Kiyai Rohmat Baco.

"Tubuhmu sudah bertambah kuat berkat minum darah manusia istriku" suara itu terdengar menggema diruang kamar mandi.

Wanita itu berdiri diatas bathtub, ia memandang dan tersenyum kepada sosok laki laki muda berbadan tegap seperti seorang atletik. Wajahnya campuran wajah Italia dan Europa sangat eksotik memang.

"Aku akan menanamkan benihku, sudah saatnya kau mempunyai keturunanku" ucap laki laki super keren itu, ia tidak mengenakan apa apa hanya sebuah Jubah berwarna Merah yang menutupi bagian belakang tubuhnya.

Wanita itu keluar dari bathtub, tubuhnya terlihat sangat padat berisi meskipun wajahnya pucat tapi ia mempunyai tubuh bak bidadari. Rambutnya tebal dan hitam pekat sebahu.

Laki laki itu menggandeng tangan kiri sang wanita dan mereka berjalan keluar dari kamar mandi menuju kekamar tidur. wanita itu berjalan dengan wajah tertunduk dan senyum tersungging seolah oleh gadis perawan yang akan memasuki kamar pengantin dimalam pertama.

"Anak kita akan menjadi pemimpin dunia, ia akan menjadi raja di raja hehe..hemmmm" ucap laki laki itu sambil mengelus pipi wanita itu.

Kamar tidur wanita itu didominasi warna Merah tua dan hitam bahkan lampu meja disamping tempat tidurpun warna kapnya merah tua.

Dengan lemah lembut ia mendorong tubuh wanita itu keatas tempat tidur besar dan empuk, wanita itu terduduk dipinggir tempat tidur dan mulai merangkak ketengahnya. Diikuti oleh sang laki laki dan dalam waktu singkat mereka melepaskan dahaga cinta yang membara.

...~...

Tepat jam 8 malam kereta Gajayana masuk kestasiun Jogjakarta, Kota Jogja saat itu sedang giat dengan berbagai kesibukannya.

Dari stasiun Tugu, mereka harus melakukan perjalanan dengan bis umum kearah desa Randusari, disanalah pesantren Al Hikmah Jawawi yang dipimpin Kiyai Rohmat Baqo berada. Kiyai Rohmat adalah guru spiritual Pak Narto. Sudah dari semenjak 15 tahun yang lalu ia belajar mengaji dan seterusnya setelah enam tahun disana ia diangkat menjadi salah satu murid kesayangan Kiyai Rohmat. Dan kiayi Rohmat sangat bangga bahwa kini murid kesayangannya berkarir dikepolisian.

"Assalamualaikum!" ucap Pak Narto ketika menginjak ruang santri dilantai dasar. Serentak beberapa santri yang sedang bercengkrama menjawab dan menyambut dua tamu asing itu.

"Saya panggil mbah yayi dulu Pak, silahkan duduk pak" ucap seorang santri.

Tidak berapa lama muncul seorang tua yang berjalan dengan tongkat, meskipun sudah berumur tapi ia masih lincah. Jenggot putih panjang menghiasi wajahnya.

Pak Narto langsung berdiri dan mencium tangan Kiyai Rohmat. Dario yang melihat kedatangan Pak Kiyai ikut berdiri dan juga mencium tangan orang tua itu dengan penuh hormat.

"Ya Allah.. Alhamdulillah anakku kembali, lho ini siapa?"

"Ini yang Saya pernah ceritakan beberapa waktu lalu, beliau selain teman juga boleh dikata atasan saya"

"Weleh..weleh, ayok masuk kekamar saya..kita ngobrol disana sambil ngopi" Kiyai Rohmat menggandeng tangan kanan Pak Narto, Dario berjalan mengikuti mereka.

...~...

"Hmm..berbahaya sekali, saya sudah melihat keberadaan sosok sosok itu..mereka akan mengacaukan keselarasan manusia, tapi saya juga berjumpa dengan arwah seorang wanita. Rupanya disalah satu ruang hidup kalian dia hadir dan mampu berinteraksi.." Kata Pak Kiyai sambil menganggukan kepalanya.

"Betul Yayi, namanya Nuri dan sosok inilah yang pertama kali hadir didalam kehidupan Pak Dario"

Kiyai Rohmat menoleh kearah Dario dan tersenyum, ia menggenggam telapak tangan Dario dan berkata..

"Malam ini kalian istirahat yang tenang, Mandi dulu makan malam bersama para santri. Nanti malam jam 12 kita bertiga shalat. Insya Allah Saya akan menolong kalian dalam menerangi setan setan jahat itu"

...~...

"Istriku, kamu punya berapa pasukanmu sekarang?"

"Sampai hari ini sudah Ada 25 orang, mereka aku tempatkan dikamar bawah. Ada 2 orang berasal dari daerah sini sisanya dari Semarang dan juga Salatiga"

"Bagus! Tambah terus sampai banyak,kita perlu banyak pasukan..dibawah ada berapa?"

"Masih ada stok 3 mayat, pasukanmu akan mencari lagi korban selanjutnya"

Laki laki ganteng itu mengusap rambut istrinya dan mengecip lembut bibir yang merekah.

"Aku akan pergi, sampai jumpa dilain waktu. Jangan lupa perbanyak pasukanmu"

Ia mengenakan Jubah merahnya berjalan kearah jendela dan terbang menghilang dikegelapan malam.

Wanita itu tidak melihat bahwa ketika laki laki keren itu naik keatas genteng ia telah berubah menjadi sosok hitam besar, dari punggungnya 2 sayap lebar membentang. Wajah yang ganteng telah berubah menjadi wajah yang menakutkan dengan dua tanduk yang menonjol keluar diatas batik kepalanya yang botak.

kuku kuku tangan dan kakinya kini memanjang.

Dari arah sebelah kiri satu sosok yang tidak kalah besar terbang menghampiri, mereka terbang melesat diudara.

"Aku pikir kau tidak mau mendampingimu lagi Alexir!"

"Bagaimana bisa?! Lord Karatzi adalah pemimpinku! Aku akan selalu disampingmu"

Keduanya melesat terbang tinggi diangkasa yang gelap..

...~...

Jam 12 Dario dan pak Narto shalat bersama di imami oleh Kiyai Rohmat Baqo. Setelah shalat Kiyai Rohmat membacakan dia dan diyiupkan kekening Dario dan pak Narto.

"Besok kalian pulang kerumah kakemu diMalang, Biarkan Narto disini bersamamu beberapa hari" ucap pak Kiyai.

"Njjih suwun sanget mbah Yayi"

Jam 1 Dario baru bisa tidur, ia terlelap hingga keluar suara ngoroknya. Didalam alam mimpi itulah Nuri menghampirinya. Nuri nampak berbahagia bisa bertemu kembali dengannya.

"Sampai jumpa esok Hari, aku akan menghubungimu seperti biasa..kini istirahatlah sahabatku"

Jam 5.30 pagi keesokan harinya Dario tergugah oleh ramainya suara santri yang hilir mudik, maklum ia dan pak Narto tidur bersama sama para santri.

"Pak Narto, tadi aku mimpi ketemu sama Nuri"

"Alhamdulillah..berarti kalian sudah bisa saling kontakan, Pak Dario maaf saya tidak bisa Antar pulang"

"Njjih ga apa apa, Saya berterima kasih sudah dipertemukan dengan mbah Yayi. Saya akan Mandi dan pamit kembali ke Malang"

Pak Narto menganggukan kepala..

"Sebaiknya shalat subuh dulu, agar pikiran dan hatimu tenang"

...~...

Perjalanan pulang ke Malang seakan begitu cepat, tidak terasa sebentar lagi akan sampai distasiun kereta kota Malang.

"Dario.."

Kaget, Dario menoleh kekiri dimana ia mendengar bisikan.

"Nuri??"

"aduuh sudah sekali untuk masuk dan menghubungimu..tadi malam aku mencoba masuk dimimpi dan ternyata berhasil, dari sana aku tau bahwa jiwamu sudah terbuka kembali"

"Kenapa? Kangen ya hehe" bisik Dario bercanda.

"Iya sedikit..kamu sudah mendengar berita dari pak Narto?"

"Sudah..tadi malam aku juga dipertemukan dengan mbah Yayi guru spiritual Pak Narto"

"Wah guru yang hebat, aku sendiri sudah dihubungi lewat bathinnya. Dia berpesan kepadaku agar selalu mendampingi dan menjagamu"

"Alhamdulillah..Ada cewe cantik menjagaku hehe"

"Santai..aku akan selalu menjaga dirimu, tapi sosok ini sekarang kenapa menjadi lebih menakutkan ya..aku pernah melihat dia disarangnya bersama 2 wakilnya. Iih mengerikan, aku minta kamu berhati hati ya"

"Baik Nuri terima kasih ya"

...~...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!