High School 19

Aku mondar-mandir menimbang ponsel di tangan. Haruskah aku menanyakan soal ini pada kak Juna? Tadi dia hanya bilang pergi dengan teman. Maksudnya temanku?

Ah. Aku gak tenang. Arsya kan, gak mungkin bohong. Tapi kenapa Hani pergi sama kak Juna? Mereka kan, gak dekat. Apa jangan-jangan...

Gak-gak-gak. Hani gak kayak gitu. Aku kenal Hani. Cuma.. aku butuh penjelasan sekarang.

"Telepon aja. Dari pada kepikiran."

Aku menoleh ke jendela. Arsya berdiri disana entah sejak kapan. Nampaknya dia tahu apa yang tengah kupikirkan.

Aku mendekat ke jendela dengan raut yang kuyakin berantakan karena kegelisahan. Apa aku berlebihan?

"Tapi.. kalau kak Juna nggak jujur gimana?"

"Ya artinya dia gak mau lo tau. He hides something."

Aku memukul telapak tangan dengan ponsel berulang-ulang, sembari berpikir dengan perasaan tak tenang.

"Oke. Gue telepon."

Aku menjauh dari jendela. Dengan mengigit kuku ibu jari, aku menempelkan ponsel ke telinga.

Suara sambungan telepon mulai berbunyi, membuatku semakin dag-dig-dug dan berulang-ulang menelan ludah.

[Halo, Ariva.]

"Ha-halo, kak."

[Ada apa, sayang?]

Aku menoleh ke jendela. Arsya udah gak ada disana. Suara kak Juna pula sangat tenang dan seperti tidak ada kejadian sesuatupun.

"Emm. Enggak, aku mau nanya, kakak udah beli hadiahnya?" Tanyaku memulai interogasi halus.

[Udah. Ini aku lagi di jalan pulang.]

Dia tadi bawa mobil, kan? Apa masih sama Hani?

"Sendiri?"

[Sekarang sendiri. Aku beli hadiah sama temen kamu yang tadi. Hani ya, kalau gak salah. Ha..haa.. aku lupa namanya.]

Kak Juna menertawakan dirinya sendiri, melupakan nama temanku yang bersamanya barusan. Tapi ternyata dia jujur, ya.

[Tadi pas di lapangan, aku tanya sama temen-temen, hadiah apa yang cocok untuk nyokap? Nah, si Hani-Hani itu ngasih tau aku hadiah yang menurutku juga cocok buat mama. Jadi, sekalian dia nganter aku ke tokonya. Sampe disana langsung pisah karena juga jalan pulangnya beda.]

Jelas kak Juna panjang lebar. Dan aku lega, ternyata cuma sampe disana doang, ya. Dia juga gak nganter Hani. Berarti aku gak perlu gelisah begini , kan. Lagian kak Juna selembut dan sebaik ini. Gak mungkin dia macem-macem. Selama ini aku juga gak pernah liat dia deket sama cewek selain teman sekelasnya. Hp-nya aja aku sering pegang dan password-nya pun aku tahu. Lalu, kenapa aku meragukannya?

[Ariva?]

"Ah, iya, kak. Ya udah, kalau gitu hati-hati, ya. Maaf, aku gak bisa nemenin kakak tadi."

[Ngga apa-apa, sayang. Yah, walau aku sempet kesel tadi. Kamu gak dengerin aku cerita.]

Aku meremas celana pendekku. Tadi gara-gara dengerin celoteh Hani ke Vita, aku jadi hampir overthinking ke kak Juna.

"Maaf. Hari ini perasaanku ngga enak."

[Kenapa? Apa karena Kai, ya? Aku denger kamu sebangku sama Kai]

"Iya. Aku kesel banget hari ini."

[Jangan dipikirin, nanti juga kamu sama Kai berteman baik. Kai asik kok, anaknya. Kalian cuma belum saling kenal aja]

Aku duduk di tepi ranjang. "Ck. Apa sih, kak. Liat wajahnya aja aku udah sebel."

[Hahahaa. Oh, ya. Malam ini aku ada acara keluarga, jadi mungkin aku ga bisa pegang Hp terus.]

"Iya. Aku ngerti, kok. Ini kakak lagi bawa mobil?"

[Iya. Kamu kayaknya kangen makanya aku angkat. Hehe]

"Eh, ya udah lanjut nyetir. Hati-hati, kak"

[Iya, ini juga udah mau sampe. Kamu istirahat, gih. Love you, Ariva.]

"Love you, too."

Sambungan terputus. Aku bernapas lega. Emang harus kan, dengerkan penjelasan supaya gak salah paham.

"Ri, lo mau ikut, gak?"

Aku menoleh kebelakang. Arsya kembali berdiri di dekat jendelanya, mengancingkan kemeja putih berkerah shanghai. Cocok banget kalau dia yang pakai.

"Kemana?"

"Papa ngajak jalan sore ini. Cuma gue sama Papa doang, ke Redsky buat nemenin manggung."

"Manggung? Waah, boleh tuh!" Belum pernah nih, gue liat papa Arga nyanyi di panggung. Selama ini kan, cuma liat di youtube zaman dulu Papa manggung. Aku pengen banget liat langsung.

".. lo manggung juga nggak? Nyanyi juga nggak?" Tanyaku antusias, siapa tahu dia nyanyi dan aku bisa nikmatin suaranya yang hampir gak pernah keluar itu. Entah kenapa dia gak tertarik buat nyanyi.

"Ya, nggak lah. Ya udah, siap-siap. Bentar lagi kita berangkat."

"Eh tapi.." aduh. Aku lupa, ada janji sama Salma dan Hani.

".. gak bisa, Sya. Aku baru ingat ada janji sama Salma dan Hani."

"Hani yang itu?"

"I-iya. Tadi kak Juna jelasin, katanya Hani cuma nganterin doang."

Arsya ngangguk-angguk lambat. "Good. Berarti lo gak bisa ikut, nih?"

Kini aku yang mengangguk berat. Ingin sekali ikut tapi harus tertahan lantaran sebuah janji.

Kuperhatikan Arsya udah kembali bersiap di kamarnya. Di saat itu pula ponselku berdering. Ternyata Salma. Dia mengajak ke toko buku dulu sebelum memutuskan kemana selanjutnya.

Oke, ke toko buku. Sekalian mau cari novel terbaru.

Aku bersiap dan dalam satu jam aku sudah sampai di toko buku yang disebutkan Salma tadi. Aku sampai dulu, sambil menunggu aku pun mencari novel apa yang akhir-akhir ini menjadi incaran banyak orang.

Lagi pilah-pilih, bahuku ditepuk oleh Salma. Dia nyengir karena terlambat 15 menit. Si pembuat janji malah molor.

"Hani belum sampe?" Tanya Salma dan aku menggeleng tanpa mengalihkan wajah dari sebuah novel di tangan. Tiba-tiba kepikiran soal Hani dan kak Juna. Apa aku ceritain aja ke Salma?

Eh tapi, tunggu cerita dari Hani dulu, deh. Dia pasti cerita kan, soal kejadian tadi.

"Gue udah dapet nih, yang gue cari. Kita tunggu Hani diluar ya. Gue mau bayar dulu." Salma menuju kasir, dan tak lama akupun menyusul.

"Haai. Haduh, sorry telat. Gue tadi abis nganterin temen bentar." Hani datang dengan napas tak beratur. Dia mengibas-kibaskan tangan ke wajahnya.

Abis nganterin temen, ya. Apa maksudnya kak Juna?

"Ya udah, kita cari tempat buat nongkrong dulu, yuk." Salma menunjuk arah dan kami berjalan bersama dengan Hani di tengah.

Tapi saat melewati sebuah toko jam, mataku melihat sebuah jam tangan cowok warna hitam yang dijadikan display paling depan, dengan tema keluaran terbaru.

Wah. Ini keren. Aku segera masuk ke dalam toko, diikuti Salma dan Hani bingung saat aku berbelok masuk.

"Mbak, saya mau liat yang itu, yang di depan."

"Baik, tunggu sebentar ya, mbak." Pramuniaga itu mengangguk tersenyum, lalu segera mengambil apa yang ku tunjuk. Dia meletakkan jam beserta box-nya dengan hati-hati di depanku.

"Bagus, nggak?" Tanyaku pada Hani dan Salma.

"Gila. Ini sih, bagus banget." Puji Hani disebelah kiriku.

"Eh, Va, lo nggak salah? Ini mahal banget." Bisik Salma di telinga kananku.

Aku melihat label harga. 17 juta. Hmm.. ini sih, nggak ada apa-apanya dibanding jam tangan Arsya atau papa Arga.

Tapi ya, emang. Kalo buat jam tangan anak SMA, ini memang agak mahal dan harus diberikan pada orang yang sangat menghargai waktu. Kalau nggak, bakalan rugi banget beliin ini. Mana pake tabunganku, lagi. Tapi yah, ga apapa. Toh aku dikirimin banyak bulan ini, dari Papa, juga dari Mama.

"Beneran bagus, kan?"

Keduanya mengangguk serentak. "Baguslah. Mahal gitu."

Oke kalo gitu, fix beli. "Mbak, tolong bungkus."

"Hah. Serius?" Salma sampe melototkan mata. "Lo serius beli itu buat kak Juna? Apa gak terlalu mewah?"

"Wah. Cinta mati banget ya lo sama kak Juna." Sahut Hani pula.

Kak Juna? Cinta mati? Kayaknya.. iya. Hehehe.

Terpopuler

Comments

moona

moona

kok malah jdi lebih suka judul yg ini🤔🤭 semangat kak othor....

2023-06-23

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!