High School 16

Tiba-tiba aku teringat sesuatu. "Kok lo tau gue urutan 173?"

Dan saat itu pula wajah Kai berubah. Dia menoleh kearah lain dengan kedua tangan berkacak di pinggang. Terlihat pula hembusan napas dari mulutnya.

"Lo.. ngapain nyari nama gue?"

Mata Kai tiba-tiba menghunus tajam ke arahku. "Sengaja, pengen liat urutan berapa sih, cewek Juna ini. Gue semakin yakin Juna buta. Bisa-bisanya cowok nomor satu kayak dia dapat cewek nomor trakhir kayak lo. Kalo gue sih, ogah."

Mataku membulat sempurna. Bener-bener nih anak. "Heh, ga ada urusannya sama lo, ya! Gue juga Nggak mau sama lo! Mending lo urusin aja hidup lo sendiri. Lo pikir lo ganteng? Gaya tengil aja belagu banget." Tegas aku mengatakan itu, kemudian berbalik badan melangkah pergi.

"Heeh, GUE JUGA GAK MAU SAMA LO!" Teriak Kai terus-terusan seolah ingin terus berdebat denganku. Namun aku mengabaikannya, tak ingin sampai aku menjambak rambutnya.

"Hiiihhhhh!!" Aku menyentak-nyentakkan kaki setelah berbelok ke balik tembok. "Gilaa! Kok ada orang kayak dia. Ngeselin bangettttt!! Pengen tak hiiihhhh." Aku meremat-remat udara dengan kedua tangan mengepal kesal tanpa memperdulikan Arsya yang sudah bersandar di tembok menungguku.

"Ck. Yaudah ayo balik. Bunda nyariin, kita belum makan siang." Arsya menarik sebelah tanganku, yang masih terus mengutuk Kai sambil meninju angin dengan tangan lain sebagai pelampiasan.

Another bad day in a day. Dua kali kesal khusus untuk hari ini aja. Jadi beneran nyesel aku udah datang ke sini.

Untung di hari lain aku ga ketemu lagi sama Kai. Gak tau dia kemana dan ga mau tau juga. Dan kami pun pulang setelah dua hari aku disini karena aku tidak mau berlama-lama di tempat yang aku sendiri belum bilang ke kak Juna kalau aku ada di luar negeri.

...🍭...

Libur telah usai. Akhirnya kami masuk sekolah lagi dan kali ini aku menghembuskan napas berulang -ulang. Soalnya di kelas dua ini, seluruh siswa kelas XI akan dibagi menjadi 3. IPA, IPS, dan Bahasa.

Sebelumnya, aku udah diskusi soal ini ke Arsya. Pasalnya, aku ga tau harus kemana. IPA? Aduh, udah pasti bikin otakku keriting.

IPS? Aku ga suka yang berbau sejarah, apalagi pasal-pasal dan hukum NKRI, bawaannya ngantuk dan pengen tidur. Maafkan aku, pahlawanku😭. Tapi ini serius. Apalagi tentang pergeseran bumi dan lain sebagainya yang membuatku bener-bener ingin tidur.

Lalu, jurusan bahasa. Ini pelajaran yang menipu karena sekilas terlihat mudah sebagai bahasa sehari-hari, namun nyatanya, bahasa adalah pelajaran yang paling sulit bagiku. Berapa kali aku mengotot pada guru bahwa bahasa indonesia yang kutulis sudah benar, tapi menurutnya malah salah. Padahal selama ini kita tuh gak pake bahasa yang kaya gitu juga kan, untuk sehari-hari? Ck!

"Itu sih, fix karena elo yang malas belajar."

Celetukan Arsya waktu itu berhasil membuatku nyengir sampai gigiku kering. Yah, habisnya gimana. Memang aku ga pinter, kan.

"Kalo lo, kemana?" Tanyaku pada Arsya, yang sudah kutebak jurusannya.

"IPA." jawabnya santai sembari terus bermain game di ponselnya.

Ya, sih. Arsya emang cocoknya di IPA. Tapi masa aku harus ikut-ikut dia?

Sampe akhirnya, dengan keputusan berat, aku memilih... IPA!!

Kenapa IPA? Ya nggak apa-apa. Gak tau lagi aja mau kemana.

Untungnya, aku lulus dan diizinkan masuk kelas IPA dengan nilai pas-pasanku itu.

Dan disinilah aku sekarang. Kelas XI IPA...

Mataku menatap layar ponsel yang menampilkan web sekolah. Melihat informasi tentang kelasku saat ini.

Ah, IPA2. Aku ga kaget, kok, walau ada diposisi IPA2 dari 4 kelas IPA. Karena kata kak Juna, kelas itu tidak menentukan mana yang paling pintar. Karena bisa aja IPA4 yang mendapat predikat siswa-siswa terbaik.

Aku masuk ke kelas IPA2. Langkah yang tadi lebar langsung melambat saat mendapati Hajoon duduk di bangku nomor dua dari belakang.

Hajoon, jadi aku sekelas bareng dia?

"Ariva. Lo nomor berapa kursinya?"

Oh, dia Rosa, teman sekelas semester lalu.

"Nomor?"

"Liat deh, di web. Kita tuh duduknya diatur. Siapa tahu kita sebangku."

Begitu, ya? Akupun kembali mengecek ponsel dan mendapati bangku paling belakang.

"Iyeess!!" Sontak aku teriak sampai membuat beberapa orang melirik kearahku.

"Aku duduknya diujung sana, Sa."

"Oh, gitu, ya. Oke deh." Jawabnya dengan lesu. Mungkin dia lebih suka kalo sebangku dengan yang udah kenal.

Aku berjalan di lorong bangku, memastikan dengan benar posisi bangkuku melalui ponsel.

Lalu ternyata, aku duduk di belakang Hajoon.

"Hai. Ternyata kita satu kelas." Sapa Hajoon dengan ramah tersenyum menampilkan lesung pipinya.

Aku mengangguk dan tersenyum canggung. Dia teman Kai, walau tidak langsung mengejek, Hajoon menjadi orang yang ikut tertawa dengan ejekan itu. Bahkan mungkin dia yang memberi label Pabo waktu itu.

Eh? Tas siapa ini? Jadi teman sebangkuku udah duluan datang, ya.

Aku masih berdiri mengetuk-ngetuk meja. Karena ada Hajoon, entah kenapa perasaanku tidak enak.

"Joon, dipanggil anak basket ngumpul di lapangan. Kuy!"

Suara ini...

Aku berbalik dan mendapati Kai berdiri di belakangku. Wajahnya sama terkejutnya denganku, tak menyangka kami bisa satu kelas walau aku udah curiga sejak melihat Hajoon.

"Astaga, elo lagii!"

Aku berdecih dalam hati. Sial banget bisa satu kelas dengan nih anak!

Dahi Kai mendadak mengerut. Dilihatnya bangku kosong di belakangku.

"Jangan bilang lo sebangku sama gue?"

Damn! Beneran sebangku, nih???

"Heiii. Gue juga ga mau sebangku sama lo!" Mataku langsung mencari Rosa.

"Rosa, gue sebangku sama lo, ya. Gue disitu, ya!" Teriakku pada Rosa yang kini menatapku.

"Mana bisa, Va. Ini kan, udah tercatat."

Ukh! Kenapa pake diatur segala sih, tempat duduknya. Apakah ini akan menjadi masa-masa SMA tersial dalam hidupku? Ah, entahlah. Yang penting meletakkan tas dulu.

Aku menggeser tas Kai yang ada di dekat jendela. Aku mau duduk disana, biar bisa melihat-lihat keluar.

"Hei-hei-heiii! Itu bangku gua!" Seru Kai.

Aku langsung duduk dan memeluk tas diatas meja.

"Gue duluan."

Kai berdecak. "Jelas-jelas gue duluan yang datang!"

"Ngalah dong, sama perempuan! Masa perkara bangku aja sampe sewot."

"Gue emang suka ngalah sama perempuan tapi gakk sama lo!"

Aku menatap Kai nyalang. Dia ini ada masalah apa sih, sama aku. Masa iya masih sakit hati soal futsal kemarin?

Aku mendongak, melihatnya yang masih berdiri di sisi meja. "Lo itu emang senyebelin ini, ya?"

"Gue gak peduli. Yang penting lo minggir, itu bangku gue."

Bodo amat. Aku langsung merebahkan kepala diatas tas membelakangi Kai. Terdengar tawa kecil Hajoon di depan.

"Yaudala, bro. Biarin aja. Lagian kalian akan satu bangku selama setahun, kan?" Ujar Hajoon diselingi tawa. Dia berdiri dan merangkul Kai keluar dari kelas yang masih bisa kulihat pantulannya dari kaca jendela.

Huhh. Untung aja. Tapi ini gimana..? Serius gue sebangku sama Kaiii?

AAAAAAA AKU GAK MAU SEBANGKU SAMA KAAAIIIII

Teriakku dalam hati.

TBC...

Kai Samuran

Terpopuler

Comments

Asma

Asma

jaga imej... jaim2 jgn sampe ketauan...

2023-08-16

1

Asma

Asma

gue ngintilin elu ariva...

2023-08-16

1

Sri Mulyaningsih

Sri Mulyaningsih

lucu banget si.....emang seru masa SMA

2023-07-03

1

lihat semua
Episodes
1 My Relationshit 1
2 My Relationshit 2
3 My Relationshit 3
4 My Relationshitt 4
5 My RelationShit 5
6 My Relationshit 6
7 My Relationshit 7
8 My Relationshit 8
9 My Relationshitt 9
10 My Relationshit 10
11 High school 11
12 High School 12
13 High School 13
14 High School 14
15 High School 15
16 High School 16
17 High School 17
18 High School 18
19 High School 19
20 High School 20
21 High School Moment 21
22 High School Moment 22
23 High School Moment 23
24 High School Moment 24
25 High School Moment 25
26 High School Moment 26
27 High School Moment 27
28 High School Moment 28
29 High School Moment 29
30 High School Moment 30
31 Patah Hati Pertama 31
32 Patah Hati Pertama 32
33 Patah Hati Pertama 33
34 Patah Hati Pertama 34
35 Patah Hati Pertama 35
36 Patah Hati Pertama 36
37 Patah Hati Pertama 37
38 Patah Hati Pertama 38
39 Patah Hati Pertama 39
40 Patah Hati Pertama 40
41 Birthday Party 41
42 Birthday Party 42
43 Birthday Party 43
44 Birthday Party 44
45 Birthday Party 45
46 Birthday Party 46
47 Birthday Party 47
48 Birthday Party 48
49 Birthday Party 49
50 Birthday Party 50
51 Kejutan! 51
52 Kejutan! 52
53 Kejutan! 53
54 Kejutan! 54
55 Kejutan! 55
56 Kejutan! 56
57 Kejutan! 57
58 Kejutan! 58
59 Kejutan! 59
60 Kejutan! 60
61 Ungkapin Perasaan 61
62 Ungkapin Perasaan 62
63 Ungkapin Perasaan 63
64 Arsya Alexander 64
65 Arsya Alexander 65
66 Arsya Alexander 66
67 Arsya Alexander 67
68 Arsya Alexander 68
69 Arsya Alexander 69
70 Arsya Alexander 70
71 Terkuaknya Rahasia 71
72 Terkuaknya Rahasia 72
73 Terkuaknya Rahasia 73
74 Terkuaknya Rahasia 74
75 Terkuaknya Rahasia 75
76 Terkuaknya Rahasia 76
77 Terkuaknya Rahasia 77
78 Terkuaknya Rahasia 78
79 Terkuaknya Rahasia 79
80 Terkuaknya Rahasia 80
81 Hari-Hari Berat 81
82 Hari-Hari Berat 82
83 Hari-hari Berat 83
84 Hari-Hari Berat 84
85 Hari-Hari Berat 85
86 Hari-Hari Berat 86
87 Hari-Hari Berat 87
88 Hari-Hari Berat 88
89 Hari-Hari Berat 89
90 Hari-Hari Berat 90
91 Long Distance Relation-shit! 91
92 Long Distance Relation-shit 92
93 Long Distance Relation-shit 93
94 Long Distance Relation-shit 94
95 Long Distance Relation-shit 95
96 Long Distance Relation-shit 96
97 Long Distance Relation-shit 97
98 Long Distance Relation-shit 98
99 Long Distance Relation-shit 99
100 Long Distance Relation-shit 100
101 Love-ship 101
102 Love-ship 102
103 Love-Ship 103
104 Love-ship 104
105 Love-ship 105
106 Love-Ship 106
107 Love-Ship 107
108 Love-ship 108
109 Love-Ship 109
110 Love-Ship 110 (Last)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
My Relationshit 1
2
My Relationshit 2
3
My Relationshit 3
4
My Relationshitt 4
5
My RelationShit 5
6
My Relationshit 6
7
My Relationshit 7
8
My Relationshit 8
9
My Relationshitt 9
10
My Relationshit 10
11
High school 11
12
High School 12
13
High School 13
14
High School 14
15
High School 15
16
High School 16
17
High School 17
18
High School 18
19
High School 19
20
High School 20
21
High School Moment 21
22
High School Moment 22
23
High School Moment 23
24
High School Moment 24
25
High School Moment 25
26
High School Moment 26
27
High School Moment 27
28
High School Moment 28
29
High School Moment 29
30
High School Moment 30
31
Patah Hati Pertama 31
32
Patah Hati Pertama 32
33
Patah Hati Pertama 33
34
Patah Hati Pertama 34
35
Patah Hati Pertama 35
36
Patah Hati Pertama 36
37
Patah Hati Pertama 37
38
Patah Hati Pertama 38
39
Patah Hati Pertama 39
40
Patah Hati Pertama 40
41
Birthday Party 41
42
Birthday Party 42
43
Birthday Party 43
44
Birthday Party 44
45
Birthday Party 45
46
Birthday Party 46
47
Birthday Party 47
48
Birthday Party 48
49
Birthday Party 49
50
Birthday Party 50
51
Kejutan! 51
52
Kejutan! 52
53
Kejutan! 53
54
Kejutan! 54
55
Kejutan! 55
56
Kejutan! 56
57
Kejutan! 57
58
Kejutan! 58
59
Kejutan! 59
60
Kejutan! 60
61
Ungkapin Perasaan 61
62
Ungkapin Perasaan 62
63
Ungkapin Perasaan 63
64
Arsya Alexander 64
65
Arsya Alexander 65
66
Arsya Alexander 66
67
Arsya Alexander 67
68
Arsya Alexander 68
69
Arsya Alexander 69
70
Arsya Alexander 70
71
Terkuaknya Rahasia 71
72
Terkuaknya Rahasia 72
73
Terkuaknya Rahasia 73
74
Terkuaknya Rahasia 74
75
Terkuaknya Rahasia 75
76
Terkuaknya Rahasia 76
77
Terkuaknya Rahasia 77
78
Terkuaknya Rahasia 78
79
Terkuaknya Rahasia 79
80
Terkuaknya Rahasia 80
81
Hari-Hari Berat 81
82
Hari-Hari Berat 82
83
Hari-hari Berat 83
84
Hari-Hari Berat 84
85
Hari-Hari Berat 85
86
Hari-Hari Berat 86
87
Hari-Hari Berat 87
88
Hari-Hari Berat 88
89
Hari-Hari Berat 89
90
Hari-Hari Berat 90
91
Long Distance Relation-shit! 91
92
Long Distance Relation-shit 92
93
Long Distance Relation-shit 93
94
Long Distance Relation-shit 94
95
Long Distance Relation-shit 95
96
Long Distance Relation-shit 96
97
Long Distance Relation-shit 97
98
Long Distance Relation-shit 98
99
Long Distance Relation-shit 99
100
Long Distance Relation-shit 100
101
Love-ship 101
102
Love-ship 102
103
Love-Ship 103
104
Love-ship 104
105
Love-ship 105
106
Love-Ship 106
107
Love-Ship 107
108
Love-ship 108
109
Love-Ship 109
110
Love-Ship 110 (Last)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!