Falshback on
Ranti yang tengah diliputi rasa kesal segera masuk menuju kamar tamu. Ia tak mendengarkan lagi panggilan Maza Nishimura, ia langsung menuju ke atas ranjang dan berbaring menghadap ke arah jendela kamar.
Saat akan tertidur, Ranti dikejutkan dengan suara lirih Maza Nishimura yang kini ada di dekatnya. Maza mengoceh hingga membuat telinganya berdenging.
"Kenapa sih dengan pria ini? Tadi dia marah-marah sekarang dia minta maaf. Maunya apa?"
Ranti terus mendengar ocehan Maza Nishimura yang tiada henti seperti rentetan bunyi meriam tembak.
"Kemarin mengatai Dika dengan mulut granat, sekarang mulutnya sendiri yang sudah seperti granat."
"Tuan ini kenapa sih? dari tadi mengoceh sendiri, saya ingin istirahat."
Ranti terlalu kesal dengan sikap Maza Nishimura yang suka seenaknya sendiri, ia lalu mengacuhkan pria itu.
"Baiklah.. tapi kamu menerima permintaan maaf saya kan?"
"Belum tahu."
Maza lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia pun turut ikut berbaring di sebelah Ranti. Ia mencoba memejamkan matanya namun ia masih tetap tak bisa tidur, ia memikirkan nasib kejelasan hubungannya dengan gadis pribumi yang kini sudah mulai mengarungi alam mimpinya.
Maza lalu menatap punggung Ranti dengan tatapan memuja. Ia lalu melingkarkan tangannya dan memeluk Ranti dengan erat.
flashback off
...----------------...
"Anda jadi menguras kolam ikan?"
Tanya Ranti setelah membersihkan piring dan gelas bekas makannya dan Maza Nishimura.
"Iya. Kamu akan ke pasar lagi?"
"Iya Tuan, anda mau menitip sesuatu?"
Senyum yang Ranti layangkan pada Maza Nishimura membuat pipi pria itu bersemu merah.
"Tidak. Kalau kamu ingin sesuatu beli saja dengan gulden yang kemarin ku berikan."
Ranti lagi-lagi tersenyum penuh kemenangan, ia akan menggunakan uang itu untuk membantu Kyai Fuad membeli berbagai macam kebutuhan terutama bahan makanan.
"Terimakasih Tuan.. kalau begitu saya pergi ke pasar dulu ya Tuan."
Maza lalu menganggukkan kepalanya, ia lalu bergegas menuju ke arah Yamaguchi yang sudah menunggunya di depan kolam ikan.
"Kalau sudah selesai belanja segera kembali!"
Teriakan Maza Nishimura dari arah kolam membuat Ranti sedikit kaget, ia pun menganggukkan kepalanya dan bergegas keluar dari kediaman bersama Tinem.
Kali ini mereka diantar menuju pasar oleh salah seorang penjaga dengan menggunakan Jeep milik Maza Nishimura.
Setelah sampai disana, Ranti dan Tinem berkeliling berdua menuju ke tempat penjual ikan. Mereka membeli ikan segar dan juga beberapa sayuran.
"Sepertinya sudah cukup Mbok."
"Iya Non.. Kita langsung pulang atau Non masih mau membeli barang lainnya?"
"Ingin lihat-lihat dulu mbok."
Tinem pun mengangguk dan menuruti kemauan Ranti, ia juga senang jika diajak jalan-jalan ke pasar, setidaknya ia bisa cuci mata.
"Mbok ayo kesana."
Ranti lalu berjalan cepat ke arah penjual Aksesori, ia terpikat dengan jepit rambut berbentuk bunga teratai dan memutuskan untuk membelinya.
"Bagus sekali Non, nanti malam coba pakai saja untuk memikat Tuan Maza siapa tahu Tuan Maza tambah cinta kepada Non."
ucapan Tinem membuat Ranti menggelengkan kepalanya.
"Mbok ini bagaimana sih, memang Tuan Maza sudah jatuh cinta denganku kan, untuk apa juga di tambah-tambah?"
Dengan percaya diri, Ranti lalu berjalan menuju ke arah supir kediaman Maza yang sedari tadi menunggunya di dekat Jeep yang terparkir di depan pasar.
"Sudah selesai Nona?"
"Iya Tuan. Ayo kembali."
Jeep lalu melaju dengan kecepatan normal, saat akan sampai di perempatan Tinem meminta berhenti sejenak di apotek dengan alasan ingin membeli beberapa obat.
Ranti dan Tinem segera turun dari Jeep dan berjalan menuju ke dalam apotek, kondisi apotek yang tidak terlalu ramai pun membuat Danang dan Kang Suro yang sedang berjaga pun mengarahkan pandangannya kearah Tinem.
"Eh Tinem, ada kabar apa kamu kemari? Lalu ini siapa? apa dia Nona Ranti yang kamu ceritakan pada Danang tempo hari lalu?"
Kang Suro sudah diceritakan oleh Danang perihal Ranti yang akan membantu perjuangan mereka dan bahkan bersedia menjadi mata-mata untuk pihak pejuang.
Kang Suro amat sangat bahagia dengan keputusan Ranti, keputusan itu diambil tentu juga dengan pertimbangan berat, apalagi jika suatu saat Nippon mengetahui kalau Ranti merupakan seorang penghianat di tubuh Nippon itu sendiri, bisa-bisa hukuman berat bahkan kematian bisa menghampiri gadis itu.
"Njih kang Suro, dia Nona Ranti, saya membawanya kemari untuk mengenalkannya pada kalian."
Kang Suro dan Danang pun manggut-manggut, Danang lalu tersenyum ke arah Ranti hingga pandangan mereka saling bertemu.
"Salam kenal Nona Ranti, Saya Danang dan ini Pak lek saya namanya Suro."
Ranti pun mengangguk dan tersenyum kecil.
"Saya ingin kalian melakukan sesuatu untuk saya."
"Apa itu Nona?"
"Tolong berikan obat-obatan sesuai dengan jumlah gulden yang ada di dalam kain ini untuk para pejuang yang sedang mengobati lukanya di tempat kyai Fuad. Kalian tentu mengenal kyai Fuad bukan?"
Danang dan Kang Suro kemudian mengangguk, ia paham dengan perintah Ranti sekarang.
"Baiklah Nona, Anda bisa mempercayakan ini pada kami." ucap Danang dengan mantap.
"Dan Nona juga harus berhati-hati, jangan sampai Tuan Nishimura tahu."
Ucap Kang Suro dengan lirih, ia takut supir Jeep yang merupakan prajurit Nippon itu mendengarkan obrolan singkat mereka.
Ranti mengangguk dengan cepat, ia kemudian menyuruh Tinem untuk segera kembali ke kediaman karena hari sudah mulai terik. Jeep yang membawa dua wanita Jawa itu akhirnya melaju menuju kediaman yang jaraknya tak jauh dari perempatan.
"Mbok ya jangan di lihat terus seperti itu Nang.."
Sindiran Kang Suro sukses membuat wajah Danang gelagapan, ia begitu terpatri dengan pesona Ranti yang memang cantik dan juga anggun.
"Dia cantik kan Pak lek?"
"Ya cantik, tapi dia juga gundik kesayangan Petinggi Nippon, apa kamu mau bersaing dengan orang seperti Maza Nishimura?"
Danang bergegas menggelengkan kepalanya, ia masih begitu tak berani jika harus berhadapan satu sama lain dengan Maza Nishimura yang notabene adalah seorang petinggi Nippon yang sudah berpengalaman di medan peperangan.
"Pak lek.. Apa mungkin suatu saat nanti Tuan Nishimura akan membelot ke negeri ini?"
Kang Suro pun mengangkat bibirnya ke atas, walaupun tampak ragu tapi kang Suro yakin suatu saat Ranti bisa melunakkan hati seorang petinggi Nippon bernama Maza Nishimura itu.
"Semoga saja. Jika Tuan Nishimura membelot ke negeri ini tentu akan menguntungkan pihak kita Nang."
Danang setuju sekali dengan ucapan Kang Suro, jika Maza Nishimura membelot ke negeri ini, sudah pasti banyak tentara Nippon lainnya yang mengikuti langkah Maza Nishimura.
...----------------...
Sampai di kediaman, Ranti dan Tinem segera memasak makan siang untuk Maza Nishimura, sesekali Ranti menengok ke arah Maza dan Yamaguchi yang masih dalam aktivitas mereka yaitu membersihkan kolam ikan.
"Jangan dilihat terus Non, Tuan Maza tidak kemana-mana loh."
Ranti yang mendengar godaan itu segera memalingkan wajahnya ke arah lain.
Setalah berkutat di dapur, akhirnya masakan mereka selesai juga, Ranti pun menata masakan tadi ke atas meja makan, ia juga menyiapkan makanan dalam wadah lainnya untuk para penjaga di depan kediaman Maza.
"Yang ini untuk penjaga di depan mbok."
"Njih. Sebaiknya Non juga memanggil Tuan Maza supaya makan siang dulu."
Ranti pun mengangguk dan bergegas menuju ke arah Maza Nishimura, ia sebetulnya tampak ragu karena Maza dan Yamaguchi terlihat masih sibuk mengembalikan ikan-ikan itu ke dalam kolam.
"Tuan.. sudah waktunya makan siang."
Maza dan Yamaguchi menoleh ke sumber suara.
"Baiklah, sekarang istirahatlah dulu Yamaguchi, bawa juga makanan itu kedepan."
perintah Maza segera di angguki oleh Yamaguchi, kepala penjaga itu segera bergegas menuju ke arah Tinem yang sudah membawa nampan berisi makanan untuk para penjaga.
"Ayo Tuan.."
Maza lalu mengangguk dan mengikuti langkah Ranti, sebelum itu ia menyempatkan diri untuk membersihkan dirinya.
grepp
Maza Nishimura langsung menggapai tubuh Ranti dan memeluknya dengan erat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments