My Relationshitt 4

Hah. Berulang kali aku menarik dan membuang napas. Aku sudah hampir dekat dengan sekolah, tapi perasaanku sungguh tak setenang biasanya. Ini terjadi sejak tadi malam, setelah kak Juna meneleponku. Walau aku menantikan hari ini, tetapi aku juga seperti tidak sanggup memulainya.

'Besok ketemu lagi di sekolah, ya.'

Arrrghhh.. kalimat kak Juna terus terngiang di kepalaku. Cuma kata sesederhana itu telah mampu membuatku gelisah karena ingin segera bertemu namun malu. Ternyata begini rasanya jatuh cinta. Luar biasa.

Taksi berhenti di depan gerbang sekolah. Sebelum berhenti, kupastikan sekitar dulu. Para siswa berjalan santai masuk kedalam sekolah. Ada beberapa yang menunggu teman mereka dahulu sebelum masuk.

Nggak ada kak Juna, kan? Ya, nggak ada. Aku ga tau harus kaya gimana kalau pagi-pagi sudah melihatnya.

Sebelum turun, aku merapikan rambut dan penampilanku. Setelah beres, akupun turun.

Kupandang gedung sekolah yang tinggi. Untuk kali pertama, aku merasa ada yang berbeda dari sekolah ini. Semua terlihat merah jambu dengan bulir-bulir berbentuk hati kecil melayang di udara.

Ah, senangnya. Aku melangkah masuk dengan suasana hati yang seperti dilanda bahagia dan senyuman di bibir yang sulit sekali kusembunyikan. Semalaman aku terus memikirkan alasan yang membuat kak Juna sampai mencari nomor Hp-ku.

Apa dia menyukaiku?

Apa dia suka padaku?

Apa benar begitu?

Astagaaa. Aku ini memikirkan apa! Padahal bisa saja dia hanya iseng, kan? Iseng, ya, iseng yang kusukai.

Lagian, aku ini nggak cantik. Gak secantik anggota cheers atau bintang sekolah lainnya. Sudah kubilang, kan. Aku hanya orang dibelakang layar yang kehadirannya kadang tak disadari.

Ya, begitulah.

Lalu aku terhenti dengan senyuman memudar. Cukup lama berdiam diri memperhatikan koridor seberang tempatku berdiri. Jelas sekali aku melihat Arsya dan Vita sedang mengobrol berdua. Tampak asyik sekali sampai aku benar-benar bisa melihat tawa lebar Vita yang tak pernah kulihat sebelumnya. Arsya ngomong apa sampai Vita ketawa seperti itu?

Padahal ini masih pagi. Bisa-bisanya mereka sudah berduaan begitu. Hah. Bikin kesal saja.

"Liatin apa?"

"Ngga liatin apa ap-" Dug! Kepalaku sampai terantuk tiang penyangga koridor disebelahku saat aku kaget melihat Kak Juna sudah berdiri ikut memperhatikan kearahku memandang.

"Aww.." ringisku memegangi belakang kepala yang sakit.

"Aduh, sakit, ya? Sorry, aku nggak bermaksud ngagetin kamu." Kak Juna ikut terlihat kaget saat aku terhantuk tembok.

"Masih sakit?"

Aku membeku tatkala tangan kak Juna terangkat dan ingin memegang kepalaku, membuat dadaku semakin bergemuruh. Tapi tangannya malah menggantung diatas. "Ah, maaf.." katanya seraya menurunkan lagi tangannya.

"Nggak sakit, kok." Jawabku sedikit kecewa.

Kami pun saling diam beberapa saat. Mataku kembali menatap depan. Tak lagi kutemukan Arsya dan Vita disana. Kemana mereka?

"Nggak masuk kelas?"

"Oh, iya. I-ini mau masuk. Aku.. duluan, ya." Pamitku dengan kaku. Lalu dengan cepat membalikkan badan menjauh. Berulang kali aku menarik dan mengeluarkan napas demi menstabilkan detak jantungku yang tak karuan.

"Buru-buru banget jalannya. Belum siap PR, ya?"

Lho, aku menoleh dan kudapati kak Juna mengekoriku dibelakang. Dia.. ngikutin aku?

"Ee.. enggak, kak." Akhirnya aku memperlambat jalanku supaya bisa bersamaan dengannya. Duuh, ini kaki rasanya mau copot karena gemetar.

"Kamu udah sarapan?"

Aduh, jantungku. Bisa-bisanya kak Juna perhatian begini. Bisa repot hatiku ini!

"U-udah kok, kak." Tanya balik nggak, ya? Sebenarnya ini aji mumpung banget supaya bisa deket. Tapi jantungku bener-bener norak sampe terus berdetak kencang.

Ngomong-ngomong, sampe aku naik tangga, kak Juna kok terus ngikutin? Dia.. nganterin aku ke kelas, ya. Hihi. Tanya, ah.

"Engg.. kakak naik juga?" Tanyaku dengan hati-hati. Dia malah tertawa kecil.

"Iya. Kan, kelas aku juga di lantai dua."

Duar. Goblok. Padahal jelas aku tahu kelasnya di lantai dua.

"O-oh.." akhirnya hanya itu yang terucap karena aku merasakan malu yang sungguh luar biasa.

"Kalau gitu, aku duluan, ya." Kak Juna tersenyum dan melanjutkan langkah ke kelasnya yang berbeda sekitar 4 kelas dari kelasku.

Aihh. Aku sampai menghantukkan kepalaku ke pintu kelas. Padahal tadi sudah lancar. Kok bisa-bisanya aku merusak suasana.

Malu banget, kayak.. terlalu kepedean karena nganggap kak Juna ngikutin aku padahal dia juga mau ke kelasnya. Tapi.. tadi lucu banget nggak, sih. Jalan ke kelas bareng..

Besok-besok kaya gini juga nggak, yaaa.. Hehehe.

"Ngapain sih, Riv?"

Hani yang baru datang terheran melihatku menempelkan dahi di daun pintu. Aku langsung memeluknya erat.

"Hei, kenapa lo?"

"Han. Gawat, Han." Kataku dengan nada lemah. Cepat-cepat Hani melepaskan pelukan.

"Apanya yang gawat, Riv??"

"Gawat. Hatiku berbunga dan berdebar nggak karuan."

"Hah?" Mendadak ekspresi Hani bingung menatapku yang udah mirip orang sakau.

~

"Nggak salah lagi. Kak Juna sukak sama lo!"

"Ssttt!" Cepat-cepat aku menutup mulut Salma. Jangan sampe ada orang lain yang denger.

"Wah. Selamat ya, Riv. Kalo udah gitu sih, tinggal tunggu doi ajak jalan aja."

Aduh. Jalan? Mendengar itu dari Hani jadi membuatku mengharapkan itu terjadi.

"Kaget banget pasti ya, Riv. Padahal lo kan, naksir berat sama kak Juna."

"Iya, Ma. Gue sampe ngga sanggup berdiri. Kaget banget tiba-tiba ditelpon kak Juna."

"Sampe dicari lho, nomornya. Ini sih udah fix naksir elo, Riv." Sahut Hani dan aku langsung memejamkan mata kuat-kuat tanpa bisa menyembunyikan kebahagiaan. Benarkah kak Juna juga naksir aku?

Eh tapi..

"Gak mungkin." Jawabku cepat. Kembali ke mode serius.

"Kenapa gak mungkin? Kalo dia sampe nyari nomor lo artinya naksir. Kalo engga, kenapa dia repot-repot?" Kata Salma mencoba menyakinkan. Tapi tetap aku tak yakin.

Kata cewek-cewek yang dulu deketin Arsya, aku ini nggak cantik. Makanya Arsya mau berteman lama sama aku. Kalo aku cantik, pasti dari awal Arsya udah naksir sama aku. Terus.. aku juga bukan idola di sekolah kayak Vita dan yang lain. Ah, Vita. Dia dideketin Arsya juga karena cantik, kan?

Mendadak aku menumpukan dagu diatas meja. Kepercayaan diri langsung menurun.

"Kak Juna ga punya catatan buruk, Riv. Dia siswa pintar yang dapat peringkat. Aku denger dia cuma pacaran satu kali sama kak Dinda, kelas XI IPA3." Jelas Hani.

"Hm. Bener. Jalani aja dulu. Inget ya, Riv, kesempatan nggak datang dua kali. Lo gak perlu jaim-jaiman segala." Saran Salma. Dan aku pun mengangguk.

Benar kata mereka. Lebih baik aku lihat dulu kedepannya seperti apa. Siapa tahu kak Juna cuma mau berteman. Aku jangan langsung kepedean dulu supaya nggak malu dan kecewa dalam waktu bersamaan.

...🍭...

Aku berdiri di tepi jalan, menunggu Arsya yang katanya akan menjemputku. Tapi ini udah dua puluh menit, Arsya nggak juga datang. Mana panas lagi. Sial banget. Kalo dia dateng, gue timpuk nih, pake sepatu.

Tak lama setelah menggerutu, sebuah motor sport berwarna hitam melaju lambat dan berhenti di depanku.

Mataku terus menyorot pada wajah yang tertutup helm hitam. Siapa ini? Kenapa berhenti di depanku? Tapi dari celana yang dipakai, dia satu sekolah denganku.

"Riva?"

Mataku membulat melihat kaca helmnya yang terbuka. Aku bisa melihat senyumannya walau hanya mata sipitnya yang terlihat.

"K-kak Juna.." Gila, dia keren banget padahal cuma keliatan mata doang.

"Lagi nunggu siapa?"

"Ee.." aku berpikir keras. Nggak mungkin aku bilang nunggu Arsya. Kulihat ke kiri dan kanan memastikan mobil Arsya nggak ada disekitaran.

"... Nunggu ojek, kak."

"Mau pulang, ya? Yuk, aku antar."

"Hah?" Aku melongo. Apa katanya tadi?

"Ayo. Naik." Kak Juna menepuk jok belakang motornya. Serius, nih, dibonceng?

Kulirik ponselku. Arsya belum membaca pesan yang kukirim. Dia kemana, ya? Kulirik motor kak Juna. Aku.. belum pernah naik motor beginian.

Bodo amat, ah. Ingat kata Salma dan Hani, nggak boleh ngelewatin kesempatan emas karena belum tentu datang lagi.

Dengan mata berbinar dan cerah, aku naik keatas motornya. Dan inilah dia. Debaran yang bisa kudengar degubannya. Aku, untuk pertama kali naik motor dibonceng oleh orang yang paling kusukai selama ini. Kak Juna.

"Pegangan, ntar jatoh lagi." Katanya menoleh kebelakang. Bisa kulihat mata yang menyipit dengan tahi lalat dibawahnya. Manis sekali. Sampai tak sadar ternyata kedua tanganku melingkar di pinggangnya.

*Bersambung*

Terpopuler

Comments

Nurul Hanifah

Nurul Hanifah

lahh w ketularan gila ikut2 senyum² sendiri/Facepalm/

2024-03-18

1

Bunga Istiqomah

Bunga Istiqomah

mboh yo.. tulisan mu kuwi uwenak diwoco e

2023-07-13

2

Novita Sari

Novita Sari

peeen...aq udah terbang di angkasa baca cerita riva juna,jangan dihempaskan ke bawah ya...biar aq gak mewek🤩🤩

2023-06-08

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!