Di Gondol Setan

Audrea terdiam penuh kegelisahan sejak temannya tak sadarkan diri, dokter memberikan suntikan penenang agar Rafli tak uring-uringan akibat hal yang ia alami di dalam basement.

Dengan mata yang memanas ia menahan air matanya, tak kuasa melihat keadaan yang Rafli hadapi. Sekarang pria itu menggeliat tak tenang, keringat sebesar butiran jagung mulai bercucuran. Gumaman kecil juga mulai terdengar lirih, semakin membuat Audrea khawatir dan memutuskan memanggil dokter kembali.

"Pasien sepertinya pernah mengalami kejadian yang ia takuti dalam hidupnya, ini mengakibatkan rasa trauma muncul. Hingga halusinasi yang tinggi bisa menjadi penyebabnya." Audrea hanya mengangguki kepalanya paham, namun jika di ingat kembali, apa yang dialami Rafli pasti nyata, bukan hal di buat-buat atau settingan belaka. Ia hanya menanggapi seadanya untuk tidak memperpanjang.

Mungkin orang lain akan menganggap Rafli gila, tapi tidak bagi Audrea. Mereka sama-sama memiliki keistimewaan tersendiri. Audrea yang bisa melihat makhluk tak kasat mata dan Rafli yang bisa melihat masa depan atau masa lalu.

Kembali lagi kepada Rafli, ia bergumam tanpa henti. Suntikan penenang tak breaksi apapun, hal janggal mulai berdatangan.

Lampu ruangan Rafli di rawat terus berkedip, tapi dokter itu tidak merasakan hal aneh. Audrea, ia merasakan ada suatu hal yang akan terjadi.

'Gangguan lagi 'kah?' batin Audrea bertanya.

"Saya permisi dulu, mungkin obatnya akan breaksi beberapa menit lagi. Jadi, tunggu aja," ujar dokter lalu berlenggang pergi yang mendapat respon dari Audrea hanya deheman.

Dokter itu melangkahkan kaki terburu-buru, Audrea hanya berdesis tak suka melihat dokter yang melepaskan tanggung jawabnya.

"Dasar dokter gadungan, gak becus!" umpat Audrea.

Beralih ia menatap Rafli yang masih bergumam kecil. "Sadar dong, gue gak ada yang ngajak berantem, nih!"

Guyonan garing Audrea tak membuat pria itu merespon, di tambah keadaan dalam kamar semakin menjadi. Lampu tiba-tiba saja pecah tanpa gadis itu tahu sebabnya, beralih kepada pintu yang tertutup dengan kencang.

"Lastri?" panggil Audrea dengan garang saat merasa tahu siapa dalangnya.

Sosok wanita muncul dari balik kegelapan, Audrea terus memfokuskan pandangannya. Bodohnya dia, seharusnya sudah dari tadi ingat saat lampu mati ia memakai senter handphone, tapi baru teringat olehnya sekarang.

Cahaya menerangi sudut ruangan, tak ada apapun. Ia periksa ke sisi lainnya, saat gadis itu ingin menerangi tubuh Rafli. Pria itu tak berada di tempatnya, bahkan suara gumaman kecil sudah tak terdengar sejak tadi ketika rungunya kembali mengoreksi.

"Di mana dia!" keluh Audrea tak menemukan Rafli dalam ruangan.

Sedangkan pria itu mulai sadar dari halusinasinya, dengan perlahan ia menatap dan memeriksa sekitar. Kepala sakit tak karuan karena berdenyut kali ini ia rasa.

"Sialan! Kenapa pas kaya gini malah sakit kepala sih!" rutuknya terhadap dirinya sendiri. Ia berdesis tak nyaman. "Gua di mana sih?"

Rafli terus berusaha bangkit walau teramat sangat lemah, mendadak saja ia berhenti dan mendapatkan penglihatan di luar jangkauan.

"Biarlah ini berjalan seperti semestinya, takdir yang akan membawamu dalam kematian! Hihihihi ...." Suara aneh itu terus saja terngiang di seluruh ruangan.

Si gadis hanya berdecak kesal sambil mengepalkan tangannya. "Dasar ******! Mau lo apa sih?"

"Aku mau ...." Ucapan Lastri terhenti saat Rafli ditegur oleh seseorang berpakaian kamtib. Penglihatan menatap masa depan pun hanya sedikit yang ia lihat.

"Maaf Mas, permisi. Warga sini?" tanya kamtib mengarahkan senter ke muka lelaki itu.

Rafli menutup arah cahaya yang menyoroti wajahnya dengan kedua tangan, "Bukan Pak, emang ini di mana ya Pak?"

Pria paru baya itu menghela napasnya berat. "Kamu tuh, kenapa berani ke sini-sini? Ini 'kan depan gerbang pemakaman, Mas," ujarnya sambil menyorot senter ke arah yang dimaksud.

"Terus, sejak kapan gue ada di sini dong?" tanyanya kepada diri sendiri sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Kalo boleh tau, ini di daerah mana ya Pak?"

"Ini TPU Menteng Pulo, Mas," balas kamtib itu, Rafli termangu dalam keadaan yang membuat heran kamtib tersebut.

"Maaf, saya permisi. Makasih Pak!" itulah dialog terakhir yang Rafli sampaikan, kamtib tadi hanya menatap bingung. Hingga sosok penampakan ia temukan di balik gerbang pemakaman.

"Si–siapa?" tanyanya gemetar takut saat sosok itu menatap tajam ke arahnya.

Membuat kamtib jatuh terduduk, lalu seketika pingsan.

Sosok itu setelah melihatnya pingsan langsung menghilang entah ke mana. Sedangkan Rafli masih berjalan menelusuri jalanan dan memasuki terowongan Ksablanca, mencari tumpangan untuk ke rumah sang teman, namun tak mendapatkan satupun kendaraan yang berhenti.

"Pelit banget! Kaki gue sakit banget pula, pulang-pulang nanti, betis gua kaya betis gajah nih!" gerutu pria malang tersebut.

Tanpa ia ketahui, sesuatu tak kasat mata terus saja memperhatikan dan mengikutinya melangkah. Setelah sampai di penghujung terowongan, Rafli menghela napasnya lelah dan mengusap kasar semua peluh yang telah mengucur.

Satu tepukan pelan menyentuh bahu kanannya, Rafli pun menoleh ke belakang.

Pria itu mengerutkan keningnya. "Mas, mau ke mana?" tanya orang itu. Rafli terdiam beberapa saat tidak langsung menjawabnya.

"Rumahnya di mana Mas? Mau saya antar? itu pun kalo Mas-nya gak keberatan." Rafli berusaha mengedipkan matanya, betapa cantik rupa seorang gadis yang berada di hadapan dirinya ini.

Rafli meneguk salivanya dengan kasar. "Rumah saya ada di daerah sebelah, jaraknya kira-kira 2 kilometer dari sini, kamu serius mau antar saya?"

"Serius, ya udah. Kita naik mobil saya aja ya, Mas," ujar gadis misterius menunjuk mobil.

Mereka berdua akhirnya menuju rumah yang Rafli beritahu, rumah Audrea. Gadis tadi hanya tersenyum kecil menanggapinya.

'Lancar,' gumam gadis itu dalam benaknya.

Rafli tidak tahu saja jika sekarang Audrea sedang kelimpungan mencari keberadaan dirinya. Dari seluruh rumah sakit ia telusuri, bahkan kamar mayat ia periksa.

Hatinya gusar, mencari ke sana kemari. Audrea menarik napasnya pelan. "Harus ketemu!"

Keputusannya sekarang, ia akan pulang dulu ke rumah. Untuk membersihkan diri, lalu lanjut mencari Rafli sampai dapat.

Tujuh belas menit kemudian, Rafli dan Audrea sampai secara bersamaan. Mereka saling memeluk melepas perasaan yang telah membuat hati saling khawatir.

"Akhirnya, ketemu juga!" pekik Audrea langsung memeluk Rafli.

"Ahh, lega rasanya bisa ketemu lo lagi," balas Rafli sambil mempererat pelukan.

Setelah acara berpelukan, mereka merenggangkan rengkuhan masing-masing. Mata Audrea langsung terfokus ke arah gadis misterius yang sejak awal hanya memperhatikan.

"Kenapa lo ada di sini?" sinis Audrea bertanya.

Rafli yang melihat itu menyenggol pelan lengan temannya.

"Ehh, maaf ya. Ini temen aku, Audrea. Dre, ini orang yang nolongin gue barusan," jelas Rafli lalu tersenyum manis ke gadis itu.

Audrea berdesis tak suka kemudian menjawab, "Oh."

'Apa dia gak sadar? Nih cewe 'kan bukan manusia tulen,' herannya terhadap Rafli.

Audrea diam-diam juga berpikir, bahwa makhluk ini ada maksud tertentu pastinya. Jika semuanya benar seperti yang ia pikirkan, mungkin saja sejak awal Rafli adalah target makhluk itu dan memang sudah di pantau.

Gadis itu mengangkat bahunya tak peduli, ia lebih kepikiran tentang Yuda sekarang. Rasanya ingin sekali mencari sosok pemuda yang membuat dirinya gelisah dan memberikan kegundahan dalam hatinya.

'Kenapa setiap mikirin Yuda, hati gue enggak tenang ya? Seolah ada ketertarikan?' pikir Audrea sejenak.

Kemudian matanya beralih kepada Rafli, temannya ini terlihat sangat akrab dengan gadis tak jelas itu. Aura dan pancaran mata gadis ini sangat berbeda, entah ia mengincar apa dari Rafli, yang jelas Rafli menerimanya dengan senyum terukir di wajah tampannya.

"Hmm, untuk ukuran setan cakep juga?" gumam Audrea berpikir sembari menggaruk pelipis yang tak gatal.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!