"Tuan Nishimura.. Maafkan kami Tuan."
Para prajurit Nippon itu tertunduk diam saat melihat ekspresi wajah Maza Nishimura yang dingin dan seperti ingin memakan orang.
"Kenapa anda memarahi mereka? mereka hanya mengikuti kemauan ku saja."
Kini Ranti berani bersuara, ia yang menyuruh para penjaga untuk makan malam di dalam, seharusnya ia juga dimarahi.
"Kenapa kamu mengundang mereka semua untuk makan disini?"
Tanya Maza sambil mendelikkan matanya, bukan ia tak suka mereka ikut makan, tapi Ranti mengundang mereka tanpa ijin dari Maza lah yang menjadi masalahnya.
"Memangnya kenapa? apa itu tidak boleh? lagi pula saya sudah bersusah payah memasak untuk anda, tapi anda sendiri tidak pulang-pulang, saya menunggu anda dari siang Tuan. Dari pada makanan yang saya buat berakhir di tempat sampah lebih baik saya makan bersama dengan mereka."
Ranti melontarkan pembelaannya, bukan ia tak mau kalah, tapi apa yang baru saja ia ucapkan adalah suatu kebenaran, ia bahkan sudah totalitas dalam membuat pepes ikan bersama Tinem tadi siang.
"Kenapa kamu menunggu saya? bukankah kemarin malam saya sudah bilang, kalau di markas besar sedang ada tamu penting?"
Ranti lalu terkesiap, ia pun menatap Maza dengan tatapan tajam, mereka beradu pandang seolah sedang berada dalam pertarungan.
"Hanya itu kan? Anda tidak bilang kalau anda tidak akan makan siang di kediaman?"
"Astaga! Kalau saya bilang begitu, itu artinya seharian saya akan ada di markas dan tidak pulang, kamu ini bodoh sekali!"
ucapan Maza Nishimura langsung membuat gadis itu terkejut, mata Ranti berkaca-kaca, ia pun segera berbalik dan bergegas ke arah kamar yang ada di lantai bawah. Ranti kecewa dengan sikap Maza Nishimura yang kembali menjadi sosok petinggi Nippon kejam.
Maza yang melihat tingkah Ranti langsung bergegas memanggil gadis itu. Ia menepuk jidatnya sendiri karena tersadar akan ucapannya yang bagaikan sebuah tusukan Katana.
"Akiko berhenti! saya bilang berhenti!"
Perkataan Maza tak di gubris sedikitpun oleh Ranti yang terus berjalan dan menutup pintu kamar dengan amat kencang hingga membuat semua orang terpaku di tempatnya.
Maza lalu memijit pelipisnya dan menghembuskan nafas panjang. Ia lalu berbalik dan mendapati para penjaga masih ada disana, ia pun segera menyuruh mereka keluar dari ruang makan dan kembali ke pos jaga, sementara itu Tinem juga langsung membersihkan gerabah bekas makan mereka.
*Tok Tok
Tok Tok*
"Akiko.. Tolong buka pintunya."
Maza mengetuk-ngetuk pintu kamar, namun tak ada jawaban dari dalam.
Tok Tok
"Akiko... Maafkan saya."
Maza masih tetap setia berada di depan kamar Ranti, ia kemudian menatap pintu kamar itu dengan pias.
"Tuan.. sudah. sebaiknya Tuan istirahat saja, Nona Akiko hanya sedang kesal. Seharian tadi dia paling semangat ingin membuatkan anda makanan yang paling enak untuk anda. Nona juga bahkan membeli bahan-bahan lalu memasaknya sendiri Tuan."
"Apa masakan nya masih ada?"
Tanya Maza Nishimura, pria itu ingin sekali mencicipi masakan Ranti.
"Masih Tuan, sisa satu."
"Yasudah tolong ambilkan untuk saya Tinem, saya ingin mencicipinya."
Tinem pun berlalu menuju ke dapur mengambilkan satu pepes ikan yang tersisa untuk Maza. Ia lalu menghidangkan makanan itu ke meja makan, Maza Nishimura langsung menyambar makanan itu hingga tandas.
"Hmmm oishi."
ucap Maza dengan sangat lirih, ia begitu menikmati pepes ikan patin buatan Ranti, ia menyesal seharunya ia pulang tadi siang agar bisa menikmati makanan enak itu lebih banyak.
Setelah menyelesaikan makanannya ia segera membersihkan diri terlebih dahulu lalu mencari kunci cadangan dan membuka paksa kamar yang ditempati oleh Ranti.
Cklek
saat Maza masuk ke dalam kamar, kondisi kamar begitu gelap, ia lalu mengedarkan pandangannya ke arah ranjang. Disana terlihat punggung Ranti yang tidur menghadap ke arah berlawanan dari pintu.
Ia kemudian melangkah dan naik ke atas ranjang.
"Maafkan saya Akiko.. Terkadang mulut saya ini memang suka sembarangan karena memang sudah terbiasa."
"Saya tadi sudah memakan makanan buatan mu.. enak sekali, Arigatogozaimasu.."
Maza terus berbicara walau sang lawan bicara justru enggan untuk menimpali ucapannya.
"Besok saya libur, tolong masakkan lagi ya.."
Maza menyentuh lengan Ranti hingga membuat gadis itu merasa jengah.
"Tuan ini kenapa sih? dari tadi mengoceh sendiri, saya ingin istirahat."
"Baiklah.. tapi kamu menerima permintaan maaf saya kan?"
"Belum tahu."
Ranti pun segera memejamkan matanya, ia tak peduli lagi dengan Maza Nishimura yang masih memandangi punggungnya sejak tadi.
Maza yang mendapat penolakan pun hanya bisa pasrah dan ikut tidur di samping Ranti.
...ΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam berganti pagi, Cahaya mentari pagi masuk ke dalam sela-sela tirai kamar tamu yang Ranti dan Maza pakai.
Errghh
Ranti menggeliat, ia merasakan tubuhnya seperti tertimpa benda berat yang membuat nafasnya semakin mengembang dan mengempis.
"Tuan.. bangun Tuan.."
Ranti menoleh ke arah Maza Nishimura yang saat ini masih tidur dalam posisi memeluknya.
"Pantas saja berat sekali, seperti tertimpa genderuwo saja! Tapi kalau dilihat-lihat dia tampan juga" ucap Ranti dalam hati
Ranti memandangi alis Maza yang terlihat tebal dan juga matanya yang sangat runcing serta bulu mata yang hanya sedikit. Ia kali ini terpesona dengan lelaki yang sudah membuatnya emosi kemarin malam.
"Kenapa memandangiku terus? Apa aku setampan itu?"
Maza sebetulnya sudah bangun lebih dulu dari Ranti, tapi melihat Ranti yang masih tertidur pulas, ia pun melanjutkan tidurnya lagi.
"Apasih Tuan. Siapa yang melihat Tuan? Saya hanya melihat tetesan air liur Tuan yang menetes sejak tadi."
Setelah mendengar ejekan Ranti, Maza kemudian bangun dan menyeka bibirnya.
"Mana? tidak ada air liurnya."
Ranti lalu tertawa puas karena sukses menjahili Maza Nishimura hingga pria itu kalang kabut.
"Ehh kamu sedang menjahili diriku rupanya. Baiklah sekarang aku harus menghukum mu."
Maza lalu bergegas menggelitik perut Ranti hingga gadis itu tertawa kegelian. Maza terus saja menggelitik Ranti hingga membuat gadis itu menggeliat seperti ulat.
Mereka saling menggelitik satu sama lain hingga membuat suara tawa mereka semakin kencang, bahkan suara tertawaan mereka sampai terdengar ke arah gerbang kediaman, Tinem yang sedang memberikan teh hijau kepada para penjaga pun langsung menggelengkan kepalanya.
"Apa mereka sudah berbaikan Tinem?"
"Saya ndak tahu Tuan, sepertinya memang begitu, Tuan tadi dengar sendiri kan suara mereka?"
pertanyaan Tinem langsung disambut anggukan oleh para penjaga.
Sementara itu Ranti dan Maza yang mulai kelelahan akibat saling menjahili satu sama lain pun kini terdiam, mereka saling beradu pandang hingga membuat Ranti mengalihkan pandangannya.
Maza dengan cepat meraih tubuh Ranti dan memeluknya. Ia lalu meminta maaf kepada Ranti karena telah membuat gadis itu emosi semalaman.
"Maafkan saya Akiko.. Maaf karena mulut saya ini selalu lepas kendali."
Ranti lalu mengangguk dan menoleh ke arah Maza Nishimura, ia lalu menyunggingkan senyuman manis kepada petinggi Nippon itu.
"Senyuman mu sangat cerah seperti matahari pagi ini."
ucap Maza Nishimura seraya mengecup pipi Ranti secara bergantian.
"Tuan.. anda hari ini libur kan?"
"Ya. Memang kenapa? Apa kamu mau melayani ku seharian?"
Ranti terbengong mendengar ucapan Maza Nishimura, ia bisa membayangkan bagaimana jika ia melayani petinggi Nippon itu selama seharian. Bisa-bisa tubuhnya remuk dan tidak bisa berjalan lagi seperti kali pertama ia melayani Maza.
"Kenapa diam begitu? Tenang saja hari ini aku akan membersihkan kolam ikan bersama Yamaguchi."
Maza Nishimura seolah tahu apa yang sedang Ranti pikirkan. Ia lalu menarik Ranti untuk turun dari ranjang.
"Mau kemana Tuan?"
"Sarapan pagi.. kamu tidak lapar?"
Ranti lalu mengangguk, ia tak mungkin bisa marah dalam waktu yang lama jika sikap Maza begitu manis saat ini.
"Kamu bisa kan memasakkan masakan yang enak lagi? aku sudah mencicipinya semalam dan rasanya enak, tidak pedas."
Ranti pun mengembangkan senyuman, ia lalu mengangguk patuh hingga membuat Maza Nishimura kembali mendaratkan bibirnya tepat di pipi Ranti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Takaa
entah kenapa yak pagi pagi baca ginian senyum senyum sendiri...
2023-06-07
0