My Relationshit 10

"Syaaa.. Syaaa.."

Duk..duk.. duk..

Aku mengetuk-ngetuk jendela Arsya dengan penggaris. Aku butuh bantuannya.

"Syaaa. Lo belom bangun, ya? Astaga kebo banget. Bangun, udah jam 7 heeii." Teriakku keras supaya Arsya mendengarnya.

Arsya menggeser jendela sambil menguap lebar. Wajah bantal dan rambut acaknya membuatku selalu ingin tertawa.

"Apaa. Lo bisa gak, jangan ganggu gue tidur kalo hari minggu!"

Pagi-pagi aku udah kena omel. Lagian emang salahku juga, sih.

"Syaa. Ntar anterin gue, yaa. Gue mau nge-date sama kak Juna tapi gue ga minta dia jemput kesini."

Mata Arsya yang separuh terbuka menatapku. "Kenapa gak sampe sini?"

"Gue belom cerita ke dia kalo gue anak panti."

Arsya termangu. "Emang ada yang salah?"

"Enggak, sih. Cuma.. gue malu. Eh Maksudnya, gue belum mau jujur soal itu. Pelan-pelan, lah. Sekarang lo bantuin gue, ya. Please anterin guee.." bujukku pada Arsya.

"Males. Gue mau ke toko buku siang nanti."

"Yaelah, Sya. Anterin gue sekalian, dong. Lo tega banget sama gue."

"Bukannya lo yang bilang, gak butuh bantuan karena udah ada Juna?"

Aku menyengir. Hehe. Iya, sih. Tapi kan, ini beda.

"Gue traktir, deh. Lo mau apa, gue beliin."

Arsya menggaruk-garuk lehernya sembari menatapku dengan malas.

"Yaudah. Jam berapa?"

"Hehe. Jam 12."

"Hmm." Jawabnya lalu pergi tanpa menutup jendelanya lagi. Kulihat dia langsung menjatuhkan diri keatas tempat tidur. Masih ngantuk banget, rupanya. Aneh, biasanya tuh anak bangun pagi dan olahraga. Sekarang kayanya Arsya sering begadang dan lambat bangun.

Ah, entahlah. Aku mau bersiap dulu. Untuk kencan pertama, aku harus tampil maksimal pada acara kami yang masih 5 jam lagi. Hehehe.

...🍭...

Aku sudah bersiap. Sekarang tinggal nunggu Arsya. Dari tadi aku ketuk jendelanya enggak dijawab. Aku telepon juga ga diangkat. Akhirnya aku turun dan menghampiri Arsya di rumahnya.

"Bunda."

"Ari, masuk, Nak."

Aku masuk, kudapati Bunda dan Papa Arga duduk berduaan. Pasangan ini masih saja mesra walau usia mereka sudah menginjak 40an tahun. Apalagi Papanya Arsya bener-bener masih segar dan ganteng banget.

"Arsya ada kan, Bun?"

"Ada, kayaknya." Jawab Bunda.

"Mau kencan, ya." Samber Papa Arga dengan senyum penuh keingin tahuan.

"Eh." Kencan gimana ya, maksudnya. Sama Arsya, atau akunya yang pergi kencan?

"Itu dia Arsya." Bunda Syahdu menunjuk Arsya yang sedang menuruni anak tangga.

"...Mau pergi kemana? Rapi banget."

"Mau nganter Ari kencan."

Gila. Masa Arsya jawab gitu. Mataku melotot pun Arsya tak peduli.

"Eh, beneran kencan? Ari udah punya pacar, ya?" Tanya Bunda serius.

"Oh, kalah cepat dong, Arsya." Sahut Papa Arga.

"Kalah cepat apanya, Pa. Arsya duluan yang punya pacar."

Gantian, dong. Emang lo doang yang boleh ngebocorin soal gue! Kira-kira begitulah maksud senyumku saat Arsya membelalak kearahku.

"Lho, kok punya pacar nggak bilang-bilang?" Papa Arga sampai meletakkan kopi yang sejak tadi digenggamnya. "Siapa? Kenalin dong, sama Papa."

"Ada, Pa. Namanya Vita. Anaknya cantik banget." Arsya buru-buru mendekap mulutku dan merangkulku.

"Kita pergi dulu, Pa, Ma." Arsya membawaku berjalan sambil terus merangkul.

"Nanti cerita ya, Syaa." Teriak papa Arga.

"Iya, Pa. Nanti Ari bantu ceritain." Teriakku saat Arsya melepas dekapan mulutku.

"Apasih. Berisik lo!" Sungut Arsya sambil terus merangkulku keluar dari rumah mereka.

"Hehee." Aku nyengir tak karuan melihat wajah bete Arsya.

"Ngapain sih, lo bilang ke bokap gue. Kayak ga tau bokap gue aja." Arsya bersedekap.

"Hehe. Soalnya bokap lo sering banget ngejekin lo ga laku. Gue kasi tau aja sekalian."

Arsya malah menatapku dari atas sampai bawah.

Kenapa? Apa yang salah? Aku sampe ikut memperhatikan penampilanku. Aku cuma pakai dress jeans selutut dan sepatu balerina karena gak mau dibilang terlalu tampil all out di depan kak Juna.

Arsya membuka pintu mobil tanpa sepatah kata. Aku pun ikut masuk dan duduk di kursi penumpang.

Senandung indah keluar dari bibirku. Sebentar lagi aku ketemu kak Juna. Tadi dia udah ngirim pesan kalau dia udah mau sampe. Seharusnya akupun cepat, kan.

"Sya, gue turun disitu."

"Nggak masuk?"

"Ga usah. Ntar lo ribet, lagi. Gue disini aja biar lebih deket masuknya."

Arsya menghentikan mobil tepat di tempat yang kutunjuk. Sebelum turun, aku melihat wajahku di spion depan Arsya.

"Sya, gimana? Aku cakep, kan."

Arsya memperhatikanku, lalu mengalihkan wajahnya. "Sejak kapan sih, lo cakep. Udah buru. Gue mau ke toko buku."

"Ck! Iyeee." Aku membuka pintu dan langsung berlari kecil kearah pintu masuk mall. Ah, tak lupa aku berbalik dan melambaikan tangan pada Arsya. Aku lupa bilang makasih. Nanti aja, deh.

~

"Hai." Kak Juna menyapa. Dia tampak rapi dengan kemeja broken white yang digulung bagian lengan hingga siku. Jam tangan hitam, juga sepatu senada membuat tampilannya sangat keren.

"Hai." Aku sampai salah tingkah.

"Aku belom pesan tiket. Takut kamu ga suka film yang aku tunjuk." Ucapnya.

Aku dan kak Juna pun mulai memilih. Setelah menentukan, kami memesan tiket, popcorn, dan cola.

Kak Juna, dia terlihat canggung. Beda dari dia yang biasa.

Setelah menonton, kami makan malam berdua. Waktu itu, aku menurut saja kemana kak Juna membawaku.

Ke sebuah taman kecil yang penuh lampu dan tak begitu ramai pengunjung.

Kami berdiaman cukup lama. Aku ga paham kenapa kak Juna sejak tadi cuma diam mematung. Diajak ngobrol pun, nggak nyambung. Aku mulai merasa, dia punya masalah. Mungkin segan untuk memintaku pulang.

"Kak.."

"Eh, iya?"

"Kalo kakak lagi sibuk, kita bisa pisah disini aja."

"Eh, loh. Kenapa?"

"Emm.. kayaknya kakak banyak pikiran. Dari tadi bengong trus kayak ga nyaman, gitu."

Kak Juna langsung memiringkan duduknya kearahku. "Enggak, bukan gitu. Aku cuma lagi ada pikiran aja."

"Iya, kak. Aku ngerti, kok. Makanya, gak apa kalau kita pisah disini. Aku ga papa kok, pulang sendiri. Lagian, hari ini asyik banget." Ungkapku pada kak Juna supaya dia gak ngerasa bersalah.

"Eh. Gitu, ya?" Kak Juna menggaruk kepala. "...eemm. sebenarnya gini, Riv. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu."

"Hm? Mau bilang apa?" Telingaku siap mendengarkan.

Kak Juna duduk tegak. Dia mulai meraih tanganku perlahan dengan jarinya.

Jantungku...berdegub...

"Ariva. Mu-mungkin kamu nganggapnya.. ini terlalu cepat. Tapi aku ngerasa, aku perlu banget bilang ini ke kamu."

Tunggu. Ini kok.. kayak...

"Ariva. Aku tau kita butuh kenalan lebih lama karena kita baru semingguan kenal. Tapi aku ngerasa nyambung dan nyaman sama kamu. Kupikir, kita bisa jalani perkenalan sambil pacaran. Kalau kamu ga keberatan. Mau pacaran denganku, Riva?"

Aku... terpaku.

I-ini memang terlalu cepat tapi aku gak bisa nolak dia. Aku gak punya alasan. Dia terlalu manis dan sempurna untuk aku yang biasa-biasa aja.

"Ah, Riva. Kamu ga perlu jawab sekarang, kok. Kamu bisa pikir-pikir dulu."

Kupandang tangannya yang menggenggam tanganku. Dia benar, kok. Ga ada salahnya kan, sambil kenalan, kita pacaran. Apalagi aku juga suka banget sama kak Juna.

"Kak.."

Alis kak Juna terangkat.

"Aku.. ga tau harus bilang apa."

"Iya. Enggak apa-apa, Riva. Kan, aku bilang jawabnya gak harus sekarang."

"Bukan gitu." Aku menarik napas, menghembuskannya perlahan. "Aku.. udah naksir sama kakak dari awal masuk SMA Garuda. Mana mungkin aku nolak kakak."

Kak Juna, dari wajah tegang, kini kulihat dia tertawa sambil terdongak melihat langit. Dia pasti lega..

"Berarti.. kita.."

Aku tersenyum dan menggenggam erat tangannya. Bukan main. Luar biasa. Ini benar-benar luar biasa. Tanggal 23 November, aku dan kak Juna.. jadian.

...🍭...

"Makasih udah anter aku, kak."

Kak Juna mengangguk. Dilihatnya keluar sebentar. "Jadi rumah kamu ini?"

Aku mengangguk lambat. Maaf, aku belum jujur. Terpaksa aku mengaku rumah Arsya sebagai rumahku.

"Kalau gitu, aku masuk dulu."

"Iya. Makasih, ya, Ariva."

"Makasih.. buat apa?" Tanyaku heran.

"Makasih udah nerima aku. Aku pikir, aku bakalan ditolak." Katanya kembali menggenggam tanganku. "Besok aku jemput, ya."

Aku mengangguk. Lalu, kak Juna tiba-tiba mengecup punggung tanganku. Hampir aku menjerit menahan ledakan dalam dadaku.

"Hati-hati.." Ucapku padanya. Lalu ia mengangguk dengan senyum lebarnya.

Aku melambaikan tangan dan berdiri disana sampai mobil kak Juna hilang dari pandangan.

"Aaaakkkkhh yassshh!!" Aku memegang dadaku yang terus berdetak hebat. Lalu mengibaskan tangan yang dikecup kak Juna.

Aaaaahhhh ini gilaaa. Akuu.. jadi pacarnya Arjuna Kartawijayaaaa!

Saat aku berbalik, aku mendapati Arsya ternyata berdiri di balkon dengan segelas minuman di tangannya.

"Syaaaaa!" Teriakku tak karuan. Membuatnya bingung diatas sana.

"Guee.. udaah.. jadiaaan." Aku tertawa lagi. Indah banget. Dadaku rasanya meledak-ledak.

"Gueee.. jadiaan.. samaa.. kak Junaaa yeaayyy!!" Aku ingin menari bersama angin malam. Aku terus kegirangan di tempatku, diperhatikan Arsya dari atas sana.

Arsya tersenyum sembari mengangkat gelasnya keatas, tanda ia turut senang dengan apa yang kualami barusan.

Aaah. Arsya. Senengnyaa, akhirnya kamu jadi orang pertama yang aku beritahu soal ini.

(Arjuna Kartawijaya)

**Bersambung**

Terpopuler

Comments

moona

moona

lanjut pen...penasaran bgt🥹

2023-06-06

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!