High School 15

Begitulah hari itu berakhir dengan pembagian laporan nilai selama satu semester yang kebetulan kak Tari yang mengambil raporku, dan Bunda mengambil rapor Arsya. Kenapa gak sekalian aja? Jelas aku memohon pada kak Tari untuk menyempatkan waktu, karena yah, sudah berulang kali aku jelaskan pada kak Tari bahwa aku dan Arsya tidak saling mengenal di sekolah. Walau sempat mengomel, tetap kak Tari mau membantuku.

Libur cuma ada dua minggu. Bunda dan Papa Arga mengajak kami liburan ke luar negeri. Tapi aku menolak pergi karena lebih ingin di rumah. Enggak, sih. Sebenarnya karena ga mau ganggu waktu mereka aja. Soalnya mereka ngga pernah bener-bener ngabisin waktu bertiga. Dan aku selalu jadi perhatian mereka.

Kenapa? Karena tahun lalu, aku malah jatuh sakit waktu liburan di Bali. Tentu semua pada panik dan gak bener-bener nikmatin alam karena aku. Hufft.

"Ayo, lah. Lagian ngapain sih, di rumah terus." Ajak Arsya waktu itu, melalui jendela kamar kami yang berhadapan.

Lagi-lagi aku menggelengkan kepala, menolak untuk yang kesekian kali.

"Aku males, Sya." Elakku.

"Ck! Nggak seru lo!" Decak Arsya.

Yah, begitulah. Selama ini aku hampir ga pernah nolak kalau Arsya meminta ini itu atau mengajakku kemanapun dia pergi.

"Aku.. ada janji sama kak Juna, mau kencan setiap hari." Jawabku dengan wajah meyakinkan, padahal aku berbohong.

Dia diam sebentar, lalu menghela napas. "Ya udah, deh." Ucap Arsya akhirnya.

Setelah itu, aku bener-bener kehilangan Arsya selama seminggu ini. Biasanya, dalam satu hari aku dan Arsya pasti sempet ngobrol melalui jendela. Seperti kebiasaan, aku selalu menoleh ke jendela Arsya yang tertutup rapat dan gelap.

Tring!

Ponselku berdering. Ternyata Arsya. Tapi saat membaca pesannya, aku langsung bergegas menyusun barang-barangku menuju ke Australia.

...🍭...

Hah. Untung bukan kali pertama ke negara Aussie, jadi gak bingung lagi.

Tapi kalo dipikir-pikir, kenapa bunda ngirim map hotel, ya. Bukannya Arsya seharusnya ada di rumah sakit? Atau udah balik hotel kali, ya. Entahlah. Aku menuju ke alamat yang bunda kirim dari chat.

Tak butuh waktu lama hingga aku tiba, bunda dan papa sedang makan siang, sementara Arsya masih ada di kamar.

Tok..tok..

Beberapa detik setelahnya, pintu dibuka dengan kepala yang menyembul dari balik pintu.

Aku memiringkan kepala ke kiri, ini benar Arsya dengan wajah lesu dan pandangan sayu menatapku.

Dia melebarkan pintu dan berjalan masuk, membuatku bingung. Kok dia kelihatan gak kaya kecelakaan? Aku pun mengikuti dari belakang sembari menyeret koper.

"Katanya kecelakaan?" Kok bisa jalan dengan lancar gitu. Ngga keliatan ada yang luka, lagi.

"Emang."

"Mana?" Mataku memindai tubuh Arsya dari atas sampai bawah. Ga ada tuh, lukanya.

"Nih!" Dia menunjukkan siku kanannya yang ditempel plaster, membuatku seketika melongo.

"Itu doang??"

Tanpa dosa Arsya mengangguk-angguk lalu duduk bersandar di kepala ranjang.

Hah. Ini sih namanya gue dipermainkan!

"Syaaaa!!"

Lelaki itu menutup telinga kuat-kuat saat aku teriak, tak suka dibohongi perihal kecelakaan begini. Harusnya dia udah tau itu, kan!

"Kecelakaan apa, hah?? Gue pikir lo tuhh penuh luka lebam ato apalah yang nunjukin kalo lo abis kecelakaan! Kok lo malah bisa dengan santai? Bukannya lo tuh seharusnya di rumah sakit?" Omelku panjang lebar dengan dada naik turun menatapnya.

Mata Arsya membulat. "Lo doain gue kayak gitu?"

Aku menghela napas lewat mulut sangkin kesalnya, lalu duduk di sisi ranjang.

"Syaa. Ayolah. Masa lo boongin gue. Seharusnya hari ini gue jalan sama kak Juna. Tapi terpaksa banget gue cancel karena lo." Dengkusku dengan kesal.

"Gue emang kecelakaan waktu gue bawa sepeda. Ditabrak motor dari samping. Makanya yang kena sikut gua, nih." Dia menunjukkan luka tak seberapa itu.

"...trus gue juga tadi demam. Gak tau nih, tiba-tiba reda aja."

Mataku menghunus padanya, tak suka dengan situasi ini.

"Ya udah, sih. Uda nyampe juga. Istirahat sana di kamar lo. Tadi papa udah pesenin di sebelah. Tuh, cardlock-nya." Dengan dagunya Arsya menunjuk kunci kamar di atas nakas dekatku.

Aku masih merasa kesal. Paling ga suka dibercandain kaya gini.

"Ah, gue inget tadi pas gowes pagi, gue liat ada kafe es krim. Mau kesana?" Ajak Arsya, dengan alis yang naik turun menatapku.

Ck. Sialan. Selalu aja tepat sasaran. Aku kalo lagi kesel emang suka makan es krim.

Yah, dengan wajah yang masih manyun, aku meninggalkan koper di kamar Arsya. Dan kami pun menuju tempat yang dimaksud oleh Arsya.

Sambil berjalan santai, kami memasuki kafe es krim yang tak jauh-jauh dari Elizabeth Quay.

Pada saat akan masuk, mataku tak sengaja menangkap seseorang yang tengah berjalan santai menuju kearahku dan Arsya.

Bentar-bentar. Ini sih, dari cara jalannya aja aku tahu. Tapi masa dia?

Mulutku menganga seketika.

"Syaa. Syaa." Buru-buru aku mendorong Arsya ke balik tembok.

"Apa?" Arsya menahan tubuhnya saat aku ingin dia bersembunyi.

"I-itu. Ada Kai."

"Hah?"

Aku mendorong Arsya hingga dia berada tepat dibalik tembok sebelahku.

Kai menghentikan langkah. Kacamata hitam yang dipakai pun dengan cepat ia turunkan bersamaan ekspresi tak percaya melihatku.

"E-eloo?"

Hadeh. Kadang heran, kenapa bisa terus ketemu sama Kai, sih. Emang Australia sekecil ini?? Hufft.

"Lo ngapain disini??" Sentaknya padaku, yang tak mau dibentak, apalagi di tempat umum.

"Lo tuh, yang ngapain disini!" Balasku namun dengan nada cukup santai. Enggan bertengkar dengan orang seperti Kai.

"Liburan lah! Lo ga liat nama gue diurutan nomor satu?"

"Gue ga tau tuh, ga peduli juga." Jawabku angkat bahu. Tanganku mendorong pintu, hendak masuk.

"Heh. Lo ngikutin gue, ya?"

Langsung aku menoleh kearahnya. Apa katanya? Ngikutin?

"Lo pikir gue kurang kerjaan, apa? Emang lo siapa sampe harus gue ikutin?"

"Ya siapa tau lo sebenarnya sukak sama gue. Diam-diam ngintilin gue."

"Ppfftttt.." tak bisa menahan, aku pun tertawa terbahak-bahak di depannya. Sepede itu kah seorang Kai?

Kai dengan kerutan di dahinya terus menatapku yang tertawa lebar. Tak lupa menepuk-nepuk paha sangkin asyiknya menertawakan ke pedean si Kai.

"Bisa ya, lo ketawa dengan nilai di bawah standar lo itu. Apaan, ranking 173 dari 220 orang."

Ucapannya sukses membuatku bungkam. Kok jadi bahas nilaii?

"Kalo gue, sih. Bakalan malu banget. Malah milih pindah dari sekolah. Nutup muka supaya orang-orang ga liat gue."

Badanku tegak seketika. Bisa-bisanya dia ngucapin ini padaku.

"Heh! Lo pikir karena lo nomor satu, lo bisa seenaknya sama gue, hah?" Aku menunjuk-nunjuk wajah Kai sampai kepalanya mundur perlahan.

"Lo tuh masuk nomor 1 pasti karena bokap lo!"

Wajah Kai pula berubah geram. "Apa lo bilang??"

"Gue yakin lo tuh sebenarnya biasa aja. Ato mungkin di bawah gue. Sekolah yang buat lo nomor satu karena segen sama bokap lo! Bisa-bisanya ngehina gue yang nomor 173. Eh?"

Tiba-tiba aku teringat sesuatu. "Kok lo tau gue urutan 173?"

Dan saat itu pula wajah Kai berubah...

Terpopuler

Comments

ega

ega

kai diam diam suka ariva nich

2023-06-19

2

moona

moona

kai naksir ariva nih kayaknya 🤔

2023-06-19

2

랟 팰퍁

랟 팰퍁

makin seru..lanjut thor...

2023-06-19

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!