My Relationshit 6

Aku menunduk, tak ingin mengangkat kepala setelah keributan yang telah kulakukan. Aku pasti dipandang dan dicibir oleh siswa Garuda yang ada disini. Mereka berbisik menatap kearahku.

Gimana enggak? Pasalnya gara-gara aku duduk di bangku pendukung lawan, aku langsung disangka mata-mata. Detik itu juga kak Juna dateng dan suruh aku pindah tempat duduk. Tapi orang-orang dideket aku langsung meneriaki aku sebagai penyusup.

Spontan keributan terjadi. Para pemain lawan mulai mendorong pemain Garuda dan penonton juga ricuh.

Memangnya ada apa, sih? Aku bingung kenapa cuma karena aku salah duduk jadinya malah kaya gini?

Aku masih ingat banget tubuhku didorong-dorong dan dimaki. Aku gemetar apalagi suasana langsung heboh dan terjadi perkelahian antar pemain.

Sampai tanpa sadar aku mengikuti tangan yang membawaku keluar dari kerumunan.

Kak Juna, dia yang menyelamatkanku hingga sekarang mereka semua berkumpul di dekatku.

"Kamu gak papa?" Tanya kak Juna, duduk disebelahku. Diusap-usapnya punggungku yang membungkuk takut.

"Bisa-bisanya jadi kacau cuma gara-gara.."

Aku merasa tubuhku dilihati dari atas sampai bawah oleh sekumpulan cewek-cewek Garuda dengan sinis.

"Udahlah." Lerai kak Juna. Membuatku semakin tertunduk.

"Hei, kalian ga apa-apa?"

Wajahku naik saat mendengar suara itu. Vita, dia baru datang bersama Arsya yang melihatiku dengan mata terbelalak dan wajah tak percaya.

Aku langsung menggeleng kecil pada Arsya saat kulihat kakinya ingin melangkah kearahku.

"Ngga apa-apa. Ini cuma salah paham. Jadi tolong jangan dibesar-besarin. Nanti gue yang akan jelasin ke mereka." Ujar kak Juna.

"Mana percaya mereka." Celetuk Kai. Suaranya terdengar kecewa. Karena dia salah satu pemain yang sekarang gagal karena aku.

Sekilas terlihat juga Hajoon dengan tangan bersedekap, melihat dingin kearahku.

"Serahin aja ke gue. Sekarang mending kalian bubar. Jangan disini."

Dengan suara sumbang dari berbagai sisi kudengar keluhan dan makian yang pasti tertuju untukku. Aku ciut. Kukepalkan kedua tangan yang sejak tadi sudah bergetar karena takut.

"Ariva, kamu gak papa?" Tanya kak Juna lagi. Aku memberanikan diri mengangkat wajah karena semua sudah pergi. Aku yakin wajahku pasti pucat pasi.

"Maaf, kak. Gara-gara aku semua jadi kacau." Suaraku tercekat. Aku benar-benar ketakutan.

"Gak apapa, Ariva. Jangan dipikirin. Ayo, kuantar pulang. Tapi aku ganti baju dulu, ya."

Kak Juna berdiri, akupun ikut berdiri dan segera memegang ujung baju belakangnya saat ia hendak melangkah.

Dia tersenyum, "Jangan takut, ada aku. Ayo."

Dia, entah bagaimana langsung menggenggam tanganku dan berjalan dengan langkah besarnya menuju ruang ganti. Aku menunggu disana, menyendiri. Dia pun tak berlama-lama. Hanya dua menit dan kudapati dia berdiri sembari menyandang tasnya.

"Kita balik?"

Aku mengangguk, lalu dia menggenggam tanganku lagi, berjalan di depanku.

Kak Juna, sumpah, dia laki-laki yang baik dan hangat banget. Bisa-bisanya rasa bersalah dan takutku perlahan berkurang saat dia menggenggam erat tanganku dan berjalan didepan seolah melindungiku.

Aku langsung tertunduk lagi saat kami melewati siswa garuda yang ada disana. Mereka memandangi kami, terlebih kaget saat melihat kak Juna menggandeng tanganku tanpa ragu.

Dari ekor mataku pula, bisa kulihat Arsya yang berdiri bersama Vita melihatiku. Aku udah yakin banget, setelah sampai di rumah, dia pasti akan menyerbuku dengan seribu pertanyaan.

Kak Juna membukakan pintu mobil, akupun masuk kedalam.

Kulihat Arsya masih memandang kearahku berada sampai mobil perlahan meninggalkan tempat itu.

"Kamu kaget, ya?"

Kak Juna membuatku menoleh kearahnya. Dia tersenyum. "SMA Garuda sama SMA Binakarya emang sering ribut terlebih soal futsal dan basket. Kita tuh, bulan lalu menang futsal dan mereka ngerasa kita main curang. Makanya kita buat tanding ulang untuk buktiin kalo kita gak curang."

"Tapi aku malah ngerusak.." sambungku dengan lirih. Aku menunduk lagi.

"Nggak apapa. Aku bakalan ngelurusin semuanya ke mereka." Kata kak Juna, sesekali melirikku yang masih bersedih.

"Mau makan dulu? Udah masuk makan malam kan, ya."

Aku tak menyahut, walau akhirnya kak Juna tetap membawaku ke sebuah resto kecil dan makan malam bersamanya disana.

...🍭...

"Arii. Bukain pintu woi."

Arsya menggedor pintu kamarku dengan keras. Handel pintu pun bergerak kasar sejak tadi. Aku udah memperkirakan ini sebelumnya. Aku tau dia bakalan nanya banyak hal soal tadi.

"Ari. Cepetan buka pintu. Ga usah pura-pura tidur, lo!" Pekiknya.

Hadeeh. Dengan malas aku membuka pintu dan Arsya langsung nyelonong masuk, duduk di atas kasur dengan kaki melebar dan pandangan menyidik.

"Apa?" Tanyaku pura-pura gak paham saat melihat wajahnya yang terus menatapku, meminta penjelasan.

"Ngapain lo disana, hah?"

Aku menarik kursi belajar dan duduk menghadapnya.. "Nonton futsal, lah."

"Sejak kapan lo nonton begituan? Sama siapa lo kesana?"

"Sendiri."

"Apa?" Arsya menghela napas. "kenapa tiba-tiba seberani itu pergi sendiri? Buat masalah, lagi."

"Aduuuh. Apa sih, Sya. Kalo mau ngomel, besok aja. Gue mau ngerjain tugas!"

"Jawab dulu. Sejak kapan lo berani pergi sendiri? Lo kan, ga pernah pergi sendirian. Mana salah duduk lagi. Buat masalah banget." Ketusnya padaku yang juga langsung memasang wajah kesal.

"Sejak lo bohong dan gak jemput gue. Gue udah nungguin tapi lo gak dateng!" Tegasku padanya. Dia langsung terdiam.

"Gak sengaja kak Juna lewat dan dia nganter gue pulang. Trus dia juga yg minta gue nonton dia main. Awalnya gue mau minta bantuan lo. Tapi lo gak bisa dihubungi. Eeh.. tau-tau udah disana aja sama Vita!"

Arsya akhirnya tak merespon. Yah, memang dia mau jawab apa. Yang aku bilang juga bener. Nyebelin banget, kan.

"Sorry. Gue tadinya memang mau jemput lo. Tapi Vita datang, jadi-"

"Jadi lo milih pacar lo itu ketimbang nganter gue!" Sahutku cepat.

"Gue nggak pacaran sama dia."

Aku mengabaikannya. Kuputar kursi dan kembali fokus pada buku diatas meja belajar.

Nggak pacaran apanya! Selama ini teleponan, cikikikan bareng, dan tadi nonton futsal bareng, emang itu apa? Bahkan sampe gak ngasih kabar kalo dia gak jadi jemput aku karena cewek itu!

Dia berdiri mendekat. "Lo marah?"

"Nggak."

"Sorry. Hp gue mati karena abis batre. Tadi gue mau nolong lo, tapi lo yang ngelarang, kan."

Aku berusaha fokus pada buku pelajaran walau mendadak badmood setelah Arsya datang kesini dan malah marah-marah nggak jelas.

"Ri."

"...Ri."

"Ck! Apa, sih!" Aku mendongak. Kutatap dia dengan wajah kesal.

"Iya gue salah. Makanya gue ini lagi minta maaf."

"Gue maafin." Kataku lagi dan kembali fokus ke buku.

Hening beberapa detik. Nampaknya Arsya tengah berpikir untuk membujukku.

"Gue traktir es krim, gimana?"

"Gue udah makan sama kak Juna."

Arsya membelalak. "Lo beneran dekat sama Juna?"

"Sebaya lo sama kak Juna?" Ketusku.

"Gue serius."

"Ngga tau. Dia yang deketin gue duluan. Kenapa? Lo mau ngelarang?"

Arsya diam lagi. Kudengar helaan napasnya. Mungkin dia capek karena bujukannya tak berhasil. Aku juga lagi males banget ngeladenin Arsya.

"Ya udah. Kalo lo butuh apa-apa, kabarin gue." Katanya sembari melangkah menuju pintu.

"Kayanya ga perlu. Soalnya kan, udah ada kak Juna." Jawabku tanpa melihatnya.

Dia diam cukup lama. Sampai sebelum menutup pintu, dia sempat menyeletuk.

"Kayak bakalan di tembak aja."

Mataku melotot. "ARSYAAAA!!" Teriakku saat bersamaan suara pintu yang tertutup kencang.

...***...

Jangan lupa Subscribe👇

Terpopuler

Comments

Dyah Rahmawati

Dyah Rahmawati

heem arsya guanteeeng poool😍😍

2023-09-30

0

Bunga Istiqomah

Bunga Istiqomah

delok potone si arsya aq leleh wes.. padahal wes embok" tpi nek eroh seng macho" ngene dadi kok kroso jek 16 taon awak iki

2023-07-13

1

ega

ega

Arsya cemburu yaa

2023-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!