya, satu berbentuk laki laki dan satu berbentuk wanita.

"Pergilah ketempat mereka sekarang juga" Brojokala memerintahkan Nuri untuk Naik keatas pundak yang wanita, dalam sekejap mereka terbang secara cepat menembus kecepatan suara.

...~...

Dan memang ketika mereka tiba dimulut sebuah gua dipegunungan Gondo Mayit, Nuri melihat dengan penuh ketakutan ketika 3 raksasa besar sedang dalam keadaan tidur.

sang panglima wanita meletakkan telunjuk kebibirnya menandakan untuk tidak bersuara.

Yang lebih menyeramkan adanya mayat manusia tergantung dengan kedua tangannya direntangkan dan diikat dengan rantai Besi kedinding gua.

Perut mayat itu bolong dan sudah tidak ada isinya, Salah satu kakinya telah hilang.

"Ayo kita kembali keistana...disini berbahaya" bisik sang panglima kepada Nuri.

Dalam hitungan detik mereka sudah tiba kembali kehadapan Brojokala.

"Sekarang kamu sudah melihat dimana mereka berada, jangan sampai setan setan itu menguasai Dunia..kita harus bisa menghancurkan mereka" ucap Brojokala.

"Memang mengerikan apalagi aku melihat ada korban manusia yang sudah menjadi bangkai"

"Ada satu lagi hal yang akan kuperlihatkan kepadamu, tapi yang ini kamu harus tabah jangan bersedih tabahlah hai sahabatku" Kali ini Brojokala memegang tangan Nuri seakan meminta pengertiannya.

"Apa itu? Ceritakan"

Brojokala menutup kedua matanya dan membacakan sebuah mantra.

"Ketahuilah bahwa sebenarnya orang tuamu masih Ada, mereka belum masuk kealam ahir..mereka ada disimpan oleh Karatzi"

"Apa?? Ayah dan ibuku??! Tidak mungkin!"

"Ini benar adanya dan kamu harus bisa menyelamatkan mereka, lokasi mereka berada diatas Gunung Semeru disebuah penjara yang dikelola Karatzi..mereka diperkejakan sebagai budak mereka"

Nuri menutup mulutnya dan matanya terbelalak kaget..

"Tunjukkan kepadaku keberadaan mereka, aku akan membebaskan mereka!!" teriak Nuri.

"Ayok kita kesana, kita akan berangkat sekarang tapi pembebasannya bukan sekarang..kita akan minta bantuan kepada Kiyai Rohmat. Kamu harus minta permohonan lewat Dario dan pak Narto"

"Lalu kenapa kita harus kepenjara itu kalau kita tidak bisa membebaskan mereka?"

"Agar kamu percayai apa yang kukatakan..tapi kamu tidak boleh mengusik mereka..kamu hanya lihat saja, tidak lebih...Sebab apabila kamu lakukan penyerangan aku tau kamu akan kalah dan menjadi tawanan mereka juga"

Nuri terdiam, ia menoleh kearah Brojokala..

"Baik..tunjukkan aku dimana mereka berada"

...~...

Itulah kisah rahasia besar yang Nuri pendam selama ini, ia harus mendampingi Dario sebaik mungkin dan harus bisa menghubungi Kiyai Rohmat Baco secepatnya.

"Dario" bisiknya.

"Ya Nuri"

"Ada sesuatu yang harus aku ceritakan kepadamu dan aku memohon bantuanmu"

"Oh apakah itu Nuri?"

Nuri mulai menceritakan tentang perjumpaannya dengan Brojokala dan apa yang informasi apa yang telah didapati.

"Lho jadi orang tuamu masih ada? Ya Allah..Baik kita harus memberitahu pak Narto dan Kiyai Rohmat. Mereka harus dibebaskan secepatnya!"

"Aku mohon maaf membuatmu repot Dario, tapi aku tidak mau orang tuaku disiksa mereka!"

"Nuri..aku akan selalu membantumu kapan saja, kamu tidak usah minta maaf ya. Sebaiknya aku call pak Narto sekarang"

Dalam perjalanan pulang kemalang itu Dario menceritakan semuanya kepada pak Narto.

"Masya Allah! Kasian sekali mereka! Sebentar mbah Yayi sedang shalat nanti aku call lagi Masya Allah!"

"Saya sudah akan masuk kota Malang, secepatnya kita atur bagaimana caranya menolong mereka ya"

Dario jadi geram dengan berita yang ia terima ini. Oh kasian Nuri.

"Nuri, meskipun pak Narto sudah diberitau sebaiknya coba kamu bicara juga sevmcara bathin kepada mbah Yayi, agar ia bisa langsung membantu kita" bisik Dario.

"Baiklah,saranmu aku terima, sekali lagi terima kasih atas kepedulianmu kepadaku..mungkin aku akan langsung dihadapannya"

"Ya lakukan itu"

Sore hari Dario sudah sampai kembali diMalang. Untuk menjernihkan pikiran ia tidak langsung pulang ketempat kakeknya Dario ingin singgah disebuah cafe..siapa tau ia menemukan Cara yang bagus untuk membantu Nuri.

...~...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!