My Relationshit 7

Kuperhatikan sekitarku sebelum turun dari taksi. Anak-anak yang masuk ke gerbang sekolah tak ada yang kulihat muncul di gedung olahraga kemarin. Oh, syukurlah. Artinya aman dan akupun turun.

Yah, namanya meminimalisir pertemuan. Soalnya aku masih merasa malu banget kalo ingat kejadian kemarin. Yang buat kekacauan kemarin kan, aku.

"Hoii!"

Aku tersentak kaget saat dari belakang Arsya memekikkan suaranya di telingaku.

Mataku membulat. "Ngapain lo!"

"Lo yang ngapain berdiri-berdiri disini." Gerutunya.

Aku langsung mendorong kuat tubuh Arsya. "Sanaa! Jangan deket-deket gue."

Dia menoleh kebelakang sambil berdecak. Tak kupedulikan dia karena aku harus cepat masuk ke kelas sebelum ada yang menyadari keberadaanku.

Aku berjalan setengah berlari. Ini gara-gara kejadian kemarin, rasa malunya mungkin ga akan hilang beberapa hari kedepan. Aku juga udah bertekat ga akan keluar kelas sampai berita ini menghilang. Aku cuma perlu masuk ke kelas yang ada di lantai dua dan...

BRUK!!

"Awww!" Aku meringis memegangi bokong yang berhasil menghantam lantai.

Tapi siapa yang tiba-tiba nongol dari ruangan ini? Kenapa nggak pake otak banget kalo keluar tuh, liat kiri kanan dulu, kek.

"Eh?"

Aku kaget melihat siapa yang membungkuk menatapku dengan senyuman manis hingga lesung pipinya muncul.

Hajoon. Dia mengulurkan tangan padaku. "Sorry. Aku ga liat-liat." ucapnya dengan logat yang masih terdengar kaku di telinga.

"Hah. Dia lagi."

Kai Samuran. Berdiri dibelakang Hajoon dengan tatapan tajam padaku.

"Dia? Siapa?" Tanya Hajoon memperhatikan wajahku dengan seksama.

"Cewek pembuat onar di pertandingan futsal kemarin."

"Apa?!" .. Cewek pembuat onar?? Jadi, aku udah dapet julukan??

"Oh. Dia orangnya." Kata Hajoon dengan masih tersenyum. Tapi kini berbeda. Senyumnya agak...

"Udah, ayo cepat. Anak-anak basket udah nunggu." Kai meraih bahu Hajoon dan langsung pergi meninggalkan aku yang masih terduduk.

Kepalaku memutar mengikuti perginya mereka. Sialan. Rupa doang yang tampan. Tapi atitud nol besar! Siapa sih, yang bisa-bisanya ngidolain mereka padahal nggak banget kelakuannya. Aku ini jatoh, ditolong dulu, kek!

"Ariva?"

Kepalaku langsung memutar. Nah, ini dia. Sosok yang patut untuk dipuja dan diidolakan. Kak Juna. Dia mengulurkan tangan padaku yang langsung kusambut.

"Ditabrak mereka, ya?" Tatapan kak Juna sedikit menajam melihat kearah Hajoon dan Kai yang berlalu tanpa menolongku.

Aku nyengir. Ogah membahas soal itu.

"Lain kali hati-hati, ya."

"I-iya, kak." Kataku sembari menepuk-nepuk rok belakang.

"..kak, soal kemarin.."

"Udah, ga usah dibahas. Masalahnya udah clear. Tadi malam aku udah selesein sama anggota futsal Binakarya." Katanya memotong kalimatku.

"Tapi.."

"Udah sarapan?" Tanya kak Juna. Aku mengangguk sambil tersenyum. Sungguh perhatian.

"Ya udah, kalo gitu aku ke ruang osis dulu, ya. Ada yang perlu dibahas."

"Soal kemarin, ya?" Tanyaku cemas.

Dia hanya tersenyum. "Jangan khawatir. Aku pergi dulu. Nanti ketemu di jam istirahat. Oke?"

Kak Juna berjalan kearah Hajoon dan Kai tadi. Mereka mau bahas soal kemarin, ya. Aku jadi takut.

Eh tapi, sampai ketemu jam istirahat, katanya? Hihiii.. Jadi nggak sabar nunggu jam istirahat.

~

Walau pada awalnya aku enggan keluar, tapi karena ingat kalau kak Juna mau ketemu di jam istirahat membuatku mau tak mau melangkah keluar kelas juga pada akhirnya.

Aku dan teman-teman udah duduk di kantin. Aku memesan bakso kosong, sedangkan Salma dan Hani memesan mie ayam. Baru aku mau memasukkan bakso bulat ke mulutku, Salma berujar.

"Aku denger acara pertandingan futsal kemarin ricuh. Kai sama Hajoon sampe adu jotos sama anak sebelah, loh."

"Hah, serius?"

Aku meletakkan kembali bakso yang mau kumakan.

"Iya. Denger-denger, ada cewek gila yang duduk di bangku pendukung SMA Binakarya. Trus entah gimana Binakarya nganggep kalo cewe gila itu adalah mata-mata dari sekolah kita." Jelas Salma sambil memasukkan saos dan kecap kedalam mie ayamnya.

"Wah, gila. Kok bisa tu cewek disana?" Lalu Hani beralih kepadaku. "Eh, Riv, lo kemaren ngga jadi dateng kesana?"

"Jadi.."

"Berarti lo tau dong kejadian kemaren?" Tanya Salma antusias.

"Tau.."

"Trus, cewek gila itu siapa, Riv?" Tanya Hani.

"Iya, siapa? Kok bisa-bisanya bantu megang spanduk penghinaan itu!"

"Gue."

"Haaahh??!!" Serentak Hani dan Salma bersamaan menggebrek meja, sampai kuah baksoku tumpah.

"Aduh, jangan keras-keras, dong." Tekanku pada mereka yang sontak menutup mulut.

Aku melirik sekitar, orang-orang memperhatikan kami.

"Serius itu lo?" Tanya Salma dengan mata membulat.

"Iya. Gue cewek gila yang lo sebut. Gue yang salah duduk dan malah megang spanduk yang tulisannya, 'Go Binakarya, Pecundangi Garuda'." Jelasku sembari mengelap bekas kuah yang tumpah dengan tisu.

Salma sampai menganga mendengar penjelasanku.

"Te-terus.. lo gimana?"

"Ya gimana. Malu banget gue. Apalagi pas bentrok gitu. Gue takut bangett. Cewek-cewek Binakarya juga nyeremin. Untung ada kak Juna yang nolongin gue."

Kemudian aku menghentakkan sendok dengan keras. "Lo tau nggak, Kai dan Hajoon sampe ngeliatin gue sinis disana. Mana rame banget ada Vita dan anak-anak lain. Gue malu bangeettt." Aku menutup wajahku dengan kedua tangan.

"Wajar sih, Riv, soalnya kan.. lo tau lah gimana sekolah kita sama Binakarya." Kata Hani.

"Gue ga tauuu. Gue kan, ga pernah keluar sendirian. Gue nekat karena kak Juna yang ngajak guee."

"Haaah?" Lagi, kedua kalinya Salma dan Hani menganga.

Akupun menjelaskan bagaimana itu bisa terjadi. Dimulai dari kak Juna yang menemuiku di pinggir jalan, hingga berakhir di pertemuan pagi tadi setelah aku ditabrak Hajoon dan Kai di koridor lantai satu.

Mereka masih melongo, tak percaya dengan cerita yang ku sampaikan.

"Ini sih, gila, Riv. Beruntung bangett." Seru Salma histeris.

"Beruntung apanya! Apalagi wajah Kai itu ikhhhh!" Memikirkannya lagi saja aku kesal.

"Gue juga mau kali, ditabrak sama Kai." Celetuk Hani dengan wajah cemberut dan mendapat puk-puk dari Salma di punggungnya, membuatku terkekeh geli.

"Ariva."

Mata kami mengarah pada seorang yang berdiri menjulang disampingku. "Lagi makan, ya."

"Eh, kak. I-iya." Jawabku kaku, sementara Hani dan Salma saling senggol.

"Boleh gabung?"

"Boleh, kak. Duduk aja, duduk." Salma langsung merespon cepat, sementara aku masih membeku terlebih saat kak Juna menggeser kursi dan duduk disampingku.

"Ee.. kalo gitu, kita pindah aja, deh, ya." Hani mengangkat mangkuknya, disusul Salma.

"Hah. Ma-mau kemana.."

Keduanya pindah ke meja yang kosong, meninggalkan aku dan kak Juna berdua.

Tak jauh dariku duduk, ternyata ada Vita dan kelompoknya yang duduk menghadapku. Apalagi Vita dan teman-temannya melihat kearahku. Beberapa tatapan juga keliatan sinis, ditambah ada kak Juna disebelahku. Aku yakin, saat ini aku jadi bahan omongan mereka semua.

"Dimakan, dong. Masa diaduk terus."

Aku menghela napas. Gimana mau makan, dia liatin aku sambil bertopang kepala begitu!

"Kakak gak pesen? Mau aku pesenin?"

"Enggak. Aku gak laper." Katanya sambil terus tersenyum menatapku.

Aku lirik dia dengan helaan napas. "Jangan liatin aku kaya gitu dong, kak.."

Kak Juna malah tertawa renyah. "Abisnya kamu imut bangett.."

Hah. Apa katanya. Aku.. imut? Tapi melihat dia dari dekat, dan sorot matanya yang menatapku, aku yakin dia gak bohong. Jadi, kak Juna.. suka sama aku??

Bersambung...

Terpopuler

Comments

wulan

wulan

kalo kyk gini jadi kepengen SMA lagi akuh nya pen,,,telat mamir nih ternyata semua karyamu luar biasa pen😘😘

2024-01-16

1

Bunga Istiqomah

Bunga Istiqomah

rasane aq koyok dadi bocah tuwek😆😆😆

2023-07-13

2

ega

ega

😘😘😘😘

2023-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!