My Relationshit 3

Kami duduk lagi di pinggir lapangan, membawa beberapa makanan ringan untuk kunyahan saat menonton pertandingan. Hari ini pertandingan terakhir. Yah, walaupun aku tidak begitu tertarik dengan basket, aku ikuti saja dari pada tidak tahu lagi mau ngapain.

"Eh, Riv, gue denger bakalan ada pertandingan futsal, lho." Ujar Hani memberitahuku yang sebenarnya tidak peduli. Sama sekali.

"Kak Juna kan, anak futsal."

"Oh, ya? Kapan, tuh?" Sahutku langsung. Setelah nama kak Juna disebut, aku jadi ingin tahu.

"Hmm.. kalo gue gak salah denger sih, besok sore. Anak-anak basket juga pada nonton. Lo nggak mau dateng?"

Aku mau banget. Tapi.. masa sendirian. Malu, dong.

"Kalian gimana? Ngga mau nonton?" Tanyaku balik pada mereka.

"Hm.. guee.. ada janji.." Salma mengucapkan itu dengan ragu.

"Janji? Lo punya gebetan baru, ya?" Tebak Hani.

"Hah. Engga kok, engga." Cepat-cepat Salma menggoyangkan kesepuluh jarinya. "Bukan gebetan. Tapi gue juga bingung soalnya kita baru kenalan kemarin."

"Ciee, ada yang akan melepas masa lajang, niihh.." Ledek Hani dan aku hanya cekikikan.

"Apaan, sih. Baru kenal, juga. Lo aja tuh, temenin Riva."

"Duh, sorry, Riv. Gue ada les."

Aku mengangguk-angguk paham. Yah, kalo memang ga ada temen, aku ga mesti datang, kan. Lagi pula.. aku tidak gampang bergaul dengan orang baru. Beda dengan Arsya yang gampang banget ngobrol nyambung walau dengan orang yang baru ia temui pertama kali. Itupun kalau dia sedang minat. Kalau tidak, maka Arsya akan betah menjadi batu.

~

Aku berjalan menuju kantin. Tadinya menolak pergi karena sedang malas saja. Tapi tiba-tiba perutku lapar dan terpaksalah aku menyusul Salma dan Hani yang sudah duluan kesana.

"Disini!" Tangan Salma naik memberi tanda dimana lokasi duduk mereka. Akupun mengangguk dan ingin membeli sesuatu dulu sebelum duduk disana.

"Roti coklat kejunya satu bungkus, buk. Sama mineral dinginnya satu, ya." Pintaku pada Ibu kantin dan memberikan uang dua puluh ribu padanya.

Sambil menunggu, aku menebarkan pandangan kedalam kantin. Dan aku terhenti disebuah meja yang diisi oleh Arsya.. dan Vita?

Benar. Itu mereka lagi mengobrol asyik berdua. Berhadap-hadapan.

Sial, aku tidak suka sekali pemandangan ini. Apalagi Vita tertawa sambil menyentuh lengan Arsya. Benar kata Salma. Vita itu genit ke semua cowok keren di sekolah.

"Buk, mineral dinginnya satu, ya."

Deg! Tunggu. Suara ini, aku tahu.

Akupun menoleh kesamping kanan. Tebakanku benar, Kak Juna tengah berdiri tepat disampingku. Astaga. Apa ini? Kami berdiri bersebelahan, kan? Ah lututku. Lututku lemas ingin tumbang.

"Dek, ini pesanannya."

Lihatlah betapa tingginya dia. Aku sampai mendongak melihatnya.

"Dek?"

Oh, ada tahi lalat kecil di bawah mata kirinya. Gemasnya..

Tanpa sadar senyumku perlahan mengembang. Namun hanya sesaat, sebab aku tergagap saat tiba-tiba kak Arjun menoleh kearahku, spontan membuat napasku terhenti seketika.

Aku langsung balik badan dan melangkah kikuk. Aku memang bodoh, begitu terang-terangan menatapnya. Tentu dia risih. Aaah, malu-malu-malu. Rasanya aku ingin berubah menjadi ubin saja.

"Sebentar."

Langkahku semakin cepat. Ini tidak baik, jangan sampai aku menoleh kebelakang karena aku yakin dia tidak sedang memanggilku.

"Hei, sebentar."

Ah! Aku terkaget saat kak Arjun menghadang langkahku. Badannya yang tinggi itu hampir saja kutabrak kalau tidak dengan cepat aku memberi rem.

Kenapa dia menghentikanku? Apa aku membuatnya risih dan ingin memarahiku? Aduh, aku tidak bisa menatapnya. Aku menunduk dengan jari-jari yang saling memilin. Aku gugup.

"Nih."

Sebotol air mineral dan sebungkus roti. Eh, kenapa dia memberiku ini?

"Ini punya kamu, kan? Ketinggalan di kantin."

Aih, iya. Aku sampe lupa dengan pesananku tadi. Aku pun memberanikan diri mendongak. Dan kontan aku terbius dengan senyumannya. Siaaall. Mimpi apa aku tadi malam??

"E-eh. I-iya. Ma-makasih, kak." Buru-buru aku mengambil itu dari tangannya. Tapi kemudian, jari tangannya melebar.

"Kenalin, aku Arjuna. Kelas XI IPS3. Kamu kelas X, kan?"

DEG! DEG! DEG! DEG!

DEMI APAA DIA MENGULURKAN TANGAAAN? AKU HARUS APAA? AKU HARUS APAA?

"A-aku.. Ari.." aku menahan tanganku yang bergetar supaya tetap terlihat santai saat menyentuh jarinya. Tapi sialnya, malah lidahku yang kaku.

"Ari?" Nadanya terdengar bingung.

"A-ariva." Jawabku dan menyambut uluran tangannya dengan mantap.

Lihatlah, dia terus tersenyum. Sialan, rupanya tanganku basah karena gugup. Apa dia menyadarinya? Apa dia tahu??

"Senang kenalan sama kamu, Ariva."

GUE JUGA SENENG BANGET BISA PEGANG TANGAN LO KAK. SENENG BANGETTT!!

Tentu aku mengucapkannya dalam hati sambil teriak kesurupan. Walau yang keluar dari bibirku hanya lengkungan senyuman.

"Oke, kalo gitu sampai ketemu lagi." Ujarnya dengan senyuman hangat. Tentu membuat jantungku luar biasa berantakan. Tapi kucoba tenang walau berulang kali aku meneguk ludah.

"I-iya. Sampai ketemu lagi."

Dia pun melangkah pergi. Setelah kulihat dirinya menghilang dibelokan koridor, akupun langsung mencari pegangan karena seketika tulang-tulangku berubah lunak. Aku tidak bisa berdiri tegak dan bersandari di tembok.

GILAAAA! Hoki seumur hidupkah yang telah kupakai ini?? Kutatap telapak tangan kanan yang menyentuh tangannya tadi.

"Lo gila, hah? Lo bodoh banget. Kenapa nggak lo genggam tangannya tadi, hah? Lo tanya kek, nomor hp nya atau apa kek biar bisa teleponan. Bodohhhh!!" Umpatku pada tangan kanan dengan tak tahu diri. Padahal untuk sekedar bilang "iya" saja lidahku kaku.

Senyumku terus mengembang membayangkan kejadian yang baru lima detik berlalu. Sumpah, hari ini benar-benar saaangat indah.

...🍭...

Aku duduk di meja belajar dan mulai menyusun buku-buku yang akan aku bawa. Karena besok hari-hari di sekolah sudah kembali normal.

Aku masih saja tersenyum-senyum. Ingatan tentang siang tadi di sekolah masih menari-nari di pikiranku. Bagaimana ekspresi dan suara kak Juna benar-benar menempel sempurna di otakku. Nampaknya, aku takkan bisa melupakan kejadian hari ini. Andai saja waktu bisa kuputar, aku akan mengulang terus menerus kejadian yang tadi sampai aku berani menanyakan nomor hp-nya.

"Haah. Kak Arjuna." Dia benar-benar tampan mau dilihat dari sisi mana pun. Hajoon, Kai, Arsya? Hahah, lewat!

CTAARR!

Lamunanku buyar saat mendengar suara gemuruh langit. Nampaknya akan turun hujan. Disaat bersamaan, ponselku pun berbunyi. Sederet nomor tak dikenal terpampang di layar.

Hm? Siapa ini?

"Halo."

Satu.. dua.. tiga.. tidak ada jawaban dan kuyakin sambungan tidak terputus.

"Halo." Kataku lagi. Tapi tidak ada suara.

"Dasar orang iseng." Gumamku, bersiap menekan tombol merah.

'Halo.'

Oh, ada suara. Akupun kembali menempelkan ponsel ke telinga.

'Halo, benar ini Ariva?'

Eh, suara ini.. kenapa mirip sekali.

"Iya. Ini siapa?" Tanyaku penasaran.

'Hai. Untung aja beneran nomor kamu. Aku pikir, aku dikerjain. Aku Juna, yang tadi kenalan sama kamu di sekolah.'

DUARRRR!!🤯

Ju-juna.. katanya? Juna?? Arjuna? Juna yang mana?? Arjuna Kartawijaya yang kenalan tadi di sekolah?? Berarti.. ini Juna yang.. yang..

'Halo.. Ariva?'

"Aah. I-iya."

Sumpah. Aku membeku diatas ubin yang dingin. HAAAAHHH!! INI KAK ARJUNA YANG MENELEPONKU, YA TUHAAANN!! Ingin aku teriak begitu. Dadaku bergejolak seakan ingin meledak.

'Sorry banget ganggu, ya.'

"Oh, engga kak, engga. Sama sekali enggak." Jawabku cepat-cepat.

'Hehee. Gitu, ya. Aku cuma mau kasih tau, ini nomorku. Tolong di save, yah. Itupun kalo kamu ga keberatan.'

"Engga kok kak, enggak. Engga keberatan sama sekali."

Terdengar tawa renyah diseberang. Aah. Malu banget. Kenapa aku jawabnya sampe kaya gitu banget, sih. Noraaakk!

'Ya udah, emm.. kalo gitu, selamat istirahat, Ariva.' Beberapa detik aku terpaku. Suara kak Arjuna benar-benar enak banget didengarnya.

"Se-selamat istirahat juga, kak. Selamat malam." Ucapku dengan menahan napas. Kueratkan ponsel ke telingaku supaya pendengaranku semakin baik setelah mendengar suara indah itu.

'Malam, Riva. Besok ketemu lagi di sekolah, ya.' Tuutt- sambungan terputus.

Bruk! Aku terduduk di lantai. "KYAAAAAAAAAAAAAA!!!"

"ARRRIIII!! KENAPAAA?!"

Suara Arsya pun ikut meninggi. Menanyakan apa yang terjadi padaku yang gila ini.

Aku bangkit dan mendekati jendela dimana Arsya sudah berdiri tegang disana. Ketegangannya terasa sia-sia setelah melihatku tersenyum tak berdaya di depannya.

Aku bertopang dagu di bingkai jendela.

"Malam ini... indah banget, ya." Ucapku dengan penuh penghayatan.

Arsya menatap keatas langit yang dihiasi sambaran kilat. Wajahnya mengekspresikan keanehan menatapku.

"Lo gila, ya?"

Aku mengangguk dengan senyuman yang sama sekali ga akan pudar. Padahal aku tadinya masih ingin marahan dengan Arsya. Tapi jadi lupa.

Duk..duk..dukk.. "Arii. Kamu kenapaa?" Suara kak Adit ikut terdengar dibalik pintu kamarku.

"Ngga apa-apa, kak. Dia cuma gilaa!" Teriak Arsya dari jendelanya. Karena dia tahu, aku tak berdaya untuk menjawab pertanyaan tak penting mereka.

"Hei, Ri. Lo nggak kesambet, kan?"

Tiba-tiba nada bicara Arsya terdengar khawatir. Masih dengan senyuman aku menggeleng lambat. Bagiku, jikapun ini kesambet, aku rela asal kak Arjun meneleponku.

"Lo itu kebanyakan ngehalu. Makanya jadi gitu." Arsya menggeser jendelanya dan menutup tirai.

Hehe, Arsya. Terserah deh, lo mau kencan sama siapa. Yang penting saat ini, gue lagi dideketin kak Arjuna sampe dia yang cariin nomer gueee. Aaaakkk senangnyaaaaaa!

(Visual Arjuna Kartawijaya, yang ditaksir berat oleh Ariva sejak awal masuk SMA)

(Arsya Alexander Loui, sahabat sejak kecilnya Ariva dan tetanggaan. Jendela kamar juga sebelahan. Ariva suka curhat tapi jarang ditanggepin karena Arsya adalah gamers yang harus fokus pada ponselnya)

(Visual Hajoon, siswa keturunan korea: Btw Hajoon belum nongol ya kisahnya disini. Tunggu aja)

(Visual Vita, cewek tercantik di SMA Garuda yang deket dengan Arsya)

(Visual Ariva Tania, cewek yang menganggap dirinya sama sekali nggak cantik namun mengharapkan kisah cinta yang manis saat SMA)

(Kai Samuran, Cowok yang entah kenapa ga suka Ariva, namun sialnya dia selalu berhadapan dengan cewek itu.)

(Karin, Bakalan muncul di eps tengah)

**Ditunggu cerita selanjutnya, ya **

Terpopuler

Comments

Bunga Istiqomah

Bunga Istiqomah

siip iki... ndelok poto e tok ae .. weteng q geter".. uhhhjhhj

2023-07-13

2

Euis Yohana

Euis Yohana

KAI sama hajoon cakep pisan iiiih,,Napa bkn Arsya aja tuh salah satunya visual Arsya kurang jelas aaah ...

2023-06-13

1

Novita Sari

Novita Sari

tak baca alon2 ae pen,biar bab nya gak cepet habis🤭🤭

2023-06-08

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!