My Relationshit 2

"Lama banget bangunnya."

Aku menoleh ke arah suara yang sering sekali terdengar di telingaku.

Dia duduk diatas karpet bersandar pada tepi ranjang yang kutiduri hingga aku hanya bisa melihat punggung dan rambutnya. Dia asyik bermain game di ponselnya.

Inilah alasan kenapa aku hampir tidak pernah mengunci pintu kamar. Karena dia, Arsya, sering keluar masuk sesuka hatinya.

Arsya sekilas menoleh kebelakang melalui bahunya. "Lo itu nggak bersih-bersih, ya. Bisa-bisanya tidur masih pake seragam. Cepet bangun. Ini udah jam 6!" Arsya meletakkan ponselnya diatas nakas, lalu memutar tubuhnya kearahku.

Mata kami bersitatap beberapa detik. Sampai aku berhasil meraba guling dan melemparkan kearahnya.

"Aduh! Apaan, sih!" Arsya memberi perlindungan dengan menyilangkan kedua tangannya.

Aku duduk dan mencoba merapikan rambut. "Kan, udah gue bilang jangan berlagak kenal di sekolah! Gue nggak mau orang-orang tau kalo gue kenal sama lo."

Arsya berdecak setiap kali aku mengatakan itu.

"Kenapa, sih. Padahal gue nggak ngapa-ngapain lo tadi."

Pada awalnya, Arsya memang ngga mau waktu aku minta dia pura-pura ga kenal aku di sekolah. Maksudnya, buat apa?

Well, aku kesulitan kalau orang-orang tau aku deket sama Arsya.

Seperti yang sudah-sudah saat SMP. Banyak cewek-cewek yang ngedeketin aku cuma untuk menyampaikan surat, salam, dan hadiah-hadiah untuk Arsya. Belum lagi aku diteror karena dianggap penghalang sebab Arsya sulit didekati oleh mereka. Masalahnya.. Ya mana aku tau kalo Arsya nolak mereka.

"Pokoknya gue nggak mau ada orang yang tau. Titik!" Tekanku lagi padanya.

"Emang gue negur lo? Enggak, kan! Lagian ngapain juga kalian ngomongin gue."

"Mana gue tau kedengeran sampe sana."

Aku meregangkan leher ke kiri dan kanan. Kenapa terasa agak sakit, ya. "Keluar, gih. Gue mau mandi."

Senyum liciknya mulai muncul.

"Yauda, mandi aja sana. Emang kenapa kalo ada gue?"

"Jangan sampe gue tampol, ya!" Ancamku bersiap menyerangnya dengan guling.

"Udah dari kecil kita berteman, masa gue ga pernah-"

BUK! BUK! BUK!

"I-iya iya, gue keluar. Hahaha." Arsya terus tertawa saat aku memukulinya dengan guling sampai ia keluar dari kamar dan akupun menguncinya. Sialan, menghabiskan energiku saja.

...🍭...

Sebenarnya males banget kalo malam-malam gini cuma duduk nemenin Arsya main game diatas genteng. Mana dingin, lagi. Untung aja nih anak ngerti, sampe bawa semua makanan kesukaan aku supaya aku ngga bosen.

"Sya."

"Hm." Jawabnya sambil terus fokus pada game-nya.

"Lo tau, nggak. Tadi.. kak Juna ngeliatin gue, loh."

Aku masih saja tersenyum-senyum membayangkan kejadian siang tadi di sekolah walau entah benar atau tidak Arjuna melihatku.

Hening. Tak ada suara kecuali sound game Arsya.

"Syaaaaa!!"

"Adooh. Apa, sih!!" Arsya mengubek-ubek telinganya yang kuteriaki.

"Gue ngomong! Lo nggak dengerin?!" Teriakku padanya.

"Ngomong apaan!" Balasnya ketus. Lalu fokus lagi ke ponselnya.

Huff. Sialan. Arsya memang gitu, kalo udah main game, apapun ocehanku ngga akan didengarkan.

"Siapa yang telpon Anj-" Makian Arsya terhenti saat menatap ponselnya menampilkan nama penelepon.

Aku ikut mengintip. "Ehh?"

Buru-buru Arsya menjauhkan ponselnya. Tapi tadi nama yang kubaca itu... Vita? Vita yang mana nih? Anggota cheers? Serius Vita yang itu?

Arsya menempelkan ponselnya ke telinga sembari mendorong kepalaku dengan tulunjuknya supaya aku menjauh.

Bibirnya menyunggingkan senyum. "Halo?"

Setelahnya, entah apa percakapan mereka sebab Arsya malah beranjak menjauh dariku.

Kuperhatikan dia yang berdiri diatas balkon. Tingkahnya aneh dengan gaya khas orang kasmaran.

Arsya.. sama Vita? Yang bener?

Akupun turun dari atas genteng ke balkon, tepat dimana Arsya tengah bertelepon ria. Melihatku mendekat, Arsya menyuruhku tidak berisik dengan meletakkan telunjuk di bibirnya.

Sementara dia, cengengesan dan tertawa dengan obrolan mereka.

"Siapa?" Tanyaku berbisik.

Arsya melihatku sebentar lalu membuang wajah kearah lain sambil terus mengobrol. Sialan, dia mengabaikanku.

"Siap-"

Arsya membungkam mulutku dengan tangannya, membuatku melotot kesal. Dengan cepat aku memukul tangannya sampai terlepas dari mulutku.

"Oke, nanti aku telpon balik. Bye~" Wajah cerahnya kembali masam. "Apa, sih? Kepo banget."

"Itu siapa? Vita anggota cheers? Vita kelas X4?" Tanyaku penasaran.

"Kalo iya, kenapa?"

Aku menghela napas. "Kok tiba-tiba lo deket sama dia? Kok gue nggak tau? Kenapa lo nggak cerita ke gue soal ini?"

"I-yaa.. gue lupaa." Jawabnya asal. Tentu terlihat darinya yang malas melanggatiku.

"Masa lo lupa padahal lo ngekorin gue hampir 12 jam sehari!"

Arsya menggaruk-garuk kepalanya. "Yaudala yang penting sekarang kan, lo udah tau."

Aku mendesah kuat. "Lo gausa dekat sama dia, deh. Cari aja yang lain tapi jangan Vita!" Ucapku tiba-tiba.

"Loh, kenapa?"

"Dia sukanya sama Hajoon, bukan sama lo."

"Hah? Apaan, sih. Orang Vitanya yang ngedeketin gue duluan. Lagian dia cantik. Nggak seneng banget liat gue happy."

Aku kok kesal banget sama jawaban Arsya. "Tapi gue nggak suka. Dia tuh kayak bukan cewe baik-baikk. Dia itu masuk cheers cuma buat deketin cowo-cowo basket!!"

Alis Arsya bertaut. "Emang lo kenal sama dia? Dia pernah bilang langsung sama lo? Sejak kapan lo ngobrol bareng Vita?"

Deretan pertanyaan itu membuatku terdiam. Aku memang nggak pernah ngomong sama Vita. Tapi entah kenapa feelingku bilang begitu.

"Itu.. gue.. gue feeling aja." Jawabku dengan terputus-putus.

Arsya menatapku dengan dahi berkerut. Terasa aneh mungkin baginya, saat aku menilai orang seperti itu. Tak mirip dengan aku yang biasa.

"Feeling?" Arsya lalu tertawa. "Hei, Ri, gue nggak pernah tuh ngelarang lo naksir sama si Juna-Juna itu. Kenapa lo ngelarang gue?"

"...Emang kalo gue bilang si Juna itu brengsek, lo percaya?"

Mataku membulat. "Kak Juna nggak gitu! Emang lo tau?!"

Arsya tersenyum miring. "Nah."

Aku langsung bungkam. Tapi aku udah terlanjur kesal, tiba-tiba Arsya bersikap begini padaku cuma gara-gara cewek yang baru dia kenal.

"Gue gak pernah tuh, ngatur lo mau suka sama siapa. Gue bilang Juna brengsek aja lo ngga percaya. Masa gue harus percaya sama lo yang cuma bermodalkan feeling."

Sumpah. Aku kesal mendengar ucapan Arsya ini. Aku pun enggan terus disana dan memilih turun saja.

"Eh, Ri!"

Panggilan Arsya pun aku abaikan. Si sialan itu, bisa-bisanya dia berkata begitu padaku.

Aku mengunci pintu dan duduk di meja belajar. Akhh sialan-sialan-sialan.

Lagian kenapa sih, aku harus ngomong gitu ke Arsya soal Vita? Padahal aku memang gak pernah kenal Vita. Selama ini aku cuma tau dia karena Salma dan Hani yang cerita soal cewek itu.

Drrtt! Suara jendela tergeser pun terdengar.

"Rii. Ari. Lo udah didalam, kan?"

Aku beranjak dari kursi menuju jendela. Kulihat Arsya sudah berdiri depan jendelanya yang hanya berjarak satu meter dari jendelaku.

"Lo marah?"

Si gila itu. Bisa-bisanya dia masih bertanya. Kesal, akupun menutup jendela dan tirai, membiarkannya memanggil-manggil namaku dari seberang sana. Kupadamkan lampu sebagai tanda bahwa aku mengakhiri interaksi malam itu.

...🍭...

Hari ini pertandingan basket antar kelas masih berlangsung. Jadi tidak ada proses belajar mengajar. Yah, tidak apa-apa. Itung-itung istirahat sebentar.

Setelah merapikan dasi di depan cermin toilet sekolah, akupun keluar.

Tepat setelah beberapa langkah keluar dari toilet, aku melihat kak Juna berjalan dengan kaki panjangnya kearahku.

Aku langsung menjadi patung. Ini kali pertama aku bisa melihatnya sedekat ini. Dia berjalan tanpa melihat kearahku saja sudah membuat degup jantungku berantakan.

Berulang kali aku menelan ludah saat merasa ia semakin dekat denganku, sampai ia melangkah dan akan melewatiku. Kulirik wajahnya, ya ampun.. dia begitu tampan.

Kak Juna menolehkan wajahnya kearahku. Tepat di dekatku, dia menatapku hanya satu detik, tapi mampu membuatku menahan napas seketika.

Membeku, itulah yang kurasakan saat seluruh tubuh rasanya lumpuh. Kusentuh dada yang bergemuruh. Dia.. menatapku? Aku yakin dua ribu persen. Dia menatapku walau hanya sedetik. Ah ya ampun, rasanya ingin pingsan. Beruntungnya aku hari ini...

"Tunggu.."

Kakiku semakin bergetar saat mendengar suaranya. Spontan aku menoleh kebelakang.

"Tunggu bentar.." ucapnya. Tapi ke siapa? Aku?

Dia berjalan lagi kearahku dengan senyuman yang memperlihatkan jejeran giginya yang rapi. Sumpah. Dia berjalan kearahku. Matanya menatapku. Jadi, senyum itu dia berikan untukku?

Berulang kali aku menelan ludah. Apa dia akan menghampiriku? Apa dia sadar kalau aku menyukainya? Pikiranku mulai kesana kemari.

Senyumanku sempat hampir mengembang tatkala ia mendekat, semakin dekat. Lalu dia tak berhenti, malah terus melangkah melewatiku. Eh, bukan aku? Senyumanku pun luruh detik itu juga.

"Ada apa?" Tanya temannya.

Ah, sial sial sial. Aku berharap apa, sih? Jelas dia tidak kenal denganku. Dia tidak tahu aku. Kenapa malah aku yang ngerasa. Aduhh malunyaaa! Untung aja dia nggak liat aku yang udah kadung senyum.

"Riva!"

Aku menoleh. Ternyata Hani memanggilku. Dia melambaikan tangan, memintaku untuk segera datang.

Kulihat lagi kak Juna. Dia masih mengobrol dengan temannya. Ah, tampan sekali. Tapi sayang, aku tidak bisa menatapnya lama-lama, terlebih jarak kami tidak begitu jauh. Bisa-bisa dia mencurigaiku.

"Iya, sebentar." Sahutku dan berlari kecil kearah Hani yang sudah menungguku.

** Bersambung **

(Visual Arsya Alexander Loui)

**Mirip nggak sama bapaknye? Kalo dari gw sih ini mirip emaknye. Kelakuan dan tingkah laku mirip bapaknye plek ketiplekk **

SUBSCRIBE AND VOTE YEAAA~~~~

Terpopuler

Comments

Intan Anggraeny

Intan Anggraeny

kayaknya seruu

2023-11-05

0

Asma

Asma

grrrrr 😡

2023-07-28

1

Asma

Asma

huh... 😤

2023-07-28

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!