Kepikiran & Ketempelan

Yuda tak jadi menyampaikan kegelisahannya, ia pergi setelah pertemuannya beberapa waktu yang lalu dan tak kembali memunculkan jati diri. Tapi langit cerah seakan mendukung awal hari gadis berparas cantik itu.

Ia mematut diri di depan cermin. Menyunggingkan senyum kecil yang terpatri apik di wajah cantiknya, Audrea berusaha menghapus kenangan tak penting, Yuda contohnya?

"Lupain, enggak penting," gumamnya tersenyum getir ketika mengingat Yuda.

Kain lembut terbalut rapi menutupi seluruh bagian kepala, kecuali wajah. Memakai pakaian senada dengan warna hijab, merah maroon. Entah, kali ini ia ingin sekali memakai hijab, padahal dirinya sadar betul bahwa hatinya masih belum siap.

"Cantik juga. Eh, iya ... 'kan gue emang cantik dari lahir!" gumamnya tersenyum pongah.

Ia menghela napas sebelum berkata kembali, "Cape banget. Padahal cantik, tapi jomblo."

Audrea bangkit dan bergegas berangkat ke kantor, tempat di mana ia akan disibukkan dengan berbagai macam dokumen. Kembali menyemangati diri sendiri dan meraih tas kerjanya.

Kemudian setelah mengunci pintu rumahnya, ia terpaku melihat gerbang yang terbuka. Mengingatkannya kepada seseorang yang berdiri di tengah guyuran air hujan. Wajah rupawan milik Yuda memang mampu mengalihkan perhatiannya, sejenak ia mendelik pertanda menyadarkan dirinya.

"Apa sih ... gak, gue gak boleh mikirin dia!" pungkasnya untuk mengakhiri.

***

Suasana dalam kantor seperti biasanya, namun semua berbeda ketika melihat penampilan Audrea. Mata indahnya menelisik setiap orang yang menatapnya dengan heran. Jelas heran, Audrea yang biasanya berpenampilan casual formal tanpa hijab sekarang berganti gaya menjadi tertutup.

Tak ada kata untuk merendahkan penampilan seorang Audrea, malah pujian dan sambutan ia terima. Ya, pesona tokoh utama tidak bisa diragukan.

"Wahh, lihat? Kamu makin cantik aja, Dre!" puji salah satu seorang staff, ia hanya tersenyum menanggapinya.

"Oh, kamu Audrea ya? Beneran cantik ya ternyata, imut pula kalo make hijab terkesan membuat muka kamu kecil, tapi itu terlihat tetap cute kok," lontar seorang staff berbinar melihat Audrea nan cantik.

Setelah selesai dengan staff lainnya, Audrea segera ke ruangannya untuk memulai aktivitas.

"Ok, kita mulai dari mana dulu ya? Hmmm," gumamnya penuh semangat.

Dengan cermat dan penuh teliti ia membaca dokumen yang akan dikerjakannya, membuat perhatian seseorang terpusat hanya padanya seorang.

'Makin cantik aja nih, calon makmum gue. Hehehe ...,' gurau Angga dalam hati.

Tak sengaja matanya menatap wajah Audrea, terlihat begitu bersinar walau pun masih kelihatan jutek. Dengan berani ia menghampirinya untuk menyapa. Namun sayangnya, ia kalah cepat dengan Sarah. Mau tak mau ia urungkan niatnya. 'Nyapanya nanti aja deh, ada si ratu rese!' kesalnya dalam hati sambil menatap sinis keberadaan Sarah.

"Ahh ... Audreaa! Kamu makin cantik aja sih? Jadi bikin iri aja, ihh!" seru Sarah di depannya .

'Astaghfirullah, gue kira setan!' gumamnya dalam hati sembari mengelus dada.

Baru ingin di jawab, Sarah sudah menyambar pembicaraan duluan. "Rahasianya apa?" tanya Sarah dengan mata berbinar.

"Mba, mau tau?" tanyanya balik sambil menaik turunkan kedua alisnya, lalu anggukan cepat sebagai jawabannya.

"Hmmm ... rahasianya—" Ia menjeda kalimat, semakin membuat Sarah penasaran.

"Apa?"

"Mba-Mba. Gak ada rahasianya 'lah, aku hanya memakai air wudhu kok," balasnya sambil mengedipkan salah satu matanya.

"Ihh! Pelit banget, ya udahlah. Aku mau lanjut, bay!!!" ketus Sarah sambil menggerutu tak jelas.

Yang habis di ajak berbicara hanya menggeleng 'kan kepalanya tak percaya. Mengapa ada seseorang menanyakan hal tak penting tersebut kepadanya.

Tapi wajar jika Sarah menanyakan hal barusan. Namanya juga wanita, ingin terlihat sempurna dan cantik di depan mata semua pria.

Kembali dengan Audrea yang sedang bergelut bersama tugas-tugas kantor, namun saat semuanya telah selesai dan memasuki jam istirahat. Ia mulai tersadar. Ia merasakan cairan pada hidungnya, amat kental.

Ketika itu dirinya langsung berlari menuju toilet untuk memeriksanya, sembari menutupi hidung dengan kedua tangan.

Tak pernah ia menyangka dalam hidupnya, baru kali ini ia mimisan tanpa sebab. Untungnya darah itu tak mengenai pakaian atau hijab yang ia kenakan.

Audrea membersihkan darahnya sambil bergumam, "Sejak kapan gue mimisan? Perasaan, gue gak pernah mimisan deh?"

Setelah semua selesai, ia bergegas menuju ruangan kembali.

Anehnya pintu toilet enggan untuk terbuka. Audrea mengernyitkan keningnya. 'Hal aneh apa lagi yang terjadi?' pikir Audrea.

Bersamanya dengan itu, lampu toilet berkedip dan terdengar suara dari bilik pintu paling ujung. Ia tak ingin memeriksanya, Audrea tetap berusaha membuka pintu dengan keadaan panik bukan main.

Suara decitan pintu mulai terdengar.

Tak ingin sesuatu buruk menimpa, sudah cukup untuknya di pertemukan dengan Yuda dan hantu Lastri. Ia menggedor pintu toilet sekuat tenaga, agar seseorang dari luar mendengar.

"TOLONG! TOLONGIN GUE! BERISIK! MAU LO APA? GUE GAK PERNAH GANGGU KALIAN! PLEASE, JANGAN BERHENTI!" teriaknya penuh emosi sehingga lampu toilet kembali normal.

Kesempatan sempurna untuk kabur pun ia dapatkan, pintu toilet sudah bisa terbuka. Namun saat ia ingin melangkah pergi, seseorang mengatakan sesuatu padanya dari belakang.

"Dia akan mati!" ujarnya tepat di telinga Audrea.

Langsung saja ia menoleh, tak ada siapapun di sana. Semuanya sepi dan hening. Entahlah, Audrea tak memusingkan itu. Tapi kalau di pikir, siapa yang akan mati? Dia seperti memberi kabar tentang seseorang yang Audrea kenal.

"Kalo gue ngeladenin tuh setan, entar gue bisa gila! Aishhh!" gumamnya sendiri sambil mengurut keningnya yang terasa pening.

***

Seseorang berlarian menuju rumah teman baiknya, ingin menyampaikan kabar dan keadaan yang ia hadapi sekarang. Keringat bercucuran dengan napas yang memburu, ada ketakutan di wajah tampan itu.

"Dre! Buka pintunya! Dre! Gue mohon!" pinta Rafli sembari menggedor kuat pintu rumah Audrea.

Hingga seseorang dari kejauhan terlihat berjalan tergopoh-gopoh sambil menyeret kaki kanannya, membuat Rafli semakin takut. Ia menelan ludah secara kasar.

Untungnya pintu terbuka, langsung saja Rafli masuk tanpa menggubris pertanyaan Audrea.

Gadis itu menatap heran. "Lo kenapa sih?"

"Gue abis di kejar setan!" kesalnya sambil mengatur napas.

"Lagian lo aneh sih, masa iya main kejar-kejaran sama setan," ledek Audrea sambil berjalan menuju dapur.

"Cewe gila! Masa iya gue kejar-kejaran sama setan, udah kaya di film India aja!" rutuk Rafli sambil menatap tajam Audrea yang pergi meninggalkan dirinya.

Gadis itu kembali dengan segelas air minum di tangannya. "Nih, minum. Jangan ngoceh aja, berisik!"

"Dasar, nenek lampir. Cerewet banget sih!" umpat pria itu.

Membuat Audrea menghela napasnya sabar dan berkata, "Sama-sama."

Dengan cepat Audrea duduk di sofa seberang sambil memainkan handphone miliknya, teringat sesuatu saat di kantor. Membuatnya tak tenang.

"Fli?" panggil Audrea pelan.

"Hmm," jawabnya singkat.

"Lo gak dapet penglihatan apa pun akhir-akhir ini?" tanya Audrea dengan penasaran.

Rafli mengadahkan kepalanya lalu memejamkan mata. "Untuk sekarang sih enggak, tapi gue punya firasat. Akan ada masalah besar yang bakal menimpa kisah percintaan lo."

Setelah mengeluarkan pernyataan itu, Rafli lalu beralih menatap lekat manik Audrea.

Bohong jika ia tidak mendapat penglihatan, ia melihat Audrea menangis tersedu-sedu karena kepergian Yuda. Sampai membuat dirinya ikut merenggang nyawa bersama.

Sekarang Rafli hanya berusaha menjaga Audrea agar tidak mencari Yuda, di lihat dari sorot mata Audrea, Rafli bisa menebak kesedihan yang dirasakan gadis itu.

"Maksudnya apa? Gue gak ngerti?" cakapnya bertanya kembali.

"Bukan apa-apa, dari pada lo nanya mulu. Mending bikinin gue makanan, gue laper nih!"

Audrea hanya menatap geram tingkah temannya yang bersikap seenaknya, mau tak mau ia pun menuruti permintaan Rafli dan berjalan menuju dapur.

"Gue gak akan kasih tau, Dre," lirihnya saat sosok Audrea menghilang dari penglihatan.

Beberapa waktu berlalu, kini mereka berdua memutuskan untuk tidur, karena Rafli memilih menginap di sana. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.05 WIB, kegiatan ringan yang mereka lakukan cukup lama walau hanya mengobrol dan bersenda gurau.

Rafli mengantuk dan sama halnya dengan Audrea, mereka menuju kamarnya masing-masing untuk melepas lelah.

Ketika sampai kamar Audrea tak sadar jika seseorang selain dirinya berdiri di pojok ruangan bersama kegelapan, namun kantuk itu terus menyerang. Hingga kepalanya sudah menempel pada bantal, ia langsung terlelap begitu cepat.

Orang itu berjalan tenang sampai tempat tidur Audrea, ia mengagumi setiap inci wajah yang menenangkan itu. Namun, hatinya begitu sakit saat mengingat orang lain. Ia harus meninggalkan Audrea sekarang, tak mau kehidupannya berpengaruh buruk kepada Audrea.

Yuda menatap lekat wajah cantik itu.

"Seharusnya aku gak pernah datang dalam kehidupan kamu," gumamnya lirih.

"Maaf, jaga diri kamu baik-baik. Setelah ini jangan cari aku, kamu adalah cinta ke dua setelah Lastri hilang, Dre," ujarnya sendu sembari mengusap lembut surai gadis yang berwarna hitam kelam itu.

Setetes air jatuh dari matanya sambil berjalan melangkah pergi. "Jaga dirimu baik-baik, sekali lagi, maaf ... maafkan aku." Setelah berkata seperti itu, Yuda pergi tanpa jejak.

Hanya jendela terbuka dengan angin malam yang menusuk masuk. Membuat sang empu terbangun lalu menutup kembali jendela yang sempat terbuka, Audrea benar-benar mengantuk, jadi ia melanjutkan tidurnya.

Berbeda dengan Audrea, Rafli mencari posisi nyaman untuk terlelap. Tujuannya ke sini sebenarnya untuk menyampaikan sesuatu, namun ia urungkan. Takut sewaktu-waktu Audrea mencari keberadaan orang itu, yang tak lain adalah Yuda.

Tadinya ia sudah ikut mengantuk bersama Audrea, tapi sekarang malah ia masih terjaga.

Hingga suara berdecit dalam keheningan muncul, seperti suara kursi tergeser berasal dari luar kamar. Rafli tak mengindahkan hal itu, ia memilih tetap dalam kamar.

Sialnya ia mendengar suara lainnya, seperti suara ayam berkokok. Tunggu. 'Sejak kapan Audrea memelihara ayam?' tanyanya heran dalam hati.

Saat matanya ingin terpejam, sayup-sayup suara nyanyian terdengar.

Langsung saja ia membungkus dirinya dengan selimut hingga menutupi semuanya, suara yang terdengar memang indah. Tapi itu terdengar menyeramkan juga, aneh.

Di kesunyian malam ini ...

Suara itu seperti mendekati kamar yang di pakai oleh Rafli, Rafli tetap pada pertahanannya. Diam dalam selimut.

Ku datang menghampiri ...

Ia mengenali suara itu, ia tahu itu suara milik siapa. Bulu kuduknya mulai berdiri, merinding menghampiri ketenangannya sekarang.

Dirimu yang pernah berjanji ...

"Ya Allah, tolonglah hambamu ini," gumam Rafli merapalkan doa.

Sehidup dan semati ...

Dengan ketakutannya, ia berdoa dan membaca ayat kursi. Ia membaca itu berulang kali sampai suara tak terdengar lagi, ia bersyukur karena semuanya kembali normal.

Saat itu juga kantuk datang kembali, berakhir ia terlelap. Namun suara nyanyian itu kembali terdengar dari luar jendela, yang jelas Rafli tak mendengar karena sudah terlalu pulas.

Ada sosok wanita, ia bernyanyi sambil memainkan rambutnya. Menatap kosong pada kamar yang di tempati Rafli.

Ku datang menghampiri

Dirimu yang pernah berjanji

Sehidup dan semati ....

Tak lama hujan turun secara tiba-tiba tanpa tanda, mengguyur kota Jakarta pada malam hari. Membahasi beberapa daerah sekitarnya, lalu lantunan itu terdengar lagi.

Ku ingin bersama berbaring di dadamu

Lupakan khianat yang lalu ....

Namun tak membuat wanita itu lekas pergi dari tempatnya berdiri, ia masih pada pendiriannya. Bernyanyi di bawah hujan, suaranya terdengar lirih dan menyedihkan.

Di kekelaman hati ini

Kan ku tagih sampai mati

Yang kau bisikkan ke rambutku

Melambai tanpa arti ....

Sepertinya Rafli sedang ketempelan sekarang, wanita itu masih enggan pergi sejak sore tadi. Sosok misterius masih setia pada tempatnya berpijak.

Ku ingin bersama berbaring di dadamu

Lupakan khianat yang lalu ....

Hingga di lirik terakhir ia mulai perlahan pergi dan menghilang seperti terbawa oleh angin.

Terpopuler

Comments

MasWan

MasWan

lagu apa ini thor judulnya???

2023-07-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!