High School 18

Bener-bener, ya! Baru juga hari pertama sekolah, aku udah harus kena masalah yang teerrruuss berkaitan dengan Kai!

"Sial, nggak ilang lagi." Aku menggerutu sembari mengucek-ucek seragam putih Kai. Ini noda jeruk emang susah dibersihkan. Haduh, pake acara nyembur lagi nih mulut.

Aku kan, jadi sial 2 kali. Pertama, aku minum bekas Kai. Kedua, terpaksa bertanggung jawab atas apa yang kulakukan.

"Makanya, kalo mau minum liat dulu itu punya siapa."

Aku tahu itu suara siapa. Kulihat Kai berdiri dengan kaos tanpa lengan berwarna hitam. Menampilkan otot-otot tak seberapa itu. Dia bersandar di pintu toilet cewek. Sudah jam pulang sekolah, jadi udah gak ada orang di toilet ini.

Ku abaikan dia dan kembali mencuci noda jeruk dengan hand soap.

"Gue ga mau tau, ya. Pokoknya seragam gue besok harus lo bawa." Tegasnya dengan tangan bersedekap di dada.

"Hah. Iyaaa."

Kai membalik badan dan melangkah keluar. "Baru juga sehari sekolah udah sial aja gua." Gerutunya sambil berjalan.

Heeehh. Yang ada gue yang sial hari iniiii. Aaaah. Aku kesal setengah mati dan melampiaskannya dengan menghentakkan kaki kuat-kuat.

Setelah selesai, aku kembali dan berniat pulang. Jelas aku udah gak semangat mau ngumpul, terlebih setelah kejadian ini tadi, banyak yang menatap kearahku. Aku jadi nggak enak sendiri.

Hani. Dia benar-benar udah berbaur dengan baik, ya. Dia tertawa bercanda bahkan ada kak Juna, Arsya, Kai, dan Hajoon juga. Hebat banget. Kenapa aku gak bisa kaya gitu, ya?

"Kak."

Kak Juna menoleh kebelakang.

".. aku pulang duluan, ya."

Dia mengangguk. "Iya. Hati-hati, ya. Maaf aku ga bisa antar. Abis ini aku mau langsung beli hadiah."

"Iya, gak apapa." Mataku kini beralih pada Hani yang duduk dihadapan kak Juna.

"Han, mau pulang bareng?" Aku mengajaknya karena kami punya tujuan yang sama, kan?

"Duluan aja, Va. Ntar lagi aku balik." jawabnya dengan senyum cerah, yang artinya misi sukses.

Gitu, ya. Ternyata aku sendirian. Kulirik Arsya yang masih santai dengan ponsel walau Vita tengah bercerita sengan tangan melingkar di lengan kanan Arsya.

Semua masih tampak asyik dengan kegiatan masing-masing.

Ya sudahlah. Aku pulang.

Kayak ditikung ya, rasanya. Maksudku, aku yang duluan gabung sama mereka aja gak bisa seakrab itu dengan yang lain. Bahkan aku merasa sebagian dari mereka gak suka sama aku. Termasuklah Kai. Tapi Hani, dia segampang itu menyatu dengan mereka. Akrab lagi.

Huuuh. Aku menarik dan menghela napas perlahan sembari terus melangkah sendirian di koridor sekolah. Masih terdengar pula gelak tawa mereka, seolah kepergianku membuat semua semakin bahagia.

Ayo, Ariva. Gak boleh berpikir negatif, gak boleh iri juga sama Hani. Dia temen kamuu. Bisikku mempengaruhi pikiran yang mulai tak benar.

Yah, beginilah. Sejak tadi aku berdiri di depan gerbang, menunggu taksi atau angkutan umum lainnya, namun tak ada satupun yang lewat.

Aku kembali berjalan sambil menunggu taksi online yang sejak tadi kupesan tak kunjung diterima. Benar-benar hari yang melelahkan. Rasanya ingin langsung masuk kamar dan menjatuhkan diri di tempat tidurku yang empuk.

Brumm!!

Suara motor dan gesekan ban di aspal terdengar. Napasku langsung menghela spontan tanpa kuatur. Lega, saat tahu siapa yang datang.

"Naik." Ucapnya tanpa membuka helm.

Aku naik ke motor sport hitam dan langsung melingkarkan tanganku di pinggang pengemudi.

Ah. Ya ampun. Ada juga tempat bersandar. Ya, sekarang aku merebahkan pipi di punggung Arsya, si penyelamatku.

Makasih, Sya. Lututku lelah, suasana hatiku pun lagi ngga baik-baik aja karena kejadian seharian ini. Aku hampir nangis sebenarnya cuma gara-gara gak dapet taksi online. Syukurnya kamu dateng di waktu yang tepat.

Ucapku dalam hati dengan pipi di punggung dan tangan yang tak lepas dari pinggang Arsya. Aku belum mengatakannya karena tengah menikmati angin dan menutup mata. Yang pasti, Arsya bisa ngerasain betapa lega dan lelahnya aku sekarang.

Tak lama, motor berhenti. Aku membuka mata tetapi ini bukan rumah kami. Melainkan sebuah resto cepat saji.

"Kok kesini?" Tanyaku pada Arsya yang baru membuka helm full face-nya.

"Laper. Lo juga belum makan, kan?"

Iya. Aku sampe lupa sama perut kosong ini. Aku turun dan langsung masuk untuk memesan makanan.

Mataku menatap display menu yang terpampang di depan.

"Yang biasa, kan?" Tanyaku tanpa menoleh pada Arsya yang baru datang.

"Iya." Jawabnya, mengeluarkan beberapa lembar uang dan meletakkan di atas meja kasir. Dia langsung mencari tempat untuk duduk.

Setelah memesan, aku membawa sebuah nampan berisi full makanan. Pelan-pelan meletakkannya di meja yang sudah diduduki Arsya. Seperti biasa, dia kembali bermain game di ponsel.

"Bon appétit" ucapku, lalu melahap BBQ beef burger.

Entah karena lapar atau tersumbatnya pikiran, aku merasa kali ini makanku sungguh banyak. Lihatlah yang kupesan. Sampai nampan yang kuletak diatas meja tak memberi spasi untuk makanan lain.

Arsya yang baru meletakkan ponsel terkejut melihat makanan porsi 5 orang ini.

"Banyak banget. Siapa yang makan ini semua?"

Dengan mulut penuh, aku berucap. "Tenang, ada aku."

Alisnya mengerut sesaat, lalu menggelengkan kepala tanda dia sedang berusaha mengabaikanku.

Arsya mendekatkan ayam goreng dan nasi. Lalu mulai memegang ayamnya.

Aku yang melihat itu langsung memukul tangan Arsya. "Cuci tangan dulu!"

"Ck. Udaah." Sahutnya cepat, dan mulai mengunyah.

Kami diam beberapa saat menikmati makanan, sampai Arsya yang mulai bertanya. Pertanyaan yang membuatku heran karena Arsya tak pernah peduli soal orang lain.

"Yang tadi, temen lo?"

Aku menyelesaikan makanan yang ku kunyah sebelum menyahutinya.

"Hani, maksudnya?" Tanyaku memastikan, namun Arsya angkat bahu.

"Iya, tadi dia datang sama aku. Katanya sih, pengen deket sama Vita. Tapi dia jadi bisa deket sama semuanya gitu."

Arsya mengunyah lambat, menatap ayam goreng kesukaannya. "Lo.. gak curiga?"

"Curiga? Sama Hani?" Aku mengunyah dengan bola mata ke atas, berpikir. Kenapa Arsya jadi bicarain Hani.

".. enggak lah. Dia temen sebangku gue dari kelas satu. Anaknya baik banget, peduli sama gue. Dari dulu kayaknya dia nge-fan sama Vita. Trus pas liat aku gabung sama mereka, dia jadi kek yang pengen ikutan gitu." Jawabku panjang lebar, namun Arsya tak lagi menanggapi.

Setelah menyelesaikan makan, aku merebahkan kepala di atas meja. Sedangkan Arsya yang sudah dulu selesai, kembali bermain game.

"Aah. Kenyangnya.."

Ini memang salahku yang terlalu bernapsu sampai memesan makanan begitu banyak. Terpaksa harus ku makan demi rasa tanggung jawab telah menghabiskan uang Arsya walau kuyakin dia tak peduli soal uangnya.

Tapi ini lebih baik. Perasaanku walau belum normal, setidaknya pikiranku tidak lagi keluyuran ke arah negatif. Termasuk menanggapi Arsya soal Hani. Aku percaya dia nggak punya maksud lain selain berteman dengan Vita. Lagi pula, kenapa aku harus memikirkan hal buruk soal Hani, di saat dia tak punya alasan melakukan itu padaku. Iya, kan?

Aku mengirim pesan pada kak Juna. Menanyakan apakah dia sudah pulang atau belum. Kak Juna membalas singkat dan mengatakan bahwa dia pergi mencari kado bersama temannya.

Hah. Aku jadi merasa bersalah. Padahal sebenarnya aku bisa nemenin dia sebentar. Tapi karena fokusku terbelah dua antara mendengar Hani atau kak Juna, aku jadi gak bisa berpikir lagi.

"Syaaa.."

Aku memanggil tanpa mengangkat kepala. Rebahkan kepala begini rasanya enak juga.

"Hm."

"Gue pengen nanya, deh. Soal.. iri dengki." Aku memberi jeda dari pertanyaanku yang entah didengar Arsya atau tidak.

"... menurut lo, gue iri gak ya, sama Hani."

'Enemy has been slain.' Jawab ponsel Arsya.

"Tadi, gue sempet kayak gak suka gitu liat Hani duduk bercanda disana. Padahal dia cuma mau gabung doang. Tapi gue.. kok bisa-bisanya iri."

Aku menggeser kepala supaya bisa melihat Arsya, sahabat yang hanya padanya aku terbuka. Dia masih fokus pada ponselnya.

"Menurut lo, gue cuma lagi kesel soal nyembur Kai, atau emang gue iri sama Hani?".

"Hm, iri." Sahut Arsya tak menoleh. Kedua ibu jarinya menekan-nekan layar ponsel dengan cepat.

"Gitu, ya. Emang gue keterlaluan banget, ya. Bisa-bisanya sama Hani aja kaya gitu."

Aku mendongak melihat Arsya, lalu meletakkan telunjuk di ponselnya, kutekan dengan perlahan ponsel itu sampai turun dan terletak di atas meja.

Mataku menatap Arsya dengan wajah cemberut. Aku butuh jawabannya yang menyakitkan itu.

"Gue.. lagi ga enak hati. Perasaan gue ga tenang sejak tadi. Kenapa ya, Sya?"

'You has been slain.'

Aku tau suara itu adalah suara kekalahan. Tapi wajah Arsya gak keliatan sedih atau marah karena aku mengganggunya. Justru dia menatapku dengan wajah yang sulit ditebak.

"Temen lo itu lagi jalan sama Juna sekarang."

"Hah?" Kepalaku langsung tegak dan menganga seketika.

"Hm. Cari kado, katanya."

Ah.. jadi cari kadonya sama Hani, ya. Kenapa.. aku jadi semakin berpikir buruk soal Hani?

(Arsya Alexander Loui)

Terpopuler

Comments

Novita Sari

Novita Sari

😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍meleleeeeeh🤤🤤

2023-06-25

1

Elia

Elia

othor sehari 2 bab gtuuu

2023-06-22

1

ega

ega

lanjuttt......

2023-06-22

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!