BAB 18

"Tuan.. ada apa?"

Ranti menoleh ke arah Maza Nishimura.

"Sebentar saja."

"Tapi Nanti makanannya bisa dingin jika kita berlama-lama disini."

Maza menganggukkan kepalanya, ia melepaskan pelukannya dari tubuh Ranti.

"Ayo Tuan."

Ranti menggandeng tangan Maza Nishimura untuk segera ikut menuju meja makan.

Maza begitu terpukau saat Ranti menyiapkan makanan untuknya, Ranti juga menambahkan menu favorit Maza yaitu udang rebus yang telah ia kupas kulitnya ke dalam mangkuk nasi milik Maza.

"Makanlah yang banyak Tuan."

Ranti tersenyum manis ke arah Maza hingga membuat Maza semakin terpesona.

"Kamu juga harus makan Akiko, jangan hanya saya saja yang kamu perhatikan."

Ranti pun mengangguk dengan cepat, ia lalu menyusul Maza Nishimura makan.

*Tap

Tap*

"Maaf mengganggu waktu anda Tuan."

Yamaguchi membungkuk hormat ke arah Maza Nishimura.

"Ada apa?"

"Saya baru saja mendapatkan informasi dari markas besar bahwa hukuman untuk para tahanan yang berada di markas besok pagi akan di eksekusi Tuan."

Maza Nishimura sedikit kaget dengan berita yang Yamaguchi bawa, tidak biasanya markas besar mengeluarkan berita dadakan seperti ini.

"Kenapa? apa ada masalah?"

"Pada hari Minggu nanti Tuan Nagano akan mengadakan upacara minum teh bersama para petinggi Nippon dari semua wilayah Jawa Tuan, itu sebabnya Tuan Nagano mempercepat proses eksekusi para tahanan."

Diam-diam Ranti menajamkan pendengarannya, ia harus segera bergerak cepat untuk memberitahukan kabar itu pada kyai Fuad supaya mereka bisa membebaskan para tahanan.

"Baiklah, kau boleh kembali Yamaguchi."

Yamaguchi membungkuk hormat dan meninggalkan meja makan Maza dan Ranti.

"Malam ini adalah malam terakhir, mereka harus cepat sebelum terlambat."

Batin Ranti bergejolak, ia lalu mengarahkan pandangannya ke arah Tinem yang berada di dapur, ia seolah sedang menyusun rencana agar pembantu kediaman itu bisa pergi malam ini juga.

Setelah makan siang selesai Maza Nishimura bergegas melanjutkan pekerjaannya membersihkan kolam ikan, kali ini ia tidak dibantu oleh Yamaguchi karena hanya tinggal mengisi air nya saja dan mengembalikan bunga-bunga yang berada di pot itu ke asalnya.

"Mbok.. mbok tadi dengar sendiri kan apa yang Yamaguchi bilang?"

Tinem pun menatap mata Ranti dengan teguh, ia juga paham dengan ucapan Yamaguchi kepada Maza Nishimura tadi.

"Njih Non.. saya paham."

"Kalau begitu segera beritahukan kepada kyai Fuad mbok."

"Saya akan melayani Tuan Maza supaya dia tidak bisa kemana-mana, bilang saja ke penjaga di depan saat pukul 5 nanti kalau mbok akan membelikan saya kue putu."

Tinem mengangguk paham, ia harus bergerak secepatnya supaya kyai Fuad bisa menyusun rencana untuk pembebasan para tahanan.

"Akiko."

Suara panggilan Maza Nishimura membuat Ranti bergegas menyusul pria itu yang tengah berada di depan kolam ikan.

"Ada apa Tuan?"

"Tidak, hanya ingin berdua denganmu saja."

Maza lalu memeluk Ranti sembari meletakkan kepalanya ke atas pundak Ranti. Mereka berdua terlihat seperti pasangan yang sedang dimabuk kasmaran.

"Jangan memarahi ikan lagi karena aku belum pulang Akiko, mereka tidak salah apa-apa."

Ucapan Maza langsung membuat Ranti malu seketika, pasti Tinem dan Yamaguchi sudah bercerita panjang lebar mengenai kemarahannya saat Maza Nishimura belum pulang.

"Maafkan saya Tuan, saya..."

"Sudah tidak apa-apa, jangan di pikirkan."

Maza lalu mengeratkan pelukannya pada Ranti.

"Tuan.. saya ingin melayani Tuan."

Ucapan Ranti yang mendadak membuat Maza Nishimura hampir jantungan.

"Sekarang?"

Petinggi Nippon itu begitu kaget hingga otaknya masih belum bisa berpikir, karena biasanya ialah yang meminta lebih dulu.

"Iya.. apa Tuan tidak ingin?"

"Ingin, bahkan sangat ingin. Jika setiap waktu aku punya waktu luang pasti aku akan memilih bergumul denganmu."

Dengan semangat Maza langsung menggendong Ranti menuju ke kamarnya.

"Ahh sebentar Tuan, saya mau pesan sesuatu dulu ke Mbok Tinem."

"Pesan apa?"

"Kue putu yang ada di dekat apotek sana Tuan, saya ingin memakannya."

Maza lalu menganggukkan kepalanya, Ranti lalu bergegas memanggil Tinem.

"Mbok Nem, tolong belikan kue putu yang di dekat apotek itu ya Mbok."

Ucapan Ranti langsung di angguki oleh Tinem setelah mendapat persetujuan dari Maza Nishimura.

Maza Nishimura pun langsung membawa Ranti ke dalam kamarnya untuk ia eksekusi.

"Kamu memang cantik sekali Akiko..."

Maza lalu bergegas memulai pergumulan itu dengan hasrat yang sangat membara hingga jeritan Ranti sampai bergema di seluruh bangunan kediaman.

......................

Ditempat lain, Matsuda melangkahkan kakinya menuju ke arah penjara wanita yang berada tak jauh dari markas.

"Siapa disini yang bernama Narshi!"

Ucap Matsuda dengan nada tinggi hingga membuat semua wanita yang ada disana meringkuk ketakutan.

Tiada seorang pun yang berani membuka suara ataupun membuat gerakan yang bisa berakibat fatal pada diri mereka sendiri.

"Ku ulangi sekali lagi! siapa disini yang bernama Narshi!"

Narsih yang ketakutan pun berdiri, walau ia tak tahu apa yang petinggi Nippon itu akan lakukan tapi jauh lebih baik kalau ia menuruti saja.

"S-saya Tuan."

Matsuda langsung tersenyum miring, seketika itu juga ia memerintahkan dua orang prajurit untuk membawa Narsih ikut bersamanya.

"Tuan.. Sa-saya akan dibawa kemana Tuan?"

"Diam!"

Sentakan prajurit itu sukses membuat Narsih membungkam mulutnya sendiri.

Narsih dibawa menuju ke ruangan Matsuda disana ia langsung bersimpuh di hadapan petinggi Nippon yang satu tingkat lebih rendah dari pada Maza Nishimura.

"Tuan.. ampuni saya, maafkan saya karena sudah berani menyinggung perasaan Tuan Maza Nishimura. Sungguh, waktu itu saya sedang emosi Tuan.."

Narsih memohon agar diberi ampunan oleh Matsuda. Pria itu bahkan hanya memicingkan matanya.

"Ada seseorang yang menginginkan kematian dirimu."

Ucapan Matsuda membuat kedua bola mata Narsih membulat sempurna.

"Mati? Siapa Tuan? kenapa dia ingin saya mati? apa Tuan Maza Nishimura? ataukah Ranti?"

Narsih mengusap air matanya, ia kemudian menatap Matsuda dengan tatapan memelas, ia yakin jika orang yang meminta kematiannya kalau bukan Ranti pasti Maza Nishimura.

"Hmmm.. kau bahkan salah besar."

Degh

Narsih kaget, jika bukan Maza Nishimura dan Ranti lalu siapa lagi?. Semua pertanyaan yang ada di otak Narsih membuatnya semakin pusing.

"Kau kenal Dika?"

Tanya Matsuda sembari mengamati wajah Narsih yang memang cantik, walaupun masih kalah jauh dengan Ranti.

"Raden Dika? iya, dia yang sudah menghamili saya Tuan, dan gara-gara dia juga saya keguguran."

Narsih lalu meringis saat mengingat saat ia diseret oleh Matsuda menuju ke penjara Nippon, ia sudah berbulan-bulan berada disana dengan gizi yang memburuk, ditambah lagi minuman penggugur kandungan yang Dika berikan sewaktu Putra bangsawan itu berkunjung ke sana membuat janin yang berada di perut Narsih luruh.

"Dialah yang menginginkan kematian dirimu."

Ucap Matsuda dengan senyum seringai.

"Tuan.. tolong jangan bunuh saya Tuan.. beri saya kesempatan hidup di dunia ini Tuan, saya janji saya akan melakukan apapun yang Tuan inginkan."

begitu mendengar ucapan Narsih Matsuda langsung tersenyum lebar.

"Kalau begitu layani saya!"

Degh

Kedua bola mata Narsih melotot, ia masih tak percaya dengan ucapan Matsuda barusan.

"Melayani Tuan?"

"Ya. bukankah kamu berpengalaman soal ini?"

Narsih pun gelagapan hingga membuat Matsuda tertawa.

"Layani saya maka saya akan mengampuni nyawamu."

Narsih kemudian menatap Matsuda cukup lama, entah apa yang ia pikirkan hingga tak terasa kepalanya mengangguki ucapan dari Matsuda.

"Baiklah Tuan, tapi tolong jangan bunuh saya.. Saya belum membalas rasa sakit hati saya terhadap lelaki itu Tuan."

Narsih sangat kecewa hingga ingin membalaskan dendam nya pada Dika. Sementara Matsuda ia langsung tersenyum penuh kemenangan, ia seolah lupa dengan janjinya kepada Dika untuk membunuh Narsih.

Terpopuler

Comments

Author DE LILAH

Author DE LILAH

huaah menyedihkan

2023-06-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!