High School 13

'You has slain an enemy...'

Aku terbangun saat mendengar suara itu.

'Double kill. Triple kill. Maniac!'

Aku menoleh kesamping. Ternyata Arsya sudah duduk dilantai bersandar tepi ranjangku. Bisa kulihat dia tengah sibuk memencet-mencet ponsel dengan kedua ibu jari antusias.

Aku melirik jam dinding. Ternyata sudah dua jam aku tertidur.

"Berisik banget."

Arsya tak peduli dengan protesku padanya.Tangannya masih terus memencet layar Hp dengan semangat.

"Ngga belajar, Sya.." tanyaku masih dengan suara serak.

"Udah tadi."

"Seneng ya, bisa belajar bareng Vita."

Arsya membalikkan tubuhnya menghadapku. "Kenapa lo gabung?"

Alisku mengernyit. "Kenapa emang?"

Arsya bungkam dengan wajah beralih kesamping.

"Lo keganggu, ya?"

Alis Arsya mengerut. "Ngomong apa, sih."

Arsya berdiri dari tempatnya. Akupun duduk di tepi ranjang dengan rambut yang berantakan.

"Ayo belajar lagi. Katanya tadi masih belum paham."

Aduh, sejujurnya aku males banget. Tepat saat bibirku terbuka untuk menolak, ponselku bergetar.

Salma? Kenapa menelepon?

"Halo." Jawabku malas. Sedetik kemudian mataku membulat. Buru-buru kubuka twitter sesuai ucapan Salma, dan detik itu juga aku menganga dengan aliran darah yang mendadak beku.

"Syaa.. Syaa.." Aku meraih lengan Arsya yang kebingungan melihat sikapku. Lalu ia meraih ponselku dan diam cukup lama menatapnya.

Unggahan di laman sekolah, aku dan Arsya yang tengah berboncengan berhenti di lampu merah. Aku memang tidak memakai helm, jadi lebih gampang dikenali. Tapi Arsya, ternyata banyak yang mengenalinya walau dari helm dan motornya saja. Astaga. Apa ini?

"Yauda sih, gini doang." Arsya menyerahkan ponselku.

"Kok gini doang? Ini gimana cara jelasinnya? Emang lo nggak takut kalo Vita khawatir??"

"Enggak. Tinggal bilang lo sahabat gue."

Aku menepuk jidat. Astaga! Arsya emang selalu memikirkan jalan termudah menurut versinya. Tidak denganku yang tak mau banyak orang tahu soal siapa aku dan Arsya, atau hubungan kami berdua.

"Syaaa.." baru aku ingin merengek sembari menghentak-hentakkan kaki, ponselku bergetar lagi.

"Haah! Kak Juna!"

Arsya hanya menggeleng heran saat menurutnya sikapku berlebihan. Dia duduk bersandar di ranjangku untuk memulai bermain game lagi.

Aku menarik ulang napas sebelum mengangkatnya. Tapi gagal untuk tenang, yang ada aku malah panik.

"Syaaa. Ini gimana cara jawabnyaa."

"Sini biar gue jawab." Arsya berusaha meraih ponselku.

"Enggak. Biar aku aja." Akupun menjauh dari Arsya, duduk di kursi belajar dengan perasaan cemas.

"Ha-halo."

'Ariva, lagi dimana?'

Mendengar suara tenang kak Juna membuatku sedikit lega.

"Di rumah. Eng.. ada apa, kak?"

'Ada yang mau aku tanyain.'

Deg! Ini udah jelas, pasti bahas yang lagi rame di twitter.

"Oh. I-iya. Tanya aja, kak." Aku melirik Arsya yang masih setia dengan ponselnya.

'Keluar, ya. Aku udah didepan.'

Brak! Kursi tergeser kasar kebelakang saat aku berdiri tiba-tiba.

"Eee.." aku memejamkan mata kuat-kuat. Ayolah, otak. Berpikirlah..

'Aku tunggu ya, sayang.' Bersamaan dengan itu, sambungan terputus.

"Syaaaa!!"

"Adooh. Apasih!" Arsya sampai menutup ponselnya saat aku menjerit kearahnya.

"Kak Juna.. kak Juna didepan."

"Ya udah sana temuin!"

"Bukan gituuu. Masalahnya kan, dia nunggu didepan rumah lo. Ntar kalo dia liat gue turun dari sini, gimanaa." Aku menggaruk kepala yang tak gatal.

Arsya menghela napas. Lalu menarik ponselku tiba-tiba. Ia mengetik-ngetik disana.

"Nih. Buru pergi."

Aku melongo membaca pesan yang diketik Arsya untuk kak Juna.

'Ke taman komplek ya, kak. Aku nyusul kesana. Love you.'

Dan dibalas 'ok' oleh kak Juna.

Eh? Wehehe. Aku tertawa cerah. "Encer juga otak lo."

Aku pun bersiul sembari menyambar jeket yang tergantung dibalik pintu.

"Gue keluar, ya. Jangan tungguin. Oke?"

Arsya lagi-lagi menggelengkan kepala aneh melihatku yang berubah-ubah ekspresi, sementara aku langsung keluar dari kamar untuk menemui kak Juna.

Yah, kesenanganku hanya sebatas itu. Kakiku melangkah gontai menuju taman komplek sembari memikirkan jawaban yang tepat kalau kak Juna menanyakan soal gosip di internet. Apa aku jujur aja? Toh, dia kan, pacarku.

"Kak." Sapaku padanya yang lantas tersenyum melihatku datang. Dia menepuk sisi bangku disebelahnya.

"Duduk sini."

Aku pun duduk disampingnya. Kami diam beberapa saat, merasa sedikit canggung, tak seperti biasa.

"Udah makan?"

Aku mengangguk. Padahal belum. Aku saja baru bangun tidur.

Kak Juna memiringkan duduknya, dengan sedikit membungkukkan tubuh, dia menggenggam tanganku.

"Kamu udah liat twitter?"

Nah kan, sudah kuduga. Walau wajah itu tampak sangat bersahaja, tapi nada yang terdengar begitu mengusikku.

"Kak, soal itu.. aku minta maaf nggak cerita ke kakak." Akhirnya aku memutuskan untuk cerita soal aku dan Arga, hubungan kami selama ini. Sejujurnya, melihat wajah kak Juna saat ini tak bisa membuatku mengelak banyak hal. Kecuali dibagian aku adalah anak panti.

"Kalau kakak ga percaya, kakak bisa tanya sama anak-anak yang SMP di Pelita. Mereka semua pada tau, kok."

Kak Juna tertawa kecil. "Percaya. Aku percaya sama kamu."

"Tapi tolong ya, kak. Please, banget. Jangan bilang ini sama siapapun."

Kak Juna hanya manggut-manggut, sebab dia sudah mendengar alasanku kenapa tak ingin akrab di sekolah dengan Arsya.

"Ya udah, kalo gitu. Maaf ya, aku ganggu belajar kamu cuma untuk hal ga penting kaya gini."

"Penting semua kalo berkaitan sama kakak."

Kak Juna ketawa lagi, lalu mengelus puncak kepalaku dengan lembut. "Kita balik, ya."

Aku mengangguk, lalu menggenggam tangan kak Juna menuju parkir motornya.

...🍭...

Aku lega saat kak Juna tahu soal aku dan Arsya. Minimal orang yang paling kusayang tahu tentang Arsya, sahabat baikku.

Walau saat ini, banyak pasang mata yang menatap kearahku. Tapi kucoba abaikan dan terus berjalan menapaki lorong sekolah. Masih pagi, aku ga mau mood-ku rusak.

"Eii. Pabo."

Aku terhenti saat ternyata dua orang laki-laki menghalangi jalanku. Tebak siapa mereka. Ya, Kai dan Hajoon.

"Pabo?" Gumamku.

"Pabo. Itu singkatan dari pembuat onar." Ujar Kai dengan wajah menyebalkan. Sementara Hajoon terkikik lembut disebelahnya.

Jadi, mereka udah buat julukan yang lebih singkat untukku, ya. Padahal masalahnya udah kelar lama, tapi nampaknya masih menyisakan kesal di hati mereka.

"Pabo, lo buat masalah lagi, ya?" Tanya Kai Samuran dengan nada mengejek.

Aku memutar bola mata dengan kesal, lalu sedikit menyingkir untuk melanjutkan jalanku.

"Eitts!"

Kai sialan. Dia menghalangiku.

"Boncengan naik motor bareng Arsya, gimana rasanya?"

"Bukan urusan lo!" Ketusku, dan ingin melangkah. Dan lagi-lagi Kai menghalangi.

"Apasih yang diliat Juna dari lo."

Aku mendelik mendengar ucapan Kai. Ingin aku melawannya, tapi urung kulakukan mengingat aku tak ingin masuk ruang BK. Atau bisa saja aku dikeluarkan mengingat orang tua Kai punya kekuasaan disini.

"Terserah lo deh, mau nganggep gue apa. Mending lo minggir, jangan ngabisin waktu lo buat gue." Aku menerobos sampai menyenggol bahu Kai yang terdiam. Kudengar tawa Hajoon bersamaan dengan gerutuan dari Kai.

Ah, sial. Kai itu cewek apa cowok, sih?

"Arivaaaa!" Teriakan Hani membuatku menoleh. Dia langsung menarikku duduk di bangku koridor.

"Lo tadi ngomong apa sama Kai?" Tanyanya antusias.

Hah. Padahal bisa tanya ini pas di kelas, kan?

"Ngga ada. Dia ngina gue dengan bilang pabo."

Hani malah terbahak-bahak. "Kok dia bisa bilang lo bego, sih??"

Apa? Bego?

"Kok bego?" Perasaan dia bilang Pabo, bukan Bego.

"Iyaa. Pabo itu artinya bego. Itu sih, pasti Hajoon yang ngajarin. Kan, bahasa korea."

Hah?? Sialan. Aku dapat dua julukan sekaligus!!

"Eh, Va. Kemaren.. lo duduk bareng Vita, ya?" Tanya Hani lagi dan aku mengangguk.

"Emm.. gini, Va." Hani mulai bergelagat aneh. "Lo.. bisa nggak, buat gue bisa gabung sama kelompok Vita."

"Whatt??"

TBC

Terpopuler

Comments

moona

moona

lagi...lagi....🤗

2023-06-14

1

ega

ega

up nya dikit amat tor,,, lanjot 👍👍👍

2023-06-14

2

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!