High school 11

Bangun pagi terasa berbeda. Aku sampai berulang kali berdiam hanya untuk mengingat ulang ucapan kak Juna malam tadi. Sangat menggetarkan jiwa. Aku sampai tak ingat harus melakukan apa sekarang.

Saat aku melewati jendela, kulihat Arsya tengah berdiri di depan cermin sambil mengikat dasi. Akupun menatapnya dengan senyuman tercerahku.

"Pagi, Syaaa.."

Arsya menoleh sekilas, lalu kembali fokus ke cermin.

"Tumben pagi-pagi udah pake dasi. Takut dimarahin Bunda, yaaa."

Dia tak menyahut. Seorang Arsya memang hanya memiliki satu fokus. Kalau sudah satu perhatian, dia sulit mengarah pada yang lain.

"Gue sarapan disitu, yaa."

Arsya mendekati jendela setelah dasinya sudah rapi melilit kerah leher.

"Ceria banget."

Senyumku semakin mengembang. "Jelas, dong. For the first time in forever, gue punya pacarrrr."

Arsya mengangguk-angguk dengan senyum mengulum. "Seneng?"

"Bangeeetttt!!"

Dia tertawa. "Selamat, deh. Bisa juga lo jadian sama Juna."

"Heii. Panggil dia kakak. Dia kakak kelas lo."

"Lo aja adekan gue."

"Gue kakak lo, ya!" Pekikku dan dia mengambil tas, keluar dari kamar.

Isss. Sial, aku buru-buru meraih tas dan keluar dari kamar menuju rumah Arsya untuk sarapan disana.

...~...

Biasanya memang begini. Kalau ga aku yang sarapan di rumah Arsya, Arsyalah yang sarapan di panti. Tapi kali ini, aku mau sarapan di rumah bersama Bunda dan Papa Arga. Ada yang mau aku omongin ke mereka.

Kami duduk di meja makan yang cukup besar namun diisi empat orang saja.

Arsya tengah lahap memakan roti isi keju, papa Arga juga sama, bunda sendiri makan nasi goreng kesukaannya karena dia tak terbiasa makan roti seperti anak dan suaminya. Kalau aku, jelas makan nasi goreng enak buatan papa Arga.

"Emm.. Bun, ada yang mau Ari bilang sama Bunda."

"Iya, mau bilang apa, sayang?" Tanya Bunda lembut. Aku melirik Arsya yang juga melirikku.

"Eemm.. gini, Bun. Ari sekarang.. udah punyaa.. temen deket."

"Temen dekat?" Ulang Bunda.

"Pacar maksud lo? Ngapain sih, pake disamarin."

Aku melotot pada Arsya yang seenak itu mengatakannya.

"Oh, serius? Wah.. udah punya pacar rupanya. Siapa? Kenalin dong, ke Bunda."

"Baru jadi, Bun. Gini, maksud Ari, Ari mungkin bakalan sering diantar jemput sama kak Juna. Jadi, biar Bunda ngga bingung kalo liat Ari sama orang lain."

"Juna, ya? Kayanya sih, anaknya keren kalau diliat dari namanya."

"Bener, Bun. Keren bangettt." Sambarku terus, sampai membuat bunda tertawa.

"Hmm. Pantes. Ari seleranya pasti keren, bunda tau itu."

Kami pun bersenda gurau di meja makan bersama keluarga hangatnya Arsya, yang menjadi pedomanku, jika suatu hari aku berumah tangga, aku akan membuatnya seperti ini.

"Pergi bareng gue?" Tanya Arsya saat kami berjalan menuju pintu depan.

"Ngga. Katanya kak Juna jemput." Baru aku mengatakan itu, kulihat kak Juna baru sampai dengan motornya. Sontak aku mendorong tubuh Arsya supaya masuk kedalam dan kututup pintu. Tak lupa melambaikan tangan pada kak Juna.

Aku berlari kearahnya. Menerima helm yang sekarang dibawanya dua. Kami pun berangkat bersama.

...🍭...

"Aku ke kelas, ya."

Aku mengangguk setelah kak Juna mengantarku sampai ke depan kelas.

"Oh, ya. Siang nanti aku ga bisa nganter. Soalnya ada rapat osis. Kamu ga apa, kan?"

"Ga apapa, kak."

"Pulang sama temen, ya. Jangan sendiri."

Aku mengangguk. "Emang kakak pulang jam berapa?"

"Aku juga belum tau. Kamu mau nunggu?"

Aku berpikir sebentar. Kayanya kemarin Arsya bilang, pulang sekolah akan ada latihan basket. Jadi sekolah pasti ngga sepi.

"Iya. Aku tunggu. Kita pulang bareng."

Senyum kak Juna mengembang. "Okee." Katanya sembari memegang puncak kepalaku dan berlalu pergi.

Hiiiyyyy.. gemes bangett!

Setelah kepergian kak Juna, Hani dan Salma mendatangiku dengan cepat.

"Riv. Elo dan kak Juna.." Hani menggantung kalimatnya, dan aku mengangguk dengan senyuman yang tak bisa kusembunyikan.

Mereka memelukku girang. Kami melompat bersama. Tak lupa ucapan selamat dari mereka berdua yang ikut senang dengan hubungan baruku.

...~...

Aku udah janji bakalan nunggu kak Juna rapat osis, jadi aku memilih duduk di balkon saat kelas sudah kosong. Aku juga ga berani kebawah. Malu dan takut, karena orang-orang yang ada disana, adalah orang-orang yang juga ada waktu pertandingan futsal kemarin.

Kuedarkan pandangan kebawah. Ada Arsya juga bersama Vita duduk berdua. Arsya, seperti biasa, dia bermain game di ponselnya. Sementara Vita menonton pertandingan basket Hajoon dan Kai.

Tak terdengar pembicaraan mereka, namun nampaknya Vita kesal karena Arsya terus berkutat pada ponselnya. Sampai entah bagaimana, bola dilemparkan kearah Arsya dan dia menangkapnya.

Arsya berjalan menuju lapangan dan ikut bermain disana.

"Huh. Giliran gue yang nyuruh, lo ga mau. Giliran Vita aja, langsung nurut." Gerutuku kesal.

Tapi walau gitupun aku tersenyum. Akhirnya dari sekian lama, Arsya mau kembali bermain basket di sekolah. Terlihat pula Vita dan teman-temannya bersorak ria menyemangatinya.

Emang dasar laki-laki kalo udah naksir, apa aja bisa dilakuin, ya. Arsya, laki-laki dingin yang ga bisa diatur, akhirnya nurut kalo Vita yang ngomong.

"Ariva."

Ah, kak Juna. Udah selesai rupanya.

"Kenapa disini? Ga nunggu dibawah?"

Aku menggeleng lambat. Mana aku berani. Tapi dia sepertinya tahu itu.

Kak Juna menggandeng tanganku.

"Mereka baik, kok. Karena kamu belum kenal aja."

Aku tahu. Tapi mereka gak sesirkel denganku. Maksudnya, kalian kan, orang-orang yang punya previllage. Arsya tuh, yang cocok gabung disana. Kalau aku mah, ngga cocok sama sekali. Apalagi kalo mereka semua tahu aku anak panti asuhan.

Dan kami pun turun. Bersamaan dengan kedatangan kami, beberapa mata menatap. Ada pula yang berbisik melihat kami bergandengan tangan. Termasuk Vita dan kelompoknya.

Sempat ingin kutarik tanganku. Namun kak Juna menahannya dengan kuat. Lalu berbisik, "Nggak apa-apa. Ada aku." Ucapnya, walau tak membuat diriku menjadi lebih baik. Aku takut, apalagi tatapan mereka seperti mengintimidasiku.

"Weh. Ada yang baru jadian, nih!" Celetuk seseorang hingga membuat yang lainnya menoleh pada kami.

"Yang bener? Pajak jalan, dong!" Teriak yang lain.

Bisa kulihat Hajoon dan Kai memperhatikan kami. Begitu juga Arsya.

"Apaan. Ga ada pajak-pajakan. Gue balik dulu." Tukas kak Juna dan kembali menggandengku berjalan melewati mereka semua.

"Kok pulang? Ga seru lo, Jun."

"Iya. Main basket dulu dong, kak."

"Tau nih, si Juna. Punya cewe aja lu, langsung lupa."

"Bentarrr. Gue nganter cewe gue dulu." Katanya. Aku yang mendengar itu langsung tersipu malu. Cewe gue, katanya? Hihii.

Kami pun melangkah menuju gerbang sekolah.

"Kak.."

"Hm?"

"Kalo kakak masih mau ngumpul, aku ga apapa kok, pulang sendiri." Ucapku padanya.

Kak Juna menarik napas perlahan. "Kalo gitu kamu juga ikut ngumpul disitu, ya."

"Hah. Aku.. pulang aja deh, kak."

Kak Juna tersenyum padaku. "Aku tau kamu ga nyaman ada disana bareng mereka. Makanya aku ga ajak kamu ngumpul disana."

"Eh, Enggak. Bukannya gitu. Aku cuma mau pulang cepat." Aku bukan orang yang gampang berbaur dan punya sangat-sangat sedikit teman. Dan gabung sama mereka juga bukan keinginanku.

".. kalo kakak masih mau ngumpul, aku ga apapa. Beneran."

"Enggak. Aku mau bareng kamu. Kalo sama mereka, mah, udah puas banget."

Aku sampai tersenyum mendengarnya. Kalimat yang keluar dari bibir kak Juna rasanya sungguh manis.

"Kita makan siang dulu, ya, sebelum pulang."

Sebelum melangkah lebih jauh, aku menyempatkan menoleh kebelakang. Dan kudapati Vita tengah mengelap keringat Arsya dengan handuk kecil.

Aku tersenyum. Syukurlah, Arsya juga sudah menemukan kekasih hatinya...

Terpopuler

Comments

S.Syahadah

S.Syahadah

dulu pas sekolah aku juga punya sahabat gini, aku punya pasangan dy juga punya pasangan tp percaya lah tidak ada yg nama ny sahabat antara laki laki dan perempuan,, sekilan lama ga ketemu kurang lebih 3 tahun, pas ketemu sama sama singel konyol ny kita baru mengetahui perasaan itu dan sekarang udh punya dua anak hihihi

2023-08-02

3

Novita Sari

Novita Sari

jangan dibikin 3hari sekali dooonk...dibikin sehari 3kali ajah🤩🤩

2023-06-08

1

Siti Umi

Siti Umi

berasa muda lagi pennn😊😊😊😊

2023-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!